Surga Satu Jam

Terlalu manis untuk tak kulukiskan dalam kata dan kuwarnai kalimat yang sanggup gambarkan semua ini..

Aku, seorang diri, sedang berbaring di kursi panjang tempat turis menikmati teriknya mentari membakar kulit kaukasia mereka. Sore ini jam menunjukkan pukul 4PM waktu Indonesia bagian tengah.

Awan biru berbaris menaungi mentari hingga sengatnya terasa bersahabat. Aku berpakaian kuning tanpa lengan berpadu dengan celana hitam pendek. Dinaungi tenda dan berbaring malas menghadap pantai. Pantai yang dicintai seluruh manusia di dunia, Pantai Kuta.

Kali ini Kuta sangat ramah, karena pantai ini ada di area hotel berbintang lima yang dipenuhi turis asing. Terasa begitu privat sebab tak berbagi dengan ribuan kepala seperti biasanya.

Angin pantai berhembus dengan nyaman, membelai kulitku yang terbakar mentari Bali siang tadi, menerbangkan helai rambutku sesuka hatinya. Terkadang keras terkadang lembut. Seimbang, porsi yang pas.

Aku menatap lekat panorama yang tak mudah ketemui. Pasir pantai yang halus terhampar luas dan jauh landai di hadapanku. Bercumbu dengan air laut yang membasahinya. Ombak bergulung di kejauhan dari ujung horison nun jauh di sana. Tumpukan karang pemecah ombak tersusun rapi di sudut kanan mataku. Beberapa buah perahu beracak di sudut lain mataku. Berwarna warni menghiasi biru keabuan laut.

Burung-burung perkutut terbang rendah lalu mendarat di pasir seperti merasakan damainya semua ini.

Alunan nada dari Sandhy Sondoro, suara khas Michael Buble, It Might Be You versi Dave Koz, dan petikan gitar Depapepe berdansa dengan irama angin yang semilir menari-nari di telingaku.

Nun jauh di sana, sayup-sayup deru burung besi yang mendarat dan tinggal landas di Ngurah Rai masih terdengar.

Seorang diri melupakan kegelisahan hati, membebaskan diri dari tekanan pikiran dan masalah. Seraya merayu hati tuk memberanikan diri mencari jalan keluar atas semua itu. Segera setelah surga kecil ini berlalu.

Tak terbeli dengan uang kenikmatan dan ketenangan yang kurasakan saat ini. Tak mudah tuk kualami lagi. Sebab itu, kukecap dan resapi setiap detik yang kulalui di titik ini. Layaknya hadiah kecil tapi istimewa untuk hari jadiku ke-23. Kesendirian ini, dengan pemandangan ini, angin ini, lagu ini, dan rasa ini. Satu jam sudah berlalu, saatku harus pergi meninggalkan surga kecil ini.

Kuta, Bali – 130910

4 Comments (+add yours?)

  1. Trackback: 2010 « Lukisan Kata Tulisan Warna
  2. valen-cia
    Nov 29, 2010 @ 18:00:39

    btw, aku juga sukaaa banget loh ‘It Might be You.’ Lagu yang sering bikin aku ‘optimis’ untuk kisah-kisah seperti ‘itu.’😀 Saking ngebetnya kapan hari, aku sampai download hampir semua versi lagu ini yang ada. hahaha *norak sekali*

    Reply

  3. BeBe Gunawan
    Sep 24, 2010 @ 19:53:00

    hahaha.. tidur siang di kamar hotel yang sangat nyaman itu. Jadi aku kabur ke pantai! ketiduran deh di pantai.. asyik loh jie..🙂

    Reply

  4. Fonny
    Sep 24, 2010 @ 16:02:07

    loh loh loh….. dimana momonganmu kok bisa nyantai sejam ??? :p

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: