2010: Crossroad

2010 = Crossroad

Tahun yang tidak mudah meski semua barhasil terlalui. Kini aku tau, selayaknya anak kecil yang sedang belajar, di setiap mata pelajaran, akan ada pengajaran, mengerjakan tugas, latihan soal, barulah ujian itu tiba.Banyak persimpangan jalan memaksa dan menungguku membuat pilihan. Namun ternyata aku tak semampu itu untuk membuat keputusan untuk hidupku sendiri. Membiarkan diri terombang ambing oleh suara lain, tergantung suara mana yang lebih keras didengar oleh telingaku.

Mata pelajaranku bernama persimpangan. Di penghujung tahun, level dasar itu terselesaikan dan aku menguasai ilmu baru, setidaknya memiliki pengetahuan sedikit lebih banyak dari sebelumnya.

Terlepas dari itu, banyak hal penting terjadi di 2010:

  1. The Door is Closed | January 2010|Beberapa tawaran kerja di Jakarta yang kucoba tidak berhasil tertembus. Bahkan di Saudara sendiri, jadilah sambil mencoba lagi, aku pulang untuk persiapkan wisuda.
  2. End of Winter in Hongkong | February 2010 | Akhirnya kami sekeluarga lengkap memiliki waktu untuk keluar negeri bersama lagi. Destinasi kali ini bukan hanya Hongkong tetapi Macau, Guang Zhou, Hongkong, dan ditutup dengan mampir ke Phuket, Thailand. Sambil menjenguk cukup banyak keluarga di Hongkong dan GZ, beberapa bahkan baru kutemui pertama kali dalam hidup. Momentum yang tepat, Chinese New Year! Suasana Xin Cia teramat kental terasa, indah sekali. Tak seperti perayaan di Indonesia, di sana kami benar-benar berkumpul sekeluarga besar dan berkunjung ke kerabat yang lebih dituakan seharian penuh. Merasakan dinginnya musim dingin di China, sampai 8oC. 6 anak – aku, kakak, adik, dan 3 sepupuku – hangout keliling Hongkong sendiri. Ditutup dengan Phuket yang tropis, bertolak belakang dengan dinginnya winter. Phuket Fantasea, canoe-ing masuk ke dalam cave di James Bond Island, sungguh perjalanan yang lengkap.

  3. Fikom 2005 Flash Back Memory | March 2010 | Mengumpulkan mahasiswa seangkatan 2005 dan dosen Jurusan Ilmu Komunikasi UK Petra. Kami lulus di waktu yang berbeda. Jadi sebelum benar-benar terpisah, beberapa teman ingin berkumpul dulu dan mengingat kegilaan kami bersama, seperti masa awal-awal kuliah 4.5 tahun lalu. Aku membantu mengkoordinir, bersama teman-teman baik yang menjadi panitia. Seru juga tantangan demi tantangan, tidak dibayar, tetapi bisa doing something bersama orang-orang yang kutahu kualitas mereka seperti apa, dan berhasil pula. Miss you guys!
  4. Graduation | Maret 2010 | Wisuda sebagai tanda lulusnya kuliahku. Akhirnya berkebaya dan memiliki foto formal keluarga lengkap setelah sekin tahun melewatkan momen seperti itu. Gelar cumlaude dengan IPK 3.55 kupersembahkan untuk orang tuaku.4.5 tahun berakhir dengan gelar S.Sos. Tak ada kebanggaan tertentu tapi bahagia melihat orang tuaku bangga.

  5. Kembang Kuning Ministry | March 2010 | Sebuah pelayanan yang menyenangkan dan kujalani tanpa beban. Mengadakan Sunday school setiap Sabtu di area pemakaman Kembang Kuning. Selain melihat sisi lain bahwa memuji Tuhan tidak hanya di gereja atau penjara – seperti yang pernah kutahu – tetapi di atas nisan pun keceriaan 70 anak tetap terpancar ketika memuji Tuhan. Bagi 15 anak remajanya, ICA member tambahan English class. Membuatku berteman dengan rekan sepelayanan dari Filipin, US, Australia. Teman yang seperti keluarga baru yang membantuku menggali talenta lain yang kumiliki.

  6. Green | Ayah yang pensiun dini dari pekerjaannya di Jakarta, dan kembali ke Surabaya, ia ingin mencoba memulai hal baru di bidang pertanian bersama rekan dari Taiwan. Ayah memintaku di Surabaya membantunya. Dengan segala kebingungan, dan menunjukkan sebagai anak yang baik, aku mengikuti mau Ayah. Persimpangan yang membuatku serasa tersesat tak bisa memilih. Yeah, tentu dengan pergumulan berat, relakan tak pergi ke Jakarta seperti inginku kala itu. Namun, aku rela menjalaninya, menerima keadaan, atau mungkin pasrah? Dalam seminggu, 4 hari di Surabaya, 3 hari di ujung Gunung Wilis. Tempat yang jauh, dengan cuaca yang kerap berubah, tapi pemandangannya indah. Hanya, mungkin bukan “tempat” Ayah di bidang itu.

  7. 10 Days of Prayers| Berdoa dilakukan kapan saja tak hanya saat 10DOP, kali ini aku membuat 10 hariku fokus dengan berpuasa dan menaikkan banyak doa akan pergumulan hidup maupun keluarga. Tuhan menjawabnya satu persatu. Awesome!
  8. Miss Widi | Agustus 2010 | Aku menolaknya. Ajakan Dekan untuk mengajar kupertimbangkan agar tetap bersentuhan dengan dunia public relations. Karena Green tidak berhubungan dengan itu. Setidaknya menukar mimpi dengan menjadi berkat untuk lebih banyak orang.Begitulah pikirku kala itu. Tak pernah terpikirkan atau terbersit mau menjadi dosen, sampai menantang Tuhan dengan tidak mau persiapan untuk 7 tahapan yang harus kulalui. Dosen kontrak pun kujalani. Setidaknya aku sangat dekat dengan teori PR, membaca beberapa literatur, menikmati membuat slide mengajar. Bahkan merencanakan untuk studi lanjut dengan kontrak 3n. Namun, waktu yang sangat menyita tetap tidak membuatku nyaman seutuhnya.

  9. Bali!!
    | September 2010 | Akhirnya setelah 10 tahun tak pernah menginjakkan kaki di Pulau Dewata, destinasi liburan hampir semua manusia di Indonesia, aku berhasil ke Bali. Tak sekedar bersantai tapi sambil bermain dan menjaga keponakanku dari Kediri. Ubud dan Kuta. Menaklukkan adrenalin dengan melahap habis semua wahana di Waterbom Bali, khususnya Climax!

  10. Merapi Mission Trip | October 2010 | Gunung Merapi meletus dan menjadi bencana yang menyita perhatian hampir seluruh manusia di negeri ini. ICA melakukan mission trip untuk mengantarkan langsung bantuan dan memberikan pengobatan bagi pengungsi. Aku memutuskan untuk ikut perjalanan 3 hari 2 malam, menjadikannya mission trip pertamaku. Pengalaman berharga, melihat langsung impact kedahsyatan alam.

  11. Pray and Hug my Grandparents | December 2010 | Akhirnya kesempatan itu tiba, aku bisa ke Semarang dan menjenguk kakek nenek. Aku tidak mau menyesal, jadi selagi mereka masih bernafas, aku ingin mereka tahu bila bagaimanapun aku menyayangi mereka, dan itu perlu bukti! Salah satu doaku di 10DOP terjawab di akhir tahun. Bersama kami berdoa bersama, ada tangis di sana, mendengar kakek ingin didoakan agar “selamat”, aku berani menyentuh tangan kakek dan nenek, berlutut di sampingnya, mendoakannya, memeluk mereka, memberi tahu bahwa aku menyayangi kung-kung dan bobo, begitu pula Tuhan yang menanti kung-kung kembali. Lalu mereka berpelukan. Sungguh, apapun yang akan terjadi, aku tidak akan menyesal karena Tuhan telah membuat salah satu doaku terwujud.
  12. The Door is Opened | December 2010 | Ke Jakarta untuk berlibur di tempat kakakku, sambil melihat lebih dekat benarkah pintu itu terbuka untukku, dan meminta kemantapan hati dari Tuhan. Aku membuat pilihan setelah bergumul panjang. Tak lagi mau membiarkan orang lain yang menciptakan dunia untukku. Nantikan saja jawabnya di 2011.

Sungguh luar biasa bila Tuhan sudah bekerja. Tak bisa kau ataupun aku tahu gambar-gambar rancanganNya dengan jelas sebelum menjalaninya. Satu hal yang kuyakini karena Ia selalu membuktikannya, yaitu Ia selalu ada bersamaku. Ia mungkin diam, tapi Ia ada di sana. Ia ada di setiap persimpangan jalan yang mengujiku untuk berani memilih ke mana aku hendak melaju. Aku, bukan mereka!

Don’t let other people creates your world, because they will make it too small for you.

Sby 200111 5:20PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: