Emergency, Emergency!!

Alarm tanda bahaya berbunyi! Bunyi sirine itu memekakkan telingaku! Kusadari aku berada di ketinggian, di lantai 26!! Lift gedung otomatis pasti berhenti! Kepanikan mulai menjalar.. Tangga darurat, hanya itu! Semua orang bangkit dari kursinya dan beranjak cepat ke tulisan EXIT! Berlombalah menuruni gedung setinggi itu dengan ketakutan yang mengejar di belakangmu!

Akhirnya aku kembali ke Jakarta! Kamis lalu aku tiba di Ibukota dan kembali berurusan dengan Shell sejenak. Senin lalu mulai rutin datang ke Talavera Office Park. Dan lucu sekali, aku seperti temu kangen, bernostalgia dengan banyak staff Shell. Mereka kaget melihatku setelah tak nampak sejak Februari. Ternyata banyak yang masih mengingatku, rupanya magang 6 bulan kala itu telah menciptakan relasi yang cukup kuat. Mereka mengira aku telah lulus dan akhirnya bekerja di CX hahaha.. Tidak atau belum! Kali ini aku mengumpulkan data skripsi.

Banyak yang bertanya untuk apa kembali ke Jakarta hanya untuk skripsi? Rela banget sih untuk skripsi doank? Hey, Jakarta tidak begitu jauh dan aku menyukai kota ini beberapa sisi. Mungkin karena aku pernah tinggal cukup lama hingga tak berat untukku sebulan kembali ke Shell dan mengerjakan penelitianku. Bisa saja mengambil judul lain tentang perusahaan di Surabaya, tapi 6 bulan yang kuhabiskan di Shell menunjukkanku banyak hal. Sedikit banyak aku punya pengetahuan tentang perusahaan ini. Selagi kesempatan masih diberikan, aku ambil saja, at least untuk membina relasi yang pernah ada. Selain itu untuk belajar lebih dalam tentang aktivitas Communication. Aku mengambil penelitian di bawah Divisi Media Relations, selama 4 bulan dibimbing oleh Manager Divisi CSR, kini skripsi di bawah Divisi Internal Communication. Lengkap sudah semua bagian dari PR Shell kujelajahi.

Yang mengesankan adalah kejadian hari ini, Jumat, 10 July 2009. Pagi ini, sekitar pukul 9.50AM, aku sedang mengerjakan skripsi di depan laptop sambil ber-ear phone karena mentranskrip hasil interview. Sayup kudengar Emergency Annoucement. Seketika aku dengar sirine berbunyi keras. Pengeras suara di setiap lantai Talavera Office Park ini menyerukan bahwa hari ini tidak ada latihan simulasi kebakaran atau uji coba. Alias, sirine itu berbunyi bukan karena buatan! Suara itu menyuruh kami segera meninggalkan gedung melalui Emergency Exit atau tangga darurat.

 Pic Source : Tata Mulia

Otomatis semua karyawan yang sedang bekerja di meja masing-masing, berdiri, riuh keheranan, dan mulai beranjak meninggalkan meja ke pintu darurat. Aku cukup panik karena berusaha mencerna ini simulasi atau benar ada sesuatu di gedung ini, apapun itu aku harus tetap segera beranjak. Kuambil ranselku dengan laptop di dalamnya, plus dompet dan PDA inside. Aku bersama rekan CX segera keluar lewat Exit Door yang lantai kami, lantai 26! Berdesakan, bergabung dengan orang lain dari lantai atas, kami menuruni anak tangga.

Ini kali pertama aku berada di situasi seperti itu. Melihat orang berbondong menuruni anak tangga darurat. Ketika bergabung dengan rombongan dari lantai bawah, aku terpisah dari temanku. Ada yang hanya bawa badan saja, ada yang membawa tas atau laptop. Kuperhatikan lagi, ada yang tampak panic, ada pula yang santai bercerita dengan rekannya. Saat itulah aku sadar, ini hanya simulasi! Evacuation Drill! Aku ada di perasaan antara merasa sangat bodoh, dengan berusaha mempelajari andai itu bukan simulasi. Anak tangga kuturuni terus, kulihat 25, 22, 19, 15, … Tanpa sengaja aku bertemu dengan staff Shell dari lantai lain, sambil mengobrol kami mengalihkan pikiran dari situasi tidak enak itu. Sampai tak terasa kulihat 11, 9, 6, 2 dan akhirnya, sinar matahari!!

Keluarlah kami dari untaian ribuan anak tangga. Kulihat mobil ambulance. Di beberapa area orang-orang berkumpul. Ada yang ber-safety vest sambil membawa sign bertulis nomor tiap lantai. Petugas keamanan mengarahkan rombongan yang baru keluar ke area lain di belakang gedung, yang disebut dengan Assembly Area. Di sana beberapa staff yang menjadi vocal point HSSE telah mengenakan safety vest. Mereka mengangkat tinggi sign lantai masing-masing. Aku mencari 26 dan berkumpullah dengan rekanku lain. Kaki gemetar! Semua berceloteh dan berkeringat, mengeluhkan kaki gemetar karena jarang berolahraga sehingga ‘kaget’.

Sebenarnya di setiap lantai selalu tersebar denah gedung untuk situasi darurat. Shell memiliki standar safety yang sangat luar biasa baik. Oleh karena itu segala hal yang related dengan safety, sudah menjadi budaya. Staff mengetahui langkah yang harus dilakukan dan tempat yang harus dituju dalam keadaan darurat di dalam gedung. Setelah berkumpul di Assembly Area, tentunya ruang terbuka, kami didata. Dengan jelas disebutkan ini simulasi. Kemudian teriknya matahari ditambah kaki gemetar dengan cepat membubarkan kerumunan massa penghuni Talavera.

Terlepas dari kehebohan, merasa bodoh, kaki gemetar, merasa sial, aku pun belajar dari latihan ini:

  • Bunyi sirine pasti mendatangkan kepanikan! Dan berusahalah focus agar kau tahu apa yang penting untuk kau bawa bila memungkinkan. Tidak mungkin kau bisa membawa semua hartamu di kantor karena kau akan berdesakan di dalam tangga darurat.
  • Selamatkan nyawa, itu yang terpenting. Jangan pusingkan harta, tak kan ada arti bila nyawa tak terselamatkan.
  • Tangga darurat itu sangat pengap. Ditambah dengan banyaknya manusia yang berebut oksigen dalam kepanikan. Jadi, kendalikan diri agar tidak panic.
  • Semakin tinggi lantai, semakin tidak menguntungkan. Bukan hanya karena jumlah anak tangga yang lebih banyak untuk dituruni sampai bawah, tetapi jumlah massa. Turun selantai, kau bertemu puluhan orang yang keluar dari lantai itu, semua berebut menuruni tangga lebih dulu. Turun selantai lagi, berarti jumlah berlipat. Begitu seterusnya. Do you get my point?
  • Alihkan perhatian tetapi tetap focus, agar tidak makin panic.
  • Menuruni banyak anak tangga yang berpola sama, bisa membuatmu pusing.
  • Ikuti arahan dan petunjuk dari petugas.
  • Pelajari dan baca semua peringatan yang telah diberikan sebelum keadaan darurat benar-benar terjadi. So that you’ll have a field of reference before you experience it.
  • Jangan remehkan simulasi, it’s a must and good for us, oneday!

Saat magang, dua kali aku absen dari kegiatan mengepak barang untuk pindah gedung, karena menyelesaikan urusan di Surabaya. Kali ini, hari ke-5 di Shell, aku harus menuruni 26 lantai Talavera. Terbayar sudah rasa tidak puas teman-teman karena dulu aku tak ikut berlelah hahaha.. Andai di Surabaya, mungkin tidak bisa bersimulasi seperti ini. Selain banyak pihak belum aware pentingnya simulasi keadaan darurat, gedung setinggi ini masih langka ditemukan. Sampai beberapa hari ke depan, kakiku pasti sangat sakit dan pegal. Tapi kelelahan ini untuk berjaga-jaga karena bila situasi seperti itu terjadi, mau tidak mau, semua harus siap!

The future has become the present. Anything of importance will remain, while anything useless will disappear..

 

Jakarta/100907/10:57PM                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      

3 Comments (+add yours?)

  1. stephanie wiradjaja
    Aug 09, 2009 @ 13:06:12

    hello.. i find ur blog via google.. firstly, let me introduce myself. I am STephanie, undergraduate of Petra Christian University Surabaya, and i am so desperate to find any place to conduct my Internship which is coming close now.. I plan to conduct in during December and fortunately, i took the same PR major as u do.. I am so excited reading that u had ur internship at Shell. It’ s a well known company. And i hope that you can help me to contact its HRD or maybe we can share some information about internship. I will be so delighted hearing from you. So desperate for help… >.<

    Please message me: 081703370390 or maybe is there any way that i could contact you?? Maaaf mengganggu…but lagi bener2 panik nih cari koneksi untuk internship..makasihhh yaaaa… =)

    I’ve sent you an email, just check it out, or contact via FB.. ^^

    Reply

  2. Andy
    Jul 19, 2009 @ 01:18:43

    “WOW! Seperti di tipi-tipi!”, ujar seorang mahasiswa yang sedang menikmati waktu malamnya.

    Wah, seru kelihatannya ya! Pengalaman ini aku kira sukar dirasakan melalui tulisan. Karena benar-benar harus merasakan sendiri.

    Salut juga untuk SHELL yg menerapkan hal demikian. Aku kira masih banyak orang yang menganggap simulasi adalah hal yang remeh. Atau menganggap penting, namun enggan melakukannya. Aku sih menganggap, PENTING dan HARUS DICOBA SIMULASI! Karena bencana atau kejadian darurat tidak bisa diduga-duga tentunya, maka persiapan haruslah ada.

    Kesimpulannya:
    “Tegangnya dapet, manfaatnya juga dapet!” =]

    Yap, nyoba aja deh baru bisa tau. Karena kepanikan bikin kita ga tau apa yang harus dilakukan, at least kalau udah tau panik begitu, bisa ngukur diri sendiri sesiap apa dan prosedurnya apa yang mesti dilakukan..

    Reply

  3. Gresby
    Jul 16, 2009 @ 13:05:28

    akhirnya, saya mendapatkan orang yang bercerita mengenai keadaan emergency, kebetulan saya lagi cari referensi untuk menyusun skenario simulasi keadaan emergency, ok terima kasih

    Hahaha.. oke deh, lets do the simulation, it’s so important, apalagi stlh Kuningan kemarin kan..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: