Record for “The Wijaya’s Trip in 2010”

Date: February 2010

Place: Surabaya – Macau – Guangzhou – Hong Kong – Phuket – Surabaya

What a great time to spend 2 weeks with my lovely family: mom, dad, brother, and sister.

Celebrating Mom’s birthday in Guangzhou, Dad’s birthday & Chinese New Year together with entire uncles, aunties, cousins, and whole family in Hong Kong. Maybe for some people it’s just a common tour in Asia. But for me and family, this trip means a lot to get together in this time.

Besides, love Air Asia!

Time can’t go back. Spend your time with your loved one. Use the chance if you got it, or create it if you have to. So you won’t have regret later on.

http://images.travelpod.com/bin/tripwow/flash/tripwow.swf

Family Trip 2010, February 2010. Mom-Dad’s Bday + Cny Slideshow: Widianti’s trip from Surabaya, Jawa, Indonesia to 6 cities Bangkok, Guangzhou, Hong Kong, Phuket, Kuala Lumpur and Kawasan Makau was created by TripAdvisor. See another Cina slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.

My Family Trip in 2010

Advertisements

2010: Crossroad

2010 = Crossroad

Tahun yang tidak mudah meski semua barhasil terlalui. Kini aku tau, selayaknya anak kecil yang sedang belajar, di setiap mata pelajaran, akan ada pengajaran, mengerjakan tugas, latihan soal, barulah ujian itu tiba.Banyak persimpangan jalan memaksa dan menungguku membuat pilihan. Namun ternyata aku tak semampu itu untuk membuat keputusan untuk hidupku sendiri. Membiarkan diri terombang ambing oleh suara lain, tergantung suara mana yang lebih keras didengar oleh telingaku.

Mata pelajaranku bernama persimpangan. Di penghujung tahun, level dasar itu terselesaikan dan aku menguasai ilmu baru, setidaknya memiliki pengetahuan sedikit lebih banyak dari sebelumnya.

Terlepas dari itu, banyak hal penting terjadi di 2010:

  1. The Door is Closed | January 2010|Beberapa tawaran kerja di Jakarta yang kucoba tidak berhasil tertembus. Bahkan di Saudara sendiri, jadilah sambil mencoba lagi, aku pulang untuk persiapkan wisuda.
  2. End of Winter in Hongkong | February 2010 | Akhirnya kami sekeluarga lengkap memiliki waktu untuk keluar negeri bersama lagi. Destinasi kali ini bukan hanya Hongkong tetapi Macau, Guang Zhou, Hongkong, dan ditutup dengan mampir ke Phuket, Thailand. Sambil menjenguk cukup banyak keluarga di Hongkong dan GZ, beberapa bahkan baru kutemui pertama kali dalam hidup. Momentum yang tepat, Chinese New Year! Suasana Xin Cia teramat kental terasa, indah sekali. Tak seperti perayaan di Indonesia, di sana kami benar-benar berkumpul sekeluarga besar dan berkunjung ke kerabat yang lebih dituakan seharian penuh. Merasakan dinginnya musim dingin di China, sampai 8oC. 6 anak – aku, kakak, adik, dan 3 sepupuku – hangout keliling Hongkong sendiri. Ditutup dengan Phuket yang tropis, bertolak belakang dengan dinginnya winter. Phuket Fantasea, canoe-ing masuk ke dalam cave di James Bond Island, sungguh perjalanan yang lengkap.

  3. Fikom 2005 Flash Back Memory | March 2010 | Mengumpulkan mahasiswa seangkatan 2005 dan dosen Jurusan Ilmu Komunikasi UK Petra. Kami lulus di waktu yang berbeda. Jadi sebelum benar-benar terpisah, beberapa teman ingin berkumpul dulu dan mengingat kegilaan kami bersama, seperti masa awal-awal kuliah 4.5 tahun lalu. Aku membantu mengkoordinir, bersama teman-teman baik yang menjadi panitia. Seru juga tantangan demi tantangan, tidak dibayar, tetapi bisa doing something bersama orang-orang yang kutahu kualitas mereka seperti apa, dan berhasil pula. Miss you guys!
  4. Graduation | Maret 2010 | Wisuda sebagai tanda lulusnya kuliahku. Akhirnya berkebaya dan memiliki foto formal keluarga lengkap setelah sekin tahun melewatkan momen seperti itu. Gelar cumlaude dengan IPK 3.55 kupersembahkan untuk orang tuaku.4.5 tahun berakhir dengan gelar S.Sos. Tak ada kebanggaan tertentu tapi bahagia melihat orang tuaku bangga.

  5. Kembang Kuning Ministry | March 2010 | Sebuah pelayanan yang menyenangkan dan kujalani tanpa beban. Mengadakan Sunday school setiap Sabtu di area pemakaman Kembang Kuning. Selain melihat sisi lain bahwa memuji Tuhan tidak hanya di gereja atau penjara – seperti yang pernah kutahu – tetapi di atas nisan pun keceriaan 70 anak tetap terpancar ketika memuji Tuhan. Bagi 15 anak remajanya, ICA member tambahan English class. Membuatku berteman dengan rekan sepelayanan dari Filipin, US, Australia. Teman yang seperti keluarga baru yang membantuku menggali talenta lain yang kumiliki.

  6. Green | Ayah yang pensiun dini dari pekerjaannya di Jakarta, dan kembali ke Surabaya, ia ingin mencoba memulai hal baru di bidang pertanian bersama rekan dari Taiwan. Ayah memintaku di Surabaya membantunya. Dengan segala kebingungan, dan menunjukkan sebagai anak yang baik, aku mengikuti mau Ayah. Persimpangan yang membuatku serasa tersesat tak bisa memilih. Yeah, tentu dengan pergumulan berat, relakan tak pergi ke Jakarta seperti inginku kala itu. Namun, aku rela menjalaninya, menerima keadaan, atau mungkin pasrah? Dalam seminggu, 4 hari di Surabaya, 3 hari di ujung Gunung Wilis. Tempat yang jauh, dengan cuaca yang kerap berubah, tapi pemandangannya indah. Hanya, mungkin bukan “tempat” Ayah di bidang itu.

  7. 10 Days of Prayers| Berdoa dilakukan kapan saja tak hanya saat 10DOP, kali ini aku membuat 10 hariku fokus dengan berpuasa dan menaikkan banyak doa akan pergumulan hidup maupun keluarga. Tuhan menjawabnya satu persatu. Awesome!
  8. Miss Widi | Agustus 2010 | Aku menolaknya. Ajakan Dekan untuk mengajar kupertimbangkan agar tetap bersentuhan dengan dunia public relations. Karena Green tidak berhubungan dengan itu. Setidaknya menukar mimpi dengan menjadi berkat untuk lebih banyak orang.Begitulah pikirku kala itu. Tak pernah terpikirkan atau terbersit mau menjadi dosen, sampai menantang Tuhan dengan tidak mau persiapan untuk 7 tahapan yang harus kulalui. Dosen kontrak pun kujalani. Setidaknya aku sangat dekat dengan teori PR, membaca beberapa literatur, menikmati membuat slide mengajar. Bahkan merencanakan untuk studi lanjut dengan kontrak 3n. Namun, waktu yang sangat menyita tetap tidak membuatku nyaman seutuhnya.

  9. Bali!!
    | September 2010 | Akhirnya setelah 10 tahun tak pernah menginjakkan kaki di Pulau Dewata, destinasi liburan hampir semua manusia di Indonesia, aku berhasil ke Bali. Tak sekedar bersantai tapi sambil bermain dan menjaga keponakanku dari Kediri. Ubud dan Kuta. Menaklukkan adrenalin dengan melahap habis semua wahana di Waterbom Bali, khususnya Climax!

  10. Merapi Mission Trip | October 2010 | Gunung Merapi meletus dan menjadi bencana yang menyita perhatian hampir seluruh manusia di negeri ini. ICA melakukan mission trip untuk mengantarkan langsung bantuan dan memberikan pengobatan bagi pengungsi. Aku memutuskan untuk ikut perjalanan 3 hari 2 malam, menjadikannya mission trip pertamaku. Pengalaman berharga, melihat langsung impact kedahsyatan alam.

  11. Pray and Hug my Grandparents | December 2010 | Akhirnya kesempatan itu tiba, aku bisa ke Semarang dan menjenguk kakek nenek. Aku tidak mau menyesal, jadi selagi mereka masih bernafas, aku ingin mereka tahu bila bagaimanapun aku menyayangi mereka, dan itu perlu bukti! Salah satu doaku di 10DOP terjawab di akhir tahun. Bersama kami berdoa bersama, ada tangis di sana, mendengar kakek ingin didoakan agar “selamat”, aku berani menyentuh tangan kakek dan nenek, berlutut di sampingnya, mendoakannya, memeluk mereka, memberi tahu bahwa aku menyayangi kung-kung dan bobo, begitu pula Tuhan yang menanti kung-kung kembali. Lalu mereka berpelukan. Sungguh, apapun yang akan terjadi, aku tidak akan menyesal karena Tuhan telah membuat salah satu doaku terwujud.
  12. The Door is Opened | December 2010 | Ke Jakarta untuk berlibur di tempat kakakku, sambil melihat lebih dekat benarkah pintu itu terbuka untukku, dan meminta kemantapan hati dari Tuhan. Aku membuat pilihan setelah bergumul panjang. Tak lagi mau membiarkan orang lain yang menciptakan dunia untukku. Nantikan saja jawabnya di 2011.

Sungguh luar biasa bila Tuhan sudah bekerja. Tak bisa kau ataupun aku tahu gambar-gambar rancanganNya dengan jelas sebelum menjalaninya. Satu hal yang kuyakini karena Ia selalu membuktikannya, yaitu Ia selalu ada bersamaku. Ia mungkin diam, tapi Ia ada di sana. Ia ada di setiap persimpangan jalan yang mengujiku untuk berani memilih ke mana aku hendak melaju. Aku, bukan mereka!

Don’t let other people creates your world, because they will make it too small for you.

Sby 200111 5:20PM

ISBSV kita!

Surabaya – 120809 – 5:13PM

Decicated to all ISBSV..

Indonesia Sampoerna Best student Visit. Acara yang mempertemukanku dengan puluhan anak cerdas dari kota lain, setahun lalu. Anak cerdas yang diberi gelar ‘terbaik’ oleh Sampoerna. Yang bukan lagi hanya sekadar teman untuk menambah kolega di situs pertemanan. Namun, sudah menjadi teman terbaik tempat ku bergantung di satu masa. Kini, tiba-tiba bukan hanya teman seangkatan yang menjadi sebuah jaringan sosial. Tahun ini, empat angkatan lain yang juga ‘terbaik’ ditambahkan menjadi teman atau bahkan saudara dalam sebuah keluarga besar Indonesia Sampoerna Best Student Visit..

Seharusnya saat ini aku harus mengerjakan skripsiku, tapi seketika muncul keinginan menulis sesuatu tentang ISBSV. Minggu lalu, Sampoerna Best Student Visit 2009 diadakan kembali oleh Sampoerna. Perbedaannya kali ini alumni dari SBSV angkatan sebelumnya diundang untuk bergabung bersama. Tanpa tahu tujuan yang sebenarnya, aku berusaha meluangkan waktu. Paling tidak aku bisa bertemu dengan beberapa teman SBSV 2008, lagipula aku sudah kembali ke Surabaya jadi aku harus bisa menyediakan sedikit waktu. Jaringan/network/koneksi itu harus dijaga dan memeliharanya memang tidak pernah mudah.

I’m quite excited ketika mengetahui 2 teman dari Jakarta, dan 1 teman dari Bali rela untuk datang. Meski akhirnya tahu bahwa Sampoerna membantu keperluan akomodasi, tetapi aku salut akan motivasi mereka hingga benar-benar tinggalkan sejenak kesibukan untuk hadir ke Surabaya. Ternyata bukan hanya dari angkatanku, juga ada beberapa alumni dari angkatan lebih awal datang dari Jakarta dan Palembang. Kami pun berkenalan dan jadilah semua berteman.

Sebenarnya untuk teman seangkatan, aku bisa menyebut bahwa kami masih menjaga baik relasi dan ikatan di antara kami. Jujur, di antara beberapa komunitas yang aku punya, ISBSV ku termasuk yang masih hidup dan eksis. Apalagi ketika hidup 6 bulan, magang di Jakarta. Baru pertama kali ke Jakarta, seorang diri berusaha hidup mandiri menaklukkan hati ibukota yang lebih kejam dari ibu tiri. Entah apa jadinya bila tidak ada teman ISBSV Jakarta. 4 dari 5 mahasiswi UK Petra yang menjadi peserta SBSV 2008, memang memutuskan magang di Jakarta. Alhasil kami sering bertemu dengan rekan Jakarta. Mereka membantu mencarikan tempat tinggal di dekat lokasi kantor perusahaan kami. Padahal semua berbeda lokasi. Yang aku masih ingat betul, kami ke Dufan bersama! Ah.. Aku tak akan melupakan moment itu. Aku sangat ingin ke Dufan, maklum bisa dibilang kali pertama ke Jakarta hahaha.. Dan cukup banyak SBSV 2008 yang bergabung kala itu. Bahkan dari Bandung ada yang turun untuk have fun bersama.

Meski aku tak berpuasa, aku ikut ke acara buka puasa bersama di Plaza Semanggi bersama Mbak Fika. Weekend ke Fatahillah. Makan bersama dengan Mas Bima di Pasific Place. Berkumpul di resepsi Mas Bima di Dharmawangsa Hotel. Musicademia Sampoerna di Balai Kartini. Kami jalan ke Grand Indonesia ketika rekan dari Medan akan bermigrasi ke Jakarta, kami rapat mencari cara membantunya. Nonton di PIM. Dinner bersama di Senayan City. Dan sekali lagi, (Celebrating F*cklentine) Dufan menutup masa 6 bulanku tinggal di Jakarta, kali ini dengan personel SBSV 2008 berbeda dengan Dufan pertama. Berlanjut ke Grand Indonesia menyapa rekan dari Bali yang mampir di Jakarta. Semua dokumentasi foto masih tersimpan lengkap di folderku. Terakhir kita berjumpa di resepsi Dwi, yang mendahului kami semua. Bagaimana dengan SBSV 2008 di kota lain?

ISBSV.

Tidak semua peserta SBSV 2008 aktif, kuakui itu. Jujur saja, beberapa nama tak kuingat wajahnya, khususnya yang kurang proaktif atau kurang ‘mengeksiskan diri’. Sebuah relasi tidak bisa hanya diusahakan oleh satu pihak. Relasi itu antara dua pihak. Ide dan inisiatif yang dimunculkan untuk memelihara relasi itu tidak akan bermanfaat bila pihak yang lain tidak mengulurkan tangannya. Hanya mereka yang mau bersama menjaga relasi itu yang akan tetap bertahan dan merasakan manfaat dari relasi yang telah dipertemukan dalam ISBSV. Bukan berarti saling memanfaatkan dan berhenti di sana, tetapi bukan sebuah kebetulan terpilih dan bisa mengikuti SBSV. Oleh karena itu, aku sadari itu, dan ini harus bisa menjadikan sesuatu someday, buatku melangkah ke langkah yang lebih baik.

Jangan katakan relasi itu mantap karena mereka berada di Jakarta. Jakarta justru kota yang lebih besar dan kondisinya seharusnya tidak mudah untuk terus bertemu. Tetapi aku melihat orang-orang ini bisa tetap bertemu, karena ada kebutuhan dan komitmen yang sama. Bila memang tidak ada event, adakanlah event itu. Bukan sekedar berkumpul berfoya-foya hamburkan uang, tetapi esensi di baliknya yang harus disadari. Lebih baik tidak mencari pembenaran diri tetapi mulai bergerak memelihara network ini. Memulai itu mudah, tetapi memelihara itu sulit.

Tidak semua orang mendapatkan privilege ini. Jadi pilihanmu mau merasakan benefit atau membiarkan itu berlalu begitu saja. Mungkin hal seperti ini bukan hanya terjadi di angkatanku saja. Dan merupakan hal yang wajar dalam rimba kehidupan, di mana yang kuat yang akan bertahan. Kini ketika sekat antar angkatan itu dihancurkan, semua akan melebur dan membaur jadi satu. Kesempatan untuk menjadi aktif dibuka kembali, memperbaiki diri. Tetapi berarti semua juga harus mulai berusaha membuka diri untuk mengenal rekan angkatan lain sehingga benar-benar menjadi satu keluarga besar ISBSV.

Ah.. Senang sekali bisa bertemu kembali dengan rekan seangkatanku. Masih banyak dari kalian yang aku ingat meski tak pernah bertemu. Kegilaan 5 hari itu tampaknya cukup berdampak besar buatku haha.. Ijinkan aku kali ini, sekali lagi berterima kasih buat saudara-saudaraku yang sudah mewarnai dan bersedia kurepotkan selama aku di Jakarta. Rya, Endra, Asto, Khiko, Togel, Andit, Vina, Rudy, I can’t forget your support and our togetherness. Nita, Tansil, Vera, Elkana, I can’t imagine Jakarta without you all girls. Roro, Natalie, Arie, Rika, Dwi, MonJes yang masih sempat berjumpa di Jakarta. Kadek, Mimi, Arfa, Sukma, Diana, I’m so appreciate dengan usaha kalian untuk selalu mendekatkan diri menjaga relasi di antara SBSV 2008 selama ini. Mbak Fika, Mas Arif, Mas Bima, terima kasih banyak.

Sekarang aku akan punya beberapa teman baru dari angkatan yang lain, hi all! Beberapa rekan juga terbang ke luar negeri menempuh pendidikan, good luck guys! Kehidupanku pun akan segera beranjak ke jenjang yang lebih serius lagi, menyusul kalian yang sudah terjun lebih dulu. Tapi aku yakin, ke depan, aku masih bisa terbantu oleh ISBSV ini, entah dalam hal apapun nanti. Ini ISBSV kita! Sebelum berpikir terlalu jauh, jagalah apa yang ada sekarang. Kalau telur itu sudah pecah, sampai kapanpun tak akan ada induk ayam yang lahir darinya..

A Warrior knows that his best teachers are the people with whom he shares the battlefield..

A Crazy Photo Outdoor

05 April 2009!! Itulah tanggal yang telah disepakati bersama oleh aku dan teman-teman seperjuanganku di kampus, untuk berfoto bersama. Sebenarnya kami sudah punya banyak sekali foto bersama di bermacam kesempatan, maklum kamera mungkin salah satu teman baik semua orang sekarang ini, dan termasuk kami.. Tapi, kali ini kami ingin sesuatu yang berbeda! Foto outdoor!!

Pengalaman seru ini kutulis di post, karena aku ingin merekamnya selalu sebagai salah satu bagian pengalaman unik dari sebuah persahabatan. Semoga kamu yang membacanya pun jadi teringat sejenak akan persahabatanmu, merindukannya, mensyukurinya, dan akan terus menjaganya. Persahabatan sebuah hal yang indah dalam hidup manusia. Hampalah hidup bila tak ada sahabat-sahabat yang mengitarimu. Waktu yang kau lalui bersama mereka bisa menjadi kenangan terindah yang menghadirkan senyuman dan menjadi cerita tersendiri yang hanya dapat dimaknai olehmu dan sahabat-sahabatmu, serta mereka yang menghargai sebuah persahabatan..

 

 

behind-the-scene-3

Lets start.. Nita, Tanz, Lele, Lili, Couz, aku, Ipon, dan Ella.. Seharusnya ada Elka di sana, tetapi karena ada kesibukan lain mendadak, ia hanya bisa ‘mupeng’ melihat setiap jepretan foto ini nanti. Entah sejak kapan muncul ide itu tetapi yang pasti kami menyetujui dan telah merealisasikannya! Yang pasti hampir semua dari kami melaksanakan Internship II di Jakarta. Kami seringkali terlibat kepanitiaan bersama, ya, mereka adalah wanita-wanita hebat di jurusanku.. Kami saling menunggu ketika sidang Internship II dilakukan. Sementara itu, hidup yang terus berjalan ini, perlahan memaksa kami untuk mulai menata hidup ke depan. Tak dapat dihindari lagi, kebersamaan wanita-wanita hebat ini pun akan jarang ditemukan nanti. Sebuah kenyataan yang nantinya tak mungkin dihindari.

Ella memang membuka usaha jasa pemotretan, dan kami pun menabung, mengumpulkan uang untuk merealisasikan ide gila ini. Termasuk gila karena setelah tanggal disepakati, ternyata tepat esoknya, Couz dan aku mendapatkan giliran untuk maju sidang kolokium. What a jackpot! Namun bagaimanapun kesepakatan sudah dibuat, janji harus ditepati. Maka foto outdoor itupun tetap dilaksanakan hari Minggu lalu, full day, tepat sehari sebelum sidang kolokiumku dan Couz, dan sebelum masa sidang kolokium tahap pertama ini dimulai bagi yang lain. Ya.. Serasa menjadi ajang merelax-kan diri sebelum sidang. Dan percaya atau tidak, taktik itu seringkali jitu untukku. Begitu pula dgn kolokiumku kali ini.. =)

Kami berkumpul di Rumah Aan pukul 10 pagi untuk di-make up dan mempersiapkan kostum dan acsesories yang akan dipakai. Aan dibantu oleh teman ‘dkk’ nya, ada Liong dan Nico. Kemudian dua mobil pun berangkat ke lokasi pertama, di Gr*media Expo. Kami kaget karena ternyata Aan akan memotret kami di tepi Jalan Basuki Rahmat, di trotoar Gr*media Expo, sementara mobil-mobil berlalu lalang di minggu siang itu. Kami pun serasa menjadi tontonan karena ide Aan ini. Lagipula difoto ‘studio’ ataupun outdoor seperti ini adalah pengalaman pertama bagi beberapa di antara kami. Maklum, aku pernah berpendapat bahwa foto seperti ini hanya menunjukkan identitas yang ‘bukan’ sebenarnya karena make-up dan gaya yang diarahkan dan tidak natural. That’s why aku tak rela mengeluarkan uang untuk berfoto seperti ini. Tapi ini berbeda, bukan dari sudut itu aku melihatnya.. Oleh karena itu aku menyetujuinya.

Kegilaan yang lain, Aan meminta kami menyeberang jalan di zebra cross yang ada tepat di depan gedung itu. Dan ia akan memotretnya. What??! Dengan pakaian serba hitam putih dan riasan seperti ini?! Alhasil, kami benar-benar jadi tontonan. Takut + excited-nya serasa menguji mental lebih parah daripada sidang kolokium hahaha.. Sempat didatangi petugas beberapa kali pula haha..

 

behind-the-scene-1

Mengejar waktu, setelah iseng minta difoto di parkiran, kami segera beralih ke lokasi kedua, yaitu lahan di daerah Surabaya Barat. Tantangannya berbeda, semak duri jadi cukup merepotkan. Di lahan kosong, penuh semak dan ilalang, serta jalan setapak berbatu ini para wanita hebat dengan high heels masing-masing, akan dipotret lagi. Sampai senja tiba dan langit kemerahan sempat terekam di potret kami, kami pun beranjak ke lokasi terakhir. Dl*ops! Berganti kostum kedua dengan tema ‘keceriaan’. Perut keroncongan karena belum terisi makanan sejak pagi. Itu termasuk kegilaan yang lain. Mengejar suasana foto sampai tak sempat makan haha..

behind-the-scene-2

Setelah makan di salah satu stand yang ada, dimulailah kegilaan yang semakin malam semakin menggila itu. Ada banyak foto baik yang individu maupun bersama-sama dibuat di sini. So fun and all out!! Untuk Couz dan aku, tak biasa kami berpakaian seperti ini, tapi tak apa, demi.. hahaha.. Bahkan sempat difoto loncat bersama di tengah area tempat hangout yang sangat ramai di minggu malam ini. Cuek saja dengan keheranan pengunjung lain dan akhirnya selesailah sudah. Ohya kegilaan lain adalah kegilaan ini baru berakhir sekitar pukul setengah 9 malam.

Aku, secara pribadi menikmati semua yang terjadi di hari itu. Sebagai pengalaman pertama di foto outdoor dan bersama sahabat di jurusanku sebelum kami akan semakin jarang berkumpul dan menggila bersama. Hasil jepretan sedang diolah dan nantikan saja di Facebo*k.. Semoga ini akan selalu diingat oleh Nita Triwahyuningsih, Tansilia Diliani, Gloria Lady Leony, Liliana Anggreani Lestari, Veravinna Handoko, Yohana Ivone, Ella Pamela, Elkana Lewerissa (meski tak ikut serta tapi ia turut ada di rencana kegilaan ini), dan Widianti Gunawan Wijaya. Special thanks to Andreas Pratama and Elreas. I’ll miss this moment..

 

I went out to find a friend but couldn’t find one there, I went out to be a friend and friends we’re everywhere!!

 

Surabaya – 080409 – 10:16AM

A Short Day in Kediri

9 Maret 2009 lalu, karena libur, aku sempatkan pergi ke Kediri, ke rumah salah seorang sepupuku. Tak begitu jauh dan tak melelahkan. Aku hanya ingin melihat pemandangan lain selain gambaran Surabaya setiap hari. Siang itu, setelah makan di sebuah kedai sate yang terkenal di sana, tentunya kami menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh khas Kediri. Sebelum tiba di lokasi, kami melewati sebuah Klenteng, rumah ibadah orang-orang penganut kepercayaan Kong Hu Cu. Klenteng itu ada di tikungan dan dinamakan dalam Bahasa Indonesia sebagai Klenteng Mitra Graha. Tampaknya klenteng itu merupakan salah satu klenteng yang terkenal di Kediri. Tepat di belakangnya, terbentang Sungai Brantas yang besar itu melintasi kota tahu ini.

Aku tertarik untuk mampir dan melihat-lihat, namun mobil terlanjur melaju maka pusat oleh-oleh pun dikunjungi terlebih dulu. Toko oleh-oleh sekaligus pusat dari tahu Poo itu sangat ramai di hari itu, maklum karena libur. Selepas dari sana, kami pun kembali berputar ke Klenteng Mitra Graha.

Aku cukup kagum dan tak menduga, bahwa ternyata papa punya andil dalam pembangunan klenteng itu. Sebelum lulus kuliah, di tahun terakhirnya, ia bersama dengan 3 teman baiknya di Jurusan Sipil UK Petra mengerjakan proyek pembangunan klenteng tersebut. Bahkan kakek, yang sudah meninggal beberapa tahun lalu, sempat tinggal sebulan di Kediri kala itu. Kakek yang mudanya adalah seorang tukang kayu, turut membuat kebutuhan klenteng tersebut yang terbuat dari kayu, seperti jendela bulat dan pintu utamanya. Wah, aku tak pernah menyangka, ternyata ada secuil riwayat keluargaku di sana. Pantas saja, papa tampak bernostalgia dengan setiap detail bangunan tersebut.

Sekalipun keluargaku bukan penganut kepercayaan Kong Hu Cu, tapi kami menghargai rumah ibadah tersebut. Rumah ibadah yang disakralkan oleh penganutnya ini sangat kaya akan warna dan menarik. Meski tak sampai 10 menit aku di sana, aku sempatkan mengabadikan beberapa foto salah satu klenteng terbesar di Kediri ini.

Surabaya – 120309

 

Menjadi Turis di Rumah Sendiri

The other collection of my posts that I made almost a year ago..

 

Menjadi Turis di Rumah Sendiri..

Saturday, March 8th, 2008

 

 

Kamis (28 Feb 08) sore sekitar pukul 3, kakiku melangkah masuk ke lobi Hotel Sahid. Aku datang bersama seorang rekanku, Marissa namanya. Tak kami duga, Panitia JBI 2008 langsung mengenali kami sebagai peserta dari UK Petra tanpa pernah bertemu sebelumnya. “Sambutan” yang cukup mencengangkan itu seolah menandai dimulainya sebuah pengalaman yang berharga buatku.

 

Diawali permintaan PJS LPM Genta yang menghubungiku untuk mengirimkan tulisan human interest dalam waktu 2 hari. Aku mengirimkan tulisan yang kubuat saat internship 1. Tulisan itu tentang Sutris, Si Polisi Cepekan 1000 Wajah yang peliputannya sangat berkesan buatku. Entah apapun yg ada di balik proses penerimaan itu, yang pasti itulah tiket untuk mengikuti diklat jurnalistikku yang pertama.

 

Sejak awal aku merasa sedikit takut bahwa peserta dari daerah lain akan sulit menerima kehadiranku dan Marissa yang memiliki perbedaan latar belakang budaya dengan mereka. Tapi aku singkirkan anggapan itu dan berlaku sebagai diriku apa adanya. Ternyata perbedaan itu tak menjadi sebuah halangan untuk menjalin pertemanan kami. Justru aku bisa belajar banyak hal dari sana. Banyak hal baru, nilai, cerita, serta pengetahuan baru yang kudapat dari mereka.

 

Terlepas dari cukup banyak materi yang telah kuketahui sebelum mengikuti acara ini, tentu ada materi baru yang kuterima dari beberapa pembicara. Memang aku belum pernah mengikuti diklat sebelumnya, tetapi pengetahuan dasar itu kuperoleh di mata kuliah yang telah kulalui di Jurusan Ilmu Komunikasi UKP. Saat materi diberikan, aku menjalankan prinsip dasar komunikasi yaitu 2 telinga dan 1 mulut. Aku mendengarkan setiap materi dari pembicara, yang belum pernah kuterima sebelumnya. Selain itu, aku juga merasa keadaan LPMku sedang kacau. Apalagi dibandingkan dengan LPM teman2 yang lain. Itulah yang membuatku semangat mengikuti sesi dan harus pulang dengan harapan membawa sesuatu untuk Genta yang lebih baik di kemudian hari.

 

Hubungan persahabatan yang terbina dalam 4 hari 3 malam lah yang justru meninggalkan kesan khusus di benakku. Kami datang dari berbagai daerah di Tanah Air, mulai dari Riau, Padang, Makassar, Pamekasan, Mataram, Bandung, Jogja, Solo, dan Malang, serta Surabaya sebagai tuan rumah. Tentu saja setiap daerah mempunyai bahasa, logat, kebiasaan, dan nilai budaya masing-masing. Tetapi pada saat sesi perkenalan, semuanya tampak saling memperhatikan dan berusaha mengenal lebih dekat siapa saja teman-teman baru yang duduk di meja berbentuk U itu. Kami sempat saling mencicipi beberapa makanan khas dari daerah masing-masing peserta.

 

Setelah sesi berakhir, beberapa teman mengajakku untuk berkeliling Surabaya. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Dengan segala keterbatasan alat transportasi dan lokasi, aku mengajak mereka berjalan kaki dari Hotel Sahid menuju ke Patung Jendral Sudirman. Kami ber-7 duduk sejenak, mengamati patung dan tulisan yg ada di monumen, kemudian tak lengkap bila tak diabadikan dalam foto. Kami berfoto di monumen itu, di tengah malam ketika Surabaya mulai berangkat tidur.

 

Kemudian menyeberang ke pelataran Kantor Walikota dan bertukar cerita di sana. Sampai jarum jam bersamaan mengarah ke angka 12, kami kembali berjalan menuju hotel, melewati samping Kali Mas. Tampak beberapa ‘gadis-gadisan’ yang berdiri di bawah temaram bayangan pohon.. Mungkin perjalanan menelusuri secuil Surabaya itu yang menjadi awal di mana aku dan beberapa peserta menjadi lebih saling mengenal.

 

Cukup disayangkan karena panitia ternyata tidak memberikan waktu bagi para peserta untuk meng-explore Surabaya. Padahal banyak di antara mereka baru pertama kali ke kota ini, dan uang membeli tiket pun tidak murah. Rasa kesal itu terakumulasi dan membuat kami bertekad untuk keliling Surabaya sendiri tanpa campur tangan panitia.

 

Di malam terakhir, malam ketiga, malam minggu, saat banyak warga kota ini masih menghabiskan waktu malam minggunya, aku bersama Kak Putut mengantarkan 19 teman ke tempat yang ‘bagus’ dan ‘nYurabaya-ni’.. Bukan mall bukan café.. Setelah tawar menawar dengan 2 pengemudi bemo, kami bisa menggunakan 2 buah bemo untuk mengunjungi tempat yang kami inginkan, mulai dari jam 11 malam sampai jam 1 dini hari, dengan 250rb. Cukup mahal tetapi tak ada lagi alternatif lain.

 

Surabaya Midnight City Tour.. Mungkin itu cukup tepat untuk mewakilinya. Dimulai dengan Tugu Pahlawan, tempat kami berfoto dengan patung kedua plokamator.. Kami tak bisa masuk tentunya. Petugas sempat membuka penawaran, “Pagar ini bisa kami bukakan, kalau toleransi sama kami..”. Ke-21 jurnalis tersenyum miris mendengarnya.. Tour berlanjut ke Jembatan Merah. Tak banyak berbeda dengan jembatan lainnya, tetapi kisah sejarahnya sangat kental. Titik peperangan antara arek-arek Suroboyo dengan tentara Belanda puluhan tahun silam. Cukup lama kami merasakan angin malam di jembatan di atas Kali Mas.

 

Kemudian berlanjut ke Hotel Majapahit, dalam sejarah disebut Hotel Yamato, tempat dirobeknya bendera merah putih biru menjadi merah putih.. Petugas keamanan tampak kurang menyukai kehadiran kami, akhirnya kami berjalan kaki sampai Kantor Gubernur Jawa Timur. Di trotoar, kami duduk bersila menyaksikan jalanan yang ramai dengan club-club motor yang beraksi. Beberapa bahkan sempat bermain ‘pancasila 5 dasar’ dan ‘domikado’. Pengalaman menarik bukan?

 

Masuk ke dalam bemo, menuju Patung Bambu Runcing. Sorot lampu menambah keindahannya. Air kolamnya mengandung aliran listrik, begitu yang disebutkan papan peringatan. Kami menyalurkan kegemaran kami yaitu dipotret dan memotret.

Karena tak mau rugi, masih ada sisa waktu 20 menit sebelum tenggat waktu perjanjian kami habis. Sebuah tempat yang terkenal hingga se-Asia Tenggara menjadi lokasi kunjungan yang dinanti. Gang Dolly, lokalisasi terbesar di Asia Tenggara. Pengemudi bemo sempat terkejut saat aku meminta mereka melewatkan kami ke sana. Tentu saja aku segera meyakinkan mereka bahwa kami tak akan macam-macam. Tapi mereka memahami bahwa teman-temanku ingin melihatnya untuk memuaskan rasa ingin tahu.

 

Entah apa yang ada di benak teman-teman baruku yang mayoritas pria itu.. Tapi hati ini terasa pedih saat kendaraan kami memasuki gang sempit itu. Malam minggu, dini hari, pria-pria berjubel di sana, keluar masuk ‘aquarium’.. Banyak taksi berhenti. Beberapa orang menawarkan ‘dagangan’ mereka.. Di balik tirai yang kebanyakan berwarna merah, perempuan yang tak lagi dihargai duduk menyilangkan kaki di sofa. Aku hanya bisa terdiam. Di dalam hati, ada rasa tidak terima melihat kaumku di sana. Terbesar se-Asia Tenggara, legal, dan difasilitasi. Things happen for a reason.. Semua yang ada di bemo yang aku naiki ternyata merasakan hal yang sama, diliputi rasa tidak nyaman, suasana yang benar-benar tak mengenakan hati.. Namun, paling tidak teman-temanku telah menyaksikan sendiri kejamnya dunia yang mungkin selama ini hanya mereka dengar gaungnya dari mulut ke mulut. Mungkin itulah sisi yang paling human interest yang tampak dari diklat 4 hari 3 malam bertema Human Interest, tetapi kami justru diajak melihat sisi Animal Interest..

 

Aku yang sejak kecil adalah warga Surabaya, tak pernah sekalipun datang secara khusus ke tempat-tempat tersebut untuk menikmati keindahannya. Hanya melintasinya tanpa ada kesan tersendiri. Pengalaman ini membuatku menjadi turis di rumah sendiri.. Kini setalah JBI 2008 berakhir, bila aku melintasi monumen-monumen itu, ada senyum kecil tersungging dari bibirku. Tersenyum karena kenangan menikmatinya bersama teman-teman jurnalisku.. Teringat betapa hebohnya kami berfoto bersama di sana..

 

Dan ada satu hal lagi yang menyentakku untuk tersadar.. Kota kelahiranku ini tak memiliki banyak tempat rekreasi untuk dikunjungi.. Mall makin bertambah, café makin bertebaran, tetapi tidak dengan area publik di tempat terbuka untuk sekedar menikmati angin malam Surabaya yang panas ini.. Dan juga, apa oleh-oleh khas yang dapat dijadikan buat tangan dari Surabaya? Ingatkan aku bila kamu mengetahuinya..

 

Seperti yang dikatakan pepatah, perpisahan adalah sebuah permulaan.. JBI 2008 memang telah berakhir, semua telah kembali ke daerah masing-masing, tetapi meninggalkan tugas baru untuk setiap pesertanya, yaitu menjaga persahabatan yang baru saja dimulai..

 

 

 

 

BeBe.. – 080308 – 10:37PM

 

 

 

Memorable Sempu Island

Hari ini aku kembali membuka blogku yang dahulu kubuat di salah satu situs pertemanan. Ada beberapa post yang aku suka di blog yang kini tak lagi pernah aku up-date. Aku memutuskan untuk fokus pada satu blog saja dan Lukisan Kata Tulisan Warna yang kupilih. Sebagai konsekuensi dari pilihanku itu, maka ada postingan lama yang aku suka jadi tertinggal di sana. Daripada ‘lapuk’, maka akan aku copy dan aku post di blog Lukisan Kata Tulisan Warna ini. Post yang aku tulis itu tidak akan lekang dimakan waktu, jadi masih tetap relevan sekalipun ternyata sudah satu tahun yang lalu tulisan itu kubuat. Semoga masih tetap dapat menghadirkan seulas senyum dan menginspirasi. Sama sepertiku yang sampai kapanpun akan selalu tersenyum saat membaca semua tulisan yang pernah kubuat, karena bersyukur ketika teringat setiap kenangan indah dan berkesan yang tak bisa terulang lagi..

 

Memorable Sempu Island..

November 15th, 2007 by bebe050987

Pulau Sempu.. Sebuah tempat yang sangat indah dan punya kenangan tersendiri buatku.. Hamparan pasir putih, air laut biru kehijauan sebagian kehitaman karena terumbu, dikelilingi karang tinggi, panasnya sinar matahari, bunyi ombak yg menyapa pantai, ada karang yg lubang jadi ganasnya ombak dari Samudra Indonesia membentur karang itu sebelum bisa mencapai Segara Anakan.. What a wonderful scenery!!

Pengalaman 3 hari 2 malam yang diisi dengan beragam perasaan yang membaur jadi satu dan membuatnya makin patut untuk aku kenang.. Mungkin orang lain akan sulit untuk ikut merasakannya tetapi aku benar2 menikmati setiap waktu yang kulewatkan di Sempu tepatnya di Segara Anakan.. Semua pengalaman mengesankan itu  tidak akan aku dapat kalau sebelumnya aku mengikuti emosi untuk membatalkan niatku untuk pergi hanya karena ada kejadian kecil yang menurutku tak sesuai dengan harapanku..

Awalnya memang semua aku putuskan sendiri dengan ‘bondo nekat’. Aku bukan orang yang bisa nyaman berada di sebuah tempat baru, di mana aku tak kenal siapa-siapa di sana. Aku selalu merasa sulit untuk memulai tapi bila sudah kenal, aku nggerasa nyaman, aku bisa menunjukkan the real me hahaha..

Jadi begini.. Aku diberi tahu salah satu anggota panitia camp kalo Matrapala ngadain camp ke Pulau Sempu di 12-14 Oktober 2007, libur Lebaran abis UTS selesai. Aku kepengen bisa pergi bareng BPH koor Camp 514 karna waktu itu aku pikir mungkin bisa lebih akrab pas kerja camp. Tapi mereka pada ga bisa, jadi ya ciut dah nyaliku.. Anggota panitia itu juga baru aja aku tahu and terlalu sebentar untuk bisa kupercaya dan masuk kriteria ‘kenal’ menurutku.

Tapi finally aku putusin ikut karena udah lama aku liburan ga kmana-mana, udah bosen di rumah, udah pengen banget liat pantai karena rencana ke Pantai Lombeng di Madura sebelumnya batal.. Trus pas cerita ke Papa, eh belum minta ijin, carrier udah langsung dikasih.. Sebenernya ada beberapa plan laen, mau ikut temenku ke Bali and ikutan retret pemuda di gereja Mama. Tapi ijin ngga langsung dari Papa tadi nguatin nekat ku ke Sempu.. ^^

Setelah denger ttg acara Matra itu, aku emang cerita ama temen deketku pas telepon. Aku udah cari tau ttg Pulau Sempu di internet dan semuanya bilang Sempu itu ‘The Beach’nya Indonesia. Jadi di bayanganku itu tempat keren banget and aku cerita ke dia. Dan aku ga nyangka kalo dia juga ikut. Aku tau juga setelah aku putusin daftar terus tanya apa dia ikut, eh ternyata dia juga udah daftar hehehe.. Ngerasa jadi jauh lebih tenang karena berarti aku ga bener2 sendirian karna ada dia. Jadinya kita buat sebuah kesepakatan deh setelah tau sama2 ikut ^^

Namanya juga daftar di detik terakhir, besoknya ada pembagian kelompok yang aku tau dr temenku. Dan hal bodoh yg terjadi setelah aku tau aku berada di sebuah kelompok yg gada yg takenal sama sekali, wiii nyaliku jauh lebih ciut dr sebelumnya. Emang si ngga sampe yg terus boikot ga mau ikut, tapi langsung males gt.. Excited yang udah terbangun jadi runtuh seketika.. Brol.. Bete banget.. Udah kena seminggu begadang, UTS susah, trus dimasukin di kelompok yg gada yg kukenal.

Aku kasih tau temenku itu kl aku jadi males ikutan.. Selanjutnya yg terjadi adalah aku dimarahin. Aku nyadar kalo aku emang udah mbencekno bgt pasti waktu itu haha.. Maap ya.. Tapi yg dia bilang emang bener. Aku udah konyol banget.. Kesepakatan juga udah dibuat.. Stelah aku nenangin diri baru aku isa mikir lebih jernih dan sebenere ngga perlu stress jg toh udah daftar mosok ‘tecik’ ga brani brgkt? Kan niat awal pengen liat pantai.. Lagian di sana kan ga selalu di kelompok itu.. Toh selama ini terbukti byk kejadian yg awalnya aku takut, tapi always isa menikmati and happy ending hehe.. Ya omelan yg menenangkan pada akhirnya..

Oya, benere aku sempet hampir ngeper lagi, karena Mama ga suka aku ke Sempu ikutan camping gini. Wah aku paling ga brani macem2 ama omongan Mama. Tapi feelingku gpp tuh, tarasa2in tapi feeling ga enak itu jg ga keluar hehe.. Biasae kan kluar.. Trus mendadak temenku itu juga ga dibolehin pegi karena ada bad feeling gt deh waduh.. malah jd takut ak hehehe.. tapi kita doa n serahin ke Tuhan ama janji jaga diri baek2.. And emang baek2 aja kok semuanya hehe..

Siap2 deh.. Inisiatif nyari ketuaku Ko Tung2 yg cerewet haha.. Trus sehari sebelum brgkt kita sama2 ngumpul sekelompok, ada Lilan, CikLit, Dian, Purwanto. Keliling ke tempat2 yg jual peralatan pecinta alam gt deh.. Mulai dari Bratang ampe Pusat Grosir Sby di Pasar Turi haha.. Beli apa ae ya? Kompor lapangan, nesting, matras, parafin, macem2 pokokE. Ternyata ga murah juga hehe.. Besok paginya siap2 packing seisanya di rumah. Susah ternyata ngisi tas segede itu.

Ga perna kebayang sebelume aku harus nggendong carrier seberat itu ke sebuah pulau yg jauh dr peradaban alias ga ada penerangan, gada kamar mandi, and gada rumah penduduk!! Aku suka pake ransel tapi kl berat ky gt ya ga keren haha.. Ya ampun, badanku ampe ketarik mau jatuh ke belakang, jadi harus aga mbungkuk biar imbang. Abis isine aer 6 liter ++! Plus 4 baterai senter tuh jg berat..N barang2 yg isa tetep buat kita tetep ‘hidup’ selama 3 hari 2 malem di sono..

Ternyata malem, jam 9an ampe kampus, ditata lagi, ditambahin barang kelompok kan, ketambah nesting isi beras ama telor punya kelompoknya Alun.. Abis kasian carriernya udah obesitas hahaha.. Ya gpp, masih ada space di carrierku.. Jadilah sangat berat. Iih hebat juga aku isa gendong ‘ransel’ seberat itu hahaha.. (memberi penghargaan buat badanku yg udah lama ga pernah excercise =P) Oya ama sbelum lupa, salut juga buat Bram, meski kurus tapi bawa ransel yg sebegitu berat tanpa ngeluh.. Two tumbs deh..

Jam 11 malem berangkat, duduk nemeni Lilan di bis, ga PeWe, laper, ga bisa bo2 pdhl ngantuk, sempet dongkol, and jam stgh 4an mungkin sampe di Sendang Biru. Finally get out from that bus hehe.. Sempet ada kjadian mengagetkan yg kurang menyenangkanku tapi udah deh.. Trus bo2 bentar di rumah nelayan, ngumpulin tenaga biar bisa kuat angkat carrier ama tracking sekitar 2 jam setelah sampe si Pulau Sempu. Stelah matahari muncul ‘ting!’ haha.. Ke warung maem!! Maem mi ama anak2 skalian kenal lagi ke anak2 dari klompok laen, ada Dany, aSep..

Trus gendong carrier, jalan ke Pantai Sendang Biru! Wiiiii.. Aku bener2 seneng banget, pantai waktu pagi apik pol.. And finally aku liat pantai haha.. Naek kapal motor gt deh buat nyebrang ke Pulau Sempu. Sekitar 10-15 menit, trus kan ga isa sampe ke bibir pantai, jadi harus jalan di aer, bawa carrier plus 5 liter aer yg ada di jerigen! Aernya dingiiin.. Maklum aku pendek, jadi sepaha gt deh basah haha.. Percuma celana ditekuk ampe lutut.. Ketemu banyak ubur2, jelly fish kaya di Spongebob gt cuma warnae putih bening bukan pink hahaha..

Sesampainya di pantai Sempu, ganti sepatu trus dimulailah tracking.. Yuhuu.. welcome to the jungle.. Aku udah sering hash, jadi dah ga kaget hicking gt tapi hash nggendong carrier ama bawa jerigen ini lho yg ga pernah.. Buerat bgt, krasa lama banget kok ga nyampe2, napas udah meh abis rasae, tangan merah karena bawa jerigen, keringet ngalir tanpa bisa dilap lagi, baju basah kuyup, ampe jalan ama doa minta dijadiin Power Puff Girl hahaha.. Sering banget brenti buat mbebasin diri dari beban carrier tapi juga ga boleh minum byk ntar tambah capek. Aku ga mau ngeluarin keluhan, jadi mikir “ayo BeBe isa..Dikit lg nyampe..”

Setelah jalan hampir 2 jam mungkin, sampelah di Segara Anakan yg keren itu! Bener2 keren!! Terbayar deh rasanya capek itu..

Sempu 1

Senangnya hatiku.. Hamparan pasir putih, air laut biru kehijauan sebagian kehitaman karena terumbu, dikelilingi karang tinggi, panasnya sinar matahari, bunyi ombak yg menyapa pantai, ada karang yg lubang jadi ganasnya ombak dari Samudra Indonesia membentur karang itu sebelum bisa mencapai Segara Anakan.. What a wonderful scenery!! Tuhan emang luar biasa isa ciptain yg segitu indah. Pengen nyebur ke ‘danau air asin’ itu tapi teriknya matahari mengurungkan niat haha.. Jadinya istirahat dulu kan capek banget..

Dimulailah bermacem2 kegiatan di sono.. Mulai dari upacara pembukaan, ada materi cara baca kompas, ada kompas malam, ada materi KSR tentang pertolongan pertama kalo luka, trus materi survival, diajarin juga gimana buat bara api.. Tapi ada praktek juga tentunya.. Seru sih karena belom pernah dapet yg begituan sebelumnya hehehe..

Sempu 3

Trus pas malem ‘pertama’ adalah moment paling cool paling seru paling berkesan.. Jangan ngiri ya hehehe.. Malem itu aku putusin menuruti keinginanku yg aga ga masuk akal yg udah kependem lama.. Tiduran di pasir pantai. Sebelum putusin brkt ke Sempu, Bram uda bilang kalo liat bintang di pantai itu uapik bgt and aku kpgn liat bintang jatuh. Pas malem itu ada banyak bintang, jadinya aku gelar kain bali and tidur ngeliat ke atas ke langit malam.. God is awesome!! Ada ribuan bintang di langit yg gelap itu, kelap kelip, ada yg cahayanya terang ada yg biasa aja, ditambah angin pantai yg dingin, and suara ombak di malem hari, dan pasir pantai di mana-mana hehehe.. Bener bgt omongan Bram kalo liat bintang di langit itu luar biasa.. Dan yang lebih hebat, aku bener2 melihat bintang jatuh akhirnya!! N aku ‘ga sendirian’ waktu itu hehe.. =P Aku masih inget banget, bintang itu ada di sisi kanan trus tiba2 dengan cepet jatuh ke arah kanan and ngilang.. Aku langsung make a wish!! Rahasia donk..^^ Aku sueneng bgt karena tercapai yg aku pengenin.. Um.. So sweet pokokE.. Trus malem itu aku juga ‘starone-an’ ama Bram, and cerita byk ama Ko Tung, aSep, Dany, Lilan, Dian, Oliver, ama aLun.. Ada sesi curhat and pertanyaan yg harus dijawab. Semua jadi lebih ngenal deket gt deh.. Trus angin malem mbuat kita laper hehe.. Jadi nitil2 ubi bakar.. Enak manis tapi panas banget hahaha.. Aku jadi cuman minta dr punya Bram haha.. Panas bgt soale kalo megang..

Stelah itu semua mutusin untuk ga tidur di tenda tapi tidur di luar! Di samping tenda jadi kita ambil matras trus digelar deh di pasir.. Ngeliat bintang beneran sampe tertidur.. Tanpa bantal guling selimut haha.. Kerasa banget dingin nya.. Waktu pagi buka mata, langit mendung.. Yang laen pada blum bgn, pantai surut ternyata, pas ak masih tiduran tau2 gerimis, ujan! Wah semua langsung pada bgn, ambil matras masing2 and masuk ke tenda tanpa suara! Hahaha.. Lucu bgt, tp emang ujan deres beneran.. Aku ama Lilan ga bisa tdr lagi jadi kita bersih2, ujan reda, kita keluar unt sikat gigi, cimuka, dll.. Trus maenan di pantai smntr yg laen pada masih tdr di tenda. Perlahan pantai mulai pasang pelan2 jadi nyusurin pantai, buat tulisan nama di pasir, foto2 hehehe.. Damai bgt.. Ini baru liburan..^^

Hari kedua ga gt mengasyikkan entah kenapa rasanya aku agak2 sepo.. Padahal hari pertama kmrn aku sempet ga enak badan pdhl kpengen maen gobag sodor, engkle jadi ga brani aku hehe.. Akhirnya maen domikado yg kalah dihukum Ko Tung loncat kaya sailormoon, Bram ngasi hukuman lompat kodok 5 x..

Oh iya ada pengalaman lucu lagi dari Sempu.. Untuk makan kan kita harus masak bahan2 yg kita bawa, nah pas pertama kali masak untuk makan malem, kita bagi tugas masak. Trus malem itu kita maem beras!! Hahaha.. Bukan nasi.. Karna kita ngga diajarin cara masaknya pake korlap, pake nesting, takerannya kita lho ga tau. Ampe kasian kelompoknya Bisma, Hans, Junior, dkk karena mereka yg tau2 kebagian masak beras. Aduh bersyukur bgt deh bisa makan nasi karena makan beras ngga enak dan bikin eneg karena ga bisa ditelen.. Jangan coba2 ya!! Hahaha.. Jadi malem itu smua maemnya diem.. karena berusaha makan dgn usaha xtra supaya ngga ‘keluar’.

Wes2.. Lucu banget tapi trus besoknya kita udah bisa ahli memasak nasi dengan nesting, korlap, parafin. Resepnya adalah: masukin beras and takeran air ya kaya biasa,1,5 tinggi jari tlunjuk, trus yg special adalah parafinnya!! Pertama pake 1 parafin. Kl udah abis, masukin setengah, abis, trus seperempat, and seperempat lagi.. Gt lho.. hahaha..

Oh iya, pas masak, kita kompak bgt, ditemenin ama udang kecil2 yg loncat2 trus sesekali renang di nesting kita hahaha.. Ebi gt wes.. Trus ga lama semua jd punya job des ndiri2 kalo masak.. Dany kebagian ngedug pasir buat ngelindungi korlap and parafin dari angin.. Hahaha.. Jago deh Dany kalo yg berhubungan ama pasir.. Trus Lilan kebagian mbagi makanan that’s why I called her Ai Kantin hahaha.. Keibuan bgt soalnya.. Trus selesai maem, semua pada nyuci di pantai.

Yg lucu lagi pas malem kedua, kita putusin untuk pesta pora hahaha..menghabiskan jatah makanan biar ga berat gt bawaan pas balik. Semua kalengan yg dibawa klompok Alun dimasak. Klompok laen pada nyumbangin telur, aku kebagian masak nasi ampe brapa nesting ya? 4 apa 5 ya? Yg pasti semua bersedia ngabisin jadi ya pesta..hehehe.. Trus pas nyuci kan di pantai. But ga pake sabun.. Ga boleh merusak alam Sempu. Kan di sana gada penerangan selain senter yg kita punya, jadi kalo nyuci pasti sepasang. Ada yg megangin senter smentara yg laen nyuci. Jadi yg nyenteri mesti ngeliatin laut terus. Begitu keliat ubur2 mendekat, semua pada lari balik ke pantai hahaha.. Ga mau dicium ubur2 lah ya.. Sempet ada ubur2 yg ditangkep trus ditaruh di api unggun, emm tapi ga tau bentuknya jd ky gimana stelah ‘mateng’? hehe.. Nyala loh kalo malem, biru2 keunguan gt di pantai..

Hari ketiga pagi, semua pada renang di Segara Anakan.. Itu pertama kalinya aku renang di air laut.. Asin bgt!! Ga nyangka.. Kalo ada telur setengah mateng mungkin lebih enak hahaha.. Duuingin bukan maen! Ampe gemeteran di dalem aer.. Tapi aku masih bisa nyentuh dasarnya jadi jalan ampe ke deket karang bolong. Aku pinjem kacamata renangnya Bram trus nyoba renang bentar. Kaget bgt waktu tiba2 dimendelepin ke aer ama Vero.. Wuih udah dr SMP ga pernah renang, skrg renang di laut, ga siap, pake softlens, ga pake kcmata renang, eh diceburin nih kepala.. Untung ga parno karena dasarnya masih keinjek hehe.. Tapi seru abis.. Semua rela terbakar and gemeteran kedinginan. Trus lempar2an pasir basah gt.. Yek.. Hahaha.. Sakit juga ternyata trus susah kalo udah belepotan, dimana2 pasir.. Trus ada acara ngubur si Keong Mas.. Knapa aSep ya? Karena kmrn dia nyeburin anak2 gt pas nyantai2 di pinggir pantai.. Jd pembalasan dendam. Kasian ampe mateng gt rasane hahaha..

 Sempu 4

Ya pas pulang, rasanya waktu berjalan cepet.. Bawaan udah enteng jadi jalan terasa ga membebani, and semua udah kepengen mandi hahaha.. 3 hari tanpa mandi! Semua wes rindu kamar mandi hehehe.. Ya stelah ngisi perut dengan maem mi and merasakan segernya es campur pantai, kita cabut dr Sendang Biru unt balik ke surabaya skitar jam 6 malem..

Di bis, sebelahan ama Bram, kita cerita and review kejadian2 di Sempu tadi hehe.. Untung lah ikut berangkat and kekhawatiran mama2 kita ga terbukti..^^ Luv you Mum..

Thanks God bgt setelah pulang, aku jadi kenal banyak banget temen2 hebat.. Kita berberapa sih sebenernya? Yg pasti keliat ada 9 member dari 20.20. Kenapa 20.20 yg dijadiin nama? Itu usulan aSep karena waktu itu nggak sengaja pas di Sempu lagi ngumpul trus ngeliat jam, waktu nunjukin pukul 20.20 hahaha.. Smua dgn keunikan dan kelucuan dewe2.. Aku ga sangka setiap orang yg ikut dgn alasennya masing2 untuk ngisi liburan, pulang jadi kompak and berteman baik sekarang..

Sempu 5

Sempu.. jadi ingin kembali ke sana untuk melihat bintang, karang, air pantai, dan lumba2 yg belom kesampaian hahaha.. Aku rela kulitku jd gosong dan kakiku penuh dgn bekas luka tapi aku dapet semua pemandangan indah, pengalaman baru, and temen2 yg luar biasa.. Apa jadinya kalo waktu itu aku ga dimarahin Bram trus tetep ga berangkat ya?? Hahaha.. ^^ Miss you Sempu..

 

 

Sneakers

I want to update my blog, but still don’t have any time to write an article..
So, just to keep this blog updated, I post one of my photos..
I captured these shoes on Shell Road Safety Goes to School event..
Those shoes are belong to the elementary students that put off their shoes,
sit down on the floor mat, and listen to the police’s story..
One thing that interesting is almost of their shoes are sneakers..
I love sneaker and these kind of shoes are so common..
Hm.. Sneakers are folk shoes!!
Another Collection of mine..

Another Collection of mine..

Previous Older Entries

www.widiantigunawan.wordpress.com