Be Fearless to Take a Chance

Keluar dari zona nyaman adalah hal yang membutuhkan keberanian ekstra. Kadang lebih banyak orang yang lebih memilih tetap berada di zona nyaman dengan situasi dan kondisi memang comfortable. Melihat semuanya berjalan dengan baik atau berjalan seharusnya seperti biasa. Aku pun sependapat bila dalam keadaan itu hidup akan serasa tenang, mulus, dan baik-baik saja. Tetapi bila ada di luar kenyamanan itu, tidak tahu apa yang akan terjadi. Bisa saja justru keadaan menjadi buruk karena tak bisa dikendalikan atas ketidaktahuan kita akan ‘area’ baru itu.

Tapi sekalipun aku sependapat, aku lebih sering memilih untuk keluar dari zona nyamanku. Bila melihat ke belakang, melihat pengalaman dan 21 tahun yang aku telah jalani, ternyata aku tak jarang merasa takut saat harus keluar dari zona nyaman. Tapi ternyata aku justru banyak melewati pengalaman yang menantang nyaliku. Kadang bila menoleh ke belakang, aku merasa rasa takutku seringkali berlebihan. Aku akui, aku sering sekali takut jika akan menjalani sesuatu yang belum pernah aku jalani sebelumnya. Rasa takut berkembang menjadi khawatir kemudian membuat pikiran ini lebih berpikir kepada hal-hal negatif yang mungkin harus kuhadapi.

Tidak ada yang akan tahu apa yang akan terjadi. Segala kemungkinan bisa terjadi. But you’ll never know until you try. Resiko selalu ada tapi ada 50% kemungkinan baik yang juga bisa terjadi. Lebih baik terbang tinggi, melihat pemandangan indah, sekalipun kalau jatuh bisa lebih sakit, tetapi paling tidak sudah melihat pemandangan yang tidak dilihat oleh yang lain yang tidk berani terbang bukan? Lebih baik melangkah maju sekalipun tak tahu apa yang akan ada di depan daripada aku harus diam di tempat. But just don’t be a foolish.

Kembali lagi semua memang pilihan, tetapi sebelum ambil keputusan untuk maju, terlebih dulu harus tahu posisi dan keadaan. Bila memang memungkinkan, aku akan maju dengan 50% nyali nekat. Bersiap untuk kejutan lain di depan. Aku melihat sebuah persimpangan sebagai sebuah kesempatan. Di kala harus memilih, di sana juga tersimpan kesempatan. Buatku, satu kesempatan bisa membuka kesempatan-kesempatan yang lain. Tapi semua pintu itu tak akan terbuka bila tidak pernah berani untuk melangkah keluar dari zona aman dan nyaman. Setelah itu, cara pandang terhadap suatu hal juga berpengaruh. Segala sesuatu bila dijalani dengan enjoy dan positif thinking, akan lebih menyenangkan untuk dilalui.

Paling tidak sudah beberapa kali aku memberanikan diri ambil resiko dan keluar dari zona nyamanku. Internship as a reporter (hard but make me tough), camping to Sempu Island (no human life, never camping before, no friends but finally I saw the best beach ever, saw the falling stars, and having new sisters-brothers), jadi ketua panitia (learn so much but also will gives me a lot someday), mencoba ikut Sampoerna Best Student (should made a paper but got a lot of friends, and also will give me much oneday), decide to do intern in Jakarta (far away from family, live alone but it makes me stronger), want to do intern at Shell (threatened canceled my internship this semester, was interviewed 2 or 3 times but yeah finally I doing intern at multinational oil company), and many more. And I do grateful for all that God had allowed me to choose and accompanied me to pass those all.

So, which one you choose? Moving forward, take the risk, take the chance and make a change, although it can be better or worse? Or just stay quite there and going nowhere? Friends, life is too short to see nothing and going nowhere.. Be fearless to go forward..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
%d bloggers like this: