Behind The Scene of My Skripsi

Pada hari ini Rabu, 21/10/2009, telah dilangsungkan ujian skripsi atas:
   Nama: Widianti Gunawan Wijaya
   NRP: 51405118
   Judul: Pemanfaatan Shell Wide Web sebagai Media Komunikasi Internal PT. Shell Indonesia
Para penguji memutuskan bahwa yang bersangkutan dinyatakan LULUS..

Itulah secuil bukti dari lulusnya seorang mahasiswi biasa yang menyerahkan setiap detik perjuangannya kepada Tuhan dan hanya menjalankan yang Tuhan minta, yaitu melakukan yang terbaik yang ia mampu berikan. Tuhan masih memberikan bonus, yaitu nilai A. Bukan karena kemampuannya karena kemampuan itupun Tuhan yang berikan. Bila ada kesempatan yang dimanfaatkan, itupun berasal dari Tuhan. Tuhan berikan yang terbaik untuk setiap hal yang dibutuhkan anakNya. Ia hanya minta agar mereka datang, mendahulukanNya, berharap, dan mengimaniNya..

Saat kaki melangkah masuk ke ruangan, aku berkata dalam hati “Tuhan, mari kita berperang..”. Grogi hilang seketika dan ruangan terasa hangat. Tuhan memilihkan Bpk Dekan Ido dan Bu Asye sebagai penguji. Bu Yuli dan Bu Inggrit ada di sana sebagai dosen pembimbing. Cukup unik karena materi bab 4 dan 5 sama sekali tidak dipertanyakan. Sidang berlangsung cukup cepat, tidak sampai satu jam. Pertanyaan lebih banyak berupa masukan. Setelah dinyatakan lulus, aku keluar dan sekali lagi berdoa bersama teman-teman yang sudah menungguiku. Kalimat pertama terucap, “Tuhan, terima kasih..” dan air mata mengalir seketika.. Itu kata terima kasih yang penuh arti dan penuh ucapan syukur. Seketika kelegaan terasa dan melihat Tuhan telah memimpinku menang dalam peperangan bernama skripsi ini. Bukan hanya selesai tetapi menang..

Sms support yang terus masuk itu membuat PDA bergetar dan senyum tersungging. Aku senang banyak sekali yang peduli padaku. Semakin banyak yang mendoakan makin baik. Itu pesan salah seorang temanku. Dan betapa luar biasanya kuasa doa itu. Ada banyak sekali orang-orang yang mendoakanku sebelum aku maju sidang bahkan pada saat aku masuk dan berjuang sidang. Mama tidak keluar kamar dan mendoakanku selama sidang (doa ibu memang besar kuasanya ^^). Mrs. Liz, my Pastor’s wife also pray for me. Dan tentu ada banyak doa lainnya, yang baru kuketahui setelah sidang selesai. Dan itulah yang membuat rasa percaya diriku muncul dan kupenuhi janjiku untuk beri yang terbaik yang aku bisa.

Sebenarnya sempat takut akan respon pembimbing-2 ku. Kami sempat ada beda pendapat. Beliau merasa aku terburu-buru memaksakan skripsi selesai di periode II ini. Ada hal yang membuatnya tidak puas dengan penelitianku tapi aku pun tak tahu di mana itu (Bu Inggrit, this is my confession hahaha..). Namun aku berhasil meyakinkan bahwa memang harus selesai di waktu ini hingga ACC kuperoleh, “tapi saya tidak tanggung akibatnya pas sidang nanti..”. Aku down dan sempat kusebutkan di Notes sebelumnya bahwa aku jadi tidak yakin dengan penelitianku sendiri (This is  the reason why). Takut bila pembimbingku sendiri tidak memihakku. Hal positifnya adalah aku tidak menjadi over confident (Bu, apakah ini bagian dari taktik? haha..) dan malam sebelum sidang, dalam doaku aku tetap mensyukuri kedua pembimbingku. Dengan kelebihan dan kekurangan mereka, aku yakin itulah yang terbaik yang Tuhan sediakan untuk membimbingku. Dan aku memohon agar Tuhan melunakkan hati Bu Inggrit (It’s true..). Dan kau tahu? Bu Inggrit memberi nilai tertinggi di antara 4 dosen yang ada di ruangan itu.. (Thanks Bu, it means a lot..) Isn’t it awesome? My biggest fear become the highest score..

Papa begitu senang saat kuberitahu hasil sidangku (Mom and Dad, this is for you..). Kalau hasilnya secara nilai dosen memberi nilai A, aku sendiri menilai A untuk prosesnya. Papa adalah dosen pembimbingku yang pertama dan pembimbing pribadi tentunya (dulu ia memang Dosen Sipil). Sejak awal pemilihan topik, aku brainstorming bersamanya di Jakarta. Kala itu aku punya beberapa ide, dan jujur topik yang kumajukan ini adalah yang paling sederhana. Itu karena papa yang sangat idealis berujar, “Be, kamu ini skripsi untuk S1, dosenmu pun tau kapasitas anak S1. Kalau mau meniliti yang rumit, nanti saja setelah kamu kerja. Lebih baik topik sederhana tapi kamu maksimal daripada topik mulia tetapi kamu biasa aja..”. Aku jadi tersadar! Papa sangat idealis tapi bisa berpesan seperti itu?

Lalu waktu Lebaran aku tetap harus ikut mengunjungi kakek nenek ke Semarang. Pagi berlibur, malam buka laptop. Papa bantu rapikan format penulisan. Adik memeriksa salah ketik dari transkrip interview. Saat dekat deadline, papa bantu mengeprint. Ia yang tetap menyuruhku tidak takut maju meski ada beda pendapat dengan pembimbing. Mama selalu membuatkan makanan minuman dengan campuran chinese herbal medicine agar aku tetap sehat meski begadang setiap malam (Beneran loh haha..). Mereka berdua mengantarkanku ke fotocopy di daerah Petra malam itu. Ketika koko datang dari Jakarta, ia bantu membawakan 7 bendel skripsi dari penjilidan ke TU jurusan. Hahaha.. Hal itu terakhir kali kualami waktu SD mungkin. Semua itu bisa kulakukan sendiri, tetapi kubiarkan mereka ‘ikut sibuk’. Lucu bukan? Inilah yang membuatku memberi nilai A untuk proses skripsiku. Karena aku membiarkan keluargaku membantu dan aku sangat menikmati setiap detail di dalamnya.

Dina Setianto, Sri Endah, Fathia Syarif, adalah para manager Communications Shell yang memberi semangat sebelum aku maju sidang. Begitu pula dengan 10 informan dari Shell. Wah wah wah.. Indah bukan? Itulah yang aku maksudkan bila kau cintai skripsimu, ambience positif itu bisa menarik semua yang positif mendekat padamu. Sehingga ada banyak hal baik yang memayungiku. Aku yakin itu bukan ‘hogi’ atau ‘luck’. Guys, I’m not a lucky lady. I’m just an ordinary lady. But I have faith and Awesome God! As I said, God is my victory! Sejak awal tahun, aku melihat diriku akan menyelesaikan skripsi tahun ini dengan hasil yang bagus. That’s my vision. Say what you mean and mean what you say!!

Tulisan ini kutujukan bagi mereka yang berpikiran POSITIF dan mau bersikap POSITIF untuk menyelesaikan perjuangan skripsimu atau apapun yang sedang dihadapi. Cari tahu apa yang kau mau. Bila memang ingin skripsimu selesai di periode selanjutnya maka kau sudah tau apa yang akan kau lakukan. Bagaimana kau harus bimbingan dan membagi waktu. Bagaimana kompromi dengan waktu main-mainmu. Dan sudah bisa membayangkan wisuda 20 Februari 2010 (liburan bareng ya guys..). Tapi bila kau sudah berjaga-jaga ambil pra perwalian dan hal lain, boleh memang untuk antisipasi tetapi juga terlihat mungkin kau pun tak yakin untuk MAU selesaikan skripsimu di semester ini. Oleh karena itu lebih banyak lakukan hal seperti itu alih-alih menekuni skripsi agar bisa selesai. Langkah iman. Sekali lagi, semua itu pilihan! Salahkah pilihan itu? Tidak. Hanya saja, be careful with what you wish for.. Tuhan selalu bisa mendengarnya dan berkata “So be it..”.

Bukannya aku menghakimi. Hanya saja dari apa yang kuamati dari teman yang sekarang sedang berjuang, aku makin bisa melihat skripsi adalah ujian mental. Menyaring mereka yang beriman dan bermental positif untuk bisa selesaikan pertarungan dengan baik. Ada perbedaan yang muncul dari perkataan dan perbuatan mereka terhadap pengerjaan skripsi masing-masing. Ada perbedaan respon yang muncul saat menanggapi masalah yang tiba-tiba menghambat. Yang satu memacu diri dan belajar dari yang berhasil, yang lain justru mencari excuse dan justifikasi mengapa dirinya tidak bisa menjadi berhasil. Yang satu mencari dosen dan menyelesaikan masalahnya, yang lain justru menyalahkan dosen. Hahaha.. Kan semua itu pilihan. Pilihan punya konsekuensinya dan juga ‘hadiah’ masing-masing hehehe.. Kalian di sebelah mana? =P

Aku sudah memilih mau hasil yang luar biasa sejak awal. Oleh karena itu aku mengimaninya dan berjuang lebih berat. Bahkan kuterima ancaman taruhan teman baikku agar aku bisa berlari lebih kencang. Kucari semua cara untuk memacu dan menjaga agar tetap POSITIF. Nilai itu hanya bonus. Seperti yang kubilang di Notes lalu, ujian sebenarnya adalah proses pembuatan skripsi itu dan Tuhan yang menilainya. Kalau ternyata Tuhan memberiku A, itu sebuah hadiah dariNya and let His name be honored as long as I live. Untuk Corporate Communication Fikom, kusumbangkan 1 lagi A ini untukmu. Semoga keinginanku untuk bisa membanggakan papa mama dan semua orang yang sayang padaku boleh terwujudkan sekali lagi.

Thanks to Cliff, Lili, Tans, Nita, Couz, Lele, Ella, Ryan yang menemani saat aku berjuang sidang. Tuhan yang sama yang akan buat kalian berhasil! Be positif guys! I’m here to help you ktika butuh semangat. Teman CC yang lain, pecahkan telur A untuk CC lebih banyak lagi. Harus ada yang pecahkan dan itu harus kalian! Semua yang masih berjuang, sekarang saatnya lari sekencang-kencangnya kalau tidak mau menyesal.. Tahukah kau Word bisa membuatkan Daftar Isi otomatis dari skripsimu?? Semua dosen Ilkom, kalian lah yang terbaik di posisi masing-masing..

God leAd me through bAtlles won becAuse He is my victory!
nb: Kalau kamu bertanya “Habis gini mo ngapain Be?”. Jawabannya “Thanks for your care and tunggu kabar baik selanjutnya dariku.. ^^”

Also published on Widianti’s Note on FB

Sby – 231009 – 2:16PM

1 Comment (+add yours?)

  1. hasta
    Sep 08, 2010 @ 23:52:01

    sangat menguatkan

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: