Reruntuhan Gereja Tua Menemukan Bahasa yang Hilang

Sebuah bahasa baru yang lampau, ditemukan di Peru. Di balik kertas usang berusia 400 tahun, tercatat kata-kata yang belum pernah diketahui sebelumnya. Penemuan ini melengkapi kepingan teka-teki sejarah kebudayaan Peru.

Salah satu gereja kuno di bagian Utara negara yang pernah dijajah Spanyol ini runtuh. Akan tetapi hal itu justru menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi sejarah dan budaya. Reruntuhan gereja Magdalena de Cao Viejo menjadi lokasi penemuan penting ini.

Pada tahun 2008, ratusan kertas kuno bersejarah terawetkan oleh iklim yang kering ditemukan di area tersebut. Namun, justru di balik salah satu lembaran kertas itulah terdapat coretan tulisan yang baru-baru ini diyakini arkeolog sebagai bahasa yang baru diketahui dan diduga digunakan penduduk setempat di masa silam.

Coretan penting tersebut berisi tulisan angka Spanyol, seperti uno, dos, dan tres; dan angka-angka Arab yaitu 4-10, 21, 30, 100, dan 200; yang diterjemahkan ke dalam bahasa yang belum pernah diketahui. Beberapa kata dikenali sebagai bahasa Quechua, namun selebihnya tidak diketahui sebelumnya.

Coretan di balik kertas memuat kata-kata yang belum dikenal sebelumnya.

Courtesy: Jeffrey Quilter

Masyarakat Peru menggunakan bahasa Spanyol dan sebagian penduduk masih memakai Quechua dalam berkomunikasi. Namun dalam masa lampau, terdapat pula bahasa Quingnam dan Pescadora yang disebut sebagai bahasa para nelayan setempat.

Dr. Jeffrey Quilter, pemimpin proyek sekaligus arkeolog Peabody Museum of Archaeology and Ethnology milik Harvard menyatakan meski belum banyak informasi yang dapat diambil tetapi catatan lampau tersebut penting dan menarik. Quilter menyebutkan, “Ini adalah petunjuk pertama akan adanya penggunaan sistem angka desimal dalam bahasa yang sebelumnya tidak dikenal.”

Penemuan di kompleks El Brujo Archaeological di Chicama Valley meyakinkan Quilter bahwa bahasa adalah petunjuk keragaman warisan budaya. Interaksi antara penduduk pribumi dengan penjajah jauh lebih kompleks dari yang pernah dipikirkan. “Semua ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya dunia,” ujarnya.

©BG – Sby – 031010

www.widiantigunawan.wordpress.com
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,479 other followers