Sate – Kelinci – Batu

Minggu 08/11/09, akhirnya aku mampir ke Batu setelah sekian tahun. Aku malu belum pernah benar-benar berwisata dan menjelajah habis kota apel ini. Hari ini aku dibuat ‘mupeng’ oleh pesonanya dan aku berencana segera kembali dengan seabrek target haha.. Paralayang, BNS, peternakan kelinci, penangkaran lebah madu, dan gule kambing! Who’s with me?

 

Tadi aku tak sempat berlama-lama. Bersama keluargaku kami melihat-lihat beberapa kebun pisang di daerah Pujon. Memanjakan mata menatap hijaunya alam. Menikmati dinginnya Batu yang diguyur hujan di sore hari. Membeli berkilo-kilo wortel segar di pasar induk. Dan tentu saja, mencicipi kuliner Batu! I recommended you to try this one and I bet you’re gonna like it!

 

Sate Kelinci! Itulah nama rumah makan lesehan di Jalan Patimura yang menjadikan sate kelinci sebagai menu andalannya. Tusukan daging yang besar, empuk, merasuk, dan disajikan di atas hot plate bersama bumbu kacang dengan topping irisan bawang merah plus rawit! Harganya 20.000 IDR untuk 10 tusuk.

Sate Kelinci

Selain itu menu unik yang juga kucoba adalah kelinci goreng! Penasaran dengan wujudnya dan ternyata memang tersaji setengah ekor kelinci seperti ayam goreng lengkap dengan lalapan. Aku memang penyuka kelinci termasuk hasil olahannya. Tak hanya lucu bila dipelihara tapi tekstur dagingnya mirip dengan ayam dan bebas kolesterol. Beberapa kali di beberapa tempat mencoba sate kelinci tetapi biasa saja. Malah seringkali tidak lezat karena dagingnya jadi terlalu alot karena salah olah.

Kelinci Goreng

Resto unik yang berdiri sejak 1997 ini meyakinkanku bahwa kelinci memang bisa diolah dengan lezat! More than my expectation. Harga pun terjangkau dan reasonable. Sepertinya bagi yang belum pernah makan daging kelinci, kau takkan kecewa untuk pengalaman pertama bahkan will give you a nice first impression. Bagi yang gemar, maka patut di-rating apakah selera lidah kita sama hihihi.. Kuberi nilai 8.5 untuk lezatnya dan 1.5 lain karena nuansanya terlalu gelap.

 

Letaknya mudah ditemukan. Ada di sisi kanan dari arah Surabaya menuju Batu. Cukup jauh sebelum berbelok kiri untuk ke BNS, Jatim Park, dll. Bernuansa kayu dan berpalangkan tulisan Sate Kelinci berwarna kuning. Lagipula pasti semua warga Batu mengetahuinya. Begitu pula denganku yang tahu bila aku pasti akan kembali wisata kuliner ke sana while having my vacation to Batu, soon!

 

..badanku bulat tak bisa tinggi, persis kaya anak kelinci.. (Gang Kelinci)

 

 

Sby – 09/11/09 – 00.44AM

3 Comments (+add yours?)

  1. geebeeblack
    Nov 24, 2009 @ 08:04:36

    oh enak sekali jika dapat menjamahnya

    Reply

  2. angga erlangga
    Nov 14, 2009 @ 21:11:01

    Duuhh kapan yuah bisa nyobain Sate ini..
    Hohoooo….

    Jadi laper bu…😀
    salam kenal yuah…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: