ISBSV kita!

Surabaya – 120809 – 5:13PM

Decicated to all ISBSV..

Indonesia Sampoerna Best student Visit. Acara yang mempertemukanku dengan puluhan anak cerdas dari kota lain, setahun lalu. Anak cerdas yang diberi gelar ‘terbaik’ oleh Sampoerna. Yang bukan lagi hanya sekadar teman untuk menambah kolega di situs pertemanan. Namun, sudah menjadi teman terbaik tempat ku bergantung di satu masa. Kini, tiba-tiba bukan hanya teman seangkatan yang menjadi sebuah jaringan sosial. Tahun ini, empat angkatan lain yang juga ‘terbaik’ ditambahkan menjadi teman atau bahkan saudara dalam sebuah keluarga besar Indonesia Sampoerna Best Student Visit..

Seharusnya saat ini aku harus mengerjakan skripsiku, tapi seketika muncul keinginan menulis sesuatu tentang ISBSV. Minggu lalu, Sampoerna Best Student Visit 2009 diadakan kembali oleh Sampoerna. Perbedaannya kali ini alumni dari SBSV angkatan sebelumnya diundang untuk bergabung bersama. Tanpa tahu tujuan yang sebenarnya, aku berusaha meluangkan waktu. Paling tidak aku bisa bertemu dengan beberapa teman SBSV 2008, lagipula aku sudah kembali ke Surabaya jadi aku harus bisa menyediakan sedikit waktu. Jaringan/network/koneksi itu harus dijaga dan memeliharanya memang tidak pernah mudah.

I’m quite excited ketika mengetahui 2 teman dari Jakarta, dan 1 teman dari Bali rela untuk datang. Meski akhirnya tahu bahwa Sampoerna membantu keperluan akomodasi, tetapi aku salut akan motivasi mereka hingga benar-benar tinggalkan sejenak kesibukan untuk hadir ke Surabaya. Ternyata bukan hanya dari angkatanku, juga ada beberapa alumni dari angkatan lebih awal datang dari Jakarta dan Palembang. Kami pun berkenalan dan jadilah semua berteman.

Sebenarnya untuk teman seangkatan, aku bisa menyebut bahwa kami masih menjaga baik relasi dan ikatan di antara kami. Jujur, di antara beberapa komunitas yang aku punya, ISBSV ku termasuk yang masih hidup dan eksis. Apalagi ketika hidup 6 bulan, magang di Jakarta. Baru pertama kali ke Jakarta, seorang diri berusaha hidup mandiri menaklukkan hati ibukota yang lebih kejam dari ibu tiri. Entah apa jadinya bila tidak ada teman ISBSV Jakarta. 4 dari 5 mahasiswi UK Petra yang menjadi peserta SBSV 2008, memang memutuskan magang di Jakarta. Alhasil kami sering bertemu dengan rekan Jakarta. Mereka membantu mencarikan tempat tinggal di dekat lokasi kantor perusahaan kami. Padahal semua berbeda lokasi. Yang aku masih ingat betul, kami ke Dufan bersama! Ah.. Aku tak akan melupakan moment itu. Aku sangat ingin ke Dufan, maklum bisa dibilang kali pertama ke Jakarta hahaha.. Dan cukup banyak SBSV 2008 yang bergabung kala itu. Bahkan dari Bandung ada yang turun untuk have fun bersama.

Meski aku tak berpuasa, aku ikut ke acara buka puasa bersama di Plaza Semanggi bersama Mbak Fika. Weekend ke Fatahillah. Makan bersama dengan Mas Bima di Pasific Place. Berkumpul di resepsi Mas Bima di Dharmawangsa Hotel. Musicademia Sampoerna di Balai Kartini. Kami jalan ke Grand Indonesia ketika rekan dari Medan akan bermigrasi ke Jakarta, kami rapat mencari cara membantunya. Nonton di PIM. Dinner bersama di Senayan City. Dan sekali lagi, (Celebrating F*cklentine) Dufan menutup masa 6 bulanku tinggal di Jakarta, kali ini dengan personel SBSV 2008 berbeda dengan Dufan pertama. Berlanjut ke Grand Indonesia menyapa rekan dari Bali yang mampir di Jakarta. Semua dokumentasi foto masih tersimpan lengkap di folderku. Terakhir kita berjumpa di resepsi Dwi, yang mendahului kami semua. Bagaimana dengan SBSV 2008 di kota lain?

ISBSV.

Tidak semua peserta SBSV 2008 aktif, kuakui itu. Jujur saja, beberapa nama tak kuingat wajahnya, khususnya yang kurang proaktif atau kurang ‘mengeksiskan diri’. Sebuah relasi tidak bisa hanya diusahakan oleh satu pihak. Relasi itu antara dua pihak. Ide dan inisiatif yang dimunculkan untuk memelihara relasi itu tidak akan bermanfaat bila pihak yang lain tidak mengulurkan tangannya. Hanya mereka yang mau bersama menjaga relasi itu yang akan tetap bertahan dan merasakan manfaat dari relasi yang telah dipertemukan dalam ISBSV. Bukan berarti saling memanfaatkan dan berhenti di sana, tetapi bukan sebuah kebetulan terpilih dan bisa mengikuti SBSV. Oleh karena itu, aku sadari itu, dan ini harus bisa menjadikan sesuatu someday, buatku melangkah ke langkah yang lebih baik.

Jangan katakan relasi itu mantap karena mereka berada di Jakarta. Jakarta justru kota yang lebih besar dan kondisinya seharusnya tidak mudah untuk terus bertemu. Tetapi aku melihat orang-orang ini bisa tetap bertemu, karena ada kebutuhan dan komitmen yang sama. Bila memang tidak ada event, adakanlah event itu. Bukan sekedar berkumpul berfoya-foya hamburkan uang, tetapi esensi di baliknya yang harus disadari. Lebih baik tidak mencari pembenaran diri tetapi mulai bergerak memelihara network ini. Memulai itu mudah, tetapi memelihara itu sulit.

Tidak semua orang mendapatkan privilege ini. Jadi pilihanmu mau merasakan benefit atau membiarkan itu berlalu begitu saja. Mungkin hal seperti ini bukan hanya terjadi di angkatanku saja. Dan merupakan hal yang wajar dalam rimba kehidupan, di mana yang kuat yang akan bertahan. Kini ketika sekat antar angkatan itu dihancurkan, semua akan melebur dan membaur jadi satu. Kesempatan untuk menjadi aktif dibuka kembali, memperbaiki diri. Tetapi berarti semua juga harus mulai berusaha membuka diri untuk mengenal rekan angkatan lain sehingga benar-benar menjadi satu keluarga besar ISBSV.

Ah.. Senang sekali bisa bertemu kembali dengan rekan seangkatanku. Masih banyak dari kalian yang aku ingat meski tak pernah bertemu. Kegilaan 5 hari itu tampaknya cukup berdampak besar buatku haha.. Ijinkan aku kali ini, sekali lagi berterima kasih buat saudara-saudaraku yang sudah mewarnai dan bersedia kurepotkan selama aku di Jakarta. Rya, Endra, Asto, Khiko, Togel, Andit, Vina, Rudy, I can’t forget your support and our togetherness. Nita, Tansil, Vera, Elkana, I can’t imagine Jakarta without you all girls. Roro, Natalie, Arie, Rika, Dwi, MonJes yang masih sempat berjumpa di Jakarta. Kadek, Mimi, Arfa, Sukma, Diana, I’m so appreciate dengan usaha kalian untuk selalu mendekatkan diri menjaga relasi di antara SBSV 2008 selama ini. Mbak Fika, Mas Arif, Mas Bima, terima kasih banyak.

Sekarang aku akan punya beberapa teman baru dari angkatan yang lain, hi all! Beberapa rekan juga terbang ke luar negeri menempuh pendidikan, good luck guys! Kehidupanku pun akan segera beranjak ke jenjang yang lebih serius lagi, menyusul kalian yang sudah terjun lebih dulu. Tapi aku yakin, ke depan, aku masih bisa terbantu oleh ISBSV ini, entah dalam hal apapun nanti. Ini ISBSV kita! Sebelum berpikir terlalu jauh, jagalah apa yang ada sekarang. Kalau telur itu sudah pecah, sampai kapanpun tak akan ada induk ayam yang lahir darinya..

A Warrior knows that his best teachers are the people with whom he shares the battlefield..

Advertisements

Jakarta: Well Done!!

Sby – 250209 – 00:50AM

 

Tepat seminggu yang lalu, aku meninggalkan Jakarta untuk benar-benar kembali ke Surabaya. Menutup kisah 6 bulan magang, merantau sendiri ke Ibukota dan berusaha mengambil hati Jakarta. Semua kekhawatiran itu masih kuingat betul, malam sebelum meninggalkan Surabaya aku bahkan tak bisa tertidur. Namun ternyata aku berhasil melewatinya.

 

Bunderan HI

 

Sepenggal kisah hidupku yang melekat di ingatanku untuk seterusnya. Bersyukur untuk kesempatan magang di sebuah perusahaan minyak multinasional yang mengerti pentingnya apa yang kupelajari di kampus. Thanks a lot Shell for the lessons.. Bersyukur untuk teman, rekan, sahabat di CX Shell Indonesia. Thanks guys, you teach me what ‘working life balance’ is.. Bersyukur untuk persahabatan dengan teman senasib dan sepenanggungan yang bersama mengadu nasib di Jakarta. Thanks Girls! We are superwomen!! Bersyukur untuk keluarga yang semakin dekat karena jarak yang semakin jauh. Thanks Papi Mami Koko and Cing, I love you.. Bersyukur untuk persahabatan dengan Sampoerna Best Student 2008. Thanks Bro and Sist for accompanied me there.. Bersyukur untuk keras dan beratnya hidup di Jakarta. Thanks God, aku jadi jauh lebih mandiri dan belajar menjaga diri.. Bersyukur untuk hitam putih yang kutemukan di sana, sehingga aku bisa melihat hidup itu memang pilihan.. Bersyukur untuk banyaknya orang baru yang kukenal, aku jadi belajar memahami karakter-karakter manusia.. Bersyukur untuk tinggal sementara di Jakarta, aku jadi beribadah di JPCC dan hari minggu jadi hari yang paling kutunggu karena kekuatan dan berkat yang kubawa pulang. Bersyukur untuk semuanya, setiap bulan, minggu, hari, jam, menit, dan detik yang telah kulewati..

 

Ada begitu banyak hal yang bisa kupelajari dan menjadikanku lebih dewasa dalam berpikir. Ada banyak kesempatan yang terbuka bila kita mau mencoba. Hidup tak akan terus menunggu bila kau terus memilih untuk berada di dalam tempurungmu di zona nyaman. Di tengah kejamnya Jakarta, kejujuran itu tetap perlu. Setiap orang patut untuk dihargai, bahkan dengan seulas senyuman. Kesetiaan sangatlah mahal harganya tetapi kepercayaan itu ada dan harus dijaga. Dan masih banyak sekali nilai kehidupan yang kubawa pulang. Belajar dari segi tersederhana dalam keseharian Jakarta: Bila naik bajaj, hanya Tuhan dan sopirnya yang tahu ongkos sebenarnya haha.. Melihat kompaknya kerjasama sopir dan kernet Kopaja.. Betapa susahnya anak muda memberikan tempat duduk di busway bagi orang yang lebih tua.. Menyukai moment saat pesawat take off dan landing, seakan meninggalkan dunia untuk sesaat dan kembali dengan lembaran yang berbeda..

 

Ada sebuah pertanyaan, sebut saja salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan orang-orang di sekelilingku: Enak mana Jakarta atau Surabaya? Jakarta adalah sebuah kota yang besar, lengkap, dan memiliki fasilitas yang lebih komplit tentunya. Ada banyak mall, entertaninment, sehingga kau tak kan pernah bosan di sana. Jakarta menawarkan banyak pilihan untuk hidup. Mulai paling hitam pekat hingga putih bersih. Tinggal sesuaikan dengan kemampuanmu. Karena itu pula, menurutkku Jakarta adalah tempat yang enak untuk bekerja mencari nafkah dan pengalaman. Tetapi bukan untuk tinggal. Aku masih tetap menyukai Surabaya lebih dari Jakarta, untuk tinggal. Paling tidak sampai hari ini. Tanpa kejauhan, kemacetan, dan kebisingan kota. Suasana jalanan yang masih menyenangkan untuk pelampiasan kesenanganku menyetir mobil. Apalagi semua keluarga dan teman terdekat masih di Surabaya. Suasana Surabaya tetap lebih hommy dan nyaman untukku..

 

Berat badanku meningkat cukup banyak untuk kurun waktu 6 bulan. Itu menandakan aku betah di Jakarta dan target teman-teman CX Shell nyaris tercapai sudah.. Ketika itu mereka bilang aku kurus, paling tidak dibanding mereka. Maka mereka bilang dalam sebulan harus kita naikkan satu kilo! Hahaha.. Bakmi GM tetap jadi tempat makan favoritku selama di Jakarta. Burger King sangat aku rindukan sekarang, mushroom nya, french friesnya, karena di Sby tak ada.. AW dengan paket 2 nya, dulu tak pernah makan sekarang tertular virus ayam dan soupnya.. Ketoprak!! Di sini tak ada yang selezat sarapan ketoprak di kantor di pagi hari.. Dan aku juga jadi lebih sering memasak karena terbiasa masak sendiri di sana.

 

Dengan nilai istimewa yang sangat memuaskan, magang ini dinilai berhasil oleh pihak kampus. Shell pun cukup puas dan semoga kesempatan ada di saat yang tepat nanti bila aku akan kembali ke Jakarta. Dengan cara yang sama pula kututup rangkaian 6 bulan ini. Dua hari setelah aku tiba di ibukota, sebelum magang dimulai, aku dan teman Sampoerna berpuas diri di Dufan. Dan dua hari sebelum aku meninggalkan Jakarta, aku pergi kembali ke Dufan dengan rekan Sampoerna yang berbeda. Yang pertama kali bermain dan puas teriakan kekhawatiran, yang kedua bermain dan meneriakkan kepuasan semuanya telah selesai..

 

Jauh di dalam hati, ada suara yang menangis sedih karena meninggalkan Jakarta dan teman yang sudah seperti keluarga sendiri serta kebiasaan-kebiasaan baruku di sana. Tapi tak ingin air mata ini mengalir di depan mereka ketika aku mengucap salam perpisahan. Semoga keberadaanku sempat menjadi secuil kisah yang menyenangkan juga dalam hidup mereka. Dan ada suara yang berbisik, ingin kembali ke Jakarta lagi suatu hari nanti..

 

Everything is always okey in the end, if it’s not then it’s not the end..

 

intercontinental

Start with DUFAN

Jakarta – 100808 – 11:00 PM

DUFAN!! Tornado, Kicir-Kicir, Niagara, Arung Jeram, Halilintar, Kora-Kora, Istana Boneka, Rumah Kaca, Rumah Miring, Bom-Bom Car, ditutup dengan Pesta Kembang Api.. Menantang dan memacu adrenalin, but i enjoy them all so much!!

Akhirnya sampai juga aku ke Dufan stelah sekian lama menginginkannya. Seingatku liburan SD adalah terakhir kalinya aku ke sana bersama keluargaku. Sejak setahun lalu ketika wahana Tornado muncul di TV, aku sudah pengen banget nyobain permainan yang diputer-puter di ketinggian itu. Finally, 9 Agustus kemarin, bareng ama temen dari Sampoerna Best Student yang di Jakarta, ber-9 kita maen di Dufan.

Dufan I'm Coming..

Dufan I'm Coming

Hari itu seakan jadi hari yang sangat dinanti. Aku, Tansil, Nita, Vina berangkat dari Halte Busway Masjid Agung, ketemuan ama Kikho dan Andit di Halte Busway Dukuh Atas 1. Dari sana kita pindah ke rute koridor 4, sampai ke Matraman 2. Pindah lagi ke rute koridor 5 sampai ke Ancol. Lumayan juga, segitu jauh cukup IDR 3.500. Meskipun sempet berdesak-desakan dengan manusia Jakarta dari Matraman sampai Ancol. Berdiri, gelantungan, desak sana sini tak begitu terasa menyedihkan karena sambil bergosip ria dengan teman-teman yang terakhir bersua saat Indonesia Sampoerna Best Student Visit lalu. Kemudian bertemu dengan Endra, Togel, dan Rudy (yang menyempatkan datang dari Bandung) di pintu masuk Dufan.

Dengan tiket masuk IDR 100.000 saat weekend yang cukup dibayar dengan IDR 70.000 berkat kartu BNI, semuanya bisa aku coba. Aku sudah bertekad mencoba semua permainannya karena tak puas dengan wahana yang ada di Genting, Kuala Lumpur. Kusikat semua khususnya yang berbeda dari yang pernah kucoba di Genting. Sayangnya Space Shot tak ada di Dufan, kusuka Genting karena Space Shot nya.. Voilla!

Ber-9 Menjelajah Dufan

Ber-9 Menjelajah Dufan

Ada banyak sekali rombongan yang datang. Lebih lama antri daripada mainnya. Antri tak masalah karena kami memang berencana menghabiskan hari di Dufan. Beberapa wahana memang cukup memusingkan kepala, tetapi menyengatnya matahari yang lebih bikin kepala cekot-cekot. Setelah lunch di bawah pohon, kami baru memulai menjajal permainan yang lebih seru.

Berpusing-pusing..

Berpusing-pusing..

I love my backpack!! Tas ransel hitamku itu selalu menemaniku bertualang termasuk melindungi barang berharga ketika berbasah ria di Arung Jeram dan Niagara. Halilintar cukup mengasyikan tetapi aku pernah merasakan jenis jet coaster yang lebih yahut di Genting. Aku mencoba berbagai posisi duduk di Kora-Kora ujung, sampai berdiri sambil melepas kedua tangan ke atas pun kulakukan hahaha.. Tapi tak se-mengocok perut seperti Galeon di Tunjungan Plaza Surabaya, padahal lebih mini.

Arung Jeram

Arung Jeram

Kuakui aku sempat meremehkan Istana Boneka tapi aku salah. Wahana itu memang looks simple hanya dengan duduk di perahu yang berjalan di sungai buatan. Tetapi boneka yang ada di dalamnya ditata dengan unik dan sangat bervariatif dengan pencahayaan yang lumayan. Aku tak begitu suka dengan Ulil. Gerakannya tidak halus justru membuat pinggang sakit. Sambil mengantri, waktu tak terasa berlalu karena aku bermain sambil belajar dengan Kikho haha.. Mademoiselle BeBe belajar bahasa Perancis..

Aku Bukan Boneka..

Aku Bukan Boneka..

Nah, dua permainan terakhir ini yang paling menguji nyaliku. Kicir-kicir atau power surge ditakuti oleh beberapa temanku. Tapi waktu itu memang moment yang pas sekali untuk dihentak-hentak dan dijungkir balik di ketinggian yang cukup mengerikan itu. Senja memberikan warna jingga pada langit ketika badanku dijungkir-balikkan dan hanya pasrah pada pengaman. Kaki di kepala, kepala di kaki. Sempat merasa takut, khawatir seberapa kuat pengaman itu menopang tubuhku. Tapi aku lebih memilih untuk menikmati setiap detik badanku diputar-putar 360 derajat ke berbagai arah sambil membuka mata. Ada laut, awan, langit jingga, pohon terbalik, orang mengecil, tanah di atas dan langit di bawah. Aku benar-benar tersenyum dan kagum bisa merasakannya. Hahaha..

Power Surge in the evening..

Power Surge in the evening..

Permainan yang kupilih untuk jadi permainan penutupku adalah Tornado.. Wew.. Andit dan Tansil bersikeras menjagakan tas hahaha.. Tanpa pikir panjang aku memberanikan diri untuk mengantri. Aku sudah mengidam-idamkan sejak setahun lalu melihat iklannya di TV. Tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Cobalah sendiri! Luar biasa. Badanku dibalik, dengan posisi duduk, kepala dan badan mengahadap tanah dari ketinggian puluhan meter dan hanya ditopang pengaman di dada. Pasrah!! Kau akan berada di posisi itu selama beberapa detik.. Tapi malam itu aku kembali tak mau melewatkannya. Aku tahan tidak teriak sampai terpaksa karena kaget digunjang tanpa kuduga. Ku terus buka mata, aku melihat langit hitam bertabur bintang dan ada bulan tetapi bulan ada di bawah sementara lampu di bumi berkelip di atas. Dunia terbalik! Hahaha.. Kedua kaki tergerak pasrah mengikuti wahana itu mengguncang duniaku, tentunya tanpa alas kaki. Benar-benar luar biasa. Darah di kepala seakan dikocok. Saranku, nikmatilah maka kau tidak akan merasa pusing karena fun..
Dufan sangat menyenangkan.. Apalagi hari itu adalah malam minggu jadi ada bonus kembang api.. Tepat setelah turun dari Tornado, pukul 7 malam, sekitar 360 kembang api dinyalakan dan mewarnai pekatnya langit malam di Dufan.. Andai saja ada kekasih hati, oh so sweet.. hahaha.. Aku sangat meyukai kembang api sama seperti aku menyukai surprise.. Surprise itu membuat hidup lebih berwarna karena ada kejutan yang tak terduga. Di tengah gelapnya langit hitam, tiba-tiba kembang api meletus dan membentuk pola apik di langit. Hilang kemudian berganti yang lain yang titik asalnya tak bisa kau duga bukan? Tapi justru mewarnai pekatnya langit hitam bukan? Sama seperti itulah surprise buatku.. hehehe.. Love fireworks so much..

Pengalaman yang asik dan seru karena bebarengan dengan temen dari Best Student dan kujalani sebagai pembuka rangkaian 6 bulan tinggal di Jakarta hehe.. So fun.. So cool.. So excited..

Shaking by the Tornado

Shaking by the Tornado

Sampoerna Best Student Visit 2008

Tak ada yang kebetulan di dunia ini..” ya, aku semakin meyakininya..

Terpilih menjadi salah satu best student mewakili UK Petra membawaku masuk ke dalam petualangan indah ini.. Menjadi bagian dari 89 best student lain dari 18 universitas pilihan di seluruh Indonesia.. Mulai dari Indonesia bagian Barat USU, UnSri, UI, Trisakti, IPB, ITB, UnPar, UnPad, UNS, UnDip, UGM, UniBraw, Unair, ITS, Ubaya, UK Petra, Udayana, dan dari Indonesia Timur, UnHas.. Sebuah pengalaman yang membuatku semakin bersyukur.. Bersyukur bukan hanya berterima kasih pada Tuhan, tetapi aku juga harus mampu memetik pelajaran dan memanfaatkannya..

Apa yang kubayangkan sebelum menjalaninya ternyata berbeda setelah kulalui satu per satu moment itu.. Kukira aku harus berada di tengah orang-orang yang kutu buku, pendiam, backstaber, egois, ingin menonjol, penjilat.. Kukira aku akan mengikuti diskusi kusir yang tiada henti, mendapat bermacam tugas, debat.. Ketika bersiap sebelum berangkat, aku sampai berjanji pada diri sendiri, apapun suasana yang akan kuhadapi, bila tidak menyenangkan, aku akan membuatnya jadi menyenangkan! Hahaha.. Ternyata semua itu tak kutemukan..

Terminal Kedatangan Bandara Juanda

Terminal Kedatangan Bandara Juanda

Sejak tiba di Terminal Kedatangan di Bandara Juanda, aku dan teman-teman yang memang tidak bisa menahan diri untuk menyangkal sebagai anak komunikasi, langsung beraksi.. Berkenalan singkat dengan rekan dari Udayana, UI, UnHas, dan Trisakti sambil menunggu rekan UnDip tiba di Surabaya. Aku cukup dibuat repot dengan ‘penyakit’ kesulitan mengahafal nama orang haha.. Aku mencari sesuatu yang unik sehingga mudah mengingat mereka. Sempat tampak Audy, penyanyi cantik itu di bandara. Awal yang cukup baik bukan? hehe.. Kami pun masuk ke dalam bis dan berangkat ke Taman Dayu.. Bis itu langsung terasa menyenangkan. Beberapa sudah tidak jaim hanya dalam hitungan menit. Tertawa, bercerita, saling berkenalan.. Tanggul Porong yang tinggi itu cukup beruntung karena dilewati oleh bus kami hahaha.. Bus berisi 40an mahasiswa berkaos merah, membawa tas laptop tipe astronot, dan disebut best student..

Setibanya di The Resisdence Taman Dayu, kami mengantri untuk mengambil sepaket tas berisi polo shirt putih dan hitam, T-Shirt Samporna Rescue, T-Shirt Hijau, jacket, topi, notes, folder, bolpoint. Cukup kaget karena banyak sekali yang harus kami terima. Itu semua adalah uniform wajib peserta selama 4 hari ke depan. Dijamu dengan lunch kemudian bergabung dengan peserta kloter 1 yang telah tiba terlebih dulu. Dilanjutkan dengan sambutan singkat dari pihak Corporate Affair dan panitia, lalu mulailah Flag Market! Ice breaking yang seru sekali..

The Ordinary Trainer, NH, membawakan acara unik itu. (www.theordianrytrainer.wordpress.com) Belajar bagaimana memproduksi suatu produk mulai dari membeli bahan, membuatnya, dan menjualnya. Semua lengkap dengan fluktuasi harga pasar, quality control, trading antar kelompok, dan teamwork pastinya. Cukup mengagetkan buatku, karena sudah sangat lama aku tak berjumpa dengan angka. Aku belajar bahwa di luar sana, banyak hal yang bermain di luar kendali dan unpredictable, learing by doing lah secepat mungkin, jangan takut untuk mengambil resiko, dan kontrol itu berperan penting. Kelompokku Marlboro Lights, tak menang tapi juga tak kalah. Yang penting, kami tahu letak kesalahan kami.

Istirahat sore, kumanfaatkan untuk mencicipi kolam renang pribadi di cottage Bromo, The Residence yang tak lain adalah milik Sampoerna sendiri. Berenang di sore hari, dengan suhu sejuk, membuat air terasa lebih dingin hehe.. Bersiap diri untuk acara perkenalan yang cukup ‘garing’ karena lebih lama penjelasan daripada permainannya haha.. Tampaknya panitia cukup kerepotan menghadapi cercaan pertanyaan kritis dari best student.. Di sana lah julukan ‘Miss Petra’ mulai muncul ckckck.. Julukan yang membuat aku dan teman-teman sempat mrasa tak nyaman. Kami tak ingin dianggap eksklusif, tapi kami toh membuktikannya sejak pertama muncul di meeting point Juanda. Kami membaur dan kecerewetan itu langsung muncul haha.. Apalagi kami berlima tak pernah merasa sebagai the best student, karena banyak yg lebih the best.. Baju kuning yang kami pakai bersama itupun karena kami sangat menyukai baju yang glow in the dark yang tak lain adalah baju kepanitiaan. Terlepas dari itu, seru dan fun! Tapi ternyata kemewahan cottage tak menjamin tidur yang nyenyak haha..

Kolam renang Bromo Cottage

Kolam renang Bromo Cottage

Esoknya dengan polo shirt putih, kami dibawa ke Pandaan Plant. I’m so excited karena yang kudengar tak bisa sembarang orang bisa masuk ke sana. Pertemuan singkat dengan management Sampoerna membuatku mengagumi Pak Yos, Manager of Corporate Affair. Aku kagum pada cara Public Speakingnya yang begitu jelas dan menata setiap kata yang keluar dari ucapannya. Aku belajar banyak sesuai dengan bidangku, Corporate Communication. Bagaimana sesuatu yang tidak baik dan cukup sensitive bagi masyarakat bisa dibungkus dengan apik dan tetap memunculkan citra baik di benak. Dunia PR apalagi bagi perusahaan rokok, memang sesuatu yang ‘abu-abu’..

Kemudian kami diajak ke PPKS, sekali lagi bukan PPSK haha.. Melihat salah satu CSR Sampoerna. Ternyata semua mobil dinas Sampoerna berwarna hitam dan berplat nomor yang bernilai 9 bila dijumlahkan, seperti Mercedes hitam itu, L 234 A. Hm..so Sampoerna, rite? Perusahaan rokok yang begitu cinta dengan angka 9. My lucky number too.. Tapi aku pribadi dituntut untuk kritis agar aku tak terbuai akan kemewahan pelayanan Sampoerna pada kami. Bagaimana pun CSR dipakai untuk mendatangkan keuntungan tertentu bagi shareholder. Investasi jangka panjang. Cara perusahaan untuk tetap legal dan etis di masyarakat. Paling tidak aku bisa membandingkan teori kePRan dengan aplikasinya oleh Sampoerna.

Rosella Flower at PPKS

Rosella Flower at PPKS

kami dibagi dalam kelompok diskusi. Hidup Taman Sampoerna!!!! I love this group! hehe.. Panitia mencampur semua mahasiswa dari berbagai universitas yang berbeda dan dengan background jurusan yang berbeda. Kami ber-15 dan diminta menganalisis program CSR yang ada, mengobservasi langsung di lapangan dan mempresetasikan nya di hadapan Divisi CSR. Sebuah simbiosis mutualisme, mungkin begitu kata yang bisa mewakili. Para mahasiswa ini bisa melihat aplikasi di lapangan, sementara pihak Sampoerna mendapatkan masukan dari para ‘best student’ yang dianggap baik di bidang ilmunya masing-masing untuk mengembangkan program CSR yang ada.

Halte Pandaan Plant
Halte Pandaan Plant

Kami diberi oleh-oleh produk UKM binaan, kembali ke halte untuk masuk ke bus, hidup SKT!! haha.. Lalu makan malam yang kepagian di ikan bakar Cianjur.  Jam 5 sore kami sudah di-cekok-i makanan yang membutuhkan meja bertingkat saking banyaknya. Kami tak pernah kelaparan karena lapar tak diberi kesempatan untuk mampir. Makan lalu masuk bis, turun bis snack lagi, begitu lah.. Perlakuan yang sangat baik tapi cukup berlebih bagiku.. Hati-hati, peserta ini adalah best student yang kritis.. Yang berlebih bisa dipersepsikan bermacam-macam hehe.. Novotel menyambut kami dengan air yang bermasalah.. Tapi malam itu cukup berkesan buatku. Aku berkumpul dengan Taman Sampoerna, yang akhirnya aku jadi cewek sendirian setelah yang lain terlelap, kami pun bercerita banyak hal seru dari kota asal masing-masing..

Esoknya kami tour ke pabrik di Rungkut. Aku sedih sekaligus terpesona. Terpesona oleh keahlian Ibu-Ibu pelinting dan penggunting SKT. Tapi sedih karena mereka seakan menjadi mesin hidup. Belasan tahun bekerja setiap hari sepuluh jam mengerjakan tugas yang sama! Benar apa yang kupelajari di mata kuliah management. Supaya produktivitas tinggi, seseorang harus ahli di bidangnya, spesifikasi, turn over rendah, dan semua teori itu benar dipraktekan. Tapi aku membayangkan, di satu sisi ibu-ibu harus memenuhi tuntutan ekonomi, tapi apa mereka tidak stress mengerjakan hal yang sama setiap harinya selama belasan tahun? Tapi itulah pilihan hidup mereka.. Paling tidak, mereka telah bertanggung jawab menjalani pilihan hidupnya..

Sampoerna Rungkut

Sampoerna Rungkut

Graduate Intake Test membuatku pening sore itu haha.. Apapun hasilnya aku tak ambil pusing karena memang bukan itu tujuanku mengikuti acara ini. Tapi test itu membuatku tak bisa belanja di Memorabilia Store.. huhuhu.. Semoga ada kesempatan lagi.. Tapi dinner at House of Sampoerna menjadi penutup hari yang sangat indah.. Berkunjung ke museum itu selalu menyenangkan buatku tapi sudah bukan hal yang istimewa karena sudah berkali-kali datang dan narsis di sana haha.. Kami menjadi tamu spesial karena HoS ditutup bagi orang lain selain kami malam itu. Ketika makan, aku hanya iseng ber-ide meramaikan suasana dengan menyanyi diiringi accoustic band yang ada. Ternyata teman-teman pun berpikir hal yang sama, wah wah wah.. Seru bukan main.. Kedekatan yang sudah terjalin sangat terasa ketika kami bernyanyi dan berjoget habis-habisan, padahal ada peliputan dari media saat itu hahaha.. Tak mau ambil pusing dengan jaga image, aku dan teman-teman lebih memilih menikmati acara itu untuk diri sendiri yang akan selalu mengenangnya.. Leaving on a Jetplane, Terima Kasih Cinta, You’ve Got a Friend, Kopi Dangdut, Kemesraan membuat suasana itu patut dikenang hehe.. Panitia pun yang awalnya jaim, tergoda membaur bersama haha.. Sepulangnya, di bis SKT, aku Jess dan Kadek tak henti tertawa terpingkal-pingkal sampai tiba di hotel.. Kadek and Jess, i miss that stories hahaha.. Lalu kerja kelompok pun dimulai lagi skitar pukul 11 malam..

Dinner at HoS

Dinner at HoS

Esoknya kami bertolak dari novotel pukul 6 pagi. Hari itu kami mengikuti program Sampoerna Rescue, turut menanam bakau di Wonorejo. Ternyata itu adalah hari mangrove.. Dengan diawali berebut safety vest dan sepatu boot kemudian naik ke boat menuju lahan tmpt penanaman.. Aku sangat menyukai hal yang berbau lingkungan. Tapi ternyata dari kegiatan yang bertujuan mulia itu, manusia tetap mencemari lingkungannya.. Bakau ditanam, ribuan bakau, tapi plastic polybag nya ikut tertanam atau dilepas tapi ditinggalkan begitu saja.. Perahu motor mengepulkan asap hitam.. Beberapa bakau yang ada di tepian sungai terusak oleh kehadiran para penanam.. Setiap kami hanya kebagian menanam beberapa batang bakau.. Huff.. Sungguh tak sebanding dengan polusi, kerusakan, dan kerepotan yang dihasilkan.. Mungkin lebih baik bila plastik itu dimasukkan dalam wadah khusus untuk dibawa kembali. Atau plastic polybag diganti dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Setiap perserta harus menanam jauh lebih banyak. Jangan terlalu memanjakan kami karena kami tau kewajiban sosial kami.. Ajaklah kami untuk lebih sadar lagi.. Tapi, semuanya pengalaman baru buatku belajar..

Safety Vest

Safety Vest

Presentasi dengan persiapan minim, membuat Taman Sampoerna mendapatkan Kelompok Terkritis haha.. Teman, take it easy.. kadang tak semua masalah harus kau pikirkan terlalu tinggi.. Terkadang pemecahan itu ada dalam jangkauanmu.. Seriuslah tapi dengan santai dan jangan anggap tugas itu beban hehe.. Banyak teman lebih memilih fun daripada stress ditimpa tugas.. Toh tidak ada SKSnya.. Toh tidak akan mendapat A haha.. Aku merasakan manfaat dari kerasnya dosenku mengajar di kampus, ternyata pola pikir itu yang memang seharusnya dikuasai.. Sebuah seragam kerja Sampoerna kembali diberikan sebagai hadiah..

Tibalah farewell party itu.. Tanpa mandi tapi semua tetap fresh, wangi, dan rapi. Hebat betul best student ini hahaha.. Baru kali itu aku kepalaran selama berada di Sampoerna World hahaha.. Yang cukup berkesan, waktu Roro menyanyikan Umbrella nya Rihanna.. Lucu sekali melihatnya enjoy membawakan lagu itu.. Lalu bergiliran setiap kelompok menunjukkan penampilannya. Taman Sampoerna tetap dengan prinsip spontanitas hehe.. Ak membacakan puisi yang kubuat saat kelompok terakhir presentasi ttg Padi SRI, kemudian menyanyikan Sahabat Sejatinya SO7, dan ditutup dgn lagu kebangsaan kelompokku, Mama Yu Kero hahaha.. Di akhir acara berpelukan dan seakan tak ingin berpisah dari teman-teman baruku ini..

Malamnya mengantarkan teman-teman midnite tour.. Makan soto kalkulator, foto di Patung Suro Boyo, melewati Dollywood. Hanya untuk mengetahui kejamnya dunia. Semoga itu bisa jadi pembelajaran. Itu kali kedua aku melakukannya, setelah yang pertama mengajak rekan jurnalis pers mahasiswa se-indonesia. Mata sangat amat mengantuk dan kubiarkan diriku bangun agak terlambat setelah tidur pukul 3 pagi. Sebelum mengantar teman-teman ke bandara, kami sempat mampir ke Panen Raya dan Mirota. Aku sedih karena harus kembali ke realita..

Mengantar Teman-teman Midnite Tour

Mengantar Teman-teman Midnite Tour

Oh iya, biar kuberitahu gambaran best student itu seperti apa: Ketika diberi kesempatan bertanya oleh management, lebih dari 80% mengangkat tangan. Pada saat diskusi, tak ada yang menunduk takut bersuara justru semua bergantian speak up dengan ide briliant. Pada saat presentasi, tak ada tampang nervous, semua seakan sudah terbiasa. Saat LO memberi arahan, dengan cepat semua beraksi. Pada saat di hadapan management, justru pertanyaan tajam yang meluncur keluar. Hahaha.. memang unik..

Tak begitu banyak pelajaran yang aku dapatkan. Selama 5 hari aku dimanjakan oleh Sampoerna di Sampoerna World nya. Terima kasih memberikan yang terbaik sekalipun jelas itu sangat kecil bagi Sampoerna. Tapi acara itu sudah menanamkan image Sampoerna baik di kepala 89 mahasiswa terbaik di berbagai kota di Indonesia yang kelak mereka akan berusaha menjadi yang terbaik di bidangnya. Melalui blog ini, memang aku menceritakan buaian dari Sampoerna dengan baik karena mereka memang baik kepada kami. Tetapi aku juga menuliskan beberapa masukan karena dont come up with the problems if you dont have the solutions.. Hal baik yang kupelajari, aku melihat contoh apik dari PR Sampoerna.. Aku mendapatkan teman-teman baru yang terbaik di universitasnya masing-masing yang begitu banyak mirip dengan artis ibukota hahaha.. Tuhan mengatur semuanya indah dan tepat pada waktunya. Bukan hanya pengalaman tetapi jaringan telah terbangun dengan mahasiswa-mahasiswa terbaik ini.

Farewell

Farewell

Sesaat sebelum berpisah
Sesaat sebelum berpisah

Aku menyadari sekali lagi bahwa aku bukanlah the best student tetapi aku the lucky student karena Tuhan memilihku untuk bisa merasakan dan mendapatkan semuanya ini. Aku pun yakin, pengalaman ini tak hanya akan berhenti sampai di sini, tetapi harus menjadi sesuatu di kemudian hari. Karena, tak pernah ada yang kebetulan di dunia ini..

Kesempurnaan dari Sampoerna..

Ada yang hanya ingin berlibur

Ada yang hanya memenuhi perintah

Ada yang memang menginginkannya

Apapun itu, kuyakin satu yang pasti

Tak ada yang kebetulan di dunia ini..

Perasaan campur aduk berkecambuk kala itu

Terpampang papan bertulis Sampoerna Best Student Visit 2008

Warna merah tersebar di Bandara Kedatangan Juanda

Ternyata apa yang ada berbeda dengan yang kubayangkan

Tak ada Si Kutu Buku, Si Kuper, Si One Man Show..

Keheningan, kekakuan, dan kebekuan segera mencair

Begitu cepatnya semua mulai membuka diri

Membagikan sedikit demi sedikit kisah hidupnya

Kekayaan budaya terbaur jadi satu

Hari demi hari tawa dan senyum terus berkembang

Kekompakan terbangun, membuat semua makin menyenangkan..

Berkumpul di tengah mahasiswa-mahasiswa terbaik ini

Tak akan membuatmu tertekan, kuyakini itu

Karena kau hanya akan menemukan:

Terlalu fokus pada tugas menjadi enjoy mendengarkan cerita

Terlalu serius menjadi santai tapi serius

Terlalu plural menjadi kebersamaan yang unik..

Hari ini.. di saat ini..

Malam terakhir di mana kuhabiskan hari-hariku bersama mereka

Kenangan-kenangan indah itu pasti akan kusimpan baik-baik

Tak akan kurelakan sesuatu apapun merenggutnya dariku

Kutahu aku bukanlah mahasiswa yang terbaik, bukan!

Aku hanyalah mahasiswa yang paling beruntung

Untuk pilihan yang lebih baik bagi masa depanku..

Untuk pengalaman yang tak bisa terulang..

Untuk kebersamaan yang akan kukenang..

Untuk persahabatan yang akan selelu kurindukan..

Dan untuk kesempurnaan dari Sampoerna..

 

BeBe-260708-05:50PM-Sampoerna Rungkut

www.widiantigunawan.wordpress.com