The Second Job

Tuhan memberiku kesempatan untuk berbagi dan menjadi berkat untuk lebih banyak orang. Ini adalah salah satu keputusan yang telah kubuat dengan pergumulan yang sangat panjang dan berat. Air mata tak mampu kubendung. Kulakukan untuk menemukan di mana tempatku yang sebenarnya.

Banyak yang terkejut saat mengetahui hal ini. Ada yang menyebut aku bisa lebih dari ini. Ada yang meyakini aku sudah tak seharusnya di sini. Ada yang menyatakan aku harus menjadi praktisi dan menerapkan ilmuku dulu. Siapa yang tak mau? Siapa yang tak merencakan itu semua? Bahkan egoku pun tak bisa terima kenyataan ini, awalnya.

Aku menjajalnya untuk menghargai kesempatan yang hidup tawarkan. Perlahan, aku coba jalani tahapan demi tahapan. Meraba mencari jawaban. Menantang Yang Kuasa untuk membuka pintu-pintu yang ada. Tiada persiapan satupun yang kulakukan sebagai perwujudan egoku. Perjalanan itu kulalui dalam diam, tak banyak orang yang kuijinkan tahu.

Di sisi lain, perjalanan ini membuatku melihat bahwa setiap keputusan yang kuambil dalam setiap persimpangan hidup, jelas mempengaruhi jalan hidupku yang akan datang. Konsekuensinya adalah jalan hidup yang ikut bergeser. Bisa jadi itu berarti menjauhi mimpi yang pernah kubayangkan. Tapi meskipun menjauh aku masih yakin pergeseran itu menuju sesuatu yang lebih besar yang sudah disiapkan untukku. Sesuatu itu pasti yang terbaik tetapi harus kujalani dengan hati yang bersyukur. Lepaskan bersungut-sungut karena tak boleh ada penyesalan dalam hidup.

Dalam diam itu, aku masih berusaha lari. I can run but I can’t hide. Konsekuensi itu membuatku bimbang dan takut melangkah. Aku ingin diam saja dalam persembunyianku. Tapi tak bisa selamanya..

Kini aku paham, mengapa semua itu tampak berat buatku? Padahal ada banyak orang menginginkan pekerjaan ini. Ada yang mempersiapkannya sampai S3 di luar negeri. Bahkan ada yang mencita-citakannya sejak kecil. Aku merasa tertampar seakan aku tak menghargainya. Kucoba mundur dan melihat ini semua dari jarak lebih jauh.

Persepsiku tentang profesi ini yang tak sama dengan mereka yang mengidam-idamkannya. Karena aku belum bisa melihat apa yang mereka lihat hingga kemudian mereka impikan. Aku belum bisa melihat hal yang membangunku di kemudian hari beserta peluang yang dibawanya. Aku hanya fokus pada beratnya konsekuensi yang menanti. Berat karena aku yang memberinya beban.

Sekarang aku mulai menjalaninya, mulai beradaptasi dengannya sambil membenarkan pemahamanku. Dia adalah sesuatu yang mulia karena pendidikan tak boleh berhenti, pengetahuan butuh disalurkan, dan karena itu dia memegang peranan yang penting. Aku pun membuka mataku untuknya. Dia tak dibatasi oleh gedung megah ini saja. Aku bisa menggunakannya kemanapun hidup akan membawaku kelak.

Yang kutau aku hanya senang berbagi dan belajar. Ini menjadi kesempatan untuk mengobati trauma dan kesalahan yang pernah terjadi dulu saat aku duduk di bangku kampus. Saat untuk mengeksplor kreatifitas yang berkualitas. Kesempatan untuk menjadi berkat untuk lebih banyak orang.

Ini bukan akhir perjalananku. Entah apa yang akan muncul di persimpangan mendatang. Namun, dengan kacamata positive thinking, hal negative dan kekuatiran menjadi penggerak bukan lagi rem, dan Tuhan menggendongku, perjalanan ini akan membawaku ke rencana yang lebih besar. Ia sedang menantiku yang berjalan ke arahnya.

Bila kau terkejut, tak apa ada banyak orang bersamamu yang sudah mempertanyakan. Ada banyak jenis gelas. Gelasmu mungkin berbeda dengan gelasku. Namun, yang terpenting bukan gelas apa yang kita gunakan. Air yang sama yang sedang kita minum dan rasakan itulah esensi menjalani hidup ini.

Surabaya, August 26, 2010

Sincerely,

Miss Widi

9 Comments (+add yours?)

  1. Trackback: 2010 « Lukisan Kata Tulisan Warna
  2. Fonny
    Sep 24, 2010 @ 16:08:22

    Don’t worry miss Widi….
    sekarang guru bukanlah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa kok….
    buktinya pada saat wisuda kalo dulu kita nyanyikan hymne guru, sedangkan wisuda terakhir kemarin sudah ga dinyanyikan lagi, yg dinyanyikan lagu Di Doa Ibuku Ada Namaku Disebut… xixixixi….
    So, raihlah Tanda Jasa sebanyak-banyaknya ya😉

    Reply

  3. Glandy
    Sep 07, 2010 @ 22:19:02

    Good note , miss widi. Percaya aja lha, miss…kalo yang Miss Widi pilih saat ini adalah yang terbaik.

    Jangan nyerah ya, miss. I`m so proud of you =)

    Reply

  4. dwi
    Aug 26, 2010 @ 23:54:48

    Memang egomu ingin kamu menjadi apa?? kan yang ada sekarang adalah jalan menuju hal yang sama.. atau setidaknya buktikan bahwa seorang bebe yang hebat pasti bisa menjalankan keduanya.. menjalankan yang ada sekarang dan tetap berusaha untuk mimpi yang lain!! bukan begitu bukan?? ;;)

    Reply

  5. Couz'
    Aug 26, 2010 @ 19:50:13

    Bebeee…
    Your second job is awesome! I always adore those ppl..🙂

    Kenalkan dan tunjukkan kasih Tuhan lewat dunia pendidikan!🙂
    Always pray the best for you!

    Reply

  6. Ria
    Aug 26, 2010 @ 10:56:12

    hihihihihi!
    GOD has his way to let us learn and improve ourself everyday, with you by my side, and with me by ur side
    his way, his plan, is simply mysterious
    Good luck yaa Miss Widi!
    love you sist!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: