ISBSV kita!

Surabaya – 120809 – 5:13PM

Decicated to all ISBSV..

Indonesia Sampoerna Best student Visit. Acara yang mempertemukanku dengan puluhan anak cerdas dari kota lain, setahun lalu. Anak cerdas yang diberi gelar ‘terbaik’ oleh Sampoerna. Yang bukan lagi hanya sekadar teman untuk menambah kolega di situs pertemanan. Namun, sudah menjadi teman terbaik tempat ku bergantung di satu masa. Kini, tiba-tiba bukan hanya teman seangkatan yang menjadi sebuah jaringan sosial. Tahun ini, empat angkatan lain yang juga ‘terbaik’ ditambahkan menjadi teman atau bahkan saudara dalam sebuah keluarga besar Indonesia Sampoerna Best Student Visit..

Seharusnya saat ini aku harus mengerjakan skripsiku, tapi seketika muncul keinginan menulis sesuatu tentang ISBSV. Minggu lalu, Sampoerna Best Student Visit 2009 diadakan kembali oleh Sampoerna. Perbedaannya kali ini alumni dari SBSV angkatan sebelumnya diundang untuk bergabung bersama. Tanpa tahu tujuan yang sebenarnya, aku berusaha meluangkan waktu. Paling tidak aku bisa bertemu dengan beberapa teman SBSV 2008, lagipula aku sudah kembali ke Surabaya jadi aku harus bisa menyediakan sedikit waktu. Jaringan/network/koneksi itu harus dijaga dan memeliharanya memang tidak pernah mudah.

I’m quite excited ketika mengetahui 2 teman dari Jakarta, dan 1 teman dari Bali rela untuk datang. Meski akhirnya tahu bahwa Sampoerna membantu keperluan akomodasi, tetapi aku salut akan motivasi mereka hingga benar-benar tinggalkan sejenak kesibukan untuk hadir ke Surabaya. Ternyata bukan hanya dari angkatanku, juga ada beberapa alumni dari angkatan lebih awal datang dari Jakarta dan Palembang. Kami pun berkenalan dan jadilah semua berteman.

Sebenarnya untuk teman seangkatan, aku bisa menyebut bahwa kami masih menjaga baik relasi dan ikatan di antara kami. Jujur, di antara beberapa komunitas yang aku punya, ISBSV ku termasuk yang masih hidup dan eksis. Apalagi ketika hidup 6 bulan, magang di Jakarta. Baru pertama kali ke Jakarta, seorang diri berusaha hidup mandiri menaklukkan hati ibukota yang lebih kejam dari ibu tiri. Entah apa jadinya bila tidak ada teman ISBSV Jakarta. 4 dari 5 mahasiswi UK Petra yang menjadi peserta SBSV 2008, memang memutuskan magang di Jakarta. Alhasil kami sering bertemu dengan rekan Jakarta. Mereka membantu mencarikan tempat tinggal di dekat lokasi kantor perusahaan kami. Padahal semua berbeda lokasi. Yang aku masih ingat betul, kami ke Dufan bersama! Ah.. Aku tak akan melupakan moment itu. Aku sangat ingin ke Dufan, maklum bisa dibilang kali pertama ke Jakarta hahaha.. Dan cukup banyak SBSV 2008 yang bergabung kala itu. Bahkan dari Bandung ada yang turun untuk have fun bersama.

Meski aku tak berpuasa, aku ikut ke acara buka puasa bersama di Plaza Semanggi bersama Mbak Fika. Weekend ke Fatahillah. Makan bersama dengan Mas Bima di Pasific Place. Berkumpul di resepsi Mas Bima di Dharmawangsa Hotel. Musicademia Sampoerna di Balai Kartini. Kami jalan ke Grand Indonesia ketika rekan dari Medan akan bermigrasi ke Jakarta, kami rapat mencari cara membantunya. Nonton di PIM. Dinner bersama di Senayan City. Dan sekali lagi, (Celebrating F*cklentine) Dufan menutup masa 6 bulanku tinggal di Jakarta, kali ini dengan personel SBSV 2008 berbeda dengan Dufan pertama. Berlanjut ke Grand Indonesia menyapa rekan dari Bali yang mampir di Jakarta. Semua dokumentasi foto masih tersimpan lengkap di folderku. Terakhir kita berjumpa di resepsi Dwi, yang mendahului kami semua. Bagaimana dengan SBSV 2008 di kota lain?

ISBSV.

Tidak semua peserta SBSV 2008 aktif, kuakui itu. Jujur saja, beberapa nama tak kuingat wajahnya, khususnya yang kurang proaktif atau kurang ‘mengeksiskan diri’. Sebuah relasi tidak bisa hanya diusahakan oleh satu pihak. Relasi itu antara dua pihak. Ide dan inisiatif yang dimunculkan untuk memelihara relasi itu tidak akan bermanfaat bila pihak yang lain tidak mengulurkan tangannya. Hanya mereka yang mau bersama menjaga relasi itu yang akan tetap bertahan dan merasakan manfaat dari relasi yang telah dipertemukan dalam ISBSV. Bukan berarti saling memanfaatkan dan berhenti di sana, tetapi bukan sebuah kebetulan terpilih dan bisa mengikuti SBSV. Oleh karena itu, aku sadari itu, dan ini harus bisa menjadikan sesuatu someday, buatku melangkah ke langkah yang lebih baik.

Jangan katakan relasi itu mantap karena mereka berada di Jakarta. Jakarta justru kota yang lebih besar dan kondisinya seharusnya tidak mudah untuk terus bertemu. Tetapi aku melihat orang-orang ini bisa tetap bertemu, karena ada kebutuhan dan komitmen yang sama. Bila memang tidak ada event, adakanlah event itu. Bukan sekedar berkumpul berfoya-foya hamburkan uang, tetapi esensi di baliknya yang harus disadari. Lebih baik tidak mencari pembenaran diri tetapi mulai bergerak memelihara network ini. Memulai itu mudah, tetapi memelihara itu sulit.

Tidak semua orang mendapatkan privilege ini. Jadi pilihanmu mau merasakan benefit atau membiarkan itu berlalu begitu saja. Mungkin hal seperti ini bukan hanya terjadi di angkatanku saja. Dan merupakan hal yang wajar dalam rimba kehidupan, di mana yang kuat yang akan bertahan. Kini ketika sekat antar angkatan itu dihancurkan, semua akan melebur dan membaur jadi satu. Kesempatan untuk menjadi aktif dibuka kembali, memperbaiki diri. Tetapi berarti semua juga harus mulai berusaha membuka diri untuk mengenal rekan angkatan lain sehingga benar-benar menjadi satu keluarga besar ISBSV.

Ah.. Senang sekali bisa bertemu kembali dengan rekan seangkatanku. Masih banyak dari kalian yang aku ingat meski tak pernah bertemu. Kegilaan 5 hari itu tampaknya cukup berdampak besar buatku haha.. Ijinkan aku kali ini, sekali lagi berterima kasih buat saudara-saudaraku yang sudah mewarnai dan bersedia kurepotkan selama aku di Jakarta. Rya, Endra, Asto, Khiko, Togel, Andit, Vina, Rudy, I can’t forget your support and our togetherness. Nita, Tansil, Vera, Elkana, I can’t imagine Jakarta without you all girls. Roro, Natalie, Arie, Rika, Dwi, MonJes yang masih sempat berjumpa di Jakarta. Kadek, Mimi, Arfa, Sukma, Diana, I’m so appreciate dengan usaha kalian untuk selalu mendekatkan diri menjaga relasi di antara SBSV 2008 selama ini. Mbak Fika, Mas Arif, Mas Bima, terima kasih banyak.

Sekarang aku akan punya beberapa teman baru dari angkatan yang lain, hi all! Beberapa rekan juga terbang ke luar negeri menempuh pendidikan, good luck guys! Kehidupanku pun akan segera beranjak ke jenjang yang lebih serius lagi, menyusul kalian yang sudah terjun lebih dulu. Tapi aku yakin, ke depan, aku masih bisa terbantu oleh ISBSV ini, entah dalam hal apapun nanti. Ini ISBSV kita! Sebelum berpikir terlalu jauh, jagalah apa yang ada sekarang. Kalau telur itu sudah pecah, sampai kapanpun tak akan ada induk ayam yang lahir darinya..

A Warrior knows that his best teachers are the people with whom he shares the battlefield..

Advertisements

Jakarta: Well Done!!

Sby – 250209 – 00:50AM

 

Tepat seminggu yang lalu, aku meninggalkan Jakarta untuk benar-benar kembali ke Surabaya. Menutup kisah 6 bulan magang, merantau sendiri ke Ibukota dan berusaha mengambil hati Jakarta. Semua kekhawatiran itu masih kuingat betul, malam sebelum meninggalkan Surabaya aku bahkan tak bisa tertidur. Namun ternyata aku berhasil melewatinya.

 

Bunderan HI

 

Sepenggal kisah hidupku yang melekat di ingatanku untuk seterusnya. Bersyukur untuk kesempatan magang di sebuah perusahaan minyak multinasional yang mengerti pentingnya apa yang kupelajari di kampus. Thanks a lot Shell for the lessons.. Bersyukur untuk teman, rekan, sahabat di CX Shell Indonesia. Thanks guys, you teach me what ‘working life balance’ is.. Bersyukur untuk persahabatan dengan teman senasib dan sepenanggungan yang bersama mengadu nasib di Jakarta. Thanks Girls! We are superwomen!! Bersyukur untuk keluarga yang semakin dekat karena jarak yang semakin jauh. Thanks Papi Mami Koko and Cing, I love you.. Bersyukur untuk persahabatan dengan Sampoerna Best Student 2008. Thanks Bro and Sist for accompanied me there.. Bersyukur untuk keras dan beratnya hidup di Jakarta. Thanks God, aku jadi jauh lebih mandiri dan belajar menjaga diri.. Bersyukur untuk hitam putih yang kutemukan di sana, sehingga aku bisa melihat hidup itu memang pilihan.. Bersyukur untuk banyaknya orang baru yang kukenal, aku jadi belajar memahami karakter-karakter manusia.. Bersyukur untuk tinggal sementara di Jakarta, aku jadi beribadah di JPCC dan hari minggu jadi hari yang paling kutunggu karena kekuatan dan berkat yang kubawa pulang. Bersyukur untuk semuanya, setiap bulan, minggu, hari, jam, menit, dan detik yang telah kulewati..

 

Ada begitu banyak hal yang bisa kupelajari dan menjadikanku lebih dewasa dalam berpikir. Ada banyak kesempatan yang terbuka bila kita mau mencoba. Hidup tak akan terus menunggu bila kau terus memilih untuk berada di dalam tempurungmu di zona nyaman. Di tengah kejamnya Jakarta, kejujuran itu tetap perlu. Setiap orang patut untuk dihargai, bahkan dengan seulas senyuman. Kesetiaan sangatlah mahal harganya tetapi kepercayaan itu ada dan harus dijaga. Dan masih banyak sekali nilai kehidupan yang kubawa pulang. Belajar dari segi tersederhana dalam keseharian Jakarta: Bila naik bajaj, hanya Tuhan dan sopirnya yang tahu ongkos sebenarnya haha.. Melihat kompaknya kerjasama sopir dan kernet Kopaja.. Betapa susahnya anak muda memberikan tempat duduk di busway bagi orang yang lebih tua.. Menyukai moment saat pesawat take off dan landing, seakan meninggalkan dunia untuk sesaat dan kembali dengan lembaran yang berbeda..

 

Ada sebuah pertanyaan, sebut saja salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan orang-orang di sekelilingku: Enak mana Jakarta atau Surabaya? Jakarta adalah sebuah kota yang besar, lengkap, dan memiliki fasilitas yang lebih komplit tentunya. Ada banyak mall, entertaninment, sehingga kau tak kan pernah bosan di sana. Jakarta menawarkan banyak pilihan untuk hidup. Mulai paling hitam pekat hingga putih bersih. Tinggal sesuaikan dengan kemampuanmu. Karena itu pula, menurutkku Jakarta adalah tempat yang enak untuk bekerja mencari nafkah dan pengalaman. Tetapi bukan untuk tinggal. Aku masih tetap menyukai Surabaya lebih dari Jakarta, untuk tinggal. Paling tidak sampai hari ini. Tanpa kejauhan, kemacetan, dan kebisingan kota. Suasana jalanan yang masih menyenangkan untuk pelampiasan kesenanganku menyetir mobil. Apalagi semua keluarga dan teman terdekat masih di Surabaya. Suasana Surabaya tetap lebih hommy dan nyaman untukku..

 

Berat badanku meningkat cukup banyak untuk kurun waktu 6 bulan. Itu menandakan aku betah di Jakarta dan target teman-teman CX Shell nyaris tercapai sudah.. Ketika itu mereka bilang aku kurus, paling tidak dibanding mereka. Maka mereka bilang dalam sebulan harus kita naikkan satu kilo! Hahaha.. Bakmi GM tetap jadi tempat makan favoritku selama di Jakarta. Burger King sangat aku rindukan sekarang, mushroom nya, french friesnya, karena di Sby tak ada.. AW dengan paket 2 nya, dulu tak pernah makan sekarang tertular virus ayam dan soupnya.. Ketoprak!! Di sini tak ada yang selezat sarapan ketoprak di kantor di pagi hari.. Dan aku juga jadi lebih sering memasak karena terbiasa masak sendiri di sana.

 

Dengan nilai istimewa yang sangat memuaskan, magang ini dinilai berhasil oleh pihak kampus. Shell pun cukup puas dan semoga kesempatan ada di saat yang tepat nanti bila aku akan kembali ke Jakarta. Dengan cara yang sama pula kututup rangkaian 6 bulan ini. Dua hari setelah aku tiba di ibukota, sebelum magang dimulai, aku dan teman Sampoerna berpuas diri di Dufan. Dan dua hari sebelum aku meninggalkan Jakarta, aku pergi kembali ke Dufan dengan rekan Sampoerna yang berbeda. Yang pertama kali bermain dan puas teriakan kekhawatiran, yang kedua bermain dan meneriakkan kepuasan semuanya telah selesai..

 

Jauh di dalam hati, ada suara yang menangis sedih karena meninggalkan Jakarta dan teman yang sudah seperti keluarga sendiri serta kebiasaan-kebiasaan baruku di sana. Tapi tak ingin air mata ini mengalir di depan mereka ketika aku mengucap salam perpisahan. Semoga keberadaanku sempat menjadi secuil kisah yang menyenangkan juga dalam hidup mereka. Dan ada suara yang berbisik, ingin kembali ke Jakarta lagi suatu hari nanti..

 

Everything is always okey in the end, if it’s not then it’s not the end..

 

intercontinental

Start with DUFAN

Jakarta – 100808 – 11:00 PM

DUFAN!! Tornado, Kicir-Kicir, Niagara, Arung Jeram, Halilintar, Kora-Kora, Istana Boneka, Rumah Kaca, Rumah Miring, Bom-Bom Car, ditutup dengan Pesta Kembang Api.. Menantang dan memacu adrenalin, but i enjoy them all so much!!

Akhirnya sampai juga aku ke Dufan stelah sekian lama menginginkannya. Seingatku liburan SD adalah terakhir kalinya aku ke sana bersama keluargaku. Sejak setahun lalu ketika wahana Tornado muncul di TV, aku sudah pengen banget nyobain permainan yang diputer-puter di ketinggian itu. Finally, 9 Agustus kemarin, bareng ama temen dari Sampoerna Best Student yang di Jakarta, ber-9 kita maen di Dufan.

Dufan I'm Coming..

Dufan I'm Coming

Hari itu seakan jadi hari yang sangat dinanti. Aku, Tansil, Nita, Vina berangkat dari Halte Busway Masjid Agung, ketemuan ama Kikho dan Andit di Halte Busway Dukuh Atas 1. Dari sana kita pindah ke rute koridor 4, sampai ke Matraman 2. Pindah lagi ke rute koridor 5 sampai ke Ancol. Lumayan juga, segitu jauh cukup IDR 3.500. Meskipun sempet berdesak-desakan dengan manusia Jakarta dari Matraman sampai Ancol. Berdiri, gelantungan, desak sana sini tak begitu terasa menyedihkan karena sambil bergosip ria dengan teman-teman yang terakhir bersua saat Indonesia Sampoerna Best Student Visit lalu. Kemudian bertemu dengan Endra, Togel, dan Rudy (yang menyempatkan datang dari Bandung) di pintu masuk Dufan.

Dengan tiket masuk IDR 100.000 saat weekend yang cukup dibayar dengan IDR 70.000 berkat kartu BNI, semuanya bisa aku coba. Aku sudah bertekad mencoba semua permainannya karena tak puas dengan wahana yang ada di Genting, Kuala Lumpur. Kusikat semua khususnya yang berbeda dari yang pernah kucoba di Genting. Sayangnya Space Shot tak ada di Dufan, kusuka Genting karena Space Shot nya.. Voilla!

Ber-9 Menjelajah Dufan

Ber-9 Menjelajah Dufan

Ada banyak sekali rombongan yang datang. Lebih lama antri daripada mainnya. Antri tak masalah karena kami memang berencana menghabiskan hari di Dufan. Beberapa wahana memang cukup memusingkan kepala, tetapi menyengatnya matahari yang lebih bikin kepala cekot-cekot. Setelah lunch di bawah pohon, kami baru memulai menjajal permainan yang lebih seru.

Berpusing-pusing..

Berpusing-pusing..

I love my backpack!! Tas ransel hitamku itu selalu menemaniku bertualang termasuk melindungi barang berharga ketika berbasah ria di Arung Jeram dan Niagara. Halilintar cukup mengasyikan tetapi aku pernah merasakan jenis jet coaster yang lebih yahut di Genting. Aku mencoba berbagai posisi duduk di Kora-Kora ujung, sampai berdiri sambil melepas kedua tangan ke atas pun kulakukan hahaha.. Tapi tak se-mengocok perut seperti Galeon di Tunjungan Plaza Surabaya, padahal lebih mini.

Arung Jeram

Arung Jeram

Kuakui aku sempat meremehkan Istana Boneka tapi aku salah. Wahana itu memang looks simple hanya dengan duduk di perahu yang berjalan di sungai buatan. Tetapi boneka yang ada di dalamnya ditata dengan unik dan sangat bervariatif dengan pencahayaan yang lumayan. Aku tak begitu suka dengan Ulil. Gerakannya tidak halus justru membuat pinggang sakit. Sambil mengantri, waktu tak terasa berlalu karena aku bermain sambil belajar dengan Kikho haha.. Mademoiselle BeBe belajar bahasa Perancis..

Aku Bukan Boneka..

Aku Bukan Boneka..

Nah, dua permainan terakhir ini yang paling menguji nyaliku. Kicir-kicir atau power surge ditakuti oleh beberapa temanku. Tapi waktu itu memang moment yang pas sekali untuk dihentak-hentak dan dijungkir balik di ketinggian yang cukup mengerikan itu. Senja memberikan warna jingga pada langit ketika badanku dijungkir-balikkan dan hanya pasrah pada pengaman. Kaki di kepala, kepala di kaki. Sempat merasa takut, khawatir seberapa kuat pengaman itu menopang tubuhku. Tapi aku lebih memilih untuk menikmati setiap detik badanku diputar-putar 360 derajat ke berbagai arah sambil membuka mata. Ada laut, awan, langit jingga, pohon terbalik, orang mengecil, tanah di atas dan langit di bawah. Aku benar-benar tersenyum dan kagum bisa merasakannya. Hahaha..

Power Surge in the evening..

Power Surge in the evening..

Permainan yang kupilih untuk jadi permainan penutupku adalah Tornado.. Wew.. Andit dan Tansil bersikeras menjagakan tas hahaha.. Tanpa pikir panjang aku memberanikan diri untuk mengantri. Aku sudah mengidam-idamkan sejak setahun lalu melihat iklannya di TV. Tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Cobalah sendiri! Luar biasa. Badanku dibalik, dengan posisi duduk, kepala dan badan mengahadap tanah dari ketinggian puluhan meter dan hanya ditopang pengaman di dada. Pasrah!! Kau akan berada di posisi itu selama beberapa detik.. Tapi malam itu aku kembali tak mau melewatkannya. Aku tahan tidak teriak sampai terpaksa karena kaget digunjang tanpa kuduga. Ku terus buka mata, aku melihat langit hitam bertabur bintang dan ada bulan tetapi bulan ada di bawah sementara lampu di bumi berkelip di atas. Dunia terbalik! Hahaha.. Kedua kaki tergerak pasrah mengikuti wahana itu mengguncang duniaku, tentunya tanpa alas kaki. Benar-benar luar biasa. Darah di kepala seakan dikocok. Saranku, nikmatilah maka kau tidak akan merasa pusing karena fun..
Dufan sangat menyenangkan.. Apalagi hari itu adalah malam minggu jadi ada bonus kembang api.. Tepat setelah turun dari Tornado, pukul 7 malam, sekitar 360 kembang api dinyalakan dan mewarnai pekatnya langit malam di Dufan.. Andai saja ada kekasih hati, oh so sweet.. hahaha.. Aku sangat meyukai kembang api sama seperti aku menyukai surprise.. Surprise itu membuat hidup lebih berwarna karena ada kejutan yang tak terduga. Di tengah gelapnya langit hitam, tiba-tiba kembang api meletus dan membentuk pola apik di langit. Hilang kemudian berganti yang lain yang titik asalnya tak bisa kau duga bukan? Tapi justru mewarnai pekatnya langit hitam bukan? Sama seperti itulah surprise buatku.. hehehe.. Love fireworks so much..

Pengalaman yang asik dan seru karena bebarengan dengan temen dari Best Student dan kujalani sebagai pembuka rangkaian 6 bulan tinggal di Jakarta hehe.. So fun.. So cool.. So excited..

Shaking by the Tornado

Shaking by the Tornado

www.widiantigunawan.wordpress.com