Emergency, Emergency!!

Alarm tanda bahaya berbunyi! Bunyi sirine itu memekakkan telingaku! Kusadari aku berada di ketinggian, di lantai 26!! Lift gedung otomatis pasti berhenti! Kepanikan mulai menjalar.. Tangga darurat, hanya itu! Semua orang bangkit dari kursinya dan beranjak cepat ke tulisan EXIT! Berlombalah menuruni gedung setinggi itu dengan ketakutan yang mengejar di belakangmu!

Akhirnya aku kembali ke Jakarta! Kamis lalu aku tiba di Ibukota dan kembali berurusan dengan Shell sejenak. Senin lalu mulai rutin datang ke Talavera Office Park. Dan lucu sekali, aku seperti temu kangen, bernostalgia dengan banyak staff Shell. Mereka kaget melihatku setelah tak nampak sejak Februari. Ternyata banyak yang masih mengingatku, rupanya magang 6 bulan kala itu telah menciptakan relasi yang cukup kuat. Mereka mengira aku telah lulus dan akhirnya bekerja di CX hahaha.. Tidak atau belum! Kali ini aku mengumpulkan data skripsi.

Banyak yang bertanya untuk apa kembali ke Jakarta hanya untuk skripsi? Rela banget sih untuk skripsi doank? Hey, Jakarta tidak begitu jauh dan aku menyukai kota ini beberapa sisi. Mungkin karena aku pernah tinggal cukup lama hingga tak berat untukku sebulan kembali ke Shell dan mengerjakan penelitianku. Bisa saja mengambil judul lain tentang perusahaan di Surabaya, tapi 6 bulan yang kuhabiskan di Shell menunjukkanku banyak hal. Sedikit banyak aku punya pengetahuan tentang perusahaan ini. Selagi kesempatan masih diberikan, aku ambil saja, at least untuk membina relasi yang pernah ada. Selain itu untuk belajar lebih dalam tentang aktivitas Communication. Aku mengambil penelitian di bawah Divisi Media Relations, selama 4 bulan dibimbing oleh Manager Divisi CSR, kini skripsi di bawah Divisi Internal Communication. Lengkap sudah semua bagian dari PR Shell kujelajahi.

Yang mengesankan adalah kejadian hari ini, Jumat, 10 July 2009. Pagi ini, sekitar pukul 9.50AM, aku sedang mengerjakan skripsi di depan laptop sambil ber-ear phone karena mentranskrip hasil interview. Sayup kudengar Emergency Annoucement. Seketika aku dengar sirine berbunyi keras. Pengeras suara di setiap lantai Talavera Office Park ini menyerukan bahwa hari ini tidak ada latihan simulasi kebakaran atau uji coba. Alias, sirine itu berbunyi bukan karena buatan! Suara itu menyuruh kami segera meninggalkan gedung melalui Emergency Exit atau tangga darurat.

 Pic Source : Tata Mulia

Otomatis semua karyawan yang sedang bekerja di meja masing-masing, berdiri, riuh keheranan, dan mulai beranjak meninggalkan meja ke pintu darurat. Aku cukup panik karena berusaha mencerna ini simulasi atau benar ada sesuatu di gedung ini, apapun itu aku harus tetap segera beranjak. Kuambil ranselku dengan laptop di dalamnya, plus dompet dan PDA inside. Aku bersama rekan CX segera keluar lewat Exit Door yang lantai kami, lantai 26! Berdesakan, bergabung dengan orang lain dari lantai atas, kami menuruni anak tangga.

Ini kali pertama aku berada di situasi seperti itu. Melihat orang berbondong menuruni anak tangga darurat. Ketika bergabung dengan rombongan dari lantai bawah, aku terpisah dari temanku. Ada yang hanya bawa badan saja, ada yang membawa tas atau laptop. Kuperhatikan lagi, ada yang tampak panic, ada pula yang santai bercerita dengan rekannya. Saat itulah aku sadar, ini hanya simulasi! Evacuation Drill! Aku ada di perasaan antara merasa sangat bodoh, dengan berusaha mempelajari andai itu bukan simulasi. Anak tangga kuturuni terus, kulihat 25, 22, 19, 15, … Tanpa sengaja aku bertemu dengan staff Shell dari lantai lain, sambil mengobrol kami mengalihkan pikiran dari situasi tidak enak itu. Sampai tak terasa kulihat 11, 9, 6, 2 dan akhirnya, sinar matahari!!

Keluarlah kami dari untaian ribuan anak tangga. Kulihat mobil ambulance. Di beberapa area orang-orang berkumpul. Ada yang ber-safety vest sambil membawa sign bertulis nomor tiap lantai. Petugas keamanan mengarahkan rombongan yang baru keluar ke area lain di belakang gedung, yang disebut dengan Assembly Area. Di sana beberapa staff yang menjadi vocal point HSSE telah mengenakan safety vest. Mereka mengangkat tinggi sign lantai masing-masing. Aku mencari 26 dan berkumpullah dengan rekanku lain. Kaki gemetar! Semua berceloteh dan berkeringat, mengeluhkan kaki gemetar karena jarang berolahraga sehingga ‘kaget’.

Sebenarnya di setiap lantai selalu tersebar denah gedung untuk situasi darurat. Shell memiliki standar safety yang sangat luar biasa baik. Oleh karena itu segala hal yang related dengan safety, sudah menjadi budaya. Staff mengetahui langkah yang harus dilakukan dan tempat yang harus dituju dalam keadaan darurat di dalam gedung. Setelah berkumpul di Assembly Area, tentunya ruang terbuka, kami didata. Dengan jelas disebutkan ini simulasi. Kemudian teriknya matahari ditambah kaki gemetar dengan cepat membubarkan kerumunan massa penghuni Talavera.

Terlepas dari kehebohan, merasa bodoh, kaki gemetar, merasa sial, aku pun belajar dari latihan ini:

  • Bunyi sirine pasti mendatangkan kepanikan! Dan berusahalah focus agar kau tahu apa yang penting untuk kau bawa bila memungkinkan. Tidak mungkin kau bisa membawa semua hartamu di kantor karena kau akan berdesakan di dalam tangga darurat.
  • Selamatkan nyawa, itu yang terpenting. Jangan pusingkan harta, tak kan ada arti bila nyawa tak terselamatkan.
  • Tangga darurat itu sangat pengap. Ditambah dengan banyaknya manusia yang berebut oksigen dalam kepanikan. Jadi, kendalikan diri agar tidak panic.
  • Semakin tinggi lantai, semakin tidak menguntungkan. Bukan hanya karena jumlah anak tangga yang lebih banyak untuk dituruni sampai bawah, tetapi jumlah massa. Turun selantai, kau bertemu puluhan orang yang keluar dari lantai itu, semua berebut menuruni tangga lebih dulu. Turun selantai lagi, berarti jumlah berlipat. Begitu seterusnya. Do you get my point?
  • Alihkan perhatian tetapi tetap focus, agar tidak makin panic.
  • Menuruni banyak anak tangga yang berpola sama, bisa membuatmu pusing.
  • Ikuti arahan dan petunjuk dari petugas.
  • Pelajari dan baca semua peringatan yang telah diberikan sebelum keadaan darurat benar-benar terjadi. So that you’ll have a field of reference before you experience it.
  • Jangan remehkan simulasi, it’s a must and good for us, oneday!

Saat magang, dua kali aku absen dari kegiatan mengepak barang untuk pindah gedung, karena menyelesaikan urusan di Surabaya. Kali ini, hari ke-5 di Shell, aku harus menuruni 26 lantai Talavera. Terbayar sudah rasa tidak puas teman-teman karena dulu aku tak ikut berlelah hahaha.. Andai di Surabaya, mungkin tidak bisa bersimulasi seperti ini. Selain banyak pihak belum aware pentingnya simulasi keadaan darurat, gedung setinggi ini masih langka ditemukan. Sampai beberapa hari ke depan, kakiku pasti sangat sakit dan pegal. Tapi kelelahan ini untuk berjaga-jaga karena bila situasi seperti itu terjadi, mau tidak mau, semua harus siap!

The future has become the present. Anything of importance will remain, while anything useless will disappear..

 

Jakarta/100907/10:57PM                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      

Advertisements

Panggilan iPod Shuffle Pink

Semarang – 261208 – 11:45 PM

 

Pernahkah kau merasa sebuah barang berbicara padamu? Hm.. Pada saat-saat tertentu aku mengalaminya. Biasanya aku akan membeli barang itu. Bila kau pernah membaca buku yang berjudul The Alchemist milik Paulo Coelho mungkin akan lebih mudah memahami ceritaku ini.

 

Beberapa waktu lalu, kantor tempatku magang mengadakan year end party dengan tema Boogie Wonderland, 18 Desember 2008, di Dharmawangsa Hotel. Acara itu menjadi pesta kostum pertama untukku. Aku menggunakan gaun ala Spanyol dengan renda bertumpuk dan mengembang. Rambutku yang pendek ini ditata seperti sedang disanggul dengan sekuntum mawar merah asli tertambat di sana, persis seperti yang kumau dan tanpa rambut palsu. Mungkin bila dibanding dengan rekan kantor lain, bajuku agak kurang bertema, tetapi menurutku itu kostum. Bila kau tahu keseharianku, aku lebih suka bergaya kasual dan lincah kesana kemari. Jadi tampilanku malam itu, seperti bukan aku. Tapi karena kostum itu pula, aku diminta membantu kepanitiaan yang hanya berjumlah beberapa orang. Di sanalah cerita ini bermula.

 

Boogie Wonderland 2

 

Aku diminta meng-handle segala yang berhubungan dengan hadiah pada saat hari-H. Panitia sudah berbelanja hadiah untuk doorprize dan best costume. Total ada 13 buah hadiah yang sangat mengagumkan menurut penilaianku dan teman-teman yang bukan panitia. Aku mulai diminta membantu dua hari sebelum pelaksanaan. Aku diberi list hadiah dan kertas kado untuk membungkusnya. Wow.. hadiahnya heboh sekali, Tuhan boleh nih dikasih satu aja, batinku kala itu. Ada handphone, iPod hijau dan pink, voucher bensin, oli Shell tingkat terbaik 8 liter, PSP, dll. Saat aku berniat membungkus, barang yang aku ambil pertama kali adalah iPod Shuffle 2nd generation berwarna pink. Entah mengapa itu yang aku ambil dari dalam laci. iPod itu seakan memberiku sinyal atau tanda, yang mungkin kau akan menganggapku berkhayal.

 

Tapi karena ada urusan mendesak lain, akhirnya aku meminta OB membantuku membungkus semua hadiah tersebut. Sampai pada hari H.. Semua keluarga Shell yang datang harus mengambil nomor di meja registrasi. Nomor itu untuk doorprize dan mengambil foto di wall Boogie Wonderland. Aku bersama tiga orang teman CX datang ke meja itu bersama, dan EO yang bertugas memberiku nomor 61. Lalu aku berujar padanya, “Wah.. Angkanya nggak cantik ya, aku kira tadi 19, Mbak..”. Ia pun menimpali, “Emm.. Tapi 6 ditambah 1 jadi 7 lho..” Ya sudah lah itu kan hanya nomor pikirku. Aku pun larut dalam acara.

 

Boogie Wonderland 1

Selama acara inti dimulai, aku berada di belakang panggung untuk memastikan hadiah itu tidak tertukar dan diberikan pada saat yang tepat. 9 hadiah doorprize dibagi dalam 3 kali penarikan nomor dari fishball. Indra Herlambang dan Terry Putri selaku MC, yang akan mengambil nomor itu. Setelah menghampiri MC dan memastikan urutan penyebutan hadiah yang mereka pegang, sesuai dengan telah diatur, aku stand-by saja di belakang panggung. Rundown kupegang dan aku berkutat bersama Edo, anak EO yang bertanggung jawab atas usher. Saat itu tiba-tiba aku berkata pada Edo, yang kala itu baru kukenal, “Do, entar kalo nomornya 61, panggil gue ya!!”. “Emang nomor lo 61 ya?”, balas Edo. “Iya, nomor doorprize gue, kali aja dapet!”, candaku.

Boogie Wonderland 3

 

Kostum yang kukenakan tak memiliki saku, tetapi aku memakai celana pendek hitam yang bersaku tentunya. Handphone lama kesayanganku 8850ku aku pegang saja, seandainya aku dibutuhkan, aku bisa langsung jawab teleponku. Sesi penarikan doorprize pertama berjalan lancar. Voucher bensin 750ribu, 2 galon Shell Helix Ultra 4 liter, dan sebuah iPod Shuffle ‘terlepas’ dengan mulus. Setelah Mollucas menyanyi 3 buah lagu, aku kembali masuk ke belakang panggung untuk sesi penarikan kedua. Saat itu, sekali lagi, entah mengapa, aku mengambil kupon yang kupegang dari saku dan memasukkan ke bagian belakang 8850ku yang bisa ku-sliding itu. Batinku berujar, “pindah aja, biar mudah ngambilnya..”. Aku hanya menuruti kata batinku. Setelah 8850 kembali kupegang, sayup-sayup kudengar, “enam puluh satu..” Aku menyadari itu nomor yang baru saja kulihat di potongan kupon yang kupindah ke 8850ku! Aku segera keluar dan menuju kedua MC kocak itu. Edo sempat berujar, “Nomor lo tuh! Orangnya ada!!”, sambil berkata ke arah MC. Aku mendapatkan salah satu doorprize yang jelas aku tahu itu iPod!! Setidaknya itu yang telah disusun di rundown!

 

Rasa bahagia? Tentu saja! Aku dapat iPod Shuffle! Sebenarnya sejak iPod muncul, ayahku menawarkan untuk membelikanku pemutar lagu itu. Ia tahu anaknya ini tak bisa hidup tanpa musik! Tapi tipikalku sejak kecil, ketika diberi pilihan entah mengapa aku akan memilih yang tengah, bukan yang paling bagus. Tapi barang itu akan tetap aku terima dan aku jaga. Aku menolak tawaran ayah dan akhirnya diberikan MP4 player buatan negeri nenek moyangku. Namun, aku lebih suka mendengarkan musik dari handphone motorola E1 ku yang ber-iTunes itu. Namun beberapa saat ketika aku sampai Jakarta, handphone pemberian kakakku itu rusak. Aku sedih karena tak lagi bisa mendengar jernihnya suara lagu yang dihasilkan ROKR E1 itu. Karena itu aku kembali ke 8850ku dulu. Baru-baru ini baterai MP4ku sudah drop. Tapi aku bertahan saja dengan apa yang ada. Jadi saatnya serasa tepat aku mendapat iPod.

 

ipod

 

Sesampai di kos, kubuka dan iPod itu berwarna pink!! iPod yang sempat ‘berbicara’ padaku sebelum dibungkus. Memang sejak dulu aku memilih perangkat lunak di komputer atau laptopku adalah iTunes, bukan software lain. Aku sangat suka!! Jadi ketika sekarang aku punya iPod, tinggal colok saja ke laptopku. Entahlah, untuk kesekian kali, ada banyak hal kecil yang mengarah ke ‘pendapatan’ iPod ini. Kau pasti bilang aku terlalu melebih-lebihkan, dan memaksakan kejadian demi kejadian. Hm.. kalau kau sudah membaca The Alchemist mungkin kau akan lebih mengerti. Dulu aku tak pernah paham ketika dibilang ada banyak tanda bila kau peka membacanya bahkan seisi semesta bisa membantumu mendapat yang sebenarnya kau impikan. Aku pikir itu tak masuk akal dan mengada-ada. Ya, aku akan lebih peka lagi membaca dan mendengar mereka ‘bicara’.. Tapi yang pasti, mulai sekarang aku akan selalu mendengar iPod ku yang menemaniku bernyanyi.. Kuanggap itu hadiah Natal dari Tuhan untukku di Natalku tahun ini.. ^^

Road Safety for Kids

Jakarta – 041208

Hari ini aku mengikuti acara kantorku yang unik dan membuatku senang. Shell Road Safety for Elementary School Student. Sebenarnya aku diperbantukan hanya karena akan ada sesi wawancara dari sebuah majalah nasional ternama. Reporter tersebut hendak mewawancarai beberapa anak-anak untuk bahan artikel. Aku datang untuk mem-supervising wawancara tersebut. Ternyata acara itu sangat menarik dan seru!

Shell Road Safety

Shell Road Safety ini merupakan serangkaian kegiatan yang diselenggarakan untuk meningkatkan awareness anak-anak sekolah dasar akan pentingnya menjaga keselamatan berlalu lintas. Berdasar survey terakhir, dalam 1 hari terdapat 30 orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Perusahaan berusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga angka tersebut dapat berkurang. Anak sekolah kelas 4, 5, 6 sedang berada dalam taraf belajar, yang saat mereka mengingat banyak hal menarik justru bisa terkenang sampai dewasa nanti. Diciptakan pula maskot Tisa (Think Safety) dan Aksa (Act Safely) untuk mensosialisasikan program Road Safety ini. Perusahaan membagikan ilmu berlalu lintas kepada beberapa sekolah dasar terutama yang berlokasi di sekitar SPBU Shell di Jakarta, khususnya.

12 sekolah dasar dibagi dalam 8 kali kegiatan serupa selama 2008. Mereka didatangkan ke Taman Lalu Lintas Saka Bhayangkara, Cibubur. Pihak kepolisian yang mempunyai program Polisi Sahabat Anak menyambut baik program perusahaan. Mereka turut menemani dan mengajar anak-anak tentang rambu lalu lintas. Perusahaan juga memanggil Kak Ucon, pendongeng cerita anak yang sangat attractive membawakan cerita tentang keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak. Setelah itu mereka boleh mencoba mengemudikan fun car di area taman lalu lintas yang lengkap dengan semua rambu layaknya di jalan raya.

Di tahun 2008 ditargetkan 1000 anak telah mengikuti kegiatan ini. Mereka diharapkan menjadi ambassador untuk mengingatkan lingkungan mereka agar berdisiplin dalam berlalu lintas. Acara hari ini adalah kegiatan ke-8 yang berarti penutup dari seluruh rangkaian kegiatan di 2008. Anak-anak tersebut sangat antusias. Mereka berlarian, berteriak, tertawa, apalagi saat mengemudikan fun car. “Asyik sekali menyetir sendiri..”, kata seorang dari mereka. Ekspresi polos dan ceria itu tampak jelas di wajah anak-anak yang seakan belum paham benar akan kejamnya lalu lintas sebenarnya.

Seandainya saja sejak dulu kegiatan sejenis telah diadakan, mungkin kedisiplinan berlalu lintas tidak sampai separah hari ini. Jangan dulu menutup mata dan berkata tidak mungkin, because Difficult YES Impossible NO. Lebih baik berusaha melakukan sesuatu seperti kegiatan Road Safety daripada hanya mengomentari dan mengkritik tanpa melakukan apa-apa. Semoga apa yang anak-anak dapatkan bisa berdampak suatu hari nanti, untuk kebaikan bangsa ini.

 

Taman Saka Bhayangkara, Cibubur

Taman Saka Bhayangkara, Cibubur

Shell Scholarship Days 2008

© BeBe – Surabaya – 291108

 

Lega dan bersyukur.. Itulah yang aku rasakan setelah serangkaian acara Shell Scholarship Days 2008 diselenggarakan. Persiapan sekitar kurang dari dua bulan serasa terbayar setelah peserta dapat kembali pulang ke daerah masing-masing dan LO tercinta juga kembali kepada kesibukan masing-masing. Ada banyak hal yang aku lihat dan pelajari dari event ini. Event di mana aku menjadi merasa dihargai karena diberi kepercayaan untuk membantu mengatur acara besar ini.

 

Luck is a Mystery of Life

ssd1

Dari empat universitas yaitu UI, ITB, ITS, dan UGM hanya terpilih 10 mahasiswa dari setiap universitas untuk mendapatkan beasiswa ini. Mereka mungkin kurang beruntung dalam kehidupan sehari-hari, tetapi mereka sangat beruntung bisa mendapatkan beasiswa hingga mereka lulus kuliah dan siap menapaki jenjang kehidupan selanjutnya. Dari begitu banyak mahasiswa yang ada di tiap universitas hanya 10 orang ini yang mendapat beasiswa dari perusahaan tempatku magang. Aku kembali bertanya pada diriku, apa arti kuliah buatku? Keadaan keluargaku memang tidak berlebih tetapi biaya untuk kuliah memang sudah dipersiapkan, dan thanks God selama ini orangtuaku masih dapat tetap membiayai aku kuliah dan juga tinggal di Jakarta saat ini. Tetapi ketika bisa mendapatkan sesuatu dengan mudah terkadang hal itu justru membuat manusia terlena. Ketika kuliah mulai terasa menjenuhkan, pilihan untuk membolos atau jadi asal-asalan mengikuti kelas bisa datang dengan mudah. Namun bila berkuliah harus dengan susah payah, padahal kau ingin kuliah dengan harapan masa depan yang lebih baik, kau punya kepandaian untuk bisa bersaing dengan mahasiswa pandai lainnya, hanya biaya kuliah yang besar membuat semua itu mustahil untuk diraih, semua bisa jadi berbeda. Tetapi yang aku pelajari, Difficult YES, Impossible NO!! Aku lihat dari para penerima beasiswa ini, teman-teman baruku, mereka berusaha meraih itu dan beasiswa itu memang berhak mereka dapatkan. Aku pun diingatkan kembali untuk memperbaiki diri dan lebih menghargai setiap detik masa kuliahku. Aku sadar betul biaya kuliah tidak murah, jadi bila memang tidak niat kuliah, jangan habiskan uang orang tua untuk kuliah. Prinsip itu sudah kupegang sejak kuputuskan aku akan tetap kuliah. Tapi mungkin arti kuliah untukku selama ini tidak sedalam arti kuliah bagi mereka yang mendapatkannya dengan perjuangan lebih. Teman-teman baruku, nikmatilah dan teruslah menghargai sisa waktumu di kuliah dengan beasiswa yang kau dapat. Tunjukkan pada dunia bahwa kau memang pantas mendapatkannya. Dan bersainglah dengan manusia lain setelah tiba waktunya. Keberuntungan yang kau peroleh tak datang pada setiap manusia di dunia ini, teman..

 

Think about the Future

ssd2

Acara Shell Scholarship Days 2008 juga mengundang Emil Salim dan Anies Baswedan bersama dengan CEO Shell Indonesia, Darwin Silalahi. Mereka orang-orang hebat yang bukan hanya menjadi teladan tetapi membekali para mahasiswa untuk menata langkah menjawab tantangan dunia di depan. Apa yang akan kau lakukan 20 tahun lagi? Bisakah kau membuat CV diri untuk 20 mendatang? Pak Darwin Silalahi membagi kisah dirinya, 23 tahun yang lalu, beliau baru lulus dari bangku kuliah. Berarti 23 tahun setelah lulus kuliah, beliau berhasil menjadi seorang CEO dari perusahaan minyak multinasional. Sangat inspiratif buatku. Apa yang akan terjadi padaku 20 tahun mendatang? Apakah sudah bisa kumiliki flower plantationku? Apakah aku masih tinggal di Indonesia atau pindah ke luar negeri? Bagaimana keluargaku? Hahaha.. Dan akan jadi apa kau 20 tahun lagi, teman? Bermimpilah dari sekarang..

ssd3

Support is the Energy

Mengerjakan acara ini bukan hal mudah untukku. Meski sudah punya pengalaman bermacam organisasi, tapi managerku sempat bilang dengan gaya bercanda, acara ini bisa dibilang sebagai assessment buatku. Pressure cukup berat, terlebih waktu bersamaan dengan jadwal ujian internshipku. Bukan hanya fokus pada tugas tapi juga beradaptasi dengan karakter berbagai orang yang aku harus bersinggungan langsung. Terkadang penyesuaian itu lebih menekan daripada tugas dan detailnya. Namun, aku di-back up oleh teman-teman baikku yang kuusulkan menjadi LO dan diterima oleh managerku. Awalnya sempat takut dengan hasil kerja mereka karena bisa dibilang agak mempertaruhkan namaku yang mengusulkannya. 3 teman baikku dan 1 orang teman baru yang seakan seperti teman lamaku meski baru 2 minggu sebelumnya berkenalan. Mungkin karena aku cukup dekat dengan kakaknya. Mereka ada di sana selama acara itu, mendengarkan curhat dan juga bisa aku percaya membantu mencari jalan keluar saat halangan tak terduga muncul. Acara ini hanya dikerjakan oleh 4 orang panitia dari Shell. Oleh karena itu bantuan 4 orang LO itu sangat membantu. Seperti yang managerku katakan di farewell, chemistry itu sangat terasa. Ya! Mereka seakan punya peranan masing-masing yang saling terbagi dan mendukung kebutuhan acara ini. Aku bersyukur untuk keempat orang LOku tercinta ini. Vera, Nita, Khiko, and Boi. Thanks a lot untuk support nyata kalian. Hope this is not the last project that we do together.. We were great, guys!!

 

Acara ini mungkin telah selesai. Bagi peserta yang membaca tulisanku ini, aku memohon maaf bila terdapat kekurangan dari teknis acara, tetapi jauh lebih bijaksana bila tak hanya melihat kekurangan dan mencelanya. Jauh lebih penting, menyadari apa yang kalian bawa pulang dari Shell Scholarship Days 2008 ini? Kalian punya kenalan lebih banyak lagi sekarang. Wawasan pun bertambah dengan pengetahuan yang tak semua orang bisa mendapatkannya. Semakin besar arti kuliah untuk setiap kalian. Tetaplah jadi diri apa adanya dan berubahlah untuk kebaikkan. Semoga kalian pun tetap mencintai hidup yang telah dianugerahi beasiswa istimewa ini. Beasiswa ini harus bisa menjadi ‘sesuatu’ untuk hidup kalian kelak. Buktikan pada dunia 20 tahun yang akan datang, apa yang dapat kalian berikan bagi negara ini..

Sneakers

I want to update my blog, but still don’t have any time to write an article..
So, just to keep this blog updated, I post one of my photos..
I captured these shoes on Shell Road Safety Goes to School event..
Those shoes are belong to the elementary students that put off their shoes,
sit down on the floor mat, and listen to the police’s story..
One thing that interesting is almost of their shoes are sneakers..
I love sneaker and these kind of shoes are so common..
Hm.. Sneakers are folk shoes!!
Another Collection of mine..

Another Collection of mine..

Menjenguk Mimpi Masa Kecil di Bogor

Apa yang akan kau lakukan setelah kuliahmu selesai? Bekerja! Umumnya setiap lulusan baru akan mencari pekerjaan dengan melihat lowongan di perusahaan. Hey! Masih ada pilihan lain! Mengapa tak mencoba memulai usahamu sendiri? Menggunakan ilmu dan ketrampilan yang kau punya dan bukan mengurangi 1 lowongan pekerjaan tetapi membuka kesempatan kerja..

 

Cobalah tanya pada dirimu? Pernahkah kau menginginkan sesuatu untuk kau usahakan? Hanya, lebih banyak hambatan merintang dan kau memilih menghadapai apa yang ada saja, yang realistis yaitu bekerja dan dapat gaji.. Sulit memang, terbatas modal, ketidakmampuan mengatur keuangan, tak tau soal pasar, dll.. Salah satu brand manifesto Shell yang kusuka: Difficult YES, impossible NO!!

 

Jadi teringat akan mimpi masa kecilku. Ada sebuah keinginanku sejak kecil, aku ingin suatu hari nanti aku punya flower plantation!! Tinggal di antara bunga yang mekar, mengatur masa kembang, memotongnya di saat yang masih kuncup, dan menjualnya ke florist yang akan merangkainya jadi karangan bunga. Karangan bunga yang mewakili perasaan cinta dan kasih sayang..

 

Di tengah masa internshipku, aku berkesempatan ikut serta ke Bogor. Divisi social investment dengan programmnya Shell LiveWIRE melanjutkan roadshow BIW di kota ke-17 dari rangkaian 1 tahun ini. Bright Ideas Workshop bertujuan memotivasi anak muda usia 18-32 yang memiliki keinginan untuk berwirausaha sendiri. www.livewire-indonesia.com Shell menjalankan program ini di setiap negara Shell melakukan bisnisnya, begitu pula di Indonesia. Kali ini untuk kota Bogor, kami bekerjasama dengan IPB. 1 November 2008, bertempat di Gedung Alumni IPB, sekitar 130 anak muda Bogor dipenuhi semangat untuk mewujudkan usaha mereka. Dengan mendengar langsung pengalaman dari pemenang Business Start-up Award 2007, dan juga beberapa peserta yang telah memulai bisnis kecil-kecilannya, mereka berdiskusi dan menggali ide usaha.

 

Aku ikut serta untuk menangani media. Beberapa media lokal setempat diundang untuk meliput. Aku membuat press release dan menyambut rekan pers yang datang. Kemudian kupertemukan mereka dengan keyperson yaitu Mbak Endah selaku Social Investment Manager dan Pembantu Rektor IPB. Press conference kecil terjadi di sela-sela workshop. Peliputan muncul di Antara, Jurnal Bogor, Pakuwan Raya, dan Koran Kampus IPB. Ayu Gunantari, Edit Wahyuningtyas, Doni Cholid, Sri Endah, dan aku bersama mempersiapkan workshop ini dengan BEM IPB.

 

 bogor-horz

 

bogor-vert

Terlepas dari urusan pekerjaan, workshop kali ini membuatku dapat mengunjungi Bogor. Ini kali pertama kukunjungi kota kecil di lereng dataran tinggi yang dingin, sejuk, hampir setiap hari hujan, asri, bengkoang dan bentoel di mana-mana, memiliki kebun raya di tengah kota, dan kawanan menjangan di halaman Istana Bogor. Aku heran melihat banyaknya angkot hijau yang membuat lalu lintas macet. Tapi juga kagum karena beberapa kali kulihat polisi mendorong mobil dan bus yang mogok!

 

 

 

Pada saat survey, 28 October 2008, aku, Ayu dan Doni makan siang di Café Gumati. Tidak special makanan yang kunikmati, hanya saja pemandangan rumah-rumah di bawah sana cukup menarik untuk kujadikan latar berpose. Kemudian dengan Odyssey itu Pak Hans mengantar kami ke kampus IPB di Dermaga. Sampai juga aku di IPB.

 

 

 

Tanggal 31 Oktober siang kami bertolak dari Jakarta. Malam itu kami menginap di Novotel Hotel di daerah Baranangsiang. Hujan deras mengguyur Bogor membuat kami tak bisa keluar dan hanya menikmati suasana hotel di malam hari. Nice place to solitare yourself. Esoknya, setelah workshop berakhir, aku bersama Ayu menyempatkan diri mampir ke Factory Outlet resmi Levi’s yang katanya hanya ada 2, yaitu di Bekasi dan Bogor ini. Harganya memang di-cut, tetapi bersabarlah karena ukuran normal cukup sulit didapat. Sebagai gambaran, Levi’s asli dengan harga awal 1.200.000an, di sana dijual dengan harga 600.000an. Aku sempat membeli sebuah blue jeans, dari 379.000 jadi 200.000. Lumayanlah untuk ukuran Levi’s.

 

 

 

Malam itu, dengan petir dan kilat menyambar, di tengah hujan deras yang menjadi teman baik Bogor, kami kembali ke Jakarta. Sampai jumpa lagi Bogor..

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta-101108-10:47PM

 

Viva Greenspot

Bulan lalu, Oktober 2008, lantai tempat CX berteduh, Ratu Prabu I Building – 4th floor akhirnya memenangkan juga kompetisi bulanan greenspot yang diadakan rutin oleh kantorku. Dan semua penghuni lantai 4 semuanya dapat Pizza. Rame-rame makan pizza deh hahaha..

 

Greenspot adalah tempat sampah yang khusus disediakan untuk menampung sampah plastik yang sifatnya sulit diperbaharui. Butuh ratusan tahun atau bahkan tak dapat diuraikan lagi. Kantorku, Shell Indonesia berinsiatif untuk mengumpulkan sampah yang tidak ramah lingkungan itu dan setelah terkumpul, akan ada pemulung yang dapat mengambil plastik itu. Nantinya mereka mengolahnya, dijahit, dan akan menjadi tas dan dompet yang bagus. Harga barang yang sudah jadi tidak murah memang, tas dari bungkus kemasan pewangi pakaian berwarna merah muda keunguan itu dijual dengan harga 80ribuan. Selain sulit dibuatnya, barang-barang itu masih dapat dipakai berulang kali daripada hanya tertumpuk di tempat pembuangan akhir.

Di setiap lantai 1, 3, 4, 5, 6, 7 dari gedung kantorku yang menjadi wilayah Shell, ada greenspot yang setiap bulannya akan ditimbang, kemudian dibagi dengan jumlah kepala di setiap lantai. Maka akan muncul angka rata-rata setiap kepala. Angka terbesar menunjukkan sampah terbanyak, akan memenangkan hadiah berupa makanan untuk satu lantai.

Tak hanya itu, kegiatan ini rupanya membuat banyak pegawai yang jadi gemar mengumpulkan sampah plastik itu dari kos-kosan bahkan tetangga di kompleks perumahan mereka. Dengan cara pengumpulan seperti ini, sampah plastik itu dapat langsung diambil oleh pemulung yang akan mengkreasinya. Memiliki nilai guna lebih dan nilai jual lebih tinggi. Dan akan lebih baik bila kelamaan gerakan seperti ini dapat menginspirasi kehidupan karyawan Shell sehari-hari, terlebih masyarakat yang tak lagi peka akan kotornya bumi ini akan sampah yang tak dapat diperbarukan.

 CX happy banget dapet pizza

CX happy banget dapet pizza

 

Jkt – 031108 – 11:30PM

Gimana magangmu, Be?

Jakarta – 161008 – 10:31PM

Cukup banyak yang bertanya “Enak ngga magang di sana?”.. Sebenarnya menurutku enak itu relatif, ukuran ‘enak’ tiap orang bisa beda-beda, jadi aku akan ceritain aja dan silahkan dijawab enak atau enggak hehe..

 

Aku melaksanakan magang di Shell Indonesia, sebuah perusahaan minyak nomor 2 di dunia yang bergerak di upstream dan downstream. Shell adalah perusahaan Inggris yang bermarkas di Belanda. Sebenarnya sudah lama ada di Indonesia, memiliki ikatan sejarah yang sangat kuat dengan negara ini, karena sumur minyak pertamanya ditemukan di Indonesia. Saat ini memantapkan kaki khususnya di downstream business,. Mungkin yang selama ini banyak ‘ditemukan’ oleh masyarakat Indonesia: Shell adalah pabrik oli. Sangat sering persepsi itu yang muncul di kalangan teman-temanku. Sebenarnya oli atau lubricants hanya salah satu produk downstream business Shell. Sebenarnya ada pula BBM untuk berbagai jenis transportasi baik laut, udara, darat, dan industri. Dalam kurun waktu 3 tahun ini, Shell berkonsentrasi menambah SPBU atau biasa disebut retail site, untuk Jakarta dan sekitarnya. Tapi perusahaan ini menjadi perusahaan minyak asing pertama yang membuka SPBU selain Pertamina di tahun 2005. Tahun depan Surabaya akan memiliki Shell retail site juga. Akan tetapi pertumbuhan penjualan oli, baik Shell Helix untuk roda 4 maupun Advance untuk roda 2 memang sangat signifikan di Indonesia.

 

Aku magang di CX atau Communication Department. Berada di bawah divisi Media Relations & External Affair, yang berarti banyak berhubungan dengan media, press release, dsb. Selain itu ada 2 divisi lain yaitu Internal Communication yang berfungsi menyebarkan segala informasi kepada internal melalui intranet dan website internet. Divisi terakhir di CX adalah Social Investment yang menjalankan fungsi CSR tetapi kami lebih suka menyebutnya sebagai sebuah investasi bagi masyarakat, bukan bagi Shell semata. Sekalipun aku berada di bawah bimbingan Mbak Fathia di Media Relations, aku juga banyak terlibat di Social Investment membantu Mbak Endah, dan sesekali membantu menulis artikel untuk Mbak Dina.

 

Aku bisa dibilang beruntung bila dilihat dari waktu pelaksanaan magangku ini..

Di hari kedua kerja, aku sudah mengikuti meeting dengan GM External Affair Asia Pasific di Singapore melalui telecon. Lalu, gedung kantorku yang sekarang memang tak begitu bagus untuk ukuran company oil seperti Shell. Tapi teknologi IT nya yahut.. Semua karyawan mendapatkan access card untuk keluar masuk pintu kantor di setiap lantai. Total Shell menempati 5 lantai dari 10 lantai di gedung tersebut. Selain access card ada pula GI card untuk mengakses semua hardware yang ada, PC/laptop, scanner, dll. Pada minggu pertama aku menjalani proses mendapatkan PCku, sempat terjadi sedikit masalah dengan GI Card sehingga aku harus menghubungi tim IT pusat di Malaysia, speaking in English tentunya. Setiap karyawan akan mendapat sebuah personal account di IT Shell di seluruh dunia. Jadi aku juga punya alamat email dengan namaku lalu xxx@shell.com. GI card itu sifatnya sangat private, tanpa itu tak akan bisa membuka komputer masing-masing, tak bisa mengakses intranet dan personal account. Lalu setiap karyawan harus mengikuti ELIS training. Tutorial etik IT untuk mengenal dan bagaimana menggunakan IT Shell global, dan harus diselesaikan dalam 3 bulan sejak memiliki account di IT Shell. Setiap orang akan mendapatkan laptop, tetapi karena aku magang, aku mendapatkan PC. Minggu ini PCku baru diganti dengan seri terbaru, very cool!! Hehehe..

Shell Family Day

Shell Family Day

 

Di minggu kedua, Shell menyelenggarakan Shell Family Day di Sol Elite Mirabella Hotel, di Anyer, Jawa Barat. Ternyata terakhir kali acara serupa diadakan 5 tahun yang lalu! Berlibur bersama seluruh karyawan Shell Indonesia dan keluarga mereka, lebih dari 1000 orang berangkat. Aku sempat berbanana boat hehe..

 

Sabtu rombongan pulang, Senin depannya kami mengikuti CX Away Day.  Jadi di setiap department akan selalu diadakan Away Day setiap 6 bulan, yaitu 2 hari keluar dari kegiatan kantor dan melakukan mid-year review meeting, dan juga ada team building yang dilakukan bersama. Berhubung Mbak Fathia sedang hamil 8 bulan, jadi CX Away Day tidak bisa dilakukan di luar kota. Team building kali itu adalah pottery class. I’m so excited karena belum pernah merasakan membuat pottery sendiri. GM External Affair Asia Pasific, Mavis, turut hadir dalam Away Day kami. Aku membuat mug dan tempat lilin hehehe.. Kemudian esoknya, full day meeting di Dharmawangsa Hotel. Dari pukul 9 pagi – 7 malam, menjalani telecon dengan Australia, briefing and evaluation from Mavis, report dari tiap divisi, dan all were done in English!! All I heard and spoke is English! And then it closed with dinner at the hotel resto. Itu adalah sop buntut goreng termahal yang pernah aku makan, 155 ribu belum tax dan jus stawberryku hahaha.. Sepulang dari sana, aku tak menyadari bahwa taxi yang kunaiki itu mobil mercedess!! hahaha.. Aku baru sadar setelah beberapa hari berikutnya.. Parah betul aku..

I make mug and candle vase
I make mug and candle vase

 

 

Sehari-hari aku melakukan media clipping, membuat media report yang di-submit everyweek to Singapore, memeriksa press release sebelum disebar, mengkoordinasi kerja PR consultant, translating article, transcript interview President Director Shell Indonesia, dan sejenisnya. Sesuai dengan bidang kuliahku memang. Bila bepergian untuk urusan kantor, kami naik mobil kantor, atau bila full book, kami pesan Golden Bird (mobil sewaan) yang mana mobil top yang digunakan, atau mendapat voucher taxi Blue Bird Group. Bila pergi bersama dengan Manager, maka Silver Taxi yang dipesan. Silver taxi adalah taxi yang menggunakan mercedess (atau crown – silver taxi yang lama), yang kunaiki untuk pulang dari Dharmawangsa Hotel.

Pottery Class CX Away Day
Pottery Class CX Away Day

 

Di minggu keempat, aku berkesempatan diajak managerku untuk melihat jalannya photo session Country Chairmanku di salah satu SPBU Shell yang terbesar di Jakarta. Akhirnya aku bisa melihat langsung aktivitas, teknologi, dan standard HSSE di SPBU Shell itu. Oh iya, karena Mbak Fathia sedang hamil besar, maka bila pergi dengannya, aku yang menyetir CRVnya. Hm.. lumayanlah sekaligus menghilangkan kerinduan menyetir. Tapi alamak.. jalanan Jakarta mengerikan!!

 

Minggu berikutnya, Mbak Fathia harus memasuki masa cutinya sehingga aku benar-benar terjun lebih banyak di Media Relations. Menjadi traffic untuk semua hal yang berkaitan dengan media. Mbak Endah menghandle kendali keputusan Mbak Fathia. Tetapi aku mengerjakan tugas beliau. Jadi aku berada di bawah pengawasan Mbak Endah tetapi bukan hanya untuk media, melainkan semakin dilibatkan di Social Investment activity terutama yang berhubungan dengan media. Sebulan aku masuk dan mengenali lingkungan pekerjaanku, Mbak Fathia cuti selama 4 bulan. Jadi dari 6 bulanku, 1 bulan dibimbing Mbak Fathia, 4 bulan ia cuti, dan di bulan terakhirku nanti aku baru akan berjumpa lagi dengannya.

 Me and Mbak Fathia before she leave
Me and Mbak Fathia before she leave

 

Ada sebuah acara besar Shell, Pearl Project Launching akan diselenggarakan live di Trans7 tanggal 23 Oktober nanti. Aku terlibat sangat banyak di sana, memperhatikan hal yang berhubungan dengan job desc Mbak Fath di sana. Jadi bekerja sama dengan agency, Trans7, dll. Kemudian juga membantu program Social Investment dalam program Road Safety maupun Scholarship Day di bulan depan. Sangat menarik karena yang aku kerjakan tak jauh dengan kerjaku di kepanitiaan tetapi ini kerja, lebih dihargai, tak seperti di kampus yang mati-matian tetapi lebih banyak tidak dihargai.

 

Menyenangkan karena aku suka bertemu dengan banyak orang jadi aktivitasku tidak monoton. Kemudian berkoordinasi dengan PR consultant, pihak media, orang-orang penting di Shell, dll. Hal lain yang menyenangkan adalah pada saat kuliah, dosenku pernah berkata bahwa di Indonesia, pelaksanaan PR hanya sebatas technical skill. Itu dikarenakan banyak perusahaan belum merasakan pentingnya PR sehingga hanya dipandang sebelah mata. Tetapi di perusahaanku ini tidak demikian. Dengan 3 divisi yang ada di CX, tampak bahwa Shell menganggap ini penting. Dengan jumlah 8 orang di dalam CX menunjukkan bidang ini pun butuh banyak tenaga untuk menghandle tugasnya. Dengan penempatan ruangan CX yang berada selantai dengan President Director dan top manajemen lain, terlihat bahwa CX memang patut mendapat akses langsung ke Top Management Shell.

 

Tak lama lagi, kantor kami akan pindah ke gedung baru, gedung yang tertinggi di sepanjang jalan TB Simatupang, yaitu Talavera Office Park. CX akan menempati lantai 26, ckckckck.. Tetapi ada fasilitas kolam renang bagi yang berminat berenang di ketinggian hahaha..

 

Karena perusahaan asing, otomatis ada banyak foreign people yang bersliweran di kantor. Banyak yang ditugaskan dari pusat untuk bekerja di Shell Indonesia, tak terkecuali dengan beberapa orang penting. Jadi setiap kali mengirimkan email, must written in english too. Atmosfer English sangat terasa and that’s totally different with what I saw in Surabaya. Not much understand how important English skill is..

 

Satu hal lain yang sangat unik buatku dari Shell ini adalah HSSE standard. HSSE adalah Health, Safety, Security, and the Environment. Departemen ini bertugas memperhatikan keselamatan kerja karyawan Shell di masing-masing negara tempat Shell beroperasi. Bukan hanya di dalam jam kantor tetapi juga kehidupan sehari-hari. Safety riding, harus menggunakan safety belt sekalipun berada di kursi belakang (tak heran bila sangat selektif dalam memilih mobil kantor, taxi, dll). Tidak boleh menerima telepon pada saat menyetir. Bahkan ada teman yang mengatakan andai ada karyawan yang kecelakaan dan setelah ditelusuri pada saat kecelakaan ia sedang bertelepon, ia bahkan berkemungkinan dipecat! Wew.. Setiap bulan ada pertemuan HSSE bagi karyawan untuk membahas 1 topik baru seputar HSSE. Bila ingin mengadakan acara di luar kantor, gedung itu harus lolos standard yang dimiliki HSSE. Hotel juga demikian, tak heran bila hanya ada sedikit hotel yang dapat digunakan untuk keperluan kantor (biasanya akhirnya hanya hotel bintang 5 dan beberapa bintang 4). Tak hanya di Jakarta, tetapi juga di kota lain di Indonesia. HSSE sudah memiliki list. Bepergian keluar kota hanya boleh menggunakan penerbangan nomor 1 (tau kan apa itu?), taxi pun Silver atau Blue Bird. Bus yang dapat disewa adalah Big Bird. Selalu ada pelatihan HSSE. Demikian pula nanti bila pindah ke gedung baru, huhuhu.. Berarti latihan kebakaran harus by tangga darurat dari lantai 26?!?! Huhuhuhu.. Tapi unik bukan HSSE??

 

Sisi lain dari magangku ini, aku naik angkot bila ke kantor, memasak sendiri makan malamku, lunch bersama teman kantor (yang sangat mewah untuk ukuran mahasiswa sepertiku huhuhu..), nyemil karena CX tak kurang akan stok makanan, paling muda dari CX member lain, suasana team CX yang sangat hangat, sarapan favoritku ketoprak depan kantor, dan segudang cerita yang akan terus berlanjut karena magangku baru berjalan selama 2.5 bulan..

I am the youngest
I am the youngest

 

 

Aku pun baru menyadari ternyata actually untuk bisa masuk bekerja di Shell adalah sangat susah, that’s why I told you that I’m so lucky could be here. And the moment is so right because many big events done when I had been doing my internship here until February 2009. So, say no to monoton hahaha.. And I’m proud could be a member of Shell that realized how important Public Relations is..

 

So, what do you think so far? Enak atau tidak magangku di sini?? ^^

Previous Older Entries

www.widiantigunawan.wordpress.com