Persimpangan Kemarin, Hari Ini, dan Esok

Everything that is done in the present affects the future in the form of consequence and affects the past in the form of redemption..

Sepanjang perjalanan perkuliahanku selama ini, aku memiliki satu trauma atau kepahitan. Menjadi kepahitan karena masalah itu seakan so complicated untukku. Aku seakan menjadi korban tuduhan melakukan kecurangan bahkan tanpa diberi kesempatan untuk menjelaskan. Kukira masalah itu telah selesai dan aku bisa tetap melanjutkan kelas itu sampai akhir. Ternyata di pertemuan terakhir sebelum ujian akhir, aku diberitahu bahwa aku tak dapat ikut ujian karena masalah itu. Ingin rasanya lari bila kembali mengingat kejadian itu. Aku tak bisa berbuat apapun kala itu. Aku masih belajar mengampuni seseorang untuk hal ini, hanya aku dan Tuhan yang tahu persis rasa itu.

Dan tanpa kuduga, masalah itu berkembang dan meninggalkan konsekuensi yang menurutku tak sebanding dengan hal konyol yang tak pernah ada kesempatan penjelasan. Semester lalu ketika aku menjalani magang enam bulan di tengah kerasnya Jakarta, mereka membuka kelas itu dan menghabiskan semua mahasiswa yang belum mengambil mata kuliah tersebut. Kini aku harus menambah satu semester kuliah lagi demi menebus mata kuliah itu karena tak kubayangkan mata kuliah wajib itu tidak dibuka lagi. Aku masih perlu waktu untuk bisa memahami persamaan ini: “mata kuliah wajib yang tidak dibuka karena tidak ada peminat”. Lalu mengapa itu masih wajib? Hanya karena kurikulum? Apabila mata kuliah itu akan dihilangkan di angkatan berikutnya, berarti itu bukan mata kuliah yang patut untuk dipelajari bukan? Entahlah.. Sekali lagi aku ingin lari ke ujung bumi karena semua ini seakan tak bisa kunalar.. Seakan ada banyak hal yang tidak masuk akal tiba-tiba datang dan membuat semua berantakan.

Dan yang meninggalkan sebuah penyesalan adalah aku dianggap telah terlambat ketika mengetahui berbagai kenyataan tidak masuk akal itu, sehingga aku dianggap terlambat untuk melakukan usaha apapun. Sekali lagi, semua ini sangat tidak masuk akalku. Keadaan tak pernah bisa disalahkan karena semua hanya akan tampak sia-sia. Mereka mengatakan seandainya waktu itu aku mengurus kejadian itu segera, mungkin kamu masih bisa mengikuti ujian akhir. Seandainya tiga bulan yang lalu kamu tahu pengumuman yang ditempel di papan pengumuman itu (di Surabaya – kampus!), kamu bisa mengumpulkan teman dan tidak perlu mengambil satu semester lagi untuk menyelesaikan kewajiban itu. Kewajiban yang aku tak tahu lagi apakah kata wajib itu masih mempunyai nilai di sana.

Sebagai seorang manusia, aku marah, emosi, dan ingin rasanya berteriak untuk semua hal yang tak bisa kupahami ini. Sebagai manusia, “seandainya” itu konyol karena semua sudah lewat. Seandainya sejak ujian tengah semester itu aku marah kepada orang tersebut dan minta penyelesaian mungkin tak perlu ada satu semester tambahan lagi. Aarrrghh..!!!! “Seandainya” itu bodoh karena tak akan mengubah keadaaan yang sekarang! Seandainya akan membuat penyesalan semakin meluap! Apa yang bisa kulakukan sekarang?

Emosi itu mendidih, ingin rasanya berteriak karena ketidakadilan ini. Semua tampak tidak adil buatku karena aku baru tahu ketika semua sudah terlambat dan tak ada yang bisa kulakukan. Aku berusaha dengan keras menahan emosiku dan melihat ini sebagai bagian dari rencana Tuhan. Aku belajar mengampuni sekalipun manusiaku tak rela mengampuni orang itu. Seakan rencana masa depan yang mulai kususun ketika magang ini akan berakhir, kutulis di buku kehidupanku dengan pensil. Tuhan yang akan mengoreksinya karena Ia memiliki penghapusnya. Ia akan menghapus rencana itu bila ada rencana lain yang lebih tepat buatku. Dan Bapaku itu yang akan menulis kembali semua dengan penaNya di buku kehidupanku.

Entahlah apakah kau pernah ada di dalam keadaan seperti ini. Di satu sisi aku merasa harus mempertanggungjawabkan hal yang tidak masuk akal, tetapi di sisi lain aku melihat Tuhanku punya rencana yang jauh lebih baik melalui semua ini. Bukan hanya “setiap masalah ada hikmahnya” tetapi semua ini terjadi karena ada sesuatu yang ingin Ia siapkan untukku dan masa depanku. Semua harus begini adanya agar “ini dulu baru itu” untuk sebuah “itu” yang sangat berharga. Aku tak ingin berpikir lagi karena nanti aku akan berpikir secara manusia yang terus dipenuhi amarah, penyesalan, emosi, dan beban pikiran. Tapi aku akan mencoba berpikir over the limit sebagai anak Tuhan bahwa aku tetap mensyukuri semua yang telah terlewati.

Bila semester lalu aku mengambil mata kuliah itu bersama dengan puluhan mahasiswa lain, berarti aku tak akan berada di Jakarta seperti sekarang. Aku mendapat pengalaman luar biasa melihat praktek dari ilmu yang aku pelajari selama ini, yang tak hanya sebatas mata kuliah wajib yang esensinya perlu dipertanyakan. Aku mendapat rekan dan sahabat yang luar biasa di tempat aku magang, lebih dari itu mereka kakak dan keluarga yang baik. Aku dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan yang perlu kutingkatkan lagi untuk masa depanku lewat setiap project yang kulakukan. Aku dapat mandiri, lebih berani mengutarakan pendapat, dan mencoba berusaha semampuku, bukan hanya pasrah pada keadaan.

Nalarku.. Bersabarlah, aku perlu waktu untuk bisa menunjukkan padamu apa yang sebenarnya sedang terjadi..

Manusiaku.. Tahanlah emosimu dan buka hati untuk perlahan mengampuni dan memaafkan, serta hentikanlah “seandainya”..

Hati kecilku.. Berbicaralah lebih keras dan bantu kuatkan aku melewati keadaan ini..

Penyesalanku.. Aku tahu kau masih ada di sana, tapi tunggu, akan ada saatnya kau menyadari sebenarnya kau tak perlu ada di sana..

Imanku.. Pejamkan matamu dan lihatlah, ada rencana luar biasa di depan sana yang sedang disiapkan sekarang..

Tuhanku.. Aku berserah dengan senyum, berkaryalah dalam hidupku, lakukanlah kehendakMu, karena aku ini milikMu..

 

Jakarta – 050209 – 11:40PM

7 Comments (+add yours?)

  1. Trackback: Kaitan Suka-Duka « Lukisan Kata Tulisan Warna
  2. AnDy
    Feb 14, 2009 @ 01:18:25

    Kalau boleh berpendapat..

    Pada dasarnya, setiap orang punya naluri untuk mencari ‘keamanan’ pada dirinya. Harga diri, keuangan, rasa tanggung jawab, dsb misalnya. Rasa ingin ‘aman’ ini kadangkala bisa membuat yang lainnya ‘tersandung’.

    Hal ini tidak terkecuali berkembang pada sebuah instansi pendidikan. Manakala selalu saja ada yang menjadi korban serta kambing hitam. Sayangnya, lagi-lagi kita terbiasa dengan budaya ‘melawan berarti cari mati’.

    Dalam permasalahanmu, sulit juga memang, kalau dicari-cari, siapapun bisa saja jadi salah =p yg ngatur jadwal apa ya nda mikirkan yg magang di luar misalnya.

    Ak sebenarnya pernah mengalami hal mirip2 (serupa boleh beda, opo seh?!) haha. Ingat kan, peristiwa keluarnya Pak Thomas gara2 Andy & Yuni jadi batu sandungan… Bener2 terjepit deh wkt itu ak juga. Lagi2 (sial!), kita harus takluk (takut?) dengan jabatan/gelar. Tapi ak ambil sisi positifnya, seorang (iya, seorang) Pak Thomas yg biasanya kalem2 lelembut, bisa garang marahin perempuan di depan banyak orang demi ‘mencari aman’ itu tadi! Terlebih lagi, menghibur diri, “rupanya, kita kuliah bisa juga membuat org s3 OUT..” (jgn ditiru hehe)

    Aku justru salut dengan kalimat penutupmu.

    *Imanku.. Pejamkan matamu dan lihatlah, ada rencana luar biasa di depan sana yang sedang disiapkan sekarang..
    Tuhanku.. Aku berserah dengan senyum, berkaryalah dalam hidupku, lakukanlah kehendakMu, karena aku ini milikMu..

    Coba terima kenyataan yg ada, tetapi dahulukan perjuangan untuk meraih kondisi terbaik. Selalu yakin, Tuhan punya rencana yang baik. Satu saranku, kadang kalo ak lagi pusing ribet kabeh, tenangin diri, coba BERSYUKUR (sungguh2). Perlahan tapi pasti, kita nemukan banyak positif dari satu masalah, bahkan setelah itu, hal-hal yg baik ada aja yg selalu datang. Tuhan maha baik ko =]

    Satu lagi, ak awal kuliah punya pemikiran, LULUS cepet2 3,5thn tidak selalu jadi momen yg baik. Malah kadang2 ga jelas mau apa setelah itu. So, kalau memang terlambat 1 semester, buktikan kamu punya BANYAK HAL yg tidak mereka dapatkan dengan lulus 3,5/4 thn!

    SEMANGAT YA! BEBE PASTI BISA!!
    Message aja gwa klo lg ruwet2 ^^

    memang ga harus lulus 4 tahun kok Ndy, thats not the point but ketika info itu gak nyampe ke kita gt dan km tau ketika it’s too late.. tp ya udah that will be my story in UKP. and lets see what God will do next.. ^^

    Reply

  3. poce
    Feb 10, 2009 @ 07:39:12

    be .. ingett .. kolokiumm .. even this more suck than anything else, we need to take it .. no matter what ..

    hauahauhauhauhauhauhauhuaa .. *rasa rasanya gak nyambung ya*

    muahahahahahhaa .. ^^

    Reply

  4. jiwakelana
    Feb 08, 2009 @ 09:11:40

    Tetap semangat ya.. Salam kenal.

    Reply

  5. BeBe Gunawan
    Feb 07, 2009 @ 16:51:34

    Couz, no need to say sorry.. You didn’t do any wrong thing. That is my importance so that was me that have to find any info about that. You’ve really helped me a lot. Sorry for making you busy to help me in this matter.
    But, Miss Desi and Miss Fe had help me though. There’s still a little hope. Maybe if you all were here 2-3 days ago, you could see how stressed I was. My Dad mad at me actually. And I was crying at the office XP..
    I just need some time to understand all of these, and I’m learing to surrender.
    Many many thanks for all your help Couz.. Miss you all, friends!

    Reply

  6. Couz'
    Feb 07, 2009 @ 15:23:49

    Be… sorry banget yaaa… Aku membawa kabar buruk padamu agak terlambat… Mestinya waktu pulang magang tuh, aku liatin kelas KomBis.. Really Sorry..

    Anyway, I know you are a great and strong girl, no matter what.. I always know that you can always handle yourself in this kind of situation.. You can cry, you can look back because you have us beside you.. But you also HAVE TO MOVE ON.. Don’t let situation make you down..

    Just remember.. Everything will be GREAT on HIS time..

    Reply

  7. rotua sexy
    Feb 06, 2009 @ 11:46:54

    Yang sabar ya bebe..
    aku agak2 bingung ama sistem pengambilan mata kuliah kalian.
    Tapi, kan kamu bisa sambil ambil kuliah satu semeter dan ngerjain skripsi.

    Nothing to lose la…

    SEmangat ya!!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: