Taiwan Trip 1: Dream Comes True

Aku sedang berada di perjalanan dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju ke Taipei di Taiwan. Aku sedang menghidupi mimpiku. Bukan mimpi besar tapi tetap saja mimpi itu jadi kenyataan.

Sekitar dua tahun lalu, aku yang berstatus single beberapa tahun mulai terganggu dengan pertanyaan orang-orang yang sangat perhatian padaku, tentang status single ini. Perlahan mulai merasuk ke pikiranku yang awalnya aman dan menikmati waktu ini. Pertanyaan mulai kutanyakan pada Tuhan. Melihat teman di sekeliling bukan hanya sudah berpacar tapi menikah. Kapan saatku tiba?

Aku kemudian menyadari, semua pertanyaan itu hanya Tuhan yang bisa menjawabnya. Siapa dia? Di mana? Kapan? Dan seterusnya. Hanya Tuhan yang bisa menjawab 5W1H sekaligus menuliskan cerita cinta itu. Bagianku adalah percaya saja dan menjalani serta menikmati setiap musim yang Tuhan izinkan aku alami saat ini. Because there’s season for everything.

Kemudian aku berpikir, selagi aku belum ditemukan oleh pasanganku, apa saja yang ingin dan bisa kulakukan selagi berstatus single? Selagi belum ada komitmen dan beban tanggung jawab. Apa yang bisa kulakukan di musim ini? Hal yang hanya bisa dilakukan di musim ini?

Aku pun membuat daftar. Aku sangat suka traveling. Jadi aku berujar pada Tuhan: 1. Aku ingin pergi backpack ke luar negeri hanya berdua dengan adikku. 2. Lalu aku ingin pergi ke Taiwan mengunjungi teman baik yang memiliki kelokan hidup sangat mirip denganku, habiskan waktu di sana selagi kami berdua masih single. 3. Be in a better shape body through work out. 4. Find a settle job. 5. Preparing myself to be a good godly woman for my future godly man. 6. Sekolah di luar negeri.

Nomor 1 sudah terwujud di 2012, aku pergi ke Penang hanya berdua dengan Cing, dengan ransel, city map and free map, and camera, kami habiskan 5 hari 4 malam. Nomor 3 sedang kujalani dengan fitness di sebuah gym sejak awal Februari lalu. Nomor 4 Mungkin BYZ adalah jawabnya, entah tapi aku memaksimalkan diri dengan membuka lapangan pekerjaan baru melalui bisnis kecil ini. Nomor 5, I’m still on the way, God is keep teach and train me a lot these past two years. Nomor 2, this is it!

Satu per satu Tuhan jawab. Jadi daripada meratapi nasib karena kesendirian ini, aku memilih untuk live life to the fullest. Karena waktu tak pernah bisa mundur, hanya berjalan maju. Aku tak khawatir akan status ini, bukan juga berarti aku bangga karenanya. Aku hanya tak mau membandingkan musim yang satu dengan musim lainnya. Tak mau membandingkan hidupku dengan hidup orang lain. Aku ingin menikmati dan tak ingin ada penyesalan.

Toh aku percaya, waktuku akan tiba karena lagi-lagi waktu berjalan maju. Satu hari berlalu berarti menambah panjang durasi status single ku, tapi hey di sisi lain satu hari berlalu berarti satu hari lebih dekat dengannya. Terlebih lagi melihat satu per satu wishes ini terpenuhi, hmm.. God is writing my love story even before I realized it, I guess. We’ll see.

Every season has its signs when it’s going to change..

In the sky between Kuala Lumpur and Taipei, Air Asia X D7 376,17:59, 240513, Bei

1 Comment (+add yours?)

  1. gina
    Jun 07, 2014 @ 20:47:18

    Menjalani hidup mengalir apa adanya.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: