A Goodbye to the Compass of My Life

Setiap kehidupan memiliki cerita. Cerita yang baik untuk diteladani, dan cerita yang buruk untuk dipelajari agar tak perlu terulang kembali dan dijauhi. Tergantung pola pikir manusia yang melihatnya. Aku memilih untuk menjadi seorang pembelajar, karena hal buruk hanya akan menjadi trauma bila tidak diterima dan dihadapi. Dan setiap cerita bersama dengan Tuhan, akan selesai dengan baik pada akhirnya.

com·pass [kúmpəss, kómpəss]

noun (plural com·pass·es)

1. direction finder: a device for finding directions, usually with a magnetized needle that automatically swings to magnetic north

2. personal direction: a sense of personal direction

3. scope: the scope of something such as a subject or area of study

4. hinged device for drawing circles: a device for drawing circles or measuring distances, e.g. on a map, that consists of two rods, one pointed, the other often holding a pencil, joined by an adjustable hinge (often used in the plural)

Microsoft® Encarta® 2006. © 1993-2005 Microsoft Corporation. All rights reserved.

Ia seorang laki-laki yang suka kutemui saat kecil. Setiap liburan sekolah tiba, aku dan kakak selalu siap untuk packing lalu pergi ke Semarang. Bahkan kami yang masih SD pernah pergi berdua dengan travel karena papa dan mama sedang ada kesibukan lain. Saat mudanya, ia pernah belajar fotografi dan bertemu dengan sang istri karenanya. Kemudian ia menjadi seorang pengusaha kayu jati yang sukses. Menjelajah Jawa Tengah untuk mencari kayu yang terbaik, setidaknya itu yang diceritakan anak-anaknya.

Bila kami ada di Semarang, ia mengajak kami pergi bermain ke Sri Ratu, mengantar kami makan nasi ayam, loenpia gang Lombok, pergi menginap di Bandungan, pergi ke pabrik tahu favoritnya di Bandungan, membawa kami ke Museum Kereta Api Ambarawa, membelikan hadiah, mengijinkan kami memanjat pohon belimbing di halaman rumahnya, mengajariku kebiasaannya di pagi hari yaitu memetik daun yang sudah menguning di pohon di belakang kamarnya. Aku mencoba mengingat berbagai hal menyenangkan yang pernah kulalui bersamanya dulu.

Lalu ada satu masa di mana kepahitan itu muncul. Ia seorang pengusaha kayu jati dan suatu kali ia ditipu dalam jumlah besar oleh seorang pelanggan, yang tak lain adalah seorang pelayan di gereja. Sejak itu kepahitan muncul dan kekecewaan itu tidak terobati, hingga tak tersembuhkan. Ia menolak untuk kembali datang ke gereja sejak saat itu karena ia melihat kemunafikan di sana. Sampai puluhan tahun kemudian, Ia tak pernah mau kembali lagi ke gereja.

Kepahitan yang tak terobati itu menjadi sebuah kondisi hati yang tidak sehat. Pemberontakan menjadi pintu masuk untuk hal tidak baik lainnya. Kekecewaan membuatnya lari dari kebenaran. Sebuah batu sandungan membuatnya pergi menjauh dari Kasih yang sejati. Entah sadar atau khilaf, tapi aku percaya bahwa manusia selalu bisa memilih untuk tidak dikalahan dengan keadaan.

Ya, ia tidak menghiraukan pasangan sejatinya. Ia pernah memilih jalan yang lain. Melukai yang mencintainya. Berlari terlalu jauh hingga tak sanggup kembali. Menjauhi terang dan membiarkan kegelapan menguasai hidupnya. Keselamatan adalah anugerah, tetapi respon terhadap keselamatan itu adalah tugas dan tanggung jawabmu. Aku belajar darinya, untuk tidak akan pernah mau jauh dari Tuhan. Agar tidak ada kesempatan bagi dosa untuk menjauhkanku semakin jauh dan tersesat.

Selama bertahun-tahun, Bebe remaja pernah sangat marah dan tak mau lagi pergi ke Semarang untuk menemuinya. Aku malu. Aku membencinya. Bahkan tak mau menyebut namanya dalam doaku. Namun, wanita luar biasa itu yang tak lain adalah istrinya, justru berpesan: “Jangan membencinya, Be. Bantu aku untuk mendoakannya. Aku percaya Tuhan memanggilnya kembali pulang, dan ia akan kembali.” Masa yang sulit. Cinta nyata wanita ini, dan kasih Tuhan yang membuatku bisa memberikan pengampunan baginya. Ya, aku sudah memaafkan kakekku. Benar, laki-laki ini adalah kakekku.

Aku belajar untuk mendoakannya. Karena bila nenekku yang disakiti sedemikian dalam bisa mengampuninya, aku tak pantas membencinya. Aku berdoa agar Tuhan melembutkan hatinya dan mau menerima Tuhan kembali. Suatu hari Kong-Kong bisa menyadari cinta sejati Bobo untuknya. Aku ingin Bobo bisa berjumpa dengan Kong-Kong di Surga nanti. Aku minta Tuhan menyapanya lewat sinar matahari pagi yang masuk ke jendela kamarnya, melalui hijaunya dedaunan di halaman rumahnya, Tuhan menyapa di dalam mimpi-mimpinya. Bila kondisi ingatannya semakin menurun, biarlah hanya hal baik bersama Tuhan saat muda dulu yang tertinggal di sana.

Beberapa tahun ini, ketika kondisi kesehatannya menurun, setiap kali ke Semarang, aku selalu menyempatkan waktu untuk berdoa bersama denganNya. Aku sangat bersyukur, karena Ia mau berdoa. Aku masih ingat, saat itu sekitar Natal 3 tahun lalu, malam sebelum aku kembali ke Surabaya, aku memberanikan diri untuk bertanya, “Kong-Kong, apa yang mau Bebe doakan?”, di depan Bobo ia menjawab, “Doakan biar selamet.” Aku mengartikannya sebagai keselamatan. Bagaimanapun, ia tetap menginginkan keselamatan. Air mata pun tak tertahankan..

Satu hal yang aku selalu yakini, Tuhan mencatat semua doa yang tak pernah henti dinaikkan oleh Bobo dengan iman, bahwa suatu saat ia bisa berjumpa dengan suaminya di Surga. Tuhan melihat cinta dan kesetiaan luar biasa yang Bobo miliki. Tuhan pasti menjawab doa yang kami naikkan untuk keselamatan Kong-Kong.

Setelah saat itu, daya ingatnya semakin menurun. Suatu pagi, Bobo menelepon ke Surabaya dan berkata, Kong-Kong bermimpi bahwa aku bersekolah di luar negeri. Aku hanya kaget karena ia sudah mulai lupa akan cucu-cucunya. Namun, aku tersenyum dan mengamininya.

Ia sudah tidak lagi mengingatku saat bulan Juni lalu aku mengunjunginya di Semarang. Tak apa, karena saat itu aku menyaksikan sebuah pemandangan yang jauh lebih berarti. Saat itu Bobo sakit, di saat yang sama kondisi kesehatan Kong-Kong menurun. Meski ketika bersama selalu muncul pertengkaran, saat itu Kong-Kong berujar, “Aku mau lihat istriku di ICU!”. Sesulit apapun itu, aku dan adikku membawanya yang sudah tak lagi bisa berjalan, untuk bisa masuk ke ICU. Dengan perkataan yang terbata-bata, Ia masih bisa bilang, “Kenapa tidak dibawa ke rumah sakit yang terbaik?”. Ya, cinta itu masih ada di sana. Dari tatapan itu aku tahu, cinta itu masih ada.


Lie Yauw Tjoen atau Mulyono Budi Santoso, adalah kakekku yang mengajarkan banyak hal penting untuk kehidupan ini. Bagiku, ia adalah kompas yang menunjukkan arah yang benar, dan juga arah yang tak perlu untuk kutuju. Seperti kompas yang mempunyai dua ujung jarum. Tepat 10 hari setelah ulang tahunku ke 26, Tuhan memanggilnya ke sisiNya. 15 September 2013, Minggu pagi, tepat saat aku dan adik harus melayani di tim musik di gereja.

Darinya aku belajar bahwa dengan bekerja keras, kesuksesan itu bisa diraih meski usia masih muda. Dari kisah hidupnya aku mengingatkan diri untuk tidak munafik, bahwa kekristenan itu bukan hanya agama atau di gereja semata, kekristenan itu seluruh aspek kehidupanmu yang disaksikan oleh dunia. Dari perjalanan hidupnya, aku jadi sangat membenci perselingkuhan dan menghargai benar arti kesetiaan. Aku membenci lelaki yang main tangan terhadap wanita. Aku harus mengunjungi berbagai tempat di belahan dunia lain selama aku punya kesempatan.

Aku belajar untuk memberikan pengampunan, karena bagaimanapun tanpa Kong-Kong, Bebe tidak akan ada di hari ini. Aku belajar untuk menyadari siapa yang patut dicintai, yaitu mereka yang mencintaimu dengan tulus, selalu menyebutkanmu dalam doanya, sanggup menerimamu apa adanya, dan selalu menantimu kembali. Cintailah mereka yang mencintaimu. Waktu hidup ini tak panjang, jangan ada penyesalan di sana.

Selamat jalan Kong-Kong. Tidak ada penyesalan yang tertinggal di hatiku, justru kedamaian karena sebelum menutup mata, Kong-Kong berujar: “Aku mau pulang ke Rumah Bapaku.” Itu meyakinkanku bahwa Tuhan melihat iman Bobo dan menjawab ribuan doa yang dinaikkan untuk suami tercintanya.

Tuhan memanggilmu kembali padaNya di Minggu pagi, bahkan kau tahu tepat kapan perjalanan hidupmu akan tiba di garis akhir pertandingan, jam 7 pagi. Semoga itu pagi yang paling indah buat Kong-Kong. Tuhan sangat sayang Kong-Kong. Terima kasih sudah menjadi sebuah kompas bagi hidupku. Aku akan meneruskan kisahmu ke anak cucuku. Sampai jumpa di Surga nanti. Mungkin bukan cerita yang luar biasa, namun yang pasti ini adalah akhir yang teramat baik. I love you, Kong-Kong.

Ecclesiastes 3:1-2 | To everything there is a season, and a time to every purpose under the heaven: A time to be born, and a time to die; a time to plant, and a time to pluck up that which is planted.

Surabaya, 150913, 21:15 PM.

This post is the sequel of The Legend of My Superwoman.

24

Sebuah masa hidup yang masih belum kumengerti arti kelokannya tetapi telah kulalui, yaitu usiaku ke-23.

Aku menjadi dosen, dan aku memutuskan untuk mengakhirinya untuk saat ini. Aku pergi ke Jakarta yang sejak lama terus memanggilku, mencoba sesuatu yang baru. Beberapa bulan adaptasi dan pembelajaran akan dunia yang baru. Bertemu banyak orang-orang baru. Semua membuatku memilih lingkungan seperti apa yang aku mau masuki.

Tertantang untuk belajar tentang kepercayaan. Memulai merawat tempat tinggal yang dipercayakanNya untukku. Menuntutku menata mimpi yang ingin kuraih. Mempersiapkan diri untuk diperluas dengan tanggung jawab lebih besar.

Kesesakan itu membuatku berlari padaNya. Dalam kesendirian kudapati Ia berbicara padaku, dan hanya padaNya aku mampu ceritakan semua yang kulihat, kualami, dan kurasakan. Tak mau kutukar waktuku bersamaNya dengan hal lain. Kudengar seringkali Roh Kudus yang ada padaku berbicara melalui banyak cara. IntervensiNya bahkan nyata dalam badai kehidupanku.

Jauh dari keluarga dan teman baik membuatku banyak kembali melihat ke dalam diri. Pertemuan dengan orang-orang baru membuatku melihat pilihan hidup. Dari sanalah aku menjadi lebih mengenali diri, nilai, dan prinsip hidupku. Pergumulan tentang masa depan membuatku ingin menjadi A Better Lady in Waiting.

Aku selalu meyakini di balik lelaki yang hebat, selalu ada wanita hebat. Oleh sebab itu aku pun ingin menjadi wanita hebat supaya lelaki hebatku nanti dapat menjadi lebih hebat. Bukan menjadi wanita yang lebih yang hebat dari lelakiku kelak, tidak seperti itu yang orang tuaku ajarkan. Sehebat-hebatnya wanita, dia tetaplah wanita yang harus tunduk pada lelakinya. Takaran “hebat” pun berbeda-beda di pikiran setiap kepala. Buatku, “hebat” adalah jadi wanita yang siap mendampingi proses hidup lelakinya.

Untuk belajar menjadi wanita hebat ada harga yang harus dibayar. Untuk bertumbuh menjadi wanita hebat ada benih yang harus ditanam. Untuk benih yang baik itu dapat berbuah baik, ada proses yang membutuhkan waktu.

Sambil menantikan lelaki hebat itu muncul dan dengan keberaniannya mengajakku meraih mimpi bersamanya. Selagi ia sedang berperang melawan naga-naga di luar sana. Aku akan pakai waktu ini untuk menanam benih yang baik supaya kami bisa memanen buah yang baik pada saatnya nanti. Ini bukan soal romansa belaka tetapi realita yang esensial.

Bila Tuhan ciptakan aku sebagai wanita, maka aku harus menjadi wanita yang baik dan berkualitas. Wanita yang memiliki hubungan baik dengan Tuhan. Yang diberkati untuk menjadi berkat buat sesama. Mengerti panggilan hidup dan menggenapinya. Tahu apa itu menghargai orang lain. Sadar bagaimana dan kapan menempatkan diri dengan benar.

Menjadi wanita yang memiliki keahlian itu sebuah keharusan. Agar di tangannya nanti keseharian rumah tangga dapat berjalan baik. Selain keahlian, wanita dituntut untuk cerdas dan tidak dangkal berpikir. Agar anak yang diasuhnya kelak dapat bertumbuh dengan baik. Namun, cerdas masih bukan yang terpenting karena harus ada karakter yang baik. Agar dengan karakter baik itu dirinya dapat menjadi exceptional bagi lelakinya dan keluarga yang Tuhan percayakan.

Cukup sudah tersinggung ketika orang lain mengkritik ketidak-sempurnaanku. Tak ada lagi pembenaran diri saat menyadari kekurangan diri. Tak perlu merasa diri paling benar justru di saat harus merubah karakter dan sifat yang tidak baik.

Pohon untuk berbuah membutuhkan waktu sejak benih itu ditanam. Tak perlu waktu lebih lama terbuang untuk tidak segera kutanam benih baik itu. Waktu terus berjalan. Jika di musim ini ia tidak berbuah, masih ada musim selanjutnya untuk segera berbuah. Sampai kapan mau menunggu untuk tak segera menanam?

Aku mau biarkan diriku dipimpin dan diarahkan oleh Roh Kudus. Aku harus berlatih untuk bisa memiliki kecenderungan reaksi atau respon yang lebih bijak. Ada banyak hal dan aku masih amat jauh dari hebat. Tapi aku hanya ingin bergerak maju untuk menjadi seorang BeBe yang lebih baik. Seorang wanita yang menanti dengan bijak.

Harapanku ini bukan hal yang mudah untuk dijalani. Sebab bila kau belajar, pasti akan diuji. Kadangkala membayangkan ujian itu saja sudah cukup menegangkan. Namun, itulah proses untuk naik kelas bukan?

Terima kasih untuk semua teman, sahabat, dan keluarga yang mewarnai usia 23 tahunku. Dengan kerendahan hati aku mengharapkan doa dan bantuanmu untuk mewujudkan keinginan baik ini. Semoga setahun lagi, sudah ada buah baik yang bisa dipetik.

Happy birthday to me!

Excellent quality = Capability + Godly character

BeBe – Krwci – 040911 – 11:45PM

The Legend of My Superwoman

This is a legend about Imanuel Herowaty Santoso..

Wanita ini bukan wanita biasa. Ia salah seorang wanita terhebat yang pernah kujumpai dalam hidupku.

Aku cukup jarang berjumpa dengannya, karena ia ada di belahan dunia yang berbeda denganku. Saat aku masih remaja, mungkin liburan sekolah adalah saat aku bisa berjumpa, bermain dan menghabiskan hari-hari di kediamannya.

Wanita ini lahir dengan nama, Imanuel Herowaty Santoso, lahir pada 12 November 1927. Ia cantik, pintar memasak, pintar menjahit, pintar merangkai bunga, dan menguasai English, Chinese, and Dutch. Di masa mudanya, ia membuka florist dan studio foto bernama VAVA di Jalan Pemuda, di kotanya. Berbagai-bagai tipe karangan bunga pernah dihasilkannya, hand bouquet, karangan bunga pernikahan, dukacita, dll, sayang aku belum lahir kala itu. Konon, pada zaman penjajahan Belanda itu, studio dan florist-nya cukup terkenal di kota itu. Bertemu dengan Lie Yauw Tjoen – Mulyono Budi Santoso yang belajar fotografi di studio foto milik ayahnya tersebut, hingga akhirnya menikah.

Aku masih ingat, ia sering memasakkanku sosis babi, berwana cokelat kehitaman, dengan manisnya kecap, ya aku menyukainya sejak kecil. Salah satu hal lain yang aku masih ingat betul ia suka memandikanku, menggaruk bagian punggungku dengan kukunya yg runcing rapi itu, aku selalu berteriak kegelian, tapi ia berkata dengan begitu mandi jadi benar-benar bersih.

Bila sampai hari ini aku jadi pecinta tanaman, itu adalah salah satu pengaruh besarnya. Bermacam jenis tanaman pasti hidup subur di pekarangannya. Beberapa bisa dipetiknya dan dimasak bersama masakan kami. Setiap sore aku diajaknya berbasah-basah menyiram tanaman. Bebe kecil juga diijinkan memanjat pohon belimbing yang berbuah banyak sekali kala itu. Teorinya tentang air seni yang bisa menyuburkan tanaman selalu kuketawakan, tapi akhirnya aku tau bahwa itu benar adanya.

Aku yang tak pernah merasa rajin tetapi Tuhan selalu beri hadiah rangking yang baik saat sekolah, membuatku selalu diberinya kado karena prestasi itu. Ia bangga aku pandai. Bebe kecil tak tahu apa arti semua itu, hanya kado yang kuterima, bermain di Sriratu, dan pergi ke Bandungan lah yang kutahu saat itu.

Saat aku beranjak lebih besar, aku melihat kenyataan akan kejamnya dunia. Begitu pula dengan dunia yang dihidupinya. Pertengkaran yang harus dihadapi setiap hari dengan orang yang paling dicintai. Rasa disakiti bertahun-tahun oleh orang yang paling dicintai. Diperlakukan tak adil dan tak semestinya oleh orang yang paling dicintai dalam hidup. Meski dengan lebam dan pengkhiatan ia tetap bertahan.

Aku yang kala itu sedang tumbuh secara emosi, melihat kenyataan itu dari kacamata seorang remaja. Sebagai wanita remaja aku ingin berteriak, ingin membantunya, tapi aku tak bisa lakukan apapun kala itu. Aku hanya bisa melihat dan mendengar dari jauh, dan menangis dalam hati. Aku tak henti terus bertanya pada Tuhan tentang ketidakadilan yang kulihat kala itu.

Pernah dalam satu masa, ia berpindah ke rumahku. Aku cukup senang seakan bisa mengasingkannya dari penjara dunia. Aku berusaha lakukan hal-hal apapun yang bisa menyenangkannya. Beri kejutan kecil di hari ulang tahunnya. Aku terus berusaha banggakan dirinya melalui prestasiku. Berharap itu bisa menjadi secuil penghiburan baginya. Aku masih ingat, saat itu aku menjuarai salah satu kompetisi menyanyi dan saat itu ia ada di sana, ia datang saat pengumuman pemenang. Masih terekam jelas gambar itu bagai film yang terputar di bayanganku, hampir semua orang yang datang di sana, menyalaminya karena aku juara 1. Dari jauh, aku mengamati dalam diam dan tersenyum puas, aku melihatnya tertawa dan tersenyum bangga saat orang-orang tau siapa dia bagi si juara 1 ini.

Ingin sekali tetap menahannya di Surabaya, aku tak rela hidup terus menerus jahat padanya. Tapi ia hanya bertahan beberapa minggu dan berujar bahwa dirinya tak bisa berada jauh dari orang yang ia cinta. Ia mau kembali ke tempatnya, meski itu berarti harus kembali kepada kenyataan yang menyakitkan. Namun, ia bilang ia rindu pada kekasih hatinya itu. Ia bilang padaku, “Saat menikah, aku sudah berjanji di hadapan Tuhan, bahwa apa yang telah disatukan Tuhan tidak boleh dipisahkan oleh manusia..”. Tak ada yang bisa menahannya, dan aku hanya bisa bertanya dalam hati pada diriku sendiri, di mana batasan antara setia dan bodoh? Beri tahu aku di manakah bedanya??!

Aku marah sekali pada sosok yang menyakitinya. Jujur saja, aku bahkan pernah membencinya karena terbutakan dunia sehingga tak melihat wanita luar biasa ini, mungkin sedetik pun tidak. Tapi wanita itu hanya berujar, “Jangan begitu Be, tapi kamu harus terus mendoakan dia. Bantu aku berdoa untuknya. Aku yakin Tuhan akan merubahnya suatu hari nanti. Kamu juga harus percaya. Aku tak apa-apa.”. Aku hanya tahu hidup dari kacamata anak remaja yang beranjak dewasa, tak sampai logika untuk berpikir demikian. Mungkin aku akan lari karena tak tahan dengan kejamnya dunia yang bahkan bisa mengancam keselamatanku. Namun, wanita hebat ini membuat pilihan untuk tetap ada di sana.

Baginya, semenyakitkan apapun, ia tak bisa jauh dari sosok itu. Ia ingin bisa selalu di dekatnya meski itu berarti harus siap disakiti. Cinta tulusnya membuatnya bertahan di neraka dunia. Cinta membuatnya tampak bodoh bagi manusia, tapi tidak demikian di mata Tuhan. Cintanya mampu kalahkan dendam dan kebencian. Cintanya mengajarkanku arti kesetiaan bukan kebodohan seorang wanita. Cintanya menjadi bukti bahwa setia dengan iman di dalam Tuhan tidak akan sia-sia. Cintanya membuatnya jadi wanita terhebat di mataku.

Semua itu membuatku bangga, di dalam hidupku, Tuhan beri aku kesempatan yang tak kan tergantikan. Aku boleh menjadi saksi hidup dari wanita yang luar biasa mengagumkan ini. Penderitaan yang ia alami mengubahnya jadi permata yang berkilau bagiku. Hidupnya mengajarkanku arti kesetiaan dan iman. Aku bangga bisa memanggil wanita ini Bobo. Indah sekali kalimat yang pernah disebutnya itu, “Bobo bangga punya cucu seperti Bebe..”.

Ya, dia nenekku, dia Boboku, Ibu dari Ibuku. Satu-satunya nenekku yang masih ada setelah Tuhan panggil nenek dari ayahku kala aku masih SMP. Kakekku pernah melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya, yaitu tak bisa menyadari bahwa ia memiliki wanita luar biasa ini yang teramat sangat mencintainya. Namun, karena itu pula, Bobo jadi indah dan semakin indah seperti ini. Aku pun sudah bisa mengampuninya karena tanpa Kong-Kong ku, tak akan ada Bebe di hari ini. Yang terpenting, aku tahu Tuhan pasti mengampuninya.

Kini, masa tua menahan mereka berdua di rumah yang sama. Raga yang tak lagi cukup kuat menikmati indahnya dunia di luar sana. Mereka hanya bisa habiskan waktu berdua di rumah itu. Tak apa Bobo, nikmatilah masa-masa ini. Lakukan apa yang Bobo ingin lakukan, aku ingin Bobo bahagia, karena Bobo sangat layak mendapatkannya. Aku hanya ingin engkau tahu, aku bersyukur Tuhan beriku kakek nenek yang luar biasa. Mengajarkan padaku tentang ilmu kehidupan melalui lika-liku hidup kalian. Aku tahu, Bobo tak pernah berhenti berdoa untuk cucu-cucunya dan mengharapkan masa depan yang terbaik buatku dan yang lainnya. Terima kasih, Bo..

Maaf, hidup membawaku jauh di belahan dunia yang lain lagi sekarang. Hanya dalam doa setiap malam aku bisa menjumpai kalian. Namun, aku janji setiap kali kesempatan itu datang, aku akan menengok kalian di Semarang sana. Aku tak ingin ada penyesalan apapun nanti, jadi kukatakan yang harus kukatakan, kutuliskan yang harus diketahui anak cucuku nanti, kuucapkan yang harus kalian dengar sekarang, bahwa cucumu ini menyayangi dan selalu merindukan kalian. Aku akan terus menulis surat dan mengirimkannya, setiap kali ada waktu untuk itu. Seperti yang sering kulakukan saat aku kecil dulu, menulis surat untuk Bobo dan Kong-Kong. Semoga surat-suratku dapat menjadi sedikit penghiburan ketika Bobo dan Kong-Kong membacanya sambil berbaring di tempat tidur.

Terima kasih untuk ketangguhan yang kau tunjukkan, Bobo.. Aku tahu bahwa di balik lelaki hebat pasti ada wanita hebat di belakangnya. Bobo, kau tahu, hidupmu adalah inspirasi untukku. Aku ingin menjadi wanita hebat, agar aku bisa membuat pasanganku kelak jadi lelaki yang lebih hebat.

Ingin rasanya aku berlari ke sana sekarang, memeluk Bobo dan bisikkan, “Bebe sayang Bobo..”. Ingin masuk ke kamar Kong-Kong, berlutut di samping ranjangnya dan bisikkan, “Bebe sayang Kong-Kong dan ada Tuhan yang akan selalu menunggu Kong-Kong kembali..”. Ik hou van je, Ik hou van je..

Some people want diamond rings, some just want everything, but everything means nothing, if I ain’t got you.. (Alicia Keys – If I Ain’t Got You)


Bebe | Karawaci | 090411 | 12:59PM

Sincere Prayer for My Beloved

I am praying for you..

You, the one that gonna be my only one,

Whoever you are, I know you love God.

Wherever you are, I know you’re real somewhere out there.

Because when God created you, He must have been thinking about me.

Whenever its right, God will send you out of nowhere into my life..


Life of me, the one that always send Him a prayer

Not just a prayer that our love will find the way soon,

More of it, I’m praying for you and your life, dear..

That God will keep you safe wherever you are,

God will bless all the things you do, whether working or studying,

Everything you do with your hands will be a blessing for others,

God will provide the way out for all your problems you may faced,

You’ll be strong and being an inspiration for people around you,

God will keep you healthy,

Because I’m not beside you yet so He’s the one that taking care of you now,

And I pray for your future that’s gonna be ours,

That God will help you to clearly see the vision He had prepared for you to achieved..


I do praying for your family, father, mother, brothers, or sisters

Because they’re going to be mine too..

God will make them see that He loves them so much,

And when you meet me later, they already have that chemistry for me..

I do praying for my family, my dad, mom, brother, and sister,

Because they’re going to be yours too, dear..

God will make them love you just like I do.

And one day, you together with me and also your family and mine,

We will be a great team to show God’s love in this world.


And I’m praying for myself,

I’m asking God to prepare me well, so that I could be the best for you.

I wish I could make you proud having me beside you.

And God will keep me to be faithful in waiting for you.

Dear, I admit: I miss you, I’m waiting for you, and I deeply do..

So, every time I feel this, I whisper this prayer to God

Because God knows me well and I believe He knows you better than I do,

It’s great that we have the same God,

I may not meet you yet, but I can meet my God, and God had met you already..


In the name of Jesus I sincerely pray for my beloved, Amen!


©BeBe|Surabaya|260211|12:04 AM

My 23rd: Miss Widi

Tak ada bayi yang bisa memilih namanya sendiri ketika dilahirkan di dunia. 23 tahun lalu, saat bayi mungil itu lahir ke dunia, mungkin yang ia tahu hanya terang dan menangis. Tanpa tahu siapa nama yang dipilihkan untuknya. Seiring usia yang bertambah, nama menjadi sesuatu yang lebih berarti. Lebih dari sekedar rangkaian huruf dan spasi. Membedakan dirinya dengan manusia lainnya. Mendengar kata itu disebut berarti dirinya sedang dipanggil oleh seseorang. Menuliskannya di setiap pojok kanan atas kertas ulangan sepanjang tahun. Namun tetap tak lebih berarti lebih dari itu.

Saat ini, 23 tahun sudah ia ada, hidup, dan memaknai dunia ini. Waktu demi waktu dirinya berusaha mencari dan mengungkap hal yang mungkin belum diketahuinya. Termasuk dengan memaknai arti nama yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Ya, tentu saja, dia adalah aku! Aku memaknai arti namaku dan bangga atasnya.

Aku keturunan Cina yang tinggal dan lahir di Indonesia. Namun, ayahku cukup nasionalis. Sebagai orang Indonesia, lebih baik menggunakan nama Indonesia sebagai identitas. Tak seperti lainnya yang kebarat-baratan. Begitulah ujarnya kala itu. Nama resmiku sangat kental dengan nuansa Indonesia, tetapi aku juga masih mempunyai nama Cina untuk meneruskan historis alur keluarga.

Lalu, apakah nama itu nubuat? Mengapa saat itu orang tuaku memilihkan nama itu untukku?

Widianti Gunawan Wijaya

Widianti merupakan gabungan dari “widya” dan “yanti”. “widya” diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya ilmu atau pengetahuan. “Yanti” artinya perempuan. Jadi Widianti dapat berarti perempuan yang berilmu atau berpengetahuan. Gunawan diambil dari nama tengah ayah yang berarti orang yang berguna. Wijaya adalah nama keluarga ayah yang berarti unggul atau kemenangan.

Nama Cinaku:

Teng Xian Bei

Teng adalah nama marga. Xian nama keluarga. Bei berarti membanggakan.

Jadi bila arti itu digabungkan akan menjadi sebuah arti yang lengkap: Perempuan berilmu yang membanggakan dan berguna serta berkemenangan. Mungkin kurang lebih seperti itulah arti yang lahir dari perkawinan nama-namaku.

23 tahun yang lalu nama itu dirangkai tanpa tahu apa yang akan terjadi di hari depan. 23 tahun setelah nama itu dirangkai, seakan maknanya tergenapi. Di usiaku yang ke-23 ini, tepat di bulan September 2010, aku resmi menjadi dosen dan belajar tak henti membagikan ilmuku. Semoga bisa selalu membanggakan mereka yang menyayangiku. Bila berbicara tentang kemenangan, itu sudah dan selalu disediakan di sana oleh Tuhanku. Tak perlu kuragu untuk itu.

Apakah nama itu nubuat? Entahlah tapi tampaknya aku makin meyakini bahwa namaku tak sekedar rangkaian kata belaka, melainkan sangat bermakna dan kini aku menghidupinya.. Bagaimana denganmu?

Terima kasih untuk nama yang Papi Mami pilihkan untukku, I’m gratefull and so proud of it..

PS: Now you will understand why I want to be called with Miss Widi instead of Miss BeBe

Sby|080910|11:43PM

Cing’s 17th Surprise Birthday – English Version

“Surprise makes your life more colourful..”, that’s what I always think and try to make for those, my beloved. Cing’s 17th birthday on May 8, 2010 was another chance for me to give her surprise (again) because she is my beloved sister.. J

For some reasons that I don’t know exactly, people usually thinks that 17th birthday is special for girls. So they celebrate it with such a big party at an expensive restaurant or hotel, invite so many friends, and spend a lot of money as the compensation. But that’s invalid in my family. 6 years ago, when my turn came, my parents asked me about party but I said no! Too much money spends for a celebration without knowing the meaning indeed just seemed unwise in my eyes. So, maybe that way of thinking also influencing my sister, she just wanted to treat her best friends. But wait what if I give her surprises as much as I can on that day? Let’s begin the excitement! 😉

“Making surprise as many as Cing may get”, that’s the theme for this birthday. As usual, the most important in making surprise is don’t let the victim sniffing and guessing. My challenges are: we stay in the same bedroom, we always sharing anything happened along the day, I often make surprise for my family, and I start busy to go out of town 3 times a week.

Strategy is arranged. I divided Saturday, May 8, 2008 into 3 parts. Morning: She will be destroyed in her friends’ hands. Noon: Our schedule to teach in Kembang Kuning Ministry. Night: Surprise party. I’ve been preparing it from 3 weeks ago. For surprise in KK Ministry, I trust it to KC and team. And for the surprise party, I pick up Luci and DS as my secret agents.

I prepared the details of the plan and took Luci and DS to help me in acting. After I got my dad’s permit by offering the lowest budget to make the party, I looked for the suitable venue, collecting guest names, contacting them one by one (helped by my secret agents), contacting Ps. Scott and Ps. Witanto, brain storming party concept, picturing the decoration, making lampions form paper bag, ordering an unique birthday cake in the shape of Cacing (worm), and I doing it all with hiding from Cing. So did with the KK meeting, I left Cing at home.

To make it easier, I have to persuade Cing inviting her friends to dinner on May 15, 2010. Actually she said it will be meaningless if not celebrating it on the big day, but I provoking her with “combine the birthday celebration with thanks giving night for your baptism” as my reason. She believed it, although actually that’s just my hanky panky. 😛 She asked me to survey some venues but I was so busy. Do you know that I coordinating my secret agents with bad signal from the top of Wilis Mountain? Hahaha..

Here is the May 8, 2010:

Morning: Her best friends took revenge by showering her rotten milk, cold water, spray paint, and other nasty things. All I know just she was totally wet and stinky while got into my car when I picked her up from school. I think her friends really waiting on that day to come because Cing always does pitiless on their birthdays. Gotcha!

Noon: On the last session on KK ministry, Cing lead the closing prayer, just as we planned it before. But 4-6th grade kids still stood up back there. While Cing prayed, they tiptoeing and making a line behind her, bringing colorful origami papers, written on there: CINGCING, made by KC; and my happy birthday banner that I had left in Carrie’s house few days before. Gama was ready with the camera. Amien! And then Rico played happy birthday song, Cing turned back, SURPISE!!! I’m so grateful could saw that pure surprise expression on her face. Almost 60 kids gathered singing loudly. Elise asked them to pray for Cing by turned their hands on her, Cing cried! We made it!! That “ignorant and gawky Cing” is crying hahaha.. On the way back home, Cing admitted how glad she was with that cute little surprise and it means a lot to her.

Evening: The event should be started at 5, but delayed until 6 PM. After got the command from Eric, we depart from our house. My alibi is: we’ll have a dinner at Fu Yuan but visiting Hallo Surabaya first to get further info as one of our venue option for May 15. Nothing’s perfect though! My dad parked at the wrong place, right in the middle of her friends’ cars. When talking with the marketing, my niece came closer and Cing saw her! Kyaaaa!! Danger mode ON! But I tried to be as cool as I could and took her to walk to the front side of the resto, where all the guest were ready. While Cing step out, SURPRISE!!! Almost 25 friends, Ps Scott and Witanto were yelling and screaming to her hahaha.. She was really surprised!! Ps Scott brought the “Worm Bday Cake” and we all moved to the left side of the fountain. Since 2 o’clock, DS and Lusi decorated that place with white and red balloons, Cing’s fave colors.

The outdoor party was started with Cha-Cha games and buble gum games as an icebreaker from Ps Scott. Some guests also surprised because there’s a foreign people among them and lead the party hahaha.. Dad gave a short speech. Family came and then dinner time! Oh yeah, another imperfections was on the music team. They said they’re ready but in fact, they didn’t bring any guitar, but the show must go on! Hm.. It may be affecting the mood but couldn’t reduce the meaning of that special day for Cing. Once more her best friends gave her a surprise. Continued with Fear Factor games that require them to eat raw vegetables, such as pete, leeks, long bean, bitter melon, boiled pumpkin. For Cing’s portion, her friends adding hot sauce since she can’t eat spicy food at all. Time for sharing! Soft acoustic songs set as the back sound, I asking her friends and family about impressions, the good and bad characters, also message for Cing. Many of them wished, Cing could be not ignorant anymore. Comes to Cing’s time to speak then! And once more, she cried while said thank you to mom and dad, and how much she loves mom, dad, my brother, and me, and then Cing hug them. Sweet moment to be remembered, isn’t it? And her friends became the witnesses.

The informal, relaxed, and warm ambience really emerged on that night. Although there was many mistakes here and there hehe.. Those who live in Surabaya maybe realize on that day it was raining all day long. Hallo Surabaya management had asked us many times, they thought we’re insane because we were so sure to make an outdoor party in middle of rainy season. My dad just said, it won’t be raining on that day! Yeah, God grew up our faith. The rain stop just before the party started.

Thus, represent my family, I really want to say thank you so much for each of you who helped us. In other party usually the birthday girl is the one who prepare the party with EO and the guest just need to come and enjoy. But this time, the guests prepared the party and the birthday girl just enjoy it all. But believe me, Cing won’t forget this!

I wish these surprises will always live in your memory and truly leaving a deep meaning for you Cing. That testifying how much we loving you, youngest. See, how many people care of you and then helped me to make these surprises for you. So beautiful, wasn’t it? Thus, you can’t be an ignorant girl anymore but you have to care to others then. Now, you’re ready to finding the meaning of your 17th birthday. Life won’t be easier, but God has proved to us on that day, when you have that faith, He’ll give what you ask for. Besides, we’re always here for you. I hope the May 8th, 2010 could be one of most meaningful days in your life. Prepare yourself to give God a present on your 17th birthday, your baptism on May 13th, 2010. Happy surprised birthday my beloved sister..

Surprise works when your beloved didn’t expect it and surprise succeeds when you see that surprised expression combined with the most beautiful smile on your beloved’s face..

PS: Cing, I think I’m success this time, because you didn’t even sniff any of these surprise from me, but Lusi and DS, both of you have to learn more in making surprise hahahaha.. Anyway, this is another blessing that I could give after decided to not go to Jakarta.. 😛


Cing’s 17th Surprised Birthday

“Surprise makes your life more colourful..”, that’s what I always think and try to make for those, my beloved. Cing’s 17th birthday on May 8, 2010 was another chance for me to give her surprise because she is my beloved sister.. J

For some reasons that I don’t know exactly, people usually thinks that 17th birthday is special for girls. So they celebrate it with such a big party at an expensive restaurant or hotel, invite so many friends, and spend a lot of money as the compensation. But that’s invalid in my family. 6 years ago, when my turn came, my parents asked me about party but I said no! Too much money spends for a celebration without knowing the meaning indeed just seemed unwise in my eyes. So, maybe that way of thinking also influenced my sister, she just wanted to treat her best friends. But wait what if I give her surprises as much as I can on that day? Lets the excitement begin then! 😉

(Sorry I should go back to Bahasa, or should I make 2 versions of this post? Haha..)

“Sebanyak-banyaknya surprise yang bisa Cing rasakan”, itulah tema besar kali ini. Seperti biasa, hal terpenting dalam membuat kejutan adalah jangan sampai korban curiga dan menebaknya terlebih dulu. Tantanganku adalah kami tinggal sekamar, selalu bercerita segala hal yang terjadi, aku sudah sering memberinya kejutan, Cing tahu ide-ide kejutan yang biasa kulakukan untuk keluargaku, dan aku mulai sibuk keluar kota berkali-kali dalam seminggu.

Strategi mulai kuatur dan secara garis besar, Sabtu 8 Mei 2010 kubagi menjadi 3 bagian. Pagi: ia akan hancur di tangan teman-teman sekolahnya. Siang: Jadwal kami mengajar di Kembang Kuning Ministry. Malam: Surprise party. Persiapan kulakukan sekitar 3 minggu sebelumnya. Untuk surprise di Kembang Kuning ministry kupercayakan pada KC and team. Untuk pesta kejutan aku memilih secret agents Luci dan DS sebagai teman baik Cing.

Bisa dibilang pesta kejutan kupersiapkan sedetail mungkin dengan dibantu secret agents untuk pelaksanaannya. Maklum, aku tak bisa diam dan cukup sering mengkoordinir acara tapi yang berbeda aku tak boleh membuat Cing yang sekamar denganku curiga. Setelah ijin dari ayah kuterima dengan kuajukan budget seminim mungkin, mulai mencari tempat, mengumpulkan nama undangan, menghubungi satu per satu dibantu agents, menghubungi Pastor Scott dan Pastor Witanto, mencari konsep, membayangkan dekorasi, membuat kantong lampion, memesan kue ultah berbentuk unik yaitu cacing, semua kulakukan tanpa cing boleh tahu. Begitu pula ketika meeting dengan Kembang Kuning Ministry team.

Untuk itupun aku harus menghasut Cing agar mengundang temannya makan di 15 Mei 2010. Ia bilang tak berarti bila bukan di hari H saat ultahnya, tp alasanku sekalian pengucapan syukur untuk baptisan sidi nya di tanggal 13 Mei 2010 nanti. Ia pun percaya, padahal 15 Mei 2010 adalah fiktif bikinanku agar ia tak mengira temannya akan ada di 8 Mei 2010. Ia mengajakku survey tapi karena kesibukanku sekarang, ia percaya saja. Padahal aku baru sempat meeting dengan secret agentsku H-5, bahkan mengkoordinirnya dari puncak Gunung Wilis dengan sinyal yang sulit haha..

Inilah 8 Mei 2010 itu:

Pagi – Semua teman sekolahnya membalas dendam dengan memandikannya dengan susu busuk, air dingin, pylox, dan entahlah apalagi. Yang pasti ia basah kuyup dan bau ketika masuk ke mobilku saat pulang sekolah. Sepertinya hari itu memang sangat dinanti teman sekolahnya karena Cing terkenal “tega” menghabisi teman lain saat mereka ulang tahun.

Siang – Saat akhir Sunday School di makam itu, Cing sudah ditunjuk memimpin doa penutup, sesuai rencana. Tapi sebagian anak kelas 4-6 SD, berdiri tak mau duduk di ujung belakang sana. Saat Cing memimpin doa, mereka meringsuk berderet di belakang Cing sambil membawa tulisan warna warni CING-CING bikinan Karen Campulseo dan banner Happy Birthday-ku yang sudah kutitipkan di rumah Carrie Goldsmith saat meeting. Gama sudah siap dengan cameranya. Setelah amin, Ricco memainkan lagu Happy birthday dan saat Cing berbalik, SURPRISE!! Aku lega melihat ekspresi kaget nan tulus itu dari wajahnya. Sekitar 60 anak-anak ikut menyanyi dengan lantang dan saat Elise mengajak mereka mendoakan Cing dengan mengarahkan tangan kepadanya, Cing menangis!! Yay! We made it!! Cing yang kaku dan cuek itu menangis hahaha.. Kemudian mereka bergantian mengajak Cing untuk ada di tengah kerumunan dan difoto oleh Gama. Saat di perjalanan pulang, Cing mengaku sangat senang dengan kejutan kecil sederhana nan tulus itu yang menurutku sangat berarti untuknya.

Sore – Acara yang seharusnya dimulai jam 5, molor sejam. Setelah dikomando Eric yang mengkoordinir di Hallo Surabaya untuk berangkat, papa, mama, aku dan Cing berangkat ke sana. Alasanku kita akan makan malam di Fu Y*an tetapi survey ke Hallo Surabaya dulu untuk tanggal 15 Mei 2010. Memang tak sempurna, ayah salah parkir ke tempat parkir mobil teman-temannya, dan saat ngobrol dengan marketingnya, keluarga adik ibu-ku justru mendatangi kami dan Cing melihatnya. Oops!! Danger!! Tapi kemudian aku berusaha se-natural mungkin mengajaknya jalan ke depan menuju tempat teman-teman sembunyi. Saat Cing melangkah, SURPRISE!!! Sekitar 25 temannya beserta Pastor Scott dan Witanto meneriakinya dan membuatnya salah tingkah.. Hahaha.. Ia benar-benar kaget. Pastor membawa keluar kue berbentuk Cacing cokelat itu. Kemudian kami mengarahkannya ke sisi kanan air mancur. Sejak jam 2 siang DS dan Lusi mendekornya dengan balon putih dan merah, warna kesukaan Cing.

Outdoor party itu dimulai dengan Cha-Cha games and buble gum games from Scott and Witanto. Mungkin beberapa juga surprise karena ada “bule” yang nongol di tengah kami dan memimpin acara hehehe.. Kemudian Papa menyampaikan pidato singkatnya untuk teman-teman Cing. Keluarga mulai datang dan makan malam dimulai. Kekurangan lain adalah music, yang kukira music sudah ready ternyata tak ada gitar yang dibawa, but the show must go on, itu mungkin mempengaruhi mood tapi tak akan mengurangi arti hari itu buat Cing. Teman terbaiknya sekali lagi memberinya surprise. Lalu Fear Factor games yang mengharuskan peserta makan lalapan pete, daun bawang, pare, kacang panjang, roti bakar, pumpkin rebus. Untuk jatah Cing, roti bakar itu dilumuri sambal. Meski dengan susah payah menghindar toh ia berhasil menghabiskan juga roti bersambal itu. Kemudian sesi curhat. Diiringi petikan gitar, aku menanyakan kesan, kelebihan, kekurangan, dan pesan dari teman dan keluarga untuk Cing. Banyak yang berpesan agar ia tak lagi cuek, semoga ia mengingat dan merubahnya. Tiba giliran Cing yang bersuara dan sekali lagi Cing menangis saat mengucapkan terima kasih pada papa mama kemudian menyatakan ia sayang papi mami dan memeluk mereka. Sweet moment to be remembered dan teman terbaiknya yang menjadi saksi. Barulah sesi buka kado menutup acara malam itu.

Ambience yang tidak formal, santai, hangat, benar-benar ada saat itu. Meski ada kekurangan di sana sini, banyak malah. Kau yang ada di Surabaya mungkin tau bahwa Sabtu lalu seharian hujan meski rintik-rintik tapi tak berhenti bahkan sampai sore hari. Pihak resto pun sampai berulang kali menanyakan apakah yakin akan outdoor karena masih hujan setiap hari. Ayah hanya berujar, nanti tidak akan hujan! Tuhan menumbuhkan iman kami semua, hujan benar-benar berhenti tepat sebelum pesta dimulai.

Dan mewakili keluargaku, aku benar-benar berterima kasih untuk semua yang sudah membantu. Lusi, Daniel Septian, HauHau, pihak Hallo Surabaya, Pastor Scott and Witanto, Suk Cien An, semua teman Cing yang sudah datang, dan juga keluarga. Pesta lain biasanya yang ultah mempersiapkannya dengan EO dan undangan tinggal datang menikmati, tapi kali ini undangan yang harus mempersiapkan pesta dan yang ultah menikmatinya hehe.. Tapi percaya atau tidak, Cing akan lebih mengingatnya.

Semoga surprise ini akan selalu membekas dan meninggalkan arti mendalam untukmu Cing. Semua ini menjadi bukti betapa sayangnya kami padamu bungsu.. Lihatlah, ada betapa banyak orang yang peduli padamu dan membantuku membuat surprise untukmu, how beautiful it was, rite? Maka kamu pun tak lagi boleh cuek tapi harus peduli pada sekelilingmu ya.. Selamat mencari arti di balik usia 17 tahunmu. Hidup tak akan pernah lebih mudah, tapi Tuhan sudah membuktikan di hari itu, ketika kau beriman, Ia akan berikan yang Kau minta. Lagipula ada kami semua yang akan selalu ada buatmu. Hope 8 May 2010 was so meaningful for you dan siapkan dirimu untuk memberikan hadiah buat Tuhan di ultah ke 17-mu, yaitu baptis sidi mu tanggal 13 Mei 2010.. Happy surprised birthday my beloved sister..

Surprise works when your beloved didn’t expect it and surprise succeeds when you see that surprised expression combined with the most beautiful smile on your beloved’s face..

Nb: Cing, I think I’m success this time, because you didn’t even suspicious with me, but Lusi and DS, both of you have to learn more in making surprise hahahaha.. Anyway, this is another blessing that I could give after decided to not go to Jakarta.. 😛

Cinta & Persahabatan yang Teruji

Surabaya – 210509 – 8:15PM

..based on true story..

Kemarin aku menemani mama melayat ayah dari teman papa yang telah meninggal. Tak hanya melayat tapi juga mengikuti prosesi pemakaman dengan kremasi. Jujur saja, aku tak begitu menyukai berkunjung ke tempat peristirahatan terakhir karena penuh dengan atmosfer kesedihan dan dukacita di sana. Tapi kali ini, aku mau menemani mama dan aku pun bilang pada diriku sendiri, mungkin ada sesuatu yang bisa kupelajari dari sana. Dan, cukup banyak pelajaran yang kulihat dan kutemukan di sana. Kakek yang meninggal ini meninggal dengan tenang dan mudah jalannya. Aku tak tahu bagaimana harus mengatakannya. Keluarganya tak pernah mengira, karena justru sang nenek lah yang sedang sakit. Tetapi kakek ini tak menderita penyakit yang mengharuskannya dirawat di rumah sakit atau menderita karena sakit sampai akhirnya meninggal. Ia tak membutuhkan sakit terlebih dulu, untuk kemudian beranjak ke kehidupan selanjutnya. Ia tak perlu terlibat dalam sebuah kecelakaan atau dicelakai siapapun untuk mengakhiri lembar hidupnya.

1. Aku semakin percaya bahwa ‘the power of love’ itu ada. Cinta bisa tetap ada dan akan terus ada bahkan sampai maut memisahkan. Ia meninggal saat ingin menemui istrinya yang sedang dirawat di rumah sakit. Ketika ia berjalan di koridor rumah sakit menuju ke kamar tempat istrinya dirawat, jantungnya berhenti berdetak, lalu ia terjatuh. Suster rumah sakit segera membopongnya ke kamar terdekat, mencoba memacu jantungnya, tapi ia telah pergi terlebih dulu. Namun, sehari sebelumnya, ia telah menjenguk istri kesayangannya, dan kata teman papa, mereka berdua tampak tak biasa. Bahkan anak mereka pun melihat kedua orang tua mereka sangat mesra. Sang nenek, yang biasa cerewet karena ia sedang sakit, kali ini bisa membelai mesra suami yang datang membesuknya. Mereka berpegangan tangan, dan sang istri mencium suami yang sudah tua tetapi tetap sehat itu, seakan telah mengetahui bahwa hal itu tak akan bisa lagi mereka lakukan. Keluarga yang menyaksikannya pasti mendapatkan teladan luar biasa. Setelah detak jantung kakek itu berhenti, istrinya tak diberitahu, karena keluarganya tak ingin memperburuk kondisi kesehatannya. Esoknya ketika di Adi Jasa dilakukan penutupan peti, di saat yang sama di rumah sakit, terjadi kejadian mengharukan tetapi nyata. Rekan sekamar nenek itu mengatakan, nenek seperti sedang berbicara dengan seseorang, mereka berpamitan, dan nenek itu melambaikan tangan sambil berucap, “Tunggu aku ya..” Matanya melihat ke arah depan lalu ke atas sambil terus melambaikan tangan. Tanpa sempat diberitahu oleh anak-anaknya, ia telah mengetahui sang suami yang tak sakit apa-apa itu telah pergi terlebih dahulu mendahuluinya.. Aku ingin tak percaya, tapi aku justru jadi makin percaya indahnya cinta yang terjalin antara dua manusia, yang saling setia seumur hidup menjaga dan memberikan cinta seutuhnya untuk pasangannya itu, mempunyai kekuatannya sendiri. Kekuatan untuk tetap abadi dan menginspirasi semua yang mempercayainya..

2. Ketika peti jenazah serta rombongan tiba di krematorium Eka Praya, Kembang Kuning, prosesi demi prosesi dilakukan dengan tata cara Taoisme. Itulah kepercayaan kakek ini dan anak laki-laki pertamanya. Di antara sanak famili yang hadir, aku melihat ada 4 orang kakek yang usianya sepantaran. Mereka berambut putih, berkeriput, ada yang memakai baju safari, ada pula memakai hem selayaknya kakek pada umumnya. Tapi persamaan mereka, mereka sama-sama hadir untuk memberikan penghormatan terakhir bagi salah seorang sahabat mereka yang telah mendahului mereka untuk berangkat dari dunia ini. Ada seorang yang menangis dan terus menangis sampai rekannya memeluknya dan mengambilkan air minum untukknya. Ternyata ia adalah sahabat terdekat dari kakek ini, bahkan beberapa hari sebelum kakek ini meninggal, mereka sempat pergi bersama ke Trawas. Dari cerita yang kudengar, mereka berlima adalah sahabat. Di kala masa tua datang, dan tubuh tak lagi kuat bekerja layaknya di masa muda, mereka melewatkan masa tua bersama. Justru mereka jadi tetap sehat dan tegap karena bersosialisasi bersama, bepergian bersama, tak hanya menyerah pada usia dan raga yang menua. Aku tersentuh oleh indahnya persahabatan para kakek ini. Betapa indahnya persahabatan yang tetap kukuh dan ditutup oleh hal yang bernama “kematian”. Kematian itu jadi tak menyeramkan ketika ada dalam konteks ini. Kematian itu jadi sebuah pengukuhan akan indahnya arti ‘persahabatan’. Mereka melewatkan kejadian indah dalam hidup ketika muda, bepergian bersama ketika masih sehat, berbagi kisah hidup ketika tua, dan meninggalkan satu dengan yang lain ketika kematian itu tiba..

3. Jenazah kakek ini dikremasi bukan dikuburkan. Aku sendiri tak berusaha mencari tahu apakah itu memang permintaannya atau karena alasan lain. Tapi kemudian aku tergelitik, apakah perbedaan jasad dikubur dengan dikremasi? Selain prosesnya, tentu saja. Kremasi ini pun memiliki prosesinya sendiri. Setelah penghormatan terakhir, peti dipindahkan ke pembaringan dan nantinya peti akan dimasukkan ke ruang pembakaran. Setelah peti ada di pembaringan, pintu ditutup sehingga keluarga dan semua orang tak bisa melihatnya. Kemudian setelah peti masuk ke ruang pembakaran, sanak keluarga diminta bersama menekan tombol yang menyalakan tungku pembakaran. Esoknya abu akan diberikan kepada keluarga untuk dilarungkan di laut. Saat nenek dari papaku meninggal, ia pernah berpesan tak mau dikremasi, karena takut membayangkan badannya dibakar. Tapi ada pula yang memilih dibakar agar tak merepotkan keluarga yang ditinggalkan. Ketika ada pilihan antara dikremasi atau dikuburkan, bagaimana memilihnya? Terkadang mungkin bagi yang meninggal sendiri, mereka tak kan lagi merasa apapun baik menjadi abu karena kremasi atau lapuk terurai karena dikuburkan. Namun bagi keluarga yang ditinggalkanlah beban pilihan itu ada. Banyak kutemukan mereka memilih keluarga yang meninggal dikuburkan saja karena tak tega membayangkan panasnya api membakar jasad dari orang tercinta. Tak ada maksud buruk dari tulisanku tentang topik ini. Aku hanya tergelitik, bagaimana orang yang meninggal itu dapat kuat berpesan agar ia dikremasikan bukan dikuburkan? Entah, tak perlu kuketahui lebih lanjut tetapi pasti ada pergolakan batin yang cukup besar untuk memutuskan tubuh duniawi ini akan kembali menjadi debu dengan cara yang mana..

Kematian selalu meninggalkan banyak hal, mengajarkan banyak hal, dan juga menyadarkan akan banyak hal. Namun, tak selalu hanya dipenuhi dengan kesedihan yang meninggalkan sejuta kisah kenangan dan tak akan bisa berjumpa lagi. Namun, kematian pun bisa menjadi bukti kokohnya kekuatan kesetiaan dan keabadian cinta, serta mengukuhkan indahnya arti sebuah persahabatan..

Immortality, I make the journey through eternity, keep the memory of you and me inside, and we don’t say good bye..

Previous Older Entries

www.widiantigunawan.wordpress.com