Empty

 

Kusadari tak kumiliki kekuatan untuk mampu langkahkan kaki ke tahapan baru dalam hidupku. Ku teramat sangat membutuhkanMu Tuhan.

 

Aku ada di antara dunia baru yang menantiku dan dunia lama yang mungkin berat merelakan kepergianku. Seumpama titik nol di antara angka minus dan positif dalam deret matematika. Namun keputusan telah kubuat dan ku tak mau lagi tergoyah dan memang aku tak bisa.

 

Saat menyelidiki mimpi dan meraihnya. Aku harus penuhi panggilan dan tak bisa lagi pura-pura tak mendengarnya atau berusaha menyangkalnya dan bahkan terus membohongi diri dengan bayangan indah yang coba kumunculkan sendiri.

 

Aku tak mau terus menjadi pecundang yang tak berani melangkah dan cuma menerima. Ya, hanya pasrah menerima! Hanya karena aku tak punyai cukup keberanian menatap masa yang akan datang.

 

Saat ini, di sini, aku seorang diri menyendiri. Di mana angin gunung yang dingin ini terus berhembus menerpaku, laguMu terus berkumandang merdu, aku hampakan diriku Tuhan, untukMu. Ku mau melangkah, tapi tak mampu jalani semua sendiri. Selayaknya angka nol yg harus bergeser ke arah kanan. Nol butuh ditambah dengan angka bernilai positif.

 

Kurasakan Kau ada di sini, bersamaku, memelukku erat, redakan tangisku. Kau yakinkanku, “Don’t be afraid, because I’m the God of your days”. And You’ll take me by the hand. Tangan Tuhanku sedang merenda suatu karya yang agung mulia.

 

Orang mungkin tak mudah pahami ini, tapi tak apa, aku hidup bukan tuk mereka. Karena Kau akan pakai hidupku untuk nyatakan sesuatu bagi dunia ini. Ini semua hanya antara Engkau dan aku.

 

Aku tak selalu paham karena Kau tak pernah nyatakan seluruh detail rencana besarMu, tapi satu demi satu langkah yang Kau beritahukan. Semakin kucari semakin tak kutau rancanganMu. Tapi saat kuberserah, Kau yang akan genapi. Ada lebih banyak alasan untuk takut tapi aku mau pegang janjiMu.

 

Aku kosong dan memohon Engkau yang mengisi kehampaan ini. Penuhi dengan karyaMu dalam hidupku. Aku yang harus berjalan untuk genapi tujuanMu ciptakanku. Karena kuingin bila kelak waktuku habis di dunia ini, semoga dalam hidup ini telah pernah memuliakanMu.

 

Trawas | 280111 | 17:37

1 Comment (+add yours?)

  1. Oceliem
    Jan 30, 2011 @ 20:19:08

    penuhi panggilan mmg prlu keluar dr zona nyaman+byr hrga tp prcy Miss smua pzt dignti dg hal2 yg lbh indh dr hr ni.Smangat Miss

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: