(Tak) Ingin Segera Lulus Kuliah

Sby – 070309 – 11:22PM

 

Dua hari ini, aku merasa sedang jadi melankolis. Aku sangat ingin waktu berhenti atau melambat. Ini minggu ketigaku kembali ke aktivitasku di Surabaya. Tapi apa yang kutemukan? Tampaknya hidupku sedang bergerak menuju ke tahapan kehidupan yang lain. Dan mulai meninggalkan satu per satu kisah hidup, kebiasaan, dan pola hidup dari tahapan yang tak lama lagi akan berlalu. Tahapan itu adalah masa kuliahku..

 

Kuakui sebelum ke Jakarta, aku benar-benar seorang mahasiswa lengkap dengan kuliah dan organisasi di kampus. Bukan mahasiswa yang pasif karena aku tak bisa berdiam diri menganggur. Rasa bosan itu ada tentunya, karena aku manusia biasa. Rasa stress karena tekanan di organisasi pun sempat membuatku ingin segera lari dari masa-masa itu. Lalu aku ke Jakarta selama 6 bulan. Menjalani kehidupan yang totally different! Ternyata 6 bulan itu lama juga ya.. Ternyata satu semester bisa mengajarkanmu banyak pelajaran hidup.. Ternyata satu semester bisa menyadarkanmu bahwa banyak hal sudah berubah.. dan ternyata satu semester telah meninggalkan satu per satu indahnya masa kuliahku..

 

Sekembalinya aku dari Jakarta, sempat ada perasaan ‘kaget’ dan harus perlahan menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini, kebiasaan yang sudah banyak berubah selama 6 bulan, menikmati senangnya menyetir, dan kembali menginjakkan kaki di kampus dengan rutinitas yang sudah berubah. Aku sedih karena masa yang kujalani di kampus sekarang bukan lagi masa yang dulu. Kusadari, aku sedang dibawa perlahan meninggalkan satu per satu moment dari fase kuliah dan akan berganti dengan moment yang berbeda. Karena itu aku ingin waktu berhenti atau melambat saja.. Aku masih ingin ada di fase itu..

 

Kini di selasar gedung perkuliahanku, sulit menemukan teman seangkatanku padahal biasa kami menghebohkan Selasar C itu dan menikmati kegilaan habiskan waktu di sana. Kini aku tak begitu nyaman lagi berada di sana karena serasa bukan lagi tempat untukku, sejauh mata memandang mahasiswa angkatan bawah yang ada. Bukannya aku tak kenal, mereka akrab dengan kelompok masing-masing, lalu di mana gerombolanku? Sibuk dengan skripsi dan aktivitas lain. Serasa sepi di tengah riuhnya markas Ilkom. Banyak saat di mana aku bingung akan apa yang ingin aku lakukan. Dulu aku selalu berkuliah setiap hari sampai bosan harus ke kampus setiap pagi sampai sore bahkan malam bila ada kepanitiaan. Sekarang hanya Kamis dan Jumat saja, sisanya aku bingung dan tak kerasan dengan itu.

 

Di mana kehebohan angkatanku di tengah selasar C? Di mana kejayusan yang menggaring itu? Kini wajah-wajah mereka aku rindukan.. Kini aktivitas kepanitiaan beserta stress nya ku pun rindukan.. Semakin susah ingin bercerita dan berceloteh hal penting dan tak penting dengan mereka. Semua mulai sibuk dengan bekerja, pengerjaan skripsi, kolokium, di tempat masing-masing. Aku yang baru memasuki minggu ketigaku jadi terhenyak dan tersadar, fase kuliah ini akan segera berlalu.. Perlahan mulai berubah, kebiasaan-kebiasaan yang dulu telah berlalu..

 

Paling tidak aku tidak menyesal, karena aku benar-benar menikmati setiap kegiatan yang telah kulakukan selama kuliah. Semua jadi kisah yang mengukir senyuman di bibir ketika mengingatnya kembali. Ospek, tutorial, kelas, camp Mi Casa Se Casa, SE nasional, ComPar 07, Outbond PSU di Wonosari, Camping di Sempu, Show Your Inner Strength Camp, ComPar 08, dan semuanya..

 

Ketika minggu lalu melihat kakakku diwisuda, hm.. tak lama lagi aku akan merasakannya. Pasti lega tanggung jawab sebagai mahasiswa telah selesai. Namun, aku tak (begitu) suka perpisahan. Jadi aku juga akan sedih berpisah dengan kampus dan segala aktivitasnya, terlebih berpisah dengan teman-temanku yang masih akan berkuliah atau telah lulus dan bekerja. Tapi itu proses hidup yang harus kulalui nanti. Ingin rasanya tak segera selesaikan kuliah ini, namun itu akan jadi hal bodoh.. Huff.. Nikmatilah stress kolokium dan skripsi, walau susah tapi akan dirindukan nanti..

 

Inilah hidup.. Ia membawamu, memaksamu, menyeretmu, atau bahkan meninggalkanmu maju karena ia tak pernah bisa menunggu..

Advertisements

Jakarta: Well Done!!

Sby – 250209 – 00:50AM

 

Tepat seminggu yang lalu, aku meninggalkan Jakarta untuk benar-benar kembali ke Surabaya. Menutup kisah 6 bulan magang, merantau sendiri ke Ibukota dan berusaha mengambil hati Jakarta. Semua kekhawatiran itu masih kuingat betul, malam sebelum meninggalkan Surabaya aku bahkan tak bisa tertidur. Namun ternyata aku berhasil melewatinya.

 

Bunderan HI

 

Sepenggal kisah hidupku yang melekat di ingatanku untuk seterusnya. Bersyukur untuk kesempatan magang di sebuah perusahaan minyak multinasional yang mengerti pentingnya apa yang kupelajari di kampus. Thanks a lot Shell for the lessons.. Bersyukur untuk teman, rekan, sahabat di CX Shell Indonesia. Thanks guys, you teach me what ‘working life balance’ is.. Bersyukur untuk persahabatan dengan teman senasib dan sepenanggungan yang bersama mengadu nasib di Jakarta. Thanks Girls! We are superwomen!! Bersyukur untuk keluarga yang semakin dekat karena jarak yang semakin jauh. Thanks Papi Mami Koko and Cing, I love you.. Bersyukur untuk persahabatan dengan Sampoerna Best Student 2008. Thanks Bro and Sist for accompanied me there.. Bersyukur untuk keras dan beratnya hidup di Jakarta. Thanks God, aku jadi jauh lebih mandiri dan belajar menjaga diri.. Bersyukur untuk hitam putih yang kutemukan di sana, sehingga aku bisa melihat hidup itu memang pilihan.. Bersyukur untuk banyaknya orang baru yang kukenal, aku jadi belajar memahami karakter-karakter manusia.. Bersyukur untuk tinggal sementara di Jakarta, aku jadi beribadah di JPCC dan hari minggu jadi hari yang paling kutunggu karena kekuatan dan berkat yang kubawa pulang. Bersyukur untuk semuanya, setiap bulan, minggu, hari, jam, menit, dan detik yang telah kulewati..

 

Ada begitu banyak hal yang bisa kupelajari dan menjadikanku lebih dewasa dalam berpikir. Ada banyak kesempatan yang terbuka bila kita mau mencoba. Hidup tak akan terus menunggu bila kau terus memilih untuk berada di dalam tempurungmu di zona nyaman. Di tengah kejamnya Jakarta, kejujuran itu tetap perlu. Setiap orang patut untuk dihargai, bahkan dengan seulas senyuman. Kesetiaan sangatlah mahal harganya tetapi kepercayaan itu ada dan harus dijaga. Dan masih banyak sekali nilai kehidupan yang kubawa pulang. Belajar dari segi tersederhana dalam keseharian Jakarta: Bila naik bajaj, hanya Tuhan dan sopirnya yang tahu ongkos sebenarnya haha.. Melihat kompaknya kerjasama sopir dan kernet Kopaja.. Betapa susahnya anak muda memberikan tempat duduk di busway bagi orang yang lebih tua.. Menyukai moment saat pesawat take off dan landing, seakan meninggalkan dunia untuk sesaat dan kembali dengan lembaran yang berbeda..

 

Ada sebuah pertanyaan, sebut saja salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan orang-orang di sekelilingku: Enak mana Jakarta atau Surabaya? Jakarta adalah sebuah kota yang besar, lengkap, dan memiliki fasilitas yang lebih komplit tentunya. Ada banyak mall, entertaninment, sehingga kau tak kan pernah bosan di sana. Jakarta menawarkan banyak pilihan untuk hidup. Mulai paling hitam pekat hingga putih bersih. Tinggal sesuaikan dengan kemampuanmu. Karena itu pula, menurutkku Jakarta adalah tempat yang enak untuk bekerja mencari nafkah dan pengalaman. Tetapi bukan untuk tinggal. Aku masih tetap menyukai Surabaya lebih dari Jakarta, untuk tinggal. Paling tidak sampai hari ini. Tanpa kejauhan, kemacetan, dan kebisingan kota. Suasana jalanan yang masih menyenangkan untuk pelampiasan kesenanganku menyetir mobil. Apalagi semua keluarga dan teman terdekat masih di Surabaya. Suasana Surabaya tetap lebih hommy dan nyaman untukku..

 

Berat badanku meningkat cukup banyak untuk kurun waktu 6 bulan. Itu menandakan aku betah di Jakarta dan target teman-teman CX Shell nyaris tercapai sudah.. Ketika itu mereka bilang aku kurus, paling tidak dibanding mereka. Maka mereka bilang dalam sebulan harus kita naikkan satu kilo! Hahaha.. Bakmi GM tetap jadi tempat makan favoritku selama di Jakarta. Burger King sangat aku rindukan sekarang, mushroom nya, french friesnya, karena di Sby tak ada.. AW dengan paket 2 nya, dulu tak pernah makan sekarang tertular virus ayam dan soupnya.. Ketoprak!! Di sini tak ada yang selezat sarapan ketoprak di kantor di pagi hari.. Dan aku juga jadi lebih sering memasak karena terbiasa masak sendiri di sana.

 

Dengan nilai istimewa yang sangat memuaskan, magang ini dinilai berhasil oleh pihak kampus. Shell pun cukup puas dan semoga kesempatan ada di saat yang tepat nanti bila aku akan kembali ke Jakarta. Dengan cara yang sama pula kututup rangkaian 6 bulan ini. Dua hari setelah aku tiba di ibukota, sebelum magang dimulai, aku dan teman Sampoerna berpuas diri di Dufan. Dan dua hari sebelum aku meninggalkan Jakarta, aku pergi kembali ke Dufan dengan rekan Sampoerna yang berbeda. Yang pertama kali bermain dan puas teriakan kekhawatiran, yang kedua bermain dan meneriakkan kepuasan semuanya telah selesai..

 

Jauh di dalam hati, ada suara yang menangis sedih karena meninggalkan Jakarta dan teman yang sudah seperti keluarga sendiri serta kebiasaan-kebiasaan baruku di sana. Tapi tak ingin air mata ini mengalir di depan mereka ketika aku mengucap salam perpisahan. Semoga keberadaanku sempat menjadi secuil kisah yang menyenangkan juga dalam hidup mereka. Dan ada suara yang berbisik, ingin kembali ke Jakarta lagi suatu hari nanti..

 

Everything is always okey in the end, if it’s not then it’s not the end..

 

intercontinental

Panggilan iPod Shuffle Pink

Semarang – 261208 – 11:45 PM

 

Pernahkah kau merasa sebuah barang berbicara padamu? Hm.. Pada saat-saat tertentu aku mengalaminya. Biasanya aku akan membeli barang itu. Bila kau pernah membaca buku yang berjudul The Alchemist milik Paulo Coelho mungkin akan lebih mudah memahami ceritaku ini.

 

Beberapa waktu lalu, kantor tempatku magang mengadakan year end party dengan tema Boogie Wonderland, 18 Desember 2008, di Dharmawangsa Hotel. Acara itu menjadi pesta kostum pertama untukku. Aku menggunakan gaun ala Spanyol dengan renda bertumpuk dan mengembang. Rambutku yang pendek ini ditata seperti sedang disanggul dengan sekuntum mawar merah asli tertambat di sana, persis seperti yang kumau dan tanpa rambut palsu. Mungkin bila dibanding dengan rekan kantor lain, bajuku agak kurang bertema, tetapi menurutku itu kostum. Bila kau tahu keseharianku, aku lebih suka bergaya kasual dan lincah kesana kemari. Jadi tampilanku malam itu, seperti bukan aku. Tapi karena kostum itu pula, aku diminta membantu kepanitiaan yang hanya berjumlah beberapa orang. Di sanalah cerita ini bermula.

 

Boogie Wonderland 2

 

Aku diminta meng-handle segala yang berhubungan dengan hadiah pada saat hari-H. Panitia sudah berbelanja hadiah untuk doorprize dan best costume. Total ada 13 buah hadiah yang sangat mengagumkan menurut penilaianku dan teman-teman yang bukan panitia. Aku mulai diminta membantu dua hari sebelum pelaksanaan. Aku diberi list hadiah dan kertas kado untuk membungkusnya. Wow.. hadiahnya heboh sekali, Tuhan boleh nih dikasih satu aja, batinku kala itu. Ada handphone, iPod hijau dan pink, voucher bensin, oli Shell tingkat terbaik 8 liter, PSP, dll. Saat aku berniat membungkus, barang yang aku ambil pertama kali adalah iPod Shuffle 2nd generation berwarna pink. Entah mengapa itu yang aku ambil dari dalam laci. iPod itu seakan memberiku sinyal atau tanda, yang mungkin kau akan menganggapku berkhayal.

 

Tapi karena ada urusan mendesak lain, akhirnya aku meminta OB membantuku membungkus semua hadiah tersebut. Sampai pada hari H.. Semua keluarga Shell yang datang harus mengambil nomor di meja registrasi. Nomor itu untuk doorprize dan mengambil foto di wall Boogie Wonderland. Aku bersama tiga orang teman CX datang ke meja itu bersama, dan EO yang bertugas memberiku nomor 61. Lalu aku berujar padanya, “Wah.. Angkanya nggak cantik ya, aku kira tadi 19, Mbak..”. Ia pun menimpali, “Emm.. Tapi 6 ditambah 1 jadi 7 lho..” Ya sudah lah itu kan hanya nomor pikirku. Aku pun larut dalam acara.

 

Boogie Wonderland 1

Selama acara inti dimulai, aku berada di belakang panggung untuk memastikan hadiah itu tidak tertukar dan diberikan pada saat yang tepat. 9 hadiah doorprize dibagi dalam 3 kali penarikan nomor dari fishball. Indra Herlambang dan Terry Putri selaku MC, yang akan mengambil nomor itu. Setelah menghampiri MC dan memastikan urutan penyebutan hadiah yang mereka pegang, sesuai dengan telah diatur, aku stand-by saja di belakang panggung. Rundown kupegang dan aku berkutat bersama Edo, anak EO yang bertanggung jawab atas usher. Saat itu tiba-tiba aku berkata pada Edo, yang kala itu baru kukenal, “Do, entar kalo nomornya 61, panggil gue ya!!”. “Emang nomor lo 61 ya?”, balas Edo. “Iya, nomor doorprize gue, kali aja dapet!”, candaku.

Boogie Wonderland 3

 

Kostum yang kukenakan tak memiliki saku, tetapi aku memakai celana pendek hitam yang bersaku tentunya. Handphone lama kesayanganku 8850ku aku pegang saja, seandainya aku dibutuhkan, aku bisa langsung jawab teleponku. Sesi penarikan doorprize pertama berjalan lancar. Voucher bensin 750ribu, 2 galon Shell Helix Ultra 4 liter, dan sebuah iPod Shuffle ‘terlepas’ dengan mulus. Setelah Mollucas menyanyi 3 buah lagu, aku kembali masuk ke belakang panggung untuk sesi penarikan kedua. Saat itu, sekali lagi, entah mengapa, aku mengambil kupon yang kupegang dari saku dan memasukkan ke bagian belakang 8850ku yang bisa ku-sliding itu. Batinku berujar, “pindah aja, biar mudah ngambilnya..”. Aku hanya menuruti kata batinku. Setelah 8850 kembali kupegang, sayup-sayup kudengar, “enam puluh satu..” Aku menyadari itu nomor yang baru saja kulihat di potongan kupon yang kupindah ke 8850ku! Aku segera keluar dan menuju kedua MC kocak itu. Edo sempat berujar, “Nomor lo tuh! Orangnya ada!!”, sambil berkata ke arah MC. Aku mendapatkan salah satu doorprize yang jelas aku tahu itu iPod!! Setidaknya itu yang telah disusun di rundown!

 

Rasa bahagia? Tentu saja! Aku dapat iPod Shuffle! Sebenarnya sejak iPod muncul, ayahku menawarkan untuk membelikanku pemutar lagu itu. Ia tahu anaknya ini tak bisa hidup tanpa musik! Tapi tipikalku sejak kecil, ketika diberi pilihan entah mengapa aku akan memilih yang tengah, bukan yang paling bagus. Tapi barang itu akan tetap aku terima dan aku jaga. Aku menolak tawaran ayah dan akhirnya diberikan MP4 player buatan negeri nenek moyangku. Namun, aku lebih suka mendengarkan musik dari handphone motorola E1 ku yang ber-iTunes itu. Namun beberapa saat ketika aku sampai Jakarta, handphone pemberian kakakku itu rusak. Aku sedih karena tak lagi bisa mendengar jernihnya suara lagu yang dihasilkan ROKR E1 itu. Karena itu aku kembali ke 8850ku dulu. Baru-baru ini baterai MP4ku sudah drop. Tapi aku bertahan saja dengan apa yang ada. Jadi saatnya serasa tepat aku mendapat iPod.

 

ipod

 

Sesampai di kos, kubuka dan iPod itu berwarna pink!! iPod yang sempat ‘berbicara’ padaku sebelum dibungkus. Memang sejak dulu aku memilih perangkat lunak di komputer atau laptopku adalah iTunes, bukan software lain. Aku sangat suka!! Jadi ketika sekarang aku punya iPod, tinggal colok saja ke laptopku. Entahlah, untuk kesekian kali, ada banyak hal kecil yang mengarah ke ‘pendapatan’ iPod ini. Kau pasti bilang aku terlalu melebih-lebihkan, dan memaksakan kejadian demi kejadian. Hm.. kalau kau sudah membaca The Alchemist mungkin kau akan lebih mengerti. Dulu aku tak pernah paham ketika dibilang ada banyak tanda bila kau peka membacanya bahkan seisi semesta bisa membantumu mendapat yang sebenarnya kau impikan. Aku pikir itu tak masuk akal dan mengada-ada. Ya, aku akan lebih peka lagi membaca dan mendengar mereka ‘bicara’.. Tapi yang pasti, mulai sekarang aku akan selalu mendengar iPod ku yang menemaniku bernyanyi.. Kuanggap itu hadiah Natal dari Tuhan untukku di Natalku tahun ini.. ^^

Kata Pengantar Laporan MKN

Satu-satunya bagian yang paling aku suka dari pembuatan sebuah laporan adalah bagian “Kata Pengantar”. Bagian itu paling berbeda dari yang lain. Bahasa yang digunakan tidak perlu sekaku dalam penulisan isi laporan. Kata Pengantar juga dapat menjadi jendela kecil untuk melihat ke dalam hati si pembuat laporan itu selama proses pembuatan laporan.

Entah mengapa, terlintas ide untuk memposting Kata Pengatar dari Laporan Akhir Magang Kerja Nyata yang beberapa saat lalu melewati proses penjilidan hardcover. Mungkin saja tak penting, tapi paling tidak nama-nama yang tercantum di sana bisa mengetahui bahwa aku berterimakasih kepada mereka. Biasanya Kata Pengantar dianggap tidak penting dan hanya menjadi selipan di antara jilidan tebal berkas laporan, yang tertata rapi di rak perpustakaan. Lalu untuk apa nama-nama itu kutulis bila ternyata ucapan terima kasihku tidak tersampaikan? =P

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan sebuah kesempatan indah kepada penulis untuk dapat pergi ke Jakarta dan melaksanakan Magang Kerja Nyata di PT. Shell Indonesia. Sebuah kesempatan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, setelah semua ketidakpastian yang membayangi, mempertaruhkan satu semester kuliah, proses wawancara panjang dalam bahasa Inggris, sampai akhirnya jawaban “diterima” diberikan oleh PT. Shell Indonesia.

Usaha, biaya, resiko dan pola hidup memang jauh lebih berat ketika memutuskan keluar dari zona nyaman di Surabaya, namun pengalaman, kesempatan, rekanan dan pelajaran hidup baru yang diperoleh juga setimpal. Masih tersisa hitungan waktu tiga bulan hingga magang di PT. Shell Indonesia ini resmi berakhir. Namun ketika menoleh sejenak ke belakang, sejak rencana MKN ini didengungkan sampai dengan laporan ini selesai dibuat, hanya ungkapan syukur yang dapat terangkaikan. Berikan kesempatan bagi penulis untuk berterima kasih sebesar-sebarnya kepada:

  • 1. Bapaku, Sahabat Sejatiku, Penolongku, Sumber Kuatku, Penghiburku, Pelindungku, dan My One and Only God.
  • 2. Papi, Mami, Cing dan Koko untuk dukungan, hiburan, perhatian, kerinduan dan doa yang memampukan penulis bertahan di Ibukota dan menyadari indahnya arti sebuah kata “keluarga”.
  • 3. Yuli Nugraheni S.Sos., M.Si. selaku Dosen Pembimbing MKN yang telah dengan sabar dan sangat bersahabat kepada penulis selama proses MKN ini berjalan.
  • 4. Fathia Syarif, Sri Endah dan Dina Setianto yang tak pernah lelah memberikan arahan tugas dalam keseharian CX PT. Shell Indonesia serta yang telah begitu menghargai keberadaan dan pekerjaan penulis selama proses belajar MKN.
  • 5. Mavis Kuek untuk kebijakan yang diberikan sehingga penulis memperoleh kesempatan magang di CX PT. Shell Indonesia dan juga yang telah menyadari kelebihan dari seorang mahasiswa.
  • 6. Ayu Gunantari, Edit Wahyuningtyas, Gemarani Harsari, dan Dony Abdul Chalid yang telah menjadi sahabat di kantor sekaligus kakak bagi penulis selama bertahan hidup di Jakarta.
  • 7. Titi Nur Vidyarini selaku Koordinator MKN untuk kemudahan dan toleransi yang telah diberikan.
  • 8. Kwek, seorang sahabat yang tak pernah lelah mendengar keluh kesah penulis, membuktikan diri sebagai pendengar yang baik, tak ragu memberi teguran, dan selalu mendukung dalam doa.
  • 9. Seseorang yang pernah berpesan untuk tidak takut dan ‘terus berusaha membanggakan semua orang yang menyayangi dan memilikimu’.
  • 10. Gloria Lady Leony, Nita Triwahyuningsih, Veravinna Handoko, dan semua teman lain yang telah membuktikan pada dunia sebagai wanita super, terima kasih untuk waktu, dukungan nyata, dan setiap kenangan akhir minggu di Jakarta.

Ucapan terima kasih memang telah diberikan untuk nama-nama di atas tetapi rasa terima kasih akan tetap meluap dari hati untuk semua pihak yang telah hadir dalam secuil kisah hidup penulis selama pelaksanaan MKN. Semua yang telah mendukung, mendoakan, dan telah membantu penulis dalam sekecil apapun bagian itu, rasa terima kasih ini penulis persembahkan.

 

Jakarta, 5 Desember 2008

 

Penulis

 

Hm.. Mungkin isinya tak begitu penting, tapi post ini hanya untuk mengingatkan kembali kepada setiap pembaca akan proses pembuatan kata pengantar dari laporan apapun yang pernah kalian buat. Apakah kata pengantar kalian memang menjadi jendela kecil dari hati atau hanya formalitas pelengkap bab laporan? Anyway, itulah Kata Pengantar Laporan Akhir magang keduaku. Last but not least, untuk nama-nama yang tercantum di sana, terima kasih sekali lagi kusampaikan..

Jakarta – 141208 – 10:29PM

Road Safety for Kids

Jakarta – 041208

Hari ini aku mengikuti acara kantorku yang unik dan membuatku senang. Shell Road Safety for Elementary School Student. Sebenarnya aku diperbantukan hanya karena akan ada sesi wawancara dari sebuah majalah nasional ternama. Reporter tersebut hendak mewawancarai beberapa anak-anak untuk bahan artikel. Aku datang untuk mem-supervising wawancara tersebut. Ternyata acara itu sangat menarik dan seru!

Shell Road Safety

Shell Road Safety ini merupakan serangkaian kegiatan yang diselenggarakan untuk meningkatkan awareness anak-anak sekolah dasar akan pentingnya menjaga keselamatan berlalu lintas. Berdasar survey terakhir, dalam 1 hari terdapat 30 orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Perusahaan berusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga angka tersebut dapat berkurang. Anak sekolah kelas 4, 5, 6 sedang berada dalam taraf belajar, yang saat mereka mengingat banyak hal menarik justru bisa terkenang sampai dewasa nanti. Diciptakan pula maskot Tisa (Think Safety) dan Aksa (Act Safely) untuk mensosialisasikan program Road Safety ini. Perusahaan membagikan ilmu berlalu lintas kepada beberapa sekolah dasar terutama yang berlokasi di sekitar SPBU Shell di Jakarta, khususnya.

12 sekolah dasar dibagi dalam 8 kali kegiatan serupa selama 2008. Mereka didatangkan ke Taman Lalu Lintas Saka Bhayangkara, Cibubur. Pihak kepolisian yang mempunyai program Polisi Sahabat Anak menyambut baik program perusahaan. Mereka turut menemani dan mengajar anak-anak tentang rambu lalu lintas. Perusahaan juga memanggil Kak Ucon, pendongeng cerita anak yang sangat attractive membawakan cerita tentang keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak. Setelah itu mereka boleh mencoba mengemudikan fun car di area taman lalu lintas yang lengkap dengan semua rambu layaknya di jalan raya.

Di tahun 2008 ditargetkan 1000 anak telah mengikuti kegiatan ini. Mereka diharapkan menjadi ambassador untuk mengingatkan lingkungan mereka agar berdisiplin dalam berlalu lintas. Acara hari ini adalah kegiatan ke-8 yang berarti penutup dari seluruh rangkaian kegiatan di 2008. Anak-anak tersebut sangat antusias. Mereka berlarian, berteriak, tertawa, apalagi saat mengemudikan fun car. “Asyik sekali menyetir sendiri..”, kata seorang dari mereka. Ekspresi polos dan ceria itu tampak jelas di wajah anak-anak yang seakan belum paham benar akan kejamnya lalu lintas sebenarnya.

Seandainya saja sejak dulu kegiatan sejenis telah diadakan, mungkin kedisiplinan berlalu lintas tidak sampai separah hari ini. Jangan dulu menutup mata dan berkata tidak mungkin, because Difficult YES Impossible NO. Lebih baik berusaha melakukan sesuatu seperti kegiatan Road Safety daripada hanya mengomentari dan mengkritik tanpa melakukan apa-apa. Semoga apa yang anak-anak dapatkan bisa berdampak suatu hari nanti, untuk kebaikan bangsa ini.

 

Taman Saka Bhayangkara, Cibubur

Taman Saka Bhayangkara, Cibubur

Shell Scholarship Days 2008

© BeBe – Surabaya – 291108

 

Lega dan bersyukur.. Itulah yang aku rasakan setelah serangkaian acara Shell Scholarship Days 2008 diselenggarakan. Persiapan sekitar kurang dari dua bulan serasa terbayar setelah peserta dapat kembali pulang ke daerah masing-masing dan LO tercinta juga kembali kepada kesibukan masing-masing. Ada banyak hal yang aku lihat dan pelajari dari event ini. Event di mana aku menjadi merasa dihargai karena diberi kepercayaan untuk membantu mengatur acara besar ini.

 

Luck is a Mystery of Life

ssd1

Dari empat universitas yaitu UI, ITB, ITS, dan UGM hanya terpilih 10 mahasiswa dari setiap universitas untuk mendapatkan beasiswa ini. Mereka mungkin kurang beruntung dalam kehidupan sehari-hari, tetapi mereka sangat beruntung bisa mendapatkan beasiswa hingga mereka lulus kuliah dan siap menapaki jenjang kehidupan selanjutnya. Dari begitu banyak mahasiswa yang ada di tiap universitas hanya 10 orang ini yang mendapat beasiswa dari perusahaan tempatku magang. Aku kembali bertanya pada diriku, apa arti kuliah buatku? Keadaan keluargaku memang tidak berlebih tetapi biaya untuk kuliah memang sudah dipersiapkan, dan thanks God selama ini orangtuaku masih dapat tetap membiayai aku kuliah dan juga tinggal di Jakarta saat ini. Tetapi ketika bisa mendapatkan sesuatu dengan mudah terkadang hal itu justru membuat manusia terlena. Ketika kuliah mulai terasa menjenuhkan, pilihan untuk membolos atau jadi asal-asalan mengikuti kelas bisa datang dengan mudah. Namun bila berkuliah harus dengan susah payah, padahal kau ingin kuliah dengan harapan masa depan yang lebih baik, kau punya kepandaian untuk bisa bersaing dengan mahasiswa pandai lainnya, hanya biaya kuliah yang besar membuat semua itu mustahil untuk diraih, semua bisa jadi berbeda. Tetapi yang aku pelajari, Difficult YES, Impossible NO!! Aku lihat dari para penerima beasiswa ini, teman-teman baruku, mereka berusaha meraih itu dan beasiswa itu memang berhak mereka dapatkan. Aku pun diingatkan kembali untuk memperbaiki diri dan lebih menghargai setiap detik masa kuliahku. Aku sadar betul biaya kuliah tidak murah, jadi bila memang tidak niat kuliah, jangan habiskan uang orang tua untuk kuliah. Prinsip itu sudah kupegang sejak kuputuskan aku akan tetap kuliah. Tapi mungkin arti kuliah untukku selama ini tidak sedalam arti kuliah bagi mereka yang mendapatkannya dengan perjuangan lebih. Teman-teman baruku, nikmatilah dan teruslah menghargai sisa waktumu di kuliah dengan beasiswa yang kau dapat. Tunjukkan pada dunia bahwa kau memang pantas mendapatkannya. Dan bersainglah dengan manusia lain setelah tiba waktunya. Keberuntungan yang kau peroleh tak datang pada setiap manusia di dunia ini, teman..

 

Think about the Future

ssd2

Acara Shell Scholarship Days 2008 juga mengundang Emil Salim dan Anies Baswedan bersama dengan CEO Shell Indonesia, Darwin Silalahi. Mereka orang-orang hebat yang bukan hanya menjadi teladan tetapi membekali para mahasiswa untuk menata langkah menjawab tantangan dunia di depan. Apa yang akan kau lakukan 20 tahun lagi? Bisakah kau membuat CV diri untuk 20 mendatang? Pak Darwin Silalahi membagi kisah dirinya, 23 tahun yang lalu, beliau baru lulus dari bangku kuliah. Berarti 23 tahun setelah lulus kuliah, beliau berhasil menjadi seorang CEO dari perusahaan minyak multinasional. Sangat inspiratif buatku. Apa yang akan terjadi padaku 20 tahun mendatang? Apakah sudah bisa kumiliki flower plantationku? Apakah aku masih tinggal di Indonesia atau pindah ke luar negeri? Bagaimana keluargaku? Hahaha.. Dan akan jadi apa kau 20 tahun lagi, teman? Bermimpilah dari sekarang..

ssd3

Support is the Energy

Mengerjakan acara ini bukan hal mudah untukku. Meski sudah punya pengalaman bermacam organisasi, tapi managerku sempat bilang dengan gaya bercanda, acara ini bisa dibilang sebagai assessment buatku. Pressure cukup berat, terlebih waktu bersamaan dengan jadwal ujian internshipku. Bukan hanya fokus pada tugas tapi juga beradaptasi dengan karakter berbagai orang yang aku harus bersinggungan langsung. Terkadang penyesuaian itu lebih menekan daripada tugas dan detailnya. Namun, aku di-back up oleh teman-teman baikku yang kuusulkan menjadi LO dan diterima oleh managerku. Awalnya sempat takut dengan hasil kerja mereka karena bisa dibilang agak mempertaruhkan namaku yang mengusulkannya. 3 teman baikku dan 1 orang teman baru yang seakan seperti teman lamaku meski baru 2 minggu sebelumnya berkenalan. Mungkin karena aku cukup dekat dengan kakaknya. Mereka ada di sana selama acara itu, mendengarkan curhat dan juga bisa aku percaya membantu mencari jalan keluar saat halangan tak terduga muncul. Acara ini hanya dikerjakan oleh 4 orang panitia dari Shell. Oleh karena itu bantuan 4 orang LO itu sangat membantu. Seperti yang managerku katakan di farewell, chemistry itu sangat terasa. Ya! Mereka seakan punya peranan masing-masing yang saling terbagi dan mendukung kebutuhan acara ini. Aku bersyukur untuk keempat orang LOku tercinta ini. Vera, Nita, Khiko, and Boi. Thanks a lot untuk support nyata kalian. Hope this is not the last project that we do together.. We were great, guys!!

 

Acara ini mungkin telah selesai. Bagi peserta yang membaca tulisanku ini, aku memohon maaf bila terdapat kekurangan dari teknis acara, tetapi jauh lebih bijaksana bila tak hanya melihat kekurangan dan mencelanya. Jauh lebih penting, menyadari apa yang kalian bawa pulang dari Shell Scholarship Days 2008 ini? Kalian punya kenalan lebih banyak lagi sekarang. Wawasan pun bertambah dengan pengetahuan yang tak semua orang bisa mendapatkannya. Semakin besar arti kuliah untuk setiap kalian. Tetaplah jadi diri apa adanya dan berubahlah untuk kebaikkan. Semoga kalian pun tetap mencintai hidup yang telah dianugerahi beasiswa istimewa ini. Beasiswa ini harus bisa menjadi ‘sesuatu’ untuk hidup kalian kelak. Buktikan pada dunia 20 tahun yang akan datang, apa yang dapat kalian berikan bagi negara ini..

Menjenguk Mimpi Masa Kecil di Bogor

Apa yang akan kau lakukan setelah kuliahmu selesai? Bekerja! Umumnya setiap lulusan baru akan mencari pekerjaan dengan melihat lowongan di perusahaan. Hey! Masih ada pilihan lain! Mengapa tak mencoba memulai usahamu sendiri? Menggunakan ilmu dan ketrampilan yang kau punya dan bukan mengurangi 1 lowongan pekerjaan tetapi membuka kesempatan kerja..

 

Cobalah tanya pada dirimu? Pernahkah kau menginginkan sesuatu untuk kau usahakan? Hanya, lebih banyak hambatan merintang dan kau memilih menghadapai apa yang ada saja, yang realistis yaitu bekerja dan dapat gaji.. Sulit memang, terbatas modal, ketidakmampuan mengatur keuangan, tak tau soal pasar, dll.. Salah satu brand manifesto Shell yang kusuka: Difficult YES, impossible NO!!

 

Jadi teringat akan mimpi masa kecilku. Ada sebuah keinginanku sejak kecil, aku ingin suatu hari nanti aku punya flower plantation!! Tinggal di antara bunga yang mekar, mengatur masa kembang, memotongnya di saat yang masih kuncup, dan menjualnya ke florist yang akan merangkainya jadi karangan bunga. Karangan bunga yang mewakili perasaan cinta dan kasih sayang..

 

Di tengah masa internshipku, aku berkesempatan ikut serta ke Bogor. Divisi social investment dengan programmnya Shell LiveWIRE melanjutkan roadshow BIW di kota ke-17 dari rangkaian 1 tahun ini. Bright Ideas Workshop bertujuan memotivasi anak muda usia 18-32 yang memiliki keinginan untuk berwirausaha sendiri. www.livewire-indonesia.com Shell menjalankan program ini di setiap negara Shell melakukan bisnisnya, begitu pula di Indonesia. Kali ini untuk kota Bogor, kami bekerjasama dengan IPB. 1 November 2008, bertempat di Gedung Alumni IPB, sekitar 130 anak muda Bogor dipenuhi semangat untuk mewujudkan usaha mereka. Dengan mendengar langsung pengalaman dari pemenang Business Start-up Award 2007, dan juga beberapa peserta yang telah memulai bisnis kecil-kecilannya, mereka berdiskusi dan menggali ide usaha.

 

Aku ikut serta untuk menangani media. Beberapa media lokal setempat diundang untuk meliput. Aku membuat press release dan menyambut rekan pers yang datang. Kemudian kupertemukan mereka dengan keyperson yaitu Mbak Endah selaku Social Investment Manager dan Pembantu Rektor IPB. Press conference kecil terjadi di sela-sela workshop. Peliputan muncul di Antara, Jurnal Bogor, Pakuwan Raya, dan Koran Kampus IPB. Ayu Gunantari, Edit Wahyuningtyas, Doni Cholid, Sri Endah, dan aku bersama mempersiapkan workshop ini dengan BEM IPB.

 

 bogor-horz

 

bogor-vert

Terlepas dari urusan pekerjaan, workshop kali ini membuatku dapat mengunjungi Bogor. Ini kali pertama kukunjungi kota kecil di lereng dataran tinggi yang dingin, sejuk, hampir setiap hari hujan, asri, bengkoang dan bentoel di mana-mana, memiliki kebun raya di tengah kota, dan kawanan menjangan di halaman Istana Bogor. Aku heran melihat banyaknya angkot hijau yang membuat lalu lintas macet. Tapi juga kagum karena beberapa kali kulihat polisi mendorong mobil dan bus yang mogok!

 

 

 

Pada saat survey, 28 October 2008, aku, Ayu dan Doni makan siang di Café Gumati. Tidak special makanan yang kunikmati, hanya saja pemandangan rumah-rumah di bawah sana cukup menarik untuk kujadikan latar berpose. Kemudian dengan Odyssey itu Pak Hans mengantar kami ke kampus IPB di Dermaga. Sampai juga aku di IPB.

 

 

 

Tanggal 31 Oktober siang kami bertolak dari Jakarta. Malam itu kami menginap di Novotel Hotel di daerah Baranangsiang. Hujan deras mengguyur Bogor membuat kami tak bisa keluar dan hanya menikmati suasana hotel di malam hari. Nice place to solitare yourself. Esoknya, setelah workshop berakhir, aku bersama Ayu menyempatkan diri mampir ke Factory Outlet resmi Levi’s yang katanya hanya ada 2, yaitu di Bekasi dan Bogor ini. Harganya memang di-cut, tetapi bersabarlah karena ukuran normal cukup sulit didapat. Sebagai gambaran, Levi’s asli dengan harga awal 1.200.000an, di sana dijual dengan harga 600.000an. Aku sempat membeli sebuah blue jeans, dari 379.000 jadi 200.000. Lumayanlah untuk ukuran Levi’s.

 

 

 

Malam itu, dengan petir dan kilat menyambar, di tengah hujan deras yang menjadi teman baik Bogor, kami kembali ke Jakarta. Sampai jumpa lagi Bogor..

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta-101108-10:47PM

 

Viva Greenspot

Bulan lalu, Oktober 2008, lantai tempat CX berteduh, Ratu Prabu I Building – 4th floor akhirnya memenangkan juga kompetisi bulanan greenspot yang diadakan rutin oleh kantorku. Dan semua penghuni lantai 4 semuanya dapat Pizza. Rame-rame makan pizza deh hahaha..

 

Greenspot adalah tempat sampah yang khusus disediakan untuk menampung sampah plastik yang sifatnya sulit diperbaharui. Butuh ratusan tahun atau bahkan tak dapat diuraikan lagi. Kantorku, Shell Indonesia berinsiatif untuk mengumpulkan sampah yang tidak ramah lingkungan itu dan setelah terkumpul, akan ada pemulung yang dapat mengambil plastik itu. Nantinya mereka mengolahnya, dijahit, dan akan menjadi tas dan dompet yang bagus. Harga barang yang sudah jadi tidak murah memang, tas dari bungkus kemasan pewangi pakaian berwarna merah muda keunguan itu dijual dengan harga 80ribuan. Selain sulit dibuatnya, barang-barang itu masih dapat dipakai berulang kali daripada hanya tertumpuk di tempat pembuangan akhir.

Di setiap lantai 1, 3, 4, 5, 6, 7 dari gedung kantorku yang menjadi wilayah Shell, ada greenspot yang setiap bulannya akan ditimbang, kemudian dibagi dengan jumlah kepala di setiap lantai. Maka akan muncul angka rata-rata setiap kepala. Angka terbesar menunjukkan sampah terbanyak, akan memenangkan hadiah berupa makanan untuk satu lantai.

Tak hanya itu, kegiatan ini rupanya membuat banyak pegawai yang jadi gemar mengumpulkan sampah plastik itu dari kos-kosan bahkan tetangga di kompleks perumahan mereka. Dengan cara pengumpulan seperti ini, sampah plastik itu dapat langsung diambil oleh pemulung yang akan mengkreasinya. Memiliki nilai guna lebih dan nilai jual lebih tinggi. Dan akan lebih baik bila kelamaan gerakan seperti ini dapat menginspirasi kehidupan karyawan Shell sehari-hari, terlebih masyarakat yang tak lagi peka akan kotornya bumi ini akan sampah yang tak dapat diperbarukan.

 CX happy banget dapet pizza

CX happy banget dapet pizza

 

Jkt – 031108 – 11:30PM

Previous Older Entries

www.widiantigunawan.wordpress.com