My Sister Is My Best Friend

17 thn lalu, keluargaku tak lagi berjumlah 4 melainkan 5. Dia bungsu yang melengkapiku. Tak bisa kuingat 536.112.000 detik yang terlalui tapi kutau dia t’lah menjadi gadis muda, namun selamanya tetap adik bagiku.

Dia sekutuku karena kami mendiami kamar yang sama. Dia selalu mengenakan bed cover sebelum tidur, 15 menit kemudian dibukanya sendiri dalam tidurnya, sesekali ditambah ngelindur. Saat mata hampir terpejam, ada obrolan sampai sepi tertidur bahkan kadang tawa tak bisa henti dan berekor cegukan.

Adikku seorang plegmatis sejati dan aku melankolis jadi kami cocok meski sangat bertolak belakang karakter. Perbedaan bisa saling melengkapi meski kadang makan ati. As a phlegmatic, she’s a good listener, easy going, cuek tingkat tinggi, suka keramaian tapi lebih ingin ketenangan dalam sendirinya, memilih diam ketimbang konflik, pelupa, suka memendam s’bab sulit utarakan isi kepala, sulit memulai s’bab lebih baik mengamati dahulu, di ujung kesabarannya dia akan muncul s’bagai pemimpin. Semua bersifat negative, namun positive tuk melancholic sepertiku.

Namun, bungsu, jangan jadikan itu excuse ‘tuk tak berubah. Dunia tak sesempit kacamatamu. Bila tak mau beradapatasi, dunia yang tinggalkanmu 1 per 1. Pun, berubah demi kondisi lebih baik juga membuatmu jadi pribadi yang lebih baik.

Kadang jengkel muncul ketika bebal dan kaku itu hadir, tapi di sisi lain ku berusaha membiarkannya, s’bab dia harus belajar tuk tau apa yang baik tuk dirinya sendiri. Sayangnya, dia dewasa namun childish. Ada kalanya ku rasa bersalah. Karena kebersamaan kami, pola pikirnya terpengaruh polaku yang 6 thn lebih tua darinya. Seharusnya ia matang dengan alami. Aku tak ingin dia jadi sesosok wanita karbitan.

Harus kuakui, adik menyebalkan ini juga orang yang paling kenal dan tau semua rahasiaku. Sewaktu aku tinggal 6 bln di Jakarta, kurindukan kebersamaan itu, andai ada Shingu pasti shopping lebih menyenangkan, aku ingin membagi yang kupelajari di sana, bergosip, ber-pizza hut bersama.

At the end, one day we’ll understand why God makes me older than you and you are the youngest in this family. We have our own role in this family. So, thanks for being a person that trained me to adapt with phlegmatic. But you need to be a better young lady by asking God to help you change your bad habits. And remember, wherever life will take us, I’m still your sister so that you can run to me to share your world. Not just when you want to share because you have many friends; but you have to let me know because I’m your sister..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[Sby 200410-11:22PM]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: