Firasat Hati

Surabaya – 280409 – 10:17PM

Sejak lama aku menyimpan tanya di benak tapi selalu terhenti tanpa tahu jawabnya. Sampai malam ini aku membaca Rectoverso milik Dee dan kutemukan jawaban pertanyaan itu. Buku sastra yang menunjukkan keindahan dan kreatifitas Dewi Lestari (thanks to Dee) menjawab penasaranku akan pertanyaan, “Untuk apa aku punya feeling (hunch) kalau ternyata aku tidak bisa apa-apa, apalagi merubahnya?”

Mungkin padanan kata yang paling tepat untuk ‘hunch’ atau ‘feeling’ menurut persepsiku selama ini adalah ‘firasat’. Berdasar Encarta Dictionary: hunch disinonimkan sebagai feeling: an intuitive feeling about something, gut feeling, sixth sense, premonition, intuition, instinct, idea. Untuk bisa membedakan apakah itu pertanda atau bukan, periksalah ke dalam dan ke luar karena pesan yang sama biasa datang berulang. Tak bisa disangkal. Ada orang-orang tertentu yang merasa feeling atau firasatnya seringkali tepat. Namun, ada pula yang menyatakan tidak pernah ‘mendapatkan’ feeling atau apapun itu namanya. Tak jarang pula itu dikaitkan dengan kemampuan indera keenam manusia. Tapi menurutku yang lebih tepat adalah mereka kurang peka menangkap sign yang diberikan oleh hati, lewat alam dan apapun yang ada di sekitar kita. Karena setiap orang punya hati dan hatimu selalu berbicara padamu. Hanya saja hati dapat didengar pada waktu teduh dan ketika kamu membiarkannya bicara dan mau mendengarnya berbicara.

Sejak beberapa tahun terakhir ini, aku sering merasa punya feeling atau firasat terutama saat ada hal buruk yang akan tiba. I’ve got a hunch! Salah satu yang paling aku ingat sampai sekarang adalah kejadian tiga tahun lalu. Ketika kakakku mengalami kecelakaan mobil yang amat parah karena diterjang truk tronton. Seharian tiba-tiba aku merasa tidak enak badan. Tapi bukan, itu berbeda dengan rasa yang kualami saat masuk angin. Tak bisa dijelaskan tapi aku tahu ada sesuatu aneh di tubuhku. Seakan ada sesuatu yang ingin keluar dari dalam. Sepanjang hari aku gelisah. Di dalam dada ini terasa berat dan seakan ada yang menekan. Saat itu aku tak menyadari bahwa itu adalah tanda yang diberikan tubuhku bahwa kakakku akan mengalami kecelakaan. Dan sore hari, terjadilah kecelakaan itu dan seketika itu juga semua rasa aneh itu hilang. Syukurlah kakakku tidak apa-apa, bahkan tanpa secuil goresan luka pun, meski kondisi mobil begitu mengerikan.

accident-1

Kejadian lain sekitar setahun lalu, kali ini terjadi kecelakaan ketika kakak mengendarai mobil yang biasa aku gunakan. Saat ia mengantarkanku ke kampus untuk pergi semalam ke acara outbond dengan rekan paduan suara universitas, entah mengapa dengan sadar tapi tanpa kusengaja aku berpesan, “Kamu jangan pakai mobil ini selama aku ngga ada di Surabaya.”  Sempat kurasakan ada sesuatu aneh tapi kuanggap angin lalu dan kuyakinkan diri bahwa semua akan baik-baik saja. Malamnya adik menelpon dan mengatakan kakak kecelakaan dan mobil biasa menemaniku beraktivitas itu remuk. Pada saat itu juga aku baru menyadari bahwa aku sudah diberi tanda di pagi hari.

Hal lainnya biasa muncul dalam takaran kejadian yang tak begitu dahsyat. Tiba-tiba saja aku merasakan ada yang aneh pada tubuhku, rasa seperti mual dan dada yang sesak serta gelisah menjalar seketika. Atau jari tergores luka, jam tangan yang kukenakan jatuh, kalungku putus, dan semuanya tiba-tiba. Tapi aku yang bisa kulakukan? Aku tak pernah tahu apa yang akan terjadi. Alhasil yang bisa kulakukan adalah berdoa pada Tuhan. Lalu mencoba menghubungi orang terdekat dan menanyakan apa ada sesuatu yang mereka alami. Kadang mereka jadi heran dan ikut takut bila menerima smsku, “Apa kamu nggak apa-apa? Hati-Hati ya..” Bukannya aku mau menakuti, tapi aku pun gemas karena aku diberi tanda tanpa tahu pada siapa dan apa yang akan terjadi. Maka waspada yang bisa kusarankan, lagipula tak ada salahnya berjaga-jaga bukan? Terkadang rasa aneh itu hilang saat ada teman di luar negeri yang mengabarkan ia tiba-tiba sakit pagi ini, atau mama sakit, dan sebagainya.

Tak semua orang yang kukenal kutakutkan sedang atau akan tertimpa sesuatu. Kudapat firasat itu saat ada hal yang akan terjadi pada mereka yang punya ikatan lebih kuat denganku. Keluarga, sahabat, atau mereka yang namanya sering kusebut dalam doa sehingga tanpa sadar terjalin koneksi yang tak kasat mata. Entahlah, itu menurutku. Aku sempat jengkel pada keadaan ini. Karena aku merasa tak tahu dan tak bisa mengartikan tanda itu. Aku jadi tak bisa memperingatkan orang yang tepat. Aku pun tak bisa merubah yang akan terjadi. Lalu untuk apa aku bisa merasakan firasat atau bad feeling itu? Karena rasanya sangat tidak mengenakkan. Hati ini berat dan seharian gelisah uring-uringan tak jelas. Aku muak karena tak ada yang bisa kulakukan sekalipun aku mendapat tanda, justru tidak nyaman lebih dulu mengetahui sesuatu buruk akan terjadi sebelum yang lain menyadarinya.

hunch

Hari ini aku dapatkan rangkuman penjelasannya. Bukannya firasat itu tak bisa diartikan, tapi bila memang perlu diartikan, kau akan dimampukan untuk itu. Memang tak mudah menerima kemampuan mampu membaca pertanda. Sekalipun firasat itu bisa kaurasakan, apa yang harus terjadi pasti akan tetap terjadi. Sekuat apapun berusaha menyangkal atau menolak, semua hanya sia-sia. Tak ada yang bisa mengubah apa yang telah Tuhan rencanakan. Tak ada yang pernah tahu itu sampai waktu lah yang akan menjawabnya. Lalu untuk apa tahu pertanda sebelum waktunya? Toh firasat tak bisa membuatku jadi lebih pandai tapi justru menyiksaku.. Jawabnya adalah, firasat ada agar kita bisa belajar menerima. Menerima firasat ketika itu belum terjadi. Menerima kejadiannya ketika itu sudah terjadi. Menerima segala sesuatu, baik atau buruk, yang terjadi dalam hidup ini. Dan akhirnya untuk berdamai dengan hidup yang tak selalu indah.

Pada akhirnya, firasat yang kuterima membuatku lebih dekat dan bergantung pada Tuhan. Ketika firasat itu datang mengetuk, aku segera berdoa untuk menenangkan batin dan berharap apapun yang terjadi, masih dapat diatasi, semua orang yang kusayang tetap dalam perlindungan Tuhan. Dan benar, belajar menerima hidup. Rentang waktu antara datangnya firasat hingga terjawabnya adalah waktu yang tak mengenakkan karena terjadi peperangan batin. Tapi justru di sanalah aku berbicara pada hatiku, mengimani bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan. Aku memang tak mampu menyelaminya seutuhnya saat itu juga, tapi aku dapat mempersiapkan diri dengan yakin bahwa Tuhanku ada bahkan di saat terburuk sekalipun.

Firasat adalah bahasa hati yang terlupakan..

About these ads

9 Comments (+add yours?)

  1. dhea
    Aug 26, 2014 @ 10:12:41

    hm… postingannya menarik :)
    saya juga sering merasakan firasat2 yang membuat hati saya jadi gelisah tapi yang bisa saya lakukan hanya menenangkan diri dan berdoa serta berfikir baik tentang rancangan Tuhan..
    terimakasih :)

    Reply

  2. Adie
    Jul 12, 2010 @ 23:22:01

    2 hari berturut-turut kemarin dan hari ini jariku terkena pisau dan pecahan kramik. apa itu juga termasuk firasat ya? dan pada saat jariku tergores pun muncul perasaan yang gak enak.

    Reply

    • BeBe Gunawan
      Jul 12, 2010 @ 23:47:41

      Hmm.. Saya gak bisa jawab pastinya karena saya bukan Tuhan hehe.. Kamu yang akan lebih tahu. Cuma kadang manusia juga suka kerasa-kerasa sendiri dan menganggap semua sebagai firasat. Bisa jadi kemudian perasaan jadi terbawa. Coba tenangkan diri dulu lalu berdoa. Itu yang biasa saya lakuin sih.. Hope that everything will be okay but if not, i’m ready to accept it. Boleh baca juga post saya yg judulnya Menerima :) Thanks for coming Adie.

      Reply

  3. liza
    Feb 12, 2010 @ 20:40:23

    hai bebe gunawan,saya liza dari malaysia.selama ni saya tak tahu nak brkongsi dengan siapa tentang apa yang saya alami dan rasai.kerana saya pernah cuba menceritakan apa yang saya rasai selama ni pada orang yang terdekat dengan saya,tapi mereka tak mampu untuk memahami nya,dan saya juga bimbang dikatakan gila.dan akhirnya saya mendiamkan diri dan menanggung perasaan ini seorang diri tanpa cuba untuk mengertinya lagi.

    setelah membaca,cerita anda,ada persamaan dengan apa yang saya alami.saya juga brharap kita dapat berkongsi cerita antara satu sama lain.

    mengenai firasat anda,saya juga mempunyai firasat yang agak kuat sehingga hari-hari yang saya lalui terasa takut yang amat sangat.saya mengalami perasaan dimana sebelum terjadi sesuatu kejadian samada yang baik mahupun yang buruk,saya telah merasai nya dulu.kebanyakan firasat saya telah saya rasai ,saya telah mengetahuinya lebih kurang sepuluh tahun yang lepas,dan kebanyakannya membayangkan kehidupan saya yang akan datang.itu membuatkan saya takut untuk meniti kehidupan ini.

    seperti anda,setiapkali bila saya tersedar,sudah terlambat untuk saya mengubah yang telah terjadi.apabila saya mendapat sesuatu firasat yang terimbas,hati sy terasa amat terbeban dan syahdu seperti mahu menitiskan air mata.fikiran terasa bingung,serta merta ketakutan menghantui diri sy.

    Reply

  4. acha
    May 07, 2009 @ 16:29:30

    gileeeeeeeeeeeeee….
    punya ko andy lho panjangnya alamaaaakkk….
    jadinya ada blog di dalam blog huahaha..

    masalah hunch..mm…aq stuju ma ko andy, hunch bukan hal yang aneh buat kita.. kayaknya siapapun sering ngalamin, tapi hanya sedikit yang merespon and merenungkan hahaha…
    makanya muncul bahasa “ikuti kata hatimu” huahaha..soalnya kadang dari hati kita, muncul yang namanya firasat..hohoho..

    be…..tapi….kamu….kalo ketemu aku, jangan ngomong macem2 ato melakukan hal aneh2 lho be.. siapa tau pas kamu lagi ngobrol ma aku, tasmu jatuh, terus pertanda aneh… tidaaaakkk!!!

    huahahahahahahaha…

    hahaha.. kl km yg jatuh gimana cha?? oink?? =P

    Reply

  5. Fonny Cayliani
    May 07, 2009 @ 16:23:31

    be, kalo bisa lu asah itu “kemampuan” terutama untuk feeling dollar naik/turun, saham naik/turun…
    nanti kalo sudah mahir aku konseling ya wakakakk…..

    Reply

  6. tansilia
    May 07, 2009 @ 16:16:31

    niceee…
    ta copy paste ae tulisane andy jd note dw d fb, huahaha, ndy km ada blog ga sih bnre?? u seem like a good writer with interesting point of views… bikin blog lahh, pgn baca aku..

    btw kmaren ak dcritain lele dy mimpi ak kawin lari ma teddy, hopefully tts not a hunch, hahahaha…

    hahahaha.. lele mimpi aneh2.. km ati2 lho sil.. =P eh apa teddy yg ati2 dijak kawin lari gt.. wakakak.. kidding sil.. thanks or your comment yah.. ;P

    Reply

    • AnDy
      May 08, 2009 @ 02:57:16

      Ada sih blog, tapi masih reserved nama aja.. blom ak posting isi2, g sempet nihh hehehe =p next time deh, lek wes ak posting2 t publish’e.. kadang2 gatel mo nulis, tapi seringnya capek gitu.. heheh..

      Reply

  7. AnDy
    Apr 29, 2009 @ 21:36:19

    Wuahhh, artikel kali ini benar-benar membuat ak membaca tanpa melewatkan satu kalimatpun hingga selesai.

    Klo boleh sharing:

    1. Jangan anggap remeh ‘hunch’ yg kamu punya. Terlepas dari apakah itu sekedar ketakutan atau paranoid, pada dasarnya ak percaya, alam semesta hingga sekeliling kita bisa jadi perantara Tuhan untuk mengkomunikasikan ‘sesuatu’, entah bagi diri kita, atau kitapun sebagai mediator untuk orang lain.

    2. Jaman dulu, misalnya seperti ahli taktik “Zhuge Kong Ming, atau Zhuge Liang. Dalam sejarah tiga kerajaan, beberapa kehebatannya adalah mampu membaca perubahan alam, memperkirakan pergerakan musuh, dan berpikir lain daripada yang lain, hingga memperkirakan masa depan (waktu kematian dll). Dan menurut cerita, kemampuannya itu muncul karena ia punya kebijakan sangat tinggi (orang2 dgn kebijakan tinggi sering memiliki kemampuan / ‘gift’ secara lahiriah). Ada juga yang mengatakan, jika nyawa kita sedang diantara hidup/mati, seringkali muncul kemampuan2 diluar logika kita.

    3. ‘Hunch’ yang kamu punya, bisa saja merupakan ‘kepekaan’ kamu berkomunikasi dengan Tuhan, atau bahkan ‘the unknown’ yg ingin mencobai atau mendekati kamu. Semakin kamu peka, bukan berarti kamu harus semakin parno, tapi hendaknya makin bijak dan dekat dengan Tuhan untuk mencari pola jawabannya.

    4. Mnurutku bisa saja kamu mencoba melawan ‘hunch’ ini, sama seperti org yg punya ‘gift’ bisa melihat ‘the unknown’, dengan niat sungguh2 dia minta Tuhan menghapus kemampuan ini. Tapi ada pula yang justru ingin mengasahnya dengan baik. Kalau di keyakinanku, usaha ‘membersihkan’ diri akan bisa memperkuat ‘gift’/’hunch’ itu, misalkan, dengan Vegetarian, banyak berpikir positif, banyak perduli dengan orang, dsb.

    5. Mnurutku jg, seseorang diberi ‘gift’/’hunch’ karena ada rencana baginya. Maybe kamu harus menemukan ‘pola’ yg diberi Tuhan saat ini. Maybe juga ‘hunch’ itu lahir dari kejadian alami yg berakumulasi jadi sebuah paranoid.

    6. Siapa yang bisa mengerti ‘hunch’mu saat ini? Mnurutku adalah org2 yang dekat dgn Tuhan secara intensif, pendeta’mu mungkin, atau orang2 yang bersikap netral (tidak terlalu pro maupun kontra). Coba ae tanya mereka, apa yg harus kamu lakukan, makala ‘hunch’ itu semakin sering terjadi misalnya ^^,

    7. Ayahku pernah bilang, Tuhan menurunkan bencana juga diawali dengan tanda2, besar kecilnya tanda itu, relatif bagi siapa yang bisa merasakannya. Setiap hal, punya makna, ada semacam teori ‘keterkaitan’, pikiran kita, alam sekitar, orang lain, dsb.

    Finally, bo terlalu dipusingin ‘hunch’ yg kamu punya, cari ‘pola’nya… siapa tahu kamu diberi rencana apa gitu dari Tuhan. BERSERAH, BERPIKIR POSITIF, MAKIN DEKAT DENGAN TUHAN. Good luck =]

    Huaaaaa.. panjang dan lengkap sekaliii hehe.. thanks for comment Ndy.. kalo pernah pny hunch juga, boleh lho crita juga.. =P

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

www.widiantigunawan.wordpress.com
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,479 other followers

%d bloggers like this: