Who Am I

Aku bukan tidak mengenal diriku, tetapi aku tidak pernah menyadari siapakah aku sebenarnya. Selama ini jiwaku hidup dalam tubuh ini. Bergerak, bernafas, dan menghabiskan detik demi detik dalam kehidupan yang sementara ini. Karakter yang dibangun oleh sifat dasar maupun dibentuk oleh lingkungan dan keadaan menjadi terburamkan. Talenta yang dibawakanNya padaku kugunakan atau kusia-siakan tanpa kusadari apa sajakah itu. Begitu pula dengan mimpi, yang bahkan tak berani kugambarkan.

Cukup. Ada hal baik yang harus kusadari dari diriku. Ada talenta yang berpotensi dari seorang BeBe. Ada karakter dan sifat yang harus diasah dan dirubah untuk menjadi lebih baik. Dan ada mimpi yang harus kugambarkan sehingga dapat bergerak mewujudkannya ketika bangun dari tidurku. Butuh keseriusan untuk mengenalinya karena semua itu penting. Entah kapan terakhir kali aku melakukan komunikasi intrapersonal pada diriku sendiri. Namun, sekarang akan kuberitahu kau siapa aku.

Seorang wanita muda yang tangguh meski rapuh selayaknya manusia lain. Seorang yang dirasa punya rasa percaya diri tinggi meski bagiku itu hanya penilaian orang lain. Aku menikmati berpikir terstruktur dan membuat semua terorganisir. Terkadang aku suka berimajinasi dan melakukan pengandaian, meski bukan mimpi untukku, tapi membayangkan sesuatu yang ideal dan seharusnya. Kunikmati bercerita dengan orang lain, bertemu dengan beragam manusia sehingga aku bisa belajar sesuatu dari mereka. Sambil berharap aku pun bisa menginspirasi mereka. Selain itu, cukup mandiri untuk tidak mau membuat orang lain direpotkan karenaku, jadi akan kulakukan sendiri semampuku.

Aku suka berpikir sampai tidak beraksi karena terlalu banyak yang menari di pikiranku. Aku tegas dan tak nyaman dengan kelambanan. Aku suka sekali mencari tahu sesuatu hal baru sampai terkadang terlalu banyak pertanyaan yang kusebut, terlalu kritis. Memperhatikan hal yang detail, entahlah terkadang aku jeli dan menikmati berurusan dengan hal detail. Hingga terkadang aku menjadi perfeksionis yang baik dalam satu sisi, yakni aku menjadi lebih teliti tetapi buruknya jadi sulit mempercayai orang lain. Aku cukup keras pendirian tetapi aku bisa merelakan diri tunduk pada orang yang kurasa pantas untuk menundukkanku dan akan kupecahkan kerasku itu untuknya.

Keraguan sering hinggap di rantingku. Terlebih ketika perempatan jalan memaksaku untuk membuat pilihan. Terkadang berani mengambil resiko tetapi sering pula takut untuk hal tertentu. Berani untuk keluar dari zona nyaman dengan kabut ketakutan yang melingkupi. Selalu belajar fokus pada solusi daripada masalah. Sedari kecil aku bisa menerima apapun yang diberi tanpa meminta yang terbaik buat diriku. Sayangnya, itu membuatku tak berani ungkapkan perasaan dan keinginanku. Melainkan menikmati dan enjoy dengan apa yang kupunya. Sejujurnya, aku tak menyukai sifatku itu.

Aku tak melihat hidup sebagai sebuah kompetisi, hanya berusaha melakukan yang terbaik yang kubisa, mengeluarkan kemampuan terbaik BeBe, sebab aku pantang menyesal. Penyesalan akan membuat masa lalu terus menarik kakiku yang melangkah maju. Aku hidup hari ini dengan bayang-bayang masa lalu, bukan impian masa depan. Ku tak suka itu, jadi aku sedang berusaha melihat masa depan yang penuh kejutan sebagai hal yang lebih menarik dibanding menyeret masa lalu bersamaku.

Itulah sifat dan karakterku yang baik dan buruk. Kelebihan ada untuk kubiarkan ada dan kukenali sebagai kekuatanku, serta kata “lebih” berarti harus kubagikan pada ruang kosong manusia lain. Kekurangan tak selalu berarti buruk. Ya, memang berarti ada ruang untuk kuisi atau perlu orang lain yang untuk melengkapi celah itu agar tak lagi kurang. Keduanya menjadi campuran kimia yang bereaksi pada pola pikir hidupku, anehnya aku menjadi tak berani bermimpi untuk diriku. Mimpi yang setiap manusia harus punya untuk membuatnya bermasa depan.

Masa depan adalah perwujudan atau gambaran nyata dari mimpi. Gambaran mimpi diwarnai oleh potensi diri yang sudah tergali. Dan mimpi digambar oleh coretan-coretan talenta. Oleh karenanya aku kembali harus menyadari talenta yang dititipkan padaku pada hari aku diciptakan. Lalu ditambahkan ketika satu per satu talenta kukembangkan. Talentaku adalah senjataku.

Beberapa orang menyebut aku memiliki bakat kepemimpinan, tapi buatku itu bukan memimpin tetapi mengkoordinasi. Menyanyi sepertinya adalah talenta pertama yang aku sadari sedari kecil. Bercerita adalah bahasa sederhana untuk talentaku selanjutnya, sharing knowledge and experience. Lambat laun aku menyadari, tak hanya verbal tetapi aku juga mampu menuliskan untaian cerita itu dalam bentuk kata kalimat dan tulisan, serasa menemukan dunia sendiri untuk jiwaku. Mama yang mengenalku menyebut sedari kecil aku senang mendengar keluh kesah orang lain dan memberikan jawaban solusi yang cukup baik, problem solver katanya. Well, aku tak terlalu menyadarinya tetapi itu benar adanya, analisa sederhana mungkin.

Ada kelegaan lain ketika aku bisa berbagi waktu, tenaga, maupun materi dengan orang lain yang membutuhkan. Bukankah hal itu wajar? Setiap orang harus hidup seimbang bukan? Ada yang membutuhkan sementara aku bisa mengulurkan tangan. Hanya dengan mengulurkan tangan, bisa menghadirkan senyum untuk mereka, bukankah itu indah? Tersenyum bersama seakan menghancurkan tembok perbedaan dan kembali ke esensi manusia yang sama. Kehidupan sosial cukup sering kulakukan, bukan menyumbang, tapi terlibat langsung di dalamnya.

Itu beberapa talenta yang kusadari. Dari sana kumulai sadari potensi yang dapat kukembangkan. Dunia komunikasi, khususnya public relations tampak mampu mewakili penggabungan beberapa talenta itu. Meski banyak yang harus dipelajari karena tak ada talentaku untuk bidang tertentu.

Lalu kemudian apakah mimpiku?


Selama ini mungkin aku tak berani bermimpi tapi bukan berarti aku tak pernah menggambarnya. Aku pernah mencoba menggambar sketsa mimpiku tapi kemudian buku gambar itu kusembunyikan saja tanpa orang lain perlu melihatnya. Gambaran orang lain tampak lebih baik, sehingga aku malu akan gambaranku sendiri. Bukannya aku tidak iri secara positif tetapi justru kalah sebelum bertanding. Bodoh! Saatnya hentikan cara pikir itu. Akan kulanjutkan gambarkan mimpiku.

Aku ingin tetap ada di dunia ini, dunia public relations dan komunikasi. Pernah kugambarkan memiliki public relations consultant sendiri di mana perusahaan yang membutuhkan solusi terkait citra baik bisa mendapatkannya di sana. Saat itu aku tak cukup berani menyebutnya karena tak merasa hebat untuk itu. Tetapi kini, aku akan bisa bila aku mau berjuang. Long way to go. Memiliki consultant yang dikenal karena kreatifitas ide baru dengan cara unik untuk mengkomunikasikan image, serta peduli akan sekitarnya. Berisi warga Negara Indonesia yang bermutu dan akan membuktikan pada masyarakat skeptis ini. Aku harus melanjutkan studi lagi, mungkin lebih mengenai Corporate Communications atau CSR. Aku ingin bekerja di corporate agar tahu communication macam apa yang mereka butuhkan. Aku harus memiliki banyak koneksi karena consultant tak berarti tanpa klien. Punya modal materi. Memiliki pengetahuan cukup tentang media yang beragam. Mengenal banyak orang hebat yang berpotensi untuk bekerja bersama di sana. Designer yang baik, penulis hebat, fotografer sejati, komunikator handal, dan tentu yang bermisi sama. Untuk membuat dunia ini melihat kepada hal positive rather than negativity. Dunia public relations mengajarkanku itu, untuk memunculkan sisi baik perusahaan dan diperbincangkan karenanya. Bukan fokus mencari kekurangan untuk disebarluaskan. Salah satu wujud nyata dari mencapai mimpi itu adalah pergi ke Jakarta, tempat aku bisa lebih dekat dengan semua itu. Sambil belajar kemampuan koordinasi lebih banyak lagi.

Aku juga masih punya keinginan untuk tinggal di luar negeri, merasakan tinggal di luar negeri. Maka aku perlu belajar bahasa yang lebih baik. Aku ingin travelling around the world bersama pasanganku nanti, membuka wawasan dan belajar hal baru. Aku ingin punya keluarga yang mendukung karirku, di mana aku bisa membesarkan anakku sendiri dan bukan anak suster. Dan bisa menyekolahkan putra putriku ke luar negeri pada saatnya nanti. Mimpi lain, memiliki sebuah lembaga atau yayasan ber-value Christian untuk mewujudkan permintaan terakhir dari orang yang divonis dokter memiliki hidup yang tak lama lagi. Untuk itu butuh jaringan pendonor yang banyak, sehingga makin banyak wishes yang bisa diwujudkan, dan makin banyak senyuman priceless yang muncul dari dunia yang keras ini. So that those unbelievers will see and lift up Your name.

Ke depan bisa saja kububuhkan hiasan lain dalam gambarku itu atau kurubah sedikit di sana sini. Bisakah? Bisa, karena ini gambaranku sendiri. Aku tidak mau lagi membiarkan orang lain menciptakan duniaku, karena mereka akan membuatnya kekecilan untukku. Tuhan, bantu aku memperbaiki dan menyempurnakan gambaranku. Sebab dari sanalah langkah kecil kakiku ini akan ditarik berjalan. Tak lagi bingung dan diam terlena diombang ambing dunia. Tapi bukakan pintu yang harus kulalui. Dan jangan biarkan gambaran itu luntur agar jelas masa depanku.

Don’t allow society to transform you into someone you are not. If you are not following your dream, STOP! – Paulo Coelho

Surabaya | 050111 | 11:48 PM

7 Comments (+add yours?)

  1. Timothy Lee
    Apr 11, 2011 @ 18:05:35

    Aku tidak mau lagi membiarkan orang lain menciptakan duniaku, karena mereka akan membuatnya kekecilan untukku.
    Nice Quote *thumbs up*

    Reply

  2. rottee
    Mar 25, 2011 @ 15:37:47

    Miss Widi a.k.a Bebe, u will always unpredictable…I like your spirit, i love the way u make the best decision… And most of all, I’m proud of ur talent and ur kindness with christian charity foundation 🙂

    Reply

  3. Ria Angelia W
    Feb 02, 2011 @ 14:32:35

    Be, when there’s a will, there will be a way. If it seems that there’s still no way, just build your own way.
    Tuhan yg telah meletakkan mimpi itu di dasar hatimu, Dia jugalah yg akan membantu Bebe mencapainya. Good luck ya, I’m waiting for ‘Widianti Gunawan PR Consultant’.

    Reply

  4. Trackback: Goodbye « Lukisan Kata Tulisan Warna
  5. Ria Suryatriyastuti
    Jan 15, 2011 @ 15:30:18

    Let’s go and rockin the world!
    He brought you so far analyzing realizing contemplating of who you are and what you really wanna do
    It is to make you become a candle brighten the world around you🙂

    Whether it’s just a fortune similarity or not, but when I read half of this post, looks like myself spoke to another myself.

    Reply

    • BeBe Gunawan
      Jan 15, 2011 @ 21:49:48

      Ri, do you really get the point? I’m not mention it obviously there hahaha.. But thanks, you’re a candle too dear. Similar? Well, i’m not surprise haha.. I really envy you *in a positive way* when see your photos around Europe.. Nice!🙂

      Reply

  6. Ocel
    Jan 15, 2011 @ 13:38:14

    Sangat mengispirasi untuk bergerak maju Miss… Like it… hoho…Maju terus pantang mundur Miss buat mencapai mimpinya… Semangat… hoho…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: