24

Sebuah masa hidup yang masih belum kumengerti arti kelokannya tetapi telah kulalui, yaitu usiaku ke-23.

Aku menjadi dosen, dan aku memutuskan untuk mengakhirinya untuk saat ini. Aku pergi ke Jakarta yang sejak lama terus memanggilku, mencoba sesuatu yang baru. Beberapa bulan adaptasi dan pembelajaran akan dunia yang baru. Bertemu banyak orang-orang baru. Semua membuatku memilih lingkungan seperti apa yang aku mau masuki.

Tertantang untuk belajar tentang kepercayaan. Memulai merawat tempat tinggal yang dipercayakanNya untukku. Menuntutku menata mimpi yang ingin kuraih. Mempersiapkan diri untuk diperluas dengan tanggung jawab lebih besar.

Kesesakan itu membuatku berlari padaNya. Dalam kesendirian kudapati Ia berbicara padaku, dan hanya padaNya aku mampu ceritakan semua yang kulihat, kualami, dan kurasakan. Tak mau kutukar waktuku bersamaNya dengan hal lain. Kudengar seringkali Roh Kudus yang ada padaku berbicara melalui banyak cara. IntervensiNya bahkan nyata dalam badai kehidupanku.

Jauh dari keluarga dan teman baik membuatku banyak kembali melihat ke dalam diri. Pertemuan dengan orang-orang baru membuatku melihat pilihan hidup. Dari sanalah aku menjadi lebih mengenali diri, nilai, dan prinsip hidupku. Pergumulan tentang masa depan membuatku ingin menjadi A Better Lady in Waiting.

Aku selalu meyakini di balik lelaki yang hebat, selalu ada wanita hebat. Oleh sebab itu aku pun ingin menjadi wanita hebat supaya lelaki hebatku nanti dapat menjadi lebih hebat. Bukan menjadi wanita yang lebih yang hebat dari lelakiku kelak, tidak seperti itu yang orang tuaku ajarkan. Sehebat-hebatnya wanita, dia tetaplah wanita yang harus tunduk pada lelakinya. Takaran “hebat” pun berbeda-beda di pikiran setiap kepala. Buatku, “hebat” adalah jadi wanita yang siap mendampingi proses hidup lelakinya.

Untuk belajar menjadi wanita hebat ada harga yang harus dibayar. Untuk bertumbuh menjadi wanita hebat ada benih yang harus ditanam. Untuk benih yang baik itu dapat berbuah baik, ada proses yang membutuhkan waktu.

Sambil menantikan lelaki hebat itu muncul dan dengan keberaniannya mengajakku meraih mimpi bersamanya. Selagi ia sedang berperang melawan naga-naga di luar sana. Aku akan pakai waktu ini untuk menanam benih yang baik supaya kami bisa memanen buah yang baik pada saatnya nanti. Ini bukan soal romansa belaka tetapi realita yang esensial.

Bila Tuhan ciptakan aku sebagai wanita, maka aku harus menjadi wanita yang baik dan berkualitas. Wanita yang memiliki hubungan baik dengan Tuhan. Yang diberkati untuk menjadi berkat buat sesama. Mengerti panggilan hidup dan menggenapinya. Tahu apa itu menghargai orang lain. Sadar bagaimana dan kapan menempatkan diri dengan benar.

Menjadi wanita yang memiliki keahlian itu sebuah keharusan. Agar di tangannya nanti keseharian rumah tangga dapat berjalan baik. Selain keahlian, wanita dituntut untuk cerdas dan tidak dangkal berpikir. Agar anak yang diasuhnya kelak dapat bertumbuh dengan baik. Namun, cerdas masih bukan yang terpenting karena harus ada karakter yang baik. Agar dengan karakter baik itu dirinya dapat menjadi exceptional bagi lelakinya dan keluarga yang Tuhan percayakan.

Cukup sudah tersinggung ketika orang lain mengkritik ketidak-sempurnaanku. Tak ada lagi pembenaran diri saat menyadari kekurangan diri. Tak perlu merasa diri paling benar justru di saat harus merubah karakter dan sifat yang tidak baik.

Pohon untuk berbuah membutuhkan waktu sejak benih itu ditanam. Tak perlu waktu lebih lama terbuang untuk tidak segera kutanam benih baik itu. Waktu terus berjalan. Jika di musim ini ia tidak berbuah, masih ada musim selanjutnya untuk segera berbuah. Sampai kapan mau menunggu untuk tak segera menanam?

Aku mau biarkan diriku dipimpin dan diarahkan oleh Roh Kudus. Aku harus berlatih untuk bisa memiliki kecenderungan reaksi atau respon yang lebih bijak. Ada banyak hal dan aku masih amat jauh dari hebat. Tapi aku hanya ingin bergerak maju untuk menjadi seorang BeBe yang lebih baik. Seorang wanita yang menanti dengan bijak.

Harapanku ini bukan hal yang mudah untuk dijalani. Sebab bila kau belajar, pasti akan diuji. Kadangkala membayangkan ujian itu saja sudah cukup menegangkan. Namun, itulah proses untuk naik kelas bukan?

Terima kasih untuk semua teman, sahabat, dan keluarga yang mewarnai usia 23 tahunku. Dengan kerendahan hati aku mengharapkan doa dan bantuanmu untuk mewujudkan keinginan baik ini. Semoga setahun lagi, sudah ada buah baik yang bisa dipetik.

Happy birthday to me!

Excellent quality = Capability + Godly character

BeBe – Krwci – 040911 – 11:45PM

13 Comments (+add yours?)

  1. Trackback: 25 « Lukisan Kata Tulisan Warna
  2. Daniel Budiana
    Sep 06, 2011 @ 15:45:58

    Nice quote “di balik lelaki yang hebat, selalu ada wanita hebat” hahaha…
    Sing ngga kuat mek lelakinya berperang melawan naga-naga di luar sana.. wakakaka… And aku baru sadar about your age.. 23… I guess you’ve already 25… hahahaha…..
    It’s all about a whole life… Not so easy, but I know Father, Son and Holy Spirit will guide you to the best way… Don’t be afraid, just walk🙂
    Learn until die…😀

    생일 축하 해요… 몸 조심하세요…🙂

    Reply

    • BeBe Gunawan
      Sep 09, 2011 @ 19:20:01

      Pak DaBu, apa itu artinya? hahaha.. And I was 23 and now 24. Yang 25 itu Anda mungkin.. *ngakak*. Anyway, jadilah lelaki yg hebat dan temukanlah wanita hebat untuk menemanimu!🙂 GBU

      Reply

  3. Gloria Lady Leony (@GloriaLady)
    Sep 05, 2011 @ 21:14:29

    i thank God for knowing you and having you as my best friend now. i know He will show us the best way, the best future. we just have to keep holding on. get closer to Him. no one can interrupt our relationship with Him. we should build our life stronger together with Him, the Creator. happy birthday my dear best friend. i know, in the end, it’s all worth it.

    Reply

    • BeBe Gunawan
      Sep 09, 2011 @ 19:17:24

      You are one of my very very best friend Lele!!! Thanks for always be there although you are so so so far away! So glad He let us walk in the similar journey, so that we can strengthen each other easily. Thank you for asked me to accompany you read The Lady in Waiting, 5 months ago, it really changed me! *hug*

      Reply

  4. Jesselyn Monica
    Sep 05, 2011 @ 19:20:58

    bebe chan..apakabar? sudah lama tak bersua denganmu..anyway..menyentuh sekali tulisanmu ini..
    Be..kalau Bebe sekarang tau pergolakan apa yang aku alami saat ini, Bebe pasti dengan rela akan turut mendoakanku..sungguh kepercayaanku padaNya sedang diuji di negeri yang sebagian besar penduduknya tidak mengenal bahkan tidak peduli lagi pada kuasa dan keagunganNya..Mungkin jika aku dikelilingi oleh orang-orang terdekat yang memiliki dasar kepercayaan yang kuat, aku takkan bimbang, sedih, dan putus asa seperti ini.. Namun apa daya, inilah jalan yang disediakan bagiku..berat memang..tapi kamu memberiku inspirasi untuk tetap menjadi kuat,..thank you dear bebe..

    Reply

  5. Tyas
    Sep 05, 2011 @ 16:10:38

    Bu Tiwi setuju sekali dengan tulisanmu. Kita memang harus mempersiapkan diri menjadi wanita yang baik sebagai pendamping bagi pria yang Tuhan sudah siapkan bagi kita. Juga mempersiapkan diri menjadi Ibu yang baik bagi anak-anak yang akan TUhan anugerahkan pada kita. Selamat mempersiapkan diri menjadi wanita hebat, Be.

    Reply

    • BeBe Gunawan
      Sep 09, 2011 @ 19:04:04

      Bu Tiwi, terima kasih. Membaca komentar Ibu ini rasanya jadi dalem banget kesannya hahaha.. Setiap wanita diciptakan baik dan harus menjadi baik, selalu. Terima kasih buat dukungannya ya Ibu. Keep in touch always. Ibu selalu Guru Bahasa Indonesia loh buat saya hehehe..🙂

      Reply

  6. bram
    Sep 05, 2011 @ 13:54:34

    tlisan hebat dr wanita hebat..=D..
    anyway hpbd bebe..=))..GB..

    Reply

    • BeBe Gunawan
      Sep 09, 2011 @ 19:01:58

      Kwek, wah dirimu menepati janji haha.. Minta link and reply comment. Thanks for being my friend that always there. Kamu jg mesti jadi lelaki yg hebat yah!🙂 GBU

      Reply

  7. viona
    Sep 05, 2011 @ 13:50:26

    You write this from your heart, dear Ce Bebe. I don’t know why, but these sentences speak to me as well. Who are we to expect no critics from others? Indeed He is giving such process for me too.

    Dear Ce Bebe, through the distance we may know, who’s the real friend, the backstabber, the good and bad ones, many things would be revealed by themselves. Whether about our personality or our surroundings.

    I do believe you are now building ur bright future with Him.

    Thank you for giving a public shared gift. I feel blessed by this.

    Hartelijk bedankt.
    Hopelijk heb je een goed jaar. Veel leuk met jouw vandaag. Het beste🙂

    Reply

    • BeBe Gunawan
      Sep 09, 2011 @ 19:00:24

      Geges, thanks a lot dear. I’m glad if this words also speak something good to you. He holds our hands. All I can say is: AMEN! For the wishes and prayer.
      Where are you now? I miss your sister and you too!! You know what, I do inspired by you at some point🙂 Keep shining!

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: