A Short Day in Kediri

9 Maret 2009 lalu, karena libur, aku sempatkan pergi ke Kediri, ke rumah salah seorang sepupuku. Tak begitu jauh dan tak melelahkan. Aku hanya ingin melihat pemandangan lain selain gambaran Surabaya setiap hari. Siang itu, setelah makan di sebuah kedai sate yang terkenal di sana, tentunya kami menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh khas Kediri. Sebelum tiba di lokasi, kami melewati sebuah Klenteng, rumah ibadah orang-orang penganut kepercayaan Kong Hu Cu. Klenteng itu ada di tikungan dan dinamakan dalam Bahasa Indonesia sebagai Klenteng Mitra Graha. Tampaknya klenteng itu merupakan salah satu klenteng yang terkenal di Kediri. Tepat di belakangnya, terbentang Sungai Brantas yang besar itu melintasi kota tahu ini.

Aku tertarik untuk mampir dan melihat-lihat, namun mobil terlanjur melaju maka pusat oleh-oleh pun dikunjungi terlebih dulu. Toko oleh-oleh sekaligus pusat dari tahu Poo itu sangat ramai di hari itu, maklum karena libur. Selepas dari sana, kami pun kembali berputar ke Klenteng Mitra Graha.

Aku cukup kagum dan tak menduga, bahwa ternyata papa punya andil dalam pembangunan klenteng itu. Sebelum lulus kuliah, di tahun terakhirnya, ia bersama dengan 3 teman baiknya di Jurusan Sipil UK Petra mengerjakan proyek pembangunan klenteng tersebut. Bahkan kakek, yang sudah meninggal beberapa tahun lalu, sempat tinggal sebulan di Kediri kala itu. Kakek yang mudanya adalah seorang tukang kayu, turut membuat kebutuhan klenteng tersebut yang terbuat dari kayu, seperti jendela bulat dan pintu utamanya. Wah, aku tak pernah menyangka, ternyata ada secuil riwayat keluargaku di sana. Pantas saja, papa tampak bernostalgia dengan setiap detail bangunan tersebut.

Sekalipun keluargaku bukan penganut kepercayaan Kong Hu Cu, tapi kami menghargai rumah ibadah tersebut. Rumah ibadah yang disakralkan oleh penganutnya ini sangat kaya akan warna dan menarik. Meski tak sampai 10 menit aku di sana, aku sempatkan mengabadikan beberapa foto salah satu klenteng terbesar di Kediri ini.

Surabaya – 120309

 

Road Safety for Kids

Jakarta – 041208

Hari ini aku mengikuti acara kantorku yang unik dan membuatku senang. Shell Road Safety for Elementary School Student. Sebenarnya aku diperbantukan hanya karena akan ada sesi wawancara dari sebuah majalah nasional ternama. Reporter tersebut hendak mewawancarai beberapa anak-anak untuk bahan artikel. Aku datang untuk mem-supervising wawancara tersebut. Ternyata acara itu sangat menarik dan seru!

Shell Road Safety

Shell Road Safety ini merupakan serangkaian kegiatan yang diselenggarakan untuk meningkatkan awareness anak-anak sekolah dasar akan pentingnya menjaga keselamatan berlalu lintas. Berdasar survey terakhir, dalam 1 hari terdapat 30 orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Perusahaan berusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga angka tersebut dapat berkurang. Anak sekolah kelas 4, 5, 6 sedang berada dalam taraf belajar, yang saat mereka mengingat banyak hal menarik justru bisa terkenang sampai dewasa nanti. Diciptakan pula maskot Tisa (Think Safety) dan Aksa (Act Safely) untuk mensosialisasikan program Road Safety ini. Perusahaan membagikan ilmu berlalu lintas kepada beberapa sekolah dasar terutama yang berlokasi di sekitar SPBU Shell di Jakarta, khususnya.

12 sekolah dasar dibagi dalam 8 kali kegiatan serupa selama 2008. Mereka didatangkan ke Taman Lalu Lintas Saka Bhayangkara, Cibubur. Pihak kepolisian yang mempunyai program Polisi Sahabat Anak menyambut baik program perusahaan. Mereka turut menemani dan mengajar anak-anak tentang rambu lalu lintas. Perusahaan juga memanggil Kak Ucon, pendongeng cerita anak yang sangat attractive membawakan cerita tentang keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak. Setelah itu mereka boleh mencoba mengemudikan fun car di area taman lalu lintas yang lengkap dengan semua rambu layaknya di jalan raya.

Di tahun 2008 ditargetkan 1000 anak telah mengikuti kegiatan ini. Mereka diharapkan menjadi ambassador untuk mengingatkan lingkungan mereka agar berdisiplin dalam berlalu lintas. Acara hari ini adalah kegiatan ke-8 yang berarti penutup dari seluruh rangkaian kegiatan di 2008. Anak-anak tersebut sangat antusias. Mereka berlarian, berteriak, tertawa, apalagi saat mengemudikan fun car. “Asyik sekali menyetir sendiri..”, kata seorang dari mereka. Ekspresi polos dan ceria itu tampak jelas di wajah anak-anak yang seakan belum paham benar akan kejamnya lalu lintas sebenarnya.

Seandainya saja sejak dulu kegiatan sejenis telah diadakan, mungkin kedisiplinan berlalu lintas tidak sampai separah hari ini. Jangan dulu menutup mata dan berkata tidak mungkin, because Difficult YES Impossible NO. Lebih baik berusaha melakukan sesuatu seperti kegiatan Road Safety daripada hanya mengomentari dan mengkritik tanpa melakukan apa-apa. Semoga apa yang anak-anak dapatkan bisa berdampak suatu hari nanti, untuk kebaikan bangsa ini.

 

Taman Saka Bhayangkara, Cibubur

Taman Saka Bhayangkara, Cibubur

Sneakers

I want to update my blog, but still don’t have any time to write an article..
So, just to keep this blog updated, I post one of my photos..
I captured these shoes on Shell Road Safety Goes to School event..
Those shoes are belong to the elementary students that put off their shoes,
sit down on the floor mat, and listen to the police’s story..
One thing that interesting is almost of their shoes are sneakers..
I love sneaker and these kind of shoes are so common..
Hm.. Sneakers are folk shoes!!
Another Collection of mine..

Another Collection of mine..

Share the Moments..

I love photography.. Still learing actually.. Just try to captured every single thing that interesting to me.. Although I’m still dreaming about DSLR but “peralatan itu mempermudah bukan memperindah”.. So I’m maximized this digital pocket until I get the DSLR.. Because most of the moments are meant to be shared.. Here are some of my collections..

(Museum + Monumen) Nasional = This post

Jakarta – 210908 – 09:50PM

After went and looked Museum Fatahillah around, last Saturday 20 Sept, 2008, the other museum trip was continued.. With different ‘tourists’.. This time there were Nita, Vera (both of them are the creator of this idea), Lele, and me.. But once again, I couldn’t get into the museum.. The lack information about the operation hour made us came just in time while the keeper turn the board from ‘open’ to ‘close’..

So, I just took some pictures (of course!!) from the front garden of the Museum Nasional..

Museum Nasional
Museum Nasional

 It has a baby elephant in the garden..

 But the elephant is up there..  

 In the front garden, you may also find the small amphitheater..

  

Since we heard that Monas is open until evening, we crossed the road and walked to Monas’ gate. But the sun wasn’t friendly at that time, it shone too extreme. But what was my experience in Monas? I was went to the top and I will write it down in the next post.. At least, here are some Monas to you, reader..

I do like this one.. I’m still learing about siluet angle and this is quite unique. Monas eclipse..

 Gold!! Does anyone ever tried to steal it? Maybe you wanna try? Wew.. Better don’t do that..

Another siluette..

Monas in the evening.. Isn’t it beautiful? The sky is so real.. Right moment to capture Monas..

 -to be continue..-

Trip to Museum Fatahillah

Jakarta – September 06, 2008
I went to Museum Fatahillah.
Looked the other side of Jakarta
together with Rya and Asto.
Here are the pictures that I captured and I want to share..
Museum Fatahillah

Museum Fatahillah

 

Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta

From left wing

From left wing

The Top

The Top

Gouverneurskantoor

Gouverneurskantoor

Meriam

Meriam

 

S E P T E M B E R

September kembali datang

Bulan yang penuh dengan kenangan

Selain Desember dan Februari

Sebab ada awal dan akhir di sana..

 

Ada suka di bulan kesembilan ini untukku

Tapi duka pun turut serta menghampiriku

Dan sejak itu, bila September datang

Ia membawa kegembiraan dan kekhawatiran

 

Di bulan ini,

Ada perayaan ulang tahunku

Awal aku mengenal dekat sosoknya

Dan masa ia mulai mewarnai hidupku

 

Tapi di bulan ini pula,

Di masa 9 bulan itu

Ia tutup buku pertamaku

Akhiri dan tutup kisah bintang hati itu

 

Sejak itu, September membuatku berdebar

Bersyukur untuk ulang tahun

Dan melihat mereka yang peduli padaku

Tapi juga teringat akan kesedihan itu

 

September..

Begitu dalam kesanmu untukku..

Apalagi yang akan dibawa September padaku?

Jangan lagi hadirkan sendu..

Dan bangunkan aku setelah September berlalu..

 

 

BeBe – Jkt – 310808 – 9:02PM

 

www.widiantigunawan.wordpress.com