Well Done, Teknik Presentasi A – DKV

Sebuah kelas unik di masa pembelajaranku sebagai dosen baru. Kelas yang sangat amat banyak mahasiswa melebur menjadi satu kelas, yakni DKV – Teknik Presentasi kelas A. Lebih tepatnya 55 nama, dikurangi 1, yap 54 mahasiswa unik ada di kelas ini.

 

Kelas ini mengajarkanku banyak hal. Menengok dan mencoba memahami dunia anak-anak desain yang sosial tapi juga memiliki dunia mereka sendiri yang cukup sulit untuk dibagi dengan orang lain. Mereka memiliki pemikiran yang unik bahkan penuh dengan kejutan. Pada titik tertentu mereka bisa memberikan lebih yang kuharapkan. They’re great in their own way!

 

Kuceritakan secuil rahasia tentang kelas ini di. Sebenarnya bukan aku yang harusnya mengajar kelas ini. Di detik terakhir, aku yang kala itu dosen yang baru bergabung di Jurusan Komunikasi, sedang diaturkan load mengajar sesuai jatah jumlah SKS yang seharusnya. Dan berpindahtanganlah kelas ini ke dalam load mengajarku.

 

Aku ketakutan bukan main, karena dari 5 mata kuliah yang kuajar, hanya kelas ini yang aku sudah dilepas sendiri tanpa team teaching dengan dosen senior lain. Hello?? I’m a newbie here! This class is really fat! 55 names inside. DKV not IlKom. Seems like they drop me in the tiger’s cage. It’s only presentation, why it should be that long, a semester?? What should I teach to them in those 14 sessions?

 

Pertemuan pertamaku terjadi pada Jumat pukul 14.30. Aku baru tahu  pada pukul 13.30 kalau hari itu sudah harus mengajar dan aku sedang di rumah saat itu. Seorang dosen mencariku dan juga kaget karena aku masih di rumah. Maklum, posisiku belum menjadi dosen tetap saat itu. Jadi tak ada keharusan mengantor. Jadilah kuminta mereka presentasi singkat untuk introduce themselves sambil melihat kemampuan awal mereka.

 

During the early time, kulakukan banyak diskusi terkait materi dengan Miss Prima, yang juga mengajar Teknik Presentasi kelas B dan C. Diskusi yang lain dengan alumni DKV dan designer yang sudah presentasi berkali-kali. Brainstorming untuk mendapatkan pola yang pas. Kucoba telusuri alasan kebutuhan mereka akan kelas ini dan hanya itulah yang aku fokuskan. Ini kelasku, maka aku harus bisa membuat mereka mendapatkan yang mereka butuhkan. Mudah? No way, but that’s my responsibility.

 

Masa awal adalah adaptasi yang cukup berat untukku. Kekuranganku dalam menghafal nama cukup terbantu dengan perumpamaan diri mereka. Manusia yang kreatif dan dinamis harus dihadapi dengan dinamis pula. Aku tak mau banyak berceloteh di depan mereka yang berarti bunuh diri karena mereka bosan. Thanks God jarak usia yang tak terlalu jauh, membuatku masih bisa menempatkan diri di posisi mereka. Dan public speaking adalah salah satu materi yang aku suka.

 

Terima kasih 54 mahasiswa TekPres-ku. Terima kasih untuk tidak meledak di kelasku, layaknya LPG 3 kg. Tantangan yang kalian berikan sudah kujawab. Aku menghargai kalian karena kalian menghargaiku. As simple as that. Kalian membuka mataku bahwa ternyata tak semua orang bisa presentasi dengan mudah, jadi aku tak lagi meremehkan kelas yang bernama Teknik Presentasi. Karena itu memang dibutuhkan oleh sebagian orang. Terima kasih untuk kerja sama, terlebih untuk kalian yang sudah memberikan respect dan senyuman dalam sapaan tulus bila kita berjumpa di Jumat-Jumat yang lalu.

 

Dari lubuk terdalam, aku meminta maaf bila ada hal yang kurang berkenan yang pernah terucap atau kulakukan. Hal burukku jadikanlah contoh, tapi contoh yang tak perlu kalian tiru. Hal baik yang masih terlihat dariku jadikanlah itu contoh, ya, contoh yang boleh kalian tiru bila mau. Maaf, aku belum berani menantang kalian presentasi dalam bahasa inggris, bukan karena meng-under estimate, hanya kuingin kalian mempraktekkan tekniknya dahulu. So, asahlah English skill-mu guys sebelum terlambat, dunia nyata pasti menantangmu dengan hal itu, nanti!

 

Sudah kulakukan apa yang bisa kulakukan. Aku yakin, selama mereka mau belajar dan berubah, mereka pasti mendapatkan sesuatu dari kelas ini. Sekecil apapun itu. Presentasi itu tak mudah tapi juga tak sulit. Tak mudah karena musuh terbesarnya adalah diri kita sendiri yang grogi dan memiliki kekurangan masing-masing. Hanya kau sendiri yang tahu penangkalnya. Tetapi juga tak sulit karena ini bagian dari skill yang bisa dipelajari triknya serta hanya membutuhkan practice atau jam terbang lebih. Apa yang kau pikirkan itulah yang akan terjadi.

 

Setelah masa kelas ini berakhir, aku bukan lagi Miss Widi dalam keseharian kalian. Tapi di luar jam belajar mengajar, aku mau menjadi teman diskusi untuk membantu kalian menjadi penyaji presentasi yang lebih handal. Aku tak hebat tapi aku mau berbagi. Tak lain karena aku pernah menjadi Miss Widi kalian di kelas Teknik Presentasi A. Welcome to the jungle, just believe in yourself as I already believed in each of you, you could be a good presenter not just a designer. Keep learning and never stop practicing it!

 

No mountains too high for you to climb. All you have to do is have some climbing faith.. *Celine Dion – I’m Your Angel

So does a presentation!

 

Wd – 111210 – 11:58PM

 

5 Comments (+add yours?)

  1. bram
    Dec 22, 2010 @ 10:14:33

    ahahahahahahha..”meledak layaknya lpg 3kg???woooow..hahahahahahahahahaha

    Reply

  2. Rotua Nuraini
    Dec 12, 2010 @ 14:06:53

    Great experience..I really enjoy your stories..
    Keep writing miss Widi…

    Cheerrrssss ^_^

    Reply

  3. Parker
    Dec 12, 2010 @ 13:36:51

    Amazing!.,, thanks juga miss da kasi ilmu yg bener2 baru saya TAHU tentang bagaiman Presentasi yang baik mulai dari penyusunan naskah sampai selesai presentasi… bakal dpake trus tuh miss ilmunya..

    oh ia mengenai ENGLISH yg harus di asah.. tiap senin.. ane harus ke ILKOM kayaknya biar bisa skalian practice english kayak waktu itu miss.. haha..

    overall,, sip dah.. kelas mengasyikan, dosen mengagumkan satu yang tak kulupakan ane manggil miss widi CECE” hahha..

    hope u blessed all the time!

    Reply

    • BeBe Gunawan
      Dec 12, 2010 @ 18:11:14

      Thanks! Km punya bakat presentasi yg baik kok Parker, ingat pesan saya di pertemuan pertama kan untuk “jam dan pulpen”? Tinggal terapin deh di 3 semester ke depan ini. English, boleh main aja sama anak2 ilkom tiap senen haha.. Habis ini panggil Cece jg boleh kan sudah bukan dosen kalian lagi toh hahaha.. GBU too!

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: