Pantai Lombang, Sumenep, Madura

Deretan pohon cemara udang hijau tua di sepanjang bibir pantai, butiran pasir putih kekuningan terhampar luas bermain di sela jemari kakimu, suara desiran ombak menjadi alunan musik alam yang langka terdengar, kilauan riak ombak membaur dengan biru kehijauan laut, sinar matahari menghangatkan kulitmu dan mulai menggelitiknya, dinaungi biru cerahnya langit disapu helaian awan putih tipis. Welcome to Pantai Lombang..


Sambutan pemandangan alam yang masih sangat alami dan tampak jelas belum tersentuh banyak tangan jahil manusia yang tak mensyukuri alam. Semua masih bisa tertangkap apa adanya di sana, ujung Sumenep, Madura. Keunikan tumbuhnya vegetasi cemara udang di tepian pantai dan bukan pohon kelapa seperti pantai pada umumnya menjadikan pasir pantai masih terhampar luas bahkan sangat luas di sana. Angin laut yang bisa menerbangkan sedikit demi sedikit butiran halus pasir tertahan dan teruraikan oleh pasukan cemara udang.

Indah, bebas, seakan lupa waktu dan beban hidup ketika menikmati pantai yang serasa milik sendiri itu. Bagiku, gunung memberikan rasa damai sementara pantai memberikan kebebasan. Saat itu, kebebasan itulah yang ingin kucurahkan sekaligus kudapatkan kembali. Maka Lombang (baca: Lombéng / Lombhéng) yang sudah lama kuincar akhirnya berhasil kudatangi bersama teman-temanku. Tercurahlah semua ekspresi kebebasan dari skripsi itu.

Demi mencapainya, dibutuhkan sekitar 4 jam dengan pengemudi yang handal, sabar, terbiasa mengemudi jalur antar kota, serta kondisi kendaraan yang optimal. Selepas Jembatan Suramadu, jalur yang harus ditaklukkan cukup menantang. Permukaan jalan berombak, hanya ada satu lajur untuk masing-masing arah, dan pengendara motor yang bisa tiba-tiba muncul dari perkampungan sekitar. Bukit kapur, bebatuan, tanah merah, pohon siwalan, pantai, nisan di pemakaman kecil, bata putih, puluhan warga berjejalan dalam satu bak pick up, bergantian muncul mewarnai perjalanan di Pulau Garam. Sesampai di Sumenep, perhatikan setiap petunjuk arah berwarna hijau itu. ‘Pantai Wisata Lombang’ begitulah yang tertera. Jalan menuju kawasan pantai juga tetap jalan kecil sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.

Wisata alam ini berpotensi untuk digarap lebih baik dan lebih serius lagi. Kompleks memang, karena melibatkan banyak hal berkaitan. Bila turis melihat sarana prasarana di Lombang baik adanya pasti dengan sendirinya 4 jam perjalanan pun rela ditempuh. Sementara bila banyak turis yang datang, pendapatan pengelola bertambah, maka kondisi jalan bisa diperbaiki dan dengan sendirinya menarik pihak lain untuk membangun fasilitas. Namun, tetap saja semua membutuhkan kedewasaan dan dukungan warga lokal untuk membuka diri terhadap hal baik untuk kemajuan bersama.

Rugi rasanya bila pantai yang begitu indah hanya disimpan sendiri. Bukankah seharusnya cara manusia bersyukur adalah memanfaatkannya dengan benar dan melestarikannya? Lagipula saatnya tunjukkan pada dunia pantai-pantai Indonesia yang eksotis. Agar jangan hanya menyalahkan pihak luar ketika satu per satu bagian kekayaan negera kepulauan ini diakui mereka, tetapi justru kitalah yang harus mengakuinya terlebih dulu.

Saranku, datanglah beramai-ramai karena pantai ini begitu sepi. Bukan hanya demi kenyamanan dan keamanan, pantai ini masih sangat sederhana tanpa ada persewaan alat snorkeling atau lebih dari itu. Bawalah penganan karena jaraknya masih sekitar 45 menit dari Kota Sumenep. Bila mempunyai teman yang menguasai dialek madura, itu akan lebih baik lagi.

Lombang, pantai yang memadukan hadiah alam, kesederhanaan, dan wujud sifat dasar masyarakat setempat..

See more photos of Lombang Beach

Jakarta – 211209 – 22:12

2 Comments (+add yours?)

  1. Jojo
    Dec 29, 2009 @ 01:56:00

    Wah… Kayaknya bagus banget ya pantainya…
    Jadi inget sama Balai Kambang, pantai di daerah Malang yang perjalanannya juga 4 jam dari Surabaya… Bagus banget dan mirip sama deskripsi pantai Lombang..^^

    Amazing writing! Bahasanya bener-bener menarik,
    Sastra yang nggak menjenuhkan!^^

    Reply

    • BeBe Gunawan
      Dec 30, 2009 @ 21:45:17

      Thanks for coming Jojo.
      Anyway, kalau udah sampai Bale Kambang, harusnya juga udah nyampe Sendang Biru lanjut Pulau Sempu yah! hihihi.. Super duper indah!😀

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: