BB Tak Ber-BB, lagi!

Pagi tadi, di kala langit masih gelap, rasanya aku masih sempat memutar God of My Days by Gateway Worship di BlackBerry setelah alarmnya kumatikan. Benda itu telah membangunkanku dan membantu mengumpulkan butir-butir kesadaranku. Mungkin itu salah satu hal baik yang telah dilakukannya sebelum berpisah denganku dan hilang di siang harinya.


Ya, BlackBerry warisan ayahku yang baru kupakai resmi menjelang kepindahanku ke Jakarta itu hilang karena kecerobohanku. Ya, aku mengakuinya, dengan alasan apapun itu, benda itu hilang karenaku.

Di taxi express itu, aku duduk di depan untuk mengurangi rasa pusing. Siang itu aku, kakakku, dan rekan kerja kami sedang berpindah tempat dari pertemuan yang satu menuju janji yang lain di Pasific Place. Setelah membalas YM dari salah seorang teman, Storm tak kumasukkan langsung ke dalam tas seperti biasanya, tapi di pangkuanku. Sementara aku mengeluarkan peralatan berbenah diri sebelum bertemu orang penting lainnya. Ketika tiba di PP, aku beranjak dari taxi, dengan hanya melihat kursi itu kosong. Sepertinya Storm terpelosok ke karpet di bawah sana dengan posisi “silent” yang belum berubah.

Kaget dan cemas itu yang pertama kali merasukiku. 1-2 menit setelah beranjak dari taxi, melangkah di lobby, melewati mesin keamanan, aku tahu sesuatu tidak beres terjadi. Kuhentikan langkahku, memeriksa isi tas, dan yap! Si 9500 itu lenyap.

Sehari yang lalu kotbah di JPCC mengingatkan bahwa 96% dari kecemasan kita tidak ada sisi positifnya untuk diri. Aku segera memaksa diri untuk hanya cemas dengan kadar paling mendekati 4% yang kubisa. Aku duduk, dan menyadari apa yang bisa kulakukan. Dengan segera semua bagai film berputar cepat di pandanganku. Taxi telah pergi. Aku tak ingat nomor taxi itu. Baik kakak ataupun rekanku juga tak ingat. Storm silent. Kutahu tipis kemungkinan untuk menemukannya kembali. Lalu?

Coba telepon! Kutelepon berharap ada yang mengangkatnya, ada nada tapi tak terjawab. Berkali-kali bahkan BBM dari temanku juga delivered. Ke-silent-an mu berhasil Storm! Lalu?

Semua akun social networkku masih sign in dan bisa berbahaya di tangan orang tak bertanggungjawab. Tapi tak ada laptop. Cari teman yang bisa mengaksesnya. Tak ada satupun nomor teman kusimpan di PDA yang baru ter-restart dengan kartu baru berumur 4 hari. Adik kuhubungi tak tersambung. Kubongkar dompet dan kutemukan slip pengiriman barang ke salah satu teman baikku dan ada nomornya di sana. Kutelpon dan dia berujar yang akan mengurus penggantian semua passwordku. Oke, what more can I do then?

Nothing..! And I don’t like it. I’m finding myself feel guilty. Half of me blaming the rest of me because of the foolishness I just did. I don’t blame anyone else because I clearly see that it’s my fault. So I need time to relax and controlling the dilemma inside me. I need to pray!

I don’t feel bad for the lost because I know that every single thing that I have in this world, is never mine. Those all belong to Him, the One who give me the responsibility to take a good care of them. I’ve learned to not attach too much with them, because they were given and they will be taken away by the Owner. But I apologize; I didn’t take care of it nicely so that it’s gone now. If God want it back to me, it’s too easy for Him to make it happen. But maybe, there’s another person needs Storm more than me now. Just, forgive him because taking something which not his.

I know it’s a precious lesson for me. I learn to let go. And learn to forgive myself. Aku telah ceroboh meski aku bukan orang yang ceroboh. Sangat jarang kecerobohan itu terjadi tapi sekali-kalinya terjadi, akibatnya cukup fatal. Aku yang setiap kali naik taxi selalu menyapa nama pengemudinya dan menghafal nomor, saat itu terlewatkan meski info tersebut tertempel di depanku persis. BB yang selalu kumasukkan tas, tak langsung dengan sadar kulakukan. What’s ALWAYS means? Once you are not, it could never be said as ALWAYS.

Aku menyesal tapi aku pun harus sadar bahwa aku bukan manusia super yang tak pernah lalai. Aku perfeksionis tapi tetap manusia biasa. Bisa salah dan harus mengakui bila memang salah lalu berbenah.

Ini terjadi di kala aku sedang memulai lembaran baru, merangkak dari nol di ibukota, di duniaku yang baru. Daripada berlarut menyayangkannya, maka aku harus bekerja lebih keras lagi untuk menggantinya. Memasukkannya ke dalam daftar rencana keuanganku untuk mencukupkan diri sehingga bisa membeli yang baru tanpa merusak tatanan financial.

Aku pun berterima kasih, beberapa teman-teman Date Karawaci 1 masih memberikan perhatian mereka. Meski sederhana di twitter dan mengajakku hangout, menghubungi pihak express, sampai memastikanku fine, itu semua menyemangatiku. Meski aku masih newbie di tengah mereka.

Wow, ku telah mempraktekkan ilmu baru yang kudapat di gereja kemarin. Aku bisa mengurangi rasa cemasku lebih cepat dari biasanya karena hal yang di luar kontrolku sebagai manusia itu bukanlah bagianku. Ku sudah lakukan terbaik yang kubisa dan aku berdoa. Sebanyak-banyaknya hal yang kupelajari, aku tuliskan, karena uang sekolahku kali ini cukup mahal, BlackBerry 9500 Storm. Dan BB kembali tak ber-BB lagi..🙂

You give and take away, but my heart will choose to say: Lord blessed be Your name!

Karawaci | 280311 | 11:45 PM

3 Comments (+add yours?)

  1. Rocco Habeck
    Feb 10, 2015 @ 02:17:00

    Impresionante! Gracias por compartir! En serio, este es un consejo buen chirrido y yo añadiría que además es agraciado en el tiempo que bloggers responden a los explicación.

    Reply

  2. Daniel
    Mar 29, 2011 @ 12:46:16

    Yah… Maka e to be… Kalo kemana-mana itu minta dianter dong..
    Jangan naik taxi sendirian to… Ayo segera ditelp to yang di Jakarta.. Hahaha…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: