The Journey of Faith

Between the roses and the thorns..


Aku tak tahu mengapa kau belokkan aku kemari? Yang kutahu aku menurut saja. Dunia berpikir aku hilang akal, aku tahan semua anggapan itu. Aku tak tahu jalanan seperti apa dan bagaimana yang harus kujalani? Yang kutahu aku telah di tempat ini. Dunia terasa seperti kebun mawar di sini, penuh dengan duri tajam, aku mencoba bertahan meski tahu akan tergores.

Tak kuharapkan segala sesuatu yang serba indah, hanya saja tak terbayangkan sekeruh ini kadarnya. Tak! Aku bukan pengeluh, kau tahu itu. Tapi benar adanya, ini lebih berat. Antara ingin menghembuskan nafas panjang dan menutup mulut lalu menjalani hari demi hari. Mungkin bukan mengeluh tetapi menyadari kenyataan yang tak mudah lalu berusaha mencari sisi baik yang ada, itu lebih baik.

Cukup menggelikan, ketika kau akan melangkah dan kau dengan sadar perlahan mengangkat kakimu ke jalan berduri. Tapi seharusnya ada mawar-mawar indah yang akan menguncup lalu merekah, memamerkan merahnya. Menggelikan karena kau bagaikan orang tak waras yang masih mau melangkah ke dalam semak duri itu.

Kini duri ini tampak lebih jelas, siap menyambutmu. Manakala belum tahu berapa lama lagi mawar-mawarmu akan merekah.

Dunia finance belum pernah kutahui sebelumnya. Lingkungan tempatku hidup pun belum kujelajahi sebelumnya. Sistem kerja yang tak menentu. Pihak yang tak menyukaimu dan mencoba menghuyungkanmu. Mau tak mau, aku paksa diri berubah menjadi manusia yang bisa berkompromi sambil belajar menggeliat dari kenaifanku.

Semua berbeda dan tak bisa dibandingkan dengan pada saat aku sempat tinggal setengah tahun di kota ini. Tak ada kendaraan pribadi ternyata kini bisa menjadi seberat ini, meski aku pernah bisa bertahan. Aku berteriak padamu, menunggumu, dan kutahu kau yang akan menentukan jawabnya.

Tinggal di tempat kos yang bertetanggakan pria, pria, dan pria. Bekerja di antara pria-pria. Aku jadi yang tercantik di sini. Namun, aku tak ingin itu, lebih baik bukan tercantik tetapi ada wanita lain. Mandiri tapi bukan sendiri.

Di kala pundiku bisa mulai terisi kini serasa kembali dari nol. Mau tidak mau harus kubiarkan orang tua dan kakak yang mencukupkan kebutuhanku. Di sinilah realita dan idealisme harus beradu, dan kubiarkan realita menang saat ini.

Semua serba baru, baru yang cukup mengejutkan. Hal baiknya berarti aku pun belajar hal baru dan itu yang akan memperkayaku. Kau sedang mambawaku untuk naik kelas tampaknya. Aku jadi bergantung padamu. Lebih dari sebelumnya karena kau yang bawaku kemari, maka kau yang bertanggung jawab membereskan satu demi satu, hari demi hari.

Yang kutahu mawar itu pasti akan merekah pada saatnya. Bila ia berduri berarti ia tumbuh. Ia tumbuh berarti akan ada masanya ia berbunga! Namun, aku harus tetap ada di sana untuk memastikan ia akan tumbuh, hingga nantinya berbunga. Tiap kali tahu akan tergores dan tergores, aku akan berteriak padamu sekuat-kuatnya, agar kubisa tahan rasa sakit itu. Toh nantinya kau yang mengobatiku.

Tak kutahu kapan bunga itu akan muncul, tapi aku akan bertahan di tengah duri-duri tajam ini hanya karena aku yakin mawarku akan mekar. Kau sudah janjikan itu. Aku belum melihatnya tapi aku sudah bisa membayangkan wujudnya, merahnya, wanginya, banyaknya, dan itu indah!

The world says: seeing is believing, but The Word says: believing is seeing! That’s why I call this as “The Journey of Faith“..


Karawaci | 190311 | 1:11AM

3 Comments (+add yours?)

  1. Timothy Lee
    Apr 19, 2011 @ 21:45:02

    The night is darkest just before the dawn. And I promise you, the dawn is coming.

    Reply

  2. LG
    Mar 19, 2011 @ 02:35:54

    Good stuff! All the best. Believing is sometimes a tough thing to do, yet, it will lead you to a better way.
    “If God brings you to it, He will bring you through it.”

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: