Prigi Beach (Pantai Prigi)

Which one you’ll choose, beach or mountain?

If I’m looking for freedom, I’ll go to the beach. If I’m looking for tranquility, then I’ll go to the mountain..

I’ve found a place where mountains and beach joined together. That could draw smile on my face because of gratitude feeling inside me. This is a cool spot for escaping from all burdens in life.

Pantai Prigi in Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, East Java. How to get there? Depart from Kediri – Tulungagung – Trenggalek – and you’ll reach Pantai Prigi.

Prigi is a beautiful God’s handmade beach which He presented as a gift for Indonesia.

Although at that moment the sky was as gloomy as my heart, but I could still smell the salty wind and saw the green hills surround me. Without too many words, just let your eyes describe it to your senses, through these photos..

 

Wanna feel the warm breeze, sleeping under palm tree, feel the rush of the ocean, far away and breakaway. I’ll spread my wings and learn how to fly, I gotta take a risk, take a chance, make a change, and breakaway.. (Kelly Clarkson – Breakaway)
 

Sub 100410 © BeBe

A Short Day in Kediri

9 Maret 2009 lalu, karena libur, aku sempatkan pergi ke Kediri, ke rumah salah seorang sepupuku. Tak begitu jauh dan tak melelahkan. Aku hanya ingin melihat pemandangan lain selain gambaran Surabaya setiap hari. Siang itu, setelah makan di sebuah kedai sate yang terkenal di sana, tentunya kami menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh khas Kediri. Sebelum tiba di lokasi, kami melewati sebuah Klenteng, rumah ibadah orang-orang penganut kepercayaan Kong Hu Cu. Klenteng itu ada di tikungan dan dinamakan dalam Bahasa Indonesia sebagai Klenteng Mitra Graha. Tampaknya klenteng itu merupakan salah satu klenteng yang terkenal di Kediri. Tepat di belakangnya, terbentang Sungai Brantas yang besar itu melintasi kota tahu ini.

Aku tertarik untuk mampir dan melihat-lihat, namun mobil terlanjur melaju maka pusat oleh-oleh pun dikunjungi terlebih dulu. Toko oleh-oleh sekaligus pusat dari tahu Poo itu sangat ramai di hari itu, maklum karena libur. Selepas dari sana, kami pun kembali berputar ke Klenteng Mitra Graha.

Aku cukup kagum dan tak menduga, bahwa ternyata papa punya andil dalam pembangunan klenteng itu. Sebelum lulus kuliah, di tahun terakhirnya, ia bersama dengan 3 teman baiknya di Jurusan Sipil UK Petra mengerjakan proyek pembangunan klenteng tersebut. Bahkan kakek, yang sudah meninggal beberapa tahun lalu, sempat tinggal sebulan di Kediri kala itu. Kakek yang mudanya adalah seorang tukang kayu, turut membuat kebutuhan klenteng tersebut yang terbuat dari kayu, seperti jendela bulat dan pintu utamanya. Wah, aku tak pernah menyangka, ternyata ada secuil riwayat keluargaku di sana. Pantas saja, papa tampak bernostalgia dengan setiap detail bangunan tersebut.

Sekalipun keluargaku bukan penganut kepercayaan Kong Hu Cu, tapi kami menghargai rumah ibadah tersebut. Rumah ibadah yang disakralkan oleh penganutnya ini sangat kaya akan warna dan menarik. Meski tak sampai 10 menit aku di sana, aku sempatkan mengabadikan beberapa foto salah satu klenteng terbesar di Kediri ini.

Surabaya – 120309

 

Share the Moments..

I love photography.. Still learing actually.. Just try to captured every single thing that interesting to me.. Although I’m still dreaming about DSLR but “peralatan itu mempermudah bukan memperindah”.. So I’m maximized this digital pocket until I get the DSLR.. Because most of the moments are meant to be shared.. Here are some of my collections..

(Museum + Monumen) Nasional = This post

Jakarta – 210908 – 09:50PM

After went and looked Museum Fatahillah around, last Saturday 20 Sept, 2008, the other museum trip was continued.. With different ‘tourists’.. This time there were Nita, Vera (both of them are the creator of this idea), Lele, and me.. But once again, I couldn’t get into the museum.. The lack information about the operation hour made us came just in time while the keeper turn the board from ‘open’ to ‘close’..

So, I just took some pictures (of course!!) from the front garden of the Museum Nasional..

Museum Nasional
Museum Nasional

 It has a baby elephant in the garden..

 But the elephant is up there..  

 In the front garden, you may also find the small amphitheater..

  

Since we heard that Monas is open until evening, we crossed the road and walked to Monas’ gate. But the sun wasn’t friendly at that time, it shone too extreme. But what was my experience in Monas? I was went to the top and I will write it down in the next post.. At least, here are some Monas to you, reader..

I do like this one.. I’m still learing about siluet angle and this is quite unique. Monas eclipse..

 Gold!! Does anyone ever tried to steal it? Maybe you wanna try? Wew.. Better don’t do that..

Another siluette..

Monas in the evening.. Isn’t it beautiful? The sky is so real.. Right moment to capture Monas..

 -to be continue..-

Trip to Museum Fatahillah

Jakarta – September 06, 2008
I went to Museum Fatahillah.
Looked the other side of Jakarta
together with Rya and Asto.
Here are the pictures that I captured and I want to share..
Museum Fatahillah

Museum Fatahillah

 

Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta

From left wing

From left wing

The Top

The Top

Gouverneurskantoor

Gouverneurskantoor

Meriam

Meriam

 

Start with DUFAN

Jakarta – 100808 – 11:00 PM

DUFAN!! Tornado, Kicir-Kicir, Niagara, Arung Jeram, Halilintar, Kora-Kora, Istana Boneka, Rumah Kaca, Rumah Miring, Bom-Bom Car, ditutup dengan Pesta Kembang Api.. Menantang dan memacu adrenalin, but i enjoy them all so much!!

Akhirnya sampai juga aku ke Dufan stelah sekian lama menginginkannya. Seingatku liburan SD adalah terakhir kalinya aku ke sana bersama keluargaku. Sejak setahun lalu ketika wahana Tornado muncul di TV, aku sudah pengen banget nyobain permainan yang diputer-puter di ketinggian itu. Finally, 9 Agustus kemarin, bareng ama temen dari Sampoerna Best Student yang di Jakarta, ber-9 kita maen di Dufan.

Dufan I'm Coming..

Dufan I'm Coming

Hari itu seakan jadi hari yang sangat dinanti. Aku, Tansil, Nita, Vina berangkat dari Halte Busway Masjid Agung, ketemuan ama Kikho dan Andit di Halte Busway Dukuh Atas 1. Dari sana kita pindah ke rute koridor 4, sampai ke Matraman 2. Pindah lagi ke rute koridor 5 sampai ke Ancol. Lumayan juga, segitu jauh cukup IDR 3.500. Meskipun sempet berdesak-desakan dengan manusia Jakarta dari Matraman sampai Ancol. Berdiri, gelantungan, desak sana sini tak begitu terasa menyedihkan karena sambil bergosip ria dengan teman-teman yang terakhir bersua saat Indonesia Sampoerna Best Student Visit lalu. Kemudian bertemu dengan Endra, Togel, dan Rudy (yang menyempatkan datang dari Bandung) di pintu masuk Dufan.

Dengan tiket masuk IDR 100.000 saat weekend yang cukup dibayar dengan IDR 70.000 berkat kartu BNI, semuanya bisa aku coba. Aku sudah bertekad mencoba semua permainannya karena tak puas dengan wahana yang ada di Genting, Kuala Lumpur. Kusikat semua khususnya yang berbeda dari yang pernah kucoba di Genting. Sayangnya Space Shot tak ada di Dufan, kusuka Genting karena Space Shot nya.. Voilla!

Ber-9 Menjelajah Dufan

Ber-9 Menjelajah Dufan

Ada banyak sekali rombongan yang datang. Lebih lama antri daripada mainnya. Antri tak masalah karena kami memang berencana menghabiskan hari di Dufan. Beberapa wahana memang cukup memusingkan kepala, tetapi menyengatnya matahari yang lebih bikin kepala cekot-cekot. Setelah lunch di bawah pohon, kami baru memulai menjajal permainan yang lebih seru.

Berpusing-pusing..

Berpusing-pusing..

I love my backpack!! Tas ransel hitamku itu selalu menemaniku bertualang termasuk melindungi barang berharga ketika berbasah ria di Arung Jeram dan Niagara. Halilintar cukup mengasyikan tetapi aku pernah merasakan jenis jet coaster yang lebih yahut di Genting. Aku mencoba berbagai posisi duduk di Kora-Kora ujung, sampai berdiri sambil melepas kedua tangan ke atas pun kulakukan hahaha.. Tapi tak se-mengocok perut seperti Galeon di Tunjungan Plaza Surabaya, padahal lebih mini.

Arung Jeram

Arung Jeram

Kuakui aku sempat meremehkan Istana Boneka tapi aku salah. Wahana itu memang looks simple hanya dengan duduk di perahu yang berjalan di sungai buatan. Tetapi boneka yang ada di dalamnya ditata dengan unik dan sangat bervariatif dengan pencahayaan yang lumayan. Aku tak begitu suka dengan Ulil. Gerakannya tidak halus justru membuat pinggang sakit. Sambil mengantri, waktu tak terasa berlalu karena aku bermain sambil belajar dengan Kikho haha.. Mademoiselle BeBe belajar bahasa Perancis..

Aku Bukan Boneka..

Aku Bukan Boneka..

Nah, dua permainan terakhir ini yang paling menguji nyaliku. Kicir-kicir atau power surge ditakuti oleh beberapa temanku. Tapi waktu itu memang moment yang pas sekali untuk dihentak-hentak dan dijungkir balik di ketinggian yang cukup mengerikan itu. Senja memberikan warna jingga pada langit ketika badanku dijungkir-balikkan dan hanya pasrah pada pengaman. Kaki di kepala, kepala di kaki. Sempat merasa takut, khawatir seberapa kuat pengaman itu menopang tubuhku. Tapi aku lebih memilih untuk menikmati setiap detik badanku diputar-putar 360 derajat ke berbagai arah sambil membuka mata. Ada laut, awan, langit jingga, pohon terbalik, orang mengecil, tanah di atas dan langit di bawah. Aku benar-benar tersenyum dan kagum bisa merasakannya. Hahaha..

Power Surge in the evening..

Power Surge in the evening..

Permainan yang kupilih untuk jadi permainan penutupku adalah Tornado.. Wew.. Andit dan Tansil bersikeras menjagakan tas hahaha.. Tanpa pikir panjang aku memberanikan diri untuk mengantri. Aku sudah mengidam-idamkan sejak setahun lalu melihat iklannya di TV. Tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Cobalah sendiri! Luar biasa. Badanku dibalik, dengan posisi duduk, kepala dan badan mengahadap tanah dari ketinggian puluhan meter dan hanya ditopang pengaman di dada. Pasrah!! Kau akan berada di posisi itu selama beberapa detik.. Tapi malam itu aku kembali tak mau melewatkannya. Aku tahan tidak teriak sampai terpaksa karena kaget digunjang tanpa kuduga. Ku terus buka mata, aku melihat langit hitam bertabur bintang dan ada bulan tetapi bulan ada di bawah sementara lampu di bumi berkelip di atas. Dunia terbalik! Hahaha.. Kedua kaki tergerak pasrah mengikuti wahana itu mengguncang duniaku, tentunya tanpa alas kaki. Benar-benar luar biasa. Darah di kepala seakan dikocok. Saranku, nikmatilah maka kau tidak akan merasa pusing karena fun..
Dufan sangat menyenangkan.. Apalagi hari itu adalah malam minggu jadi ada bonus kembang api.. Tepat setelah turun dari Tornado, pukul 7 malam, sekitar 360 kembang api dinyalakan dan mewarnai pekatnya langit malam di Dufan.. Andai saja ada kekasih hati, oh so sweet.. hahaha.. Aku sangat meyukai kembang api sama seperti aku menyukai surprise.. Surprise itu membuat hidup lebih berwarna karena ada kejutan yang tak terduga. Di tengah gelapnya langit hitam, tiba-tiba kembang api meletus dan membentuk pola apik di langit. Hilang kemudian berganti yang lain yang titik asalnya tak bisa kau duga bukan? Tapi justru mewarnai pekatnya langit hitam bukan? Sama seperti itulah surprise buatku.. hehehe.. Love fireworks so much..

Pengalaman yang asik dan seru karena bebarengan dengan temen dari Best Student dan kujalani sebagai pembuka rangkaian 6 bulan tinggal di Jakarta hehe.. So fun.. So cool.. So excited..

Shaking by the Tornado

Shaking by the Tornado

www.widiantigunawan.wordpress.com